Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Satu Banding Dua

Satu Banding Dua

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
  • visibility 422
  • comment 0 komentar

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani

Dalam kajian ushul fiqh ada bab naskh (revisi atau amandemen hukum). Naskh adalah menghilangkan hukum lama dengan hukum baru dengan dasar dalil. Naskh hanya ada pada era Nabi. Pasca Nabi tidak lagi ada naskh, namun jika hukum tidak berlaku itu karena konteks yang belum mendukung. Sebab naskh ini adalah karena hukum Islam hadir untuk mewujudkan kemaslahatan substansial. Kemaslahatan yang berdasarkan kebiasaan dan interaksi sosial ekonomi selalu berubah sehingga hukum Islam harus menyesuaikan diri secara tepat.

Salah satu contohnya adalah kualitas umat Islam dengan nonmuslim pada ayat pertama adalah satu banding sepuluh. Kemudian diubah menjadi satu banding dua karena melihat ada penurunan kualitas (dla’f). Hal ini dijelaskan dalam Q.S. Al-Anfaal 65-66:

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) diantaramu, maka mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (QS. 8:65)

Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui padamu bahwa ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. 8:66)

Kualitas Menjadi Prioritas

Contoh di atas menunjukkan bahwa kualitas umat Islam harus di atas nonmuslim. Standar minimal adalah satu banding dua. Jika bisa mencapai kualitas tinggi, yaitu satu banding sepuluh, tentu lebih baik. Namun kualitas satu banding dua tidak boleh ditawar-tawar lagi.

Sifat yang digambarkan dalam al-Qur’an di atas adalah dla’f (lemah). Prof. M. Quraish Shihab menjelaskan makna dla’f adalah kelemahan pada aspek spiritual, keimanan, dan sifat-sifat terpuji, seperti ketepatan pendapat, ketabahan, keberanian dan lainnya yang mengantarkan kepada kemenangan.

Kelemahan di sini bukan pada kelengkapan dan jumlah personel umat Islam. Satu banding sepuluh digambarkan dengan potret umat Islam sedikit yang terlatih baik, bermental baja, serta menguasai medan dan siasat perang sehingga mampu mengalahkan kelompok musuh yang besar. Sedangkan satu banding dua digambarkan ketika ada hal-hal yang melemahkan mental umat Islam. Jadi ini sifatnya dispensasi (Shihab, 2021:4:599-601).

Meskipun satu banding dua, tapi tetap saja, kualitas umat Islam harus lebih baik dari nonmuslim sehingga ketika terjadi kompetisi atau agresi, umat Islam tampil sebagai pemenang (winner).
Nabi Muhammad memotivasi umat Islam untuk menjadi orang yang kuat dalam sabdanya: orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari mukmin yang lemah. Namun semuanya baik. Proaktiflah melakukan sesuatu yang membawa manfaat kepada kamu, mohonlah pertolongan Allah dan jangan lemah (H.R. Muslim).

Imam Ali Ash-Shabuni menjelaskan kata kuat dalam hadis di atas mencakup semua aspek, seperti fisik, mental, ilmu, dan iman. Orang mukmin yang kuat imannya, akidahnya, ilmunya dan fisiknya lebih baik dari mukmin yang lemah (Ash-Shabuni, 1970:41).

Dalam konteks sekarang, kekuatan dilihat dari semua aspek, khususnya ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan politik internasional. Orang mukmin yang kaya dan berilmu mampu memberikan manfaat yang besar kepada orang lain dalam skala luas dari orang mukmin yang miskin dan bodoh.

Hal ini sesuai kaidah ‘al-muta’addi afdlalu minal qashir’, orang yang manfaatnya untuk orang lain lebih utama dari orang yang manfaatnya terbatas pada dirinya sendiri. Nabi Muhammad menjelaskan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

Penjelasan ini mendorong umat Islam untuk memprioritaskan kualitas dari sekedar kuantitas. Kuantitas yang tidak diimbangi dengan kualitas tidak banyak bermanfaat bagi kehidupan. Kuantitas yang diimbangi dengan kualitas akan menjadi kekuatan besar yang efektif dalam menggerakkan transformasi sosial. Peran besar umat Islam bergantung kepada kualitas yang dimilikinya. Jika kualitas umat Islam tinggi, maka pasti mampu menjadi aktor yang menghasilkan ilmu dan teknologi, membangkitkan perekonomian, dan menyatukan politik global.

Namun jika kualitasnya rendah, maka hanya menjadi bahan tertawaan pihak lain. Bukti adalah hujjah balighah (petunjuk empiris-obyektif) yang tidak terbantahkan dari sekedar retorika yang tidak berwibawa.

Umat Islam Indonesia

Dalam konteks ini, umat Islam Indonesia yang menjadi umat Islam terbesar dunia harus meningkatkan kualitasnya sehingga menjadi mampu menjadi umat dengan kualitas terbaik yang mampu menggerakkan transformasi kehidupan sosial yang adil dan bertabat.

Transformasi sosial umat Islam harus bertumpu kepada tujuan umum syariah Islam (maqashid al-syari’ah) yang jumlahnya lima: menjaga agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan. Maka kualitas umat Islam harus terdepan dalam bidang spiritualitas, kesehatan, militer, pendidikan, media, ekonomi dan pembentukan keluarga yang berkualitas tinggi. Jika tidak, maka umat Islam hanya menjadi penonton pasif dalam bidang-bidang krusial di atas.

Jika ini menjadi kenyataan, maka cita-cita agung terwujudnya ‘baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur’, Negara yang makmur dalam naungan ampunan Tuhan, hanya mimpi di siang bolong. Wallahu A’lam Bish Shawab.

*Peminat Kajian Keislaman

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    IPMAFA Bersholawat Dipadati Ribuan Zahir Mania

    • calendar_month Kam, 29 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    IPMAFA Bersholawat sukses digelar pada Selasa, 23 September 2022 di Halaman Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) dan berhasil menyedot kedatangan Zahir Mania dari Pati dan sekitarnya. Gema bersholawat yang digelar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW dan Dies Natalis IPMAFA tersebut menghadirkan Habib Ali Zainal Abidin Bin Segaf Assegaf dan Majelis Az-Zahir dari Pekalongan. Rektor […]

  • PKPNU 2025 Tinggal Menghitung Hari, Sekretaris PCNU: Sudah Siap!

    PKPNU 2025 Tinggal Menghitung Hari, Sekretaris PCNU: Sudah Siap!

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.526
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pelaksanaan kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP-NU) Kabupaten Pati tinggal menghitung hari. Kecamatan Gembong menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan acara tersebut. Rencananya, PKP NU tahun 2025 ini akan diselenggarakan di ponpes Raudlatul Falah dan Pondok Thoriqoh Tanwirul Qulub, Bermi, Gembong Pati mulai 31 Oktober hingga 2 Nopember 2025. Dedi Syarif, Sekretaris […]

  • MA Salafiyah Kajen Borong 31 Medali di Ajang Nasional

    MA Salafiyah Kajen Borong 31 Medali di Ajang Nasional

    • calendar_month Sab, 30 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 577
    • 0Komentar

    Pamflet ucapan selamat Kepala MA Salafiyah atas prestasi yang berhasil diraih peserta didiknya PATI – Tiga perlombaan akademik diikuti siswa MA Salafiyah Kajen Minggu (24/10). Ketiga lomba yang diikuti yakni Pateron Olympiad, Lomba Felin Oaseedukasi, dan Gelora Science Competition (GSC) POSI. Dari tiga ajang lomba tersebut, siswa di madrasah yang berada di Kecamatan Margoyoso itu […]

  • PCNU-PATI

    Hj. Maria Ulfah, Ketua PC Muslimat NU Pati 2010-2020 Wafat

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Kabar duka kembali datang dari PC Muslimat NU Pati. Salah satu kader terbaiknya, berpulang ke rahmatullah pada Senin (5/9) pukul tujuh pagi tadi. Dia adalah Hj. Maria Ulfah Mundzir, Ketua PC Muslimat NU Pati 10 tahun, terhitung sejak 2010. Hj. Ulfah mengakhiri masa jabatannya sebagai Nakhoda kaum ibu Nahdliyyin pada 2020 lalu.  Jenazah […]

  • HSN dan Maulid Jadi Momentum NU Plus Banom Adakan Ziarah Kubro

    HSN dan Maulid Jadi Momentum NU Plus Banom Adakan Ziarah Kubro

    • calendar_month Kam, 21 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Suasana ziarah kubro yang dihadiri oleh pengurus MWC NU Wedarijaksa beserta Banom-Banomnya WEDARIJAKSA – Dalam rangka Memperingati Maulid Nabi SAW dan Hari Santri Nasional, Seluruh banom NU se-kecamatan Wedarijaksa kompak adakan ziarah ke makam para sesepuh NU pada selasa (19/10).  Peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri tahun ini diisi dengan serangkaian acara yang diawali dengan […]

  • Ma'arif Brebes Gelar Pelatihan Branding dan Publikasi

    Ma’arif Brebes Gelar Pelatihan Branding dan Publikasi

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

      Brebes – Hari ini selama dua hari mulai tanggal 22 -23 Nopember , kegiatan yang diselenggarakan oleh LP Maarip NU Kabupaten Brebes bertempat di Gedung NU Brebes. Suatu kegiatan yang menarik yang berjudul Pelatihan Branding ,Publikasi dan Pengelolaan Website , Pelatihan ini bukan hanya diikuti oleh para guru, kepala sekolah, siswa bahkan pengawas sekolah […]

expand_less