Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pedoman Politik ala Nahdlatul Ulama

Pedoman Politik ala Nahdlatul Ulama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 16 Des 2023
  • visibility 701
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, M.A

Dalam menyambut pesta demokratis yang rutin bergulir setiap lima tahun sekali. Sebagai warga Negara Republik Indonesia tentunya memiliki hak pilih untuk menentukan pilihannya masing-masing. Hal ini sangat wajar karena setiap orang memiliki karakteristik dan pendapat tersendiri. Sehingga sebagai warga negara yang baik, harus bijak dan bisa menyikapi sebuah pemandangan perbedaan demi terwujudnya kerukunan dan keharmonisasian.

Dan setiap pesta demokrasi berlangsung juga dibutuhkan pengawalan serta kenetralan biar tidak terjadi huru-hara dan hiruk-pikuk dalam proses berlangsungnya pesta demokrasi tersebut. Maka, dalam hal ini sangat penting masyarakat harus mendapatkan edukasi politik yang etis. Dengan tujuan masyarakat tidak terjebak dalam ranah politik praktis maupun politik uang.

Karena selama ini, money politik bisa merusak persaudaraan dan juga menyebabakan disharmonis. Sehingga bentuk pedoman berpolitik sangat penting untuk ditanamkan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekolah.

Oleh karena itu, dengan adanya bentuk-bentuk pembekalan dan penanaman sedari awal terhadap nilai-nilai pedoman politik di lingkungan masyarakat dan sekolah. Harapnnya para generasi muda bangsa bisa menerapkan dan tidak mudah terbawa arus ke politik praktis.

Adapun dalam hal ini, NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia dan mancanegara, sudah sayognya masyarakat Islam dalam hal ini “NU” memiliki pedoman politik ala NU untuk diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, dalam hal ini sebagaimana dikutip dalam buku ‘Khittah dan Khidmah’dapat penulis jelaskan dalam pelbagai hal, antara lain yaitu.

Pertama, berpolitik bagi NU mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

Kedua, politik bagi NU adalah politik yang berwawasan kebangsaan dan menuju integritas bangsa dengan langkah-langkah yang senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk mencapai cita-cita Bersama, yaitu terwujudnya masyarakat yang adil dan Makmur lahir dan batin, serta dilakukan sebagai amal ibadah menuju kebahagiaan di dunia dan kehidupan akhirat.

Ketiga, politik bagi NU adalah pengembangan nilai-nilai kemerdekaan yang hakiki dan demokratis, mendidik kedewasaan bangsa untuk menyadari hak, kewajiban, dan tanggugjawab untuk mencapai kemaslahatan bersama.

Keempat, berpolitik bagi NU dilakukan untuk memperkokoh konsesus-konsesus nasional dan dilaksanakan sesuai dengan akhlaq al-karimah sebagai pengalaman ajaran Islam Ahlussunah wal-jamaah.

Kelima, perbedaan pandangan di antara aspirasi-aspirasi politik warga NU harus tetap berjalan dalam suasana persaudaraan, tawadlu’ dan saling menghargai satu sama lain, sehingga di dalam berpolitik itu tetap terjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan NU.

Keenam, berpolitik bagi NU, dengan dalih apa pun, tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kepentingan Bersama dan memecah belah persatuan.

Ketujuh, berpolitik bagi NU menuntut adanya komunikasi kemasyarakatan timbal-balik dalam pembangunan nasional untuk menciptakan iklim yang memungkinkan perkembangan organisasi kemasyarakatan yang lebih mandiri dan mampu melaksanakan fungsinya sebagai sarana masyarakat untuk berserikat, menyalurkan aspirasi serta berpartisipasi dalam pembangunan nasional.

Dengan demikian, dari ketujuh pedoman politik di atas tentunya bisa dijadikan barometer serta pedoman berpolitik, dalam rangka menyambut pesta demokrasi yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 yang akan dating. Oleh karena itu, penting sekali menyiapkan segala bentuk perangkat agar masyarakat tidak terjebak dalam identitas politik praktis.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Rozin Tekankan Pentingnya Literasi Akademik di Era Digital

    Gus Rozin Tekankan Pentingnya Literasi Akademik di Era Digital

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 526
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Studium Generale (SG) dengan tema “Menyiapkan Sumber Daya Manusia Unggul, Kompetitif, dan Berkarakter Pesantren” di Aula Kampus setempat, Kamis (25/9/2025). Kegiatan ini diikuti 300 mahasiswa baru dan segenap civitas akademika IPMAFA. Rektor IPMAFA, KH Abdul Ghofarrozin dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi akademik bagi mahasiswa di […]

  • ‎LP Ma’arif NU Jateng dan BRCC Gelar Pelatihan Mandarin Pra-Kerja, Siapkan 17 Peserta Masuk Perusahaan China

    ‎LP Ma’arif NU Jateng dan BRCC Gelar Pelatihan Mandarin Pra-Kerja, Siapkan 17 Peserta Masuk Perusahaan China

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.872
    • 0Komentar

    ‎SEMARANG — LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bekerja sama dengan BRCC Indonesia menyelenggarakan Program Pelatihan Mandarin Pra-Kerja. Sebanyak 17 peserta terpilih mengikuti pelatihan yang berlangsung di Ponpes KH. Sholeh Darat, Ngaliyan, Kota Semarang, pada 6 Agustus – 11 September 2026. ‎ ‎Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 di Aula Ponpes KH. Sholeh Darat. […]

  • PC Pagar Nusa Dan LPBH NU dampingi Korban Penganiayaan

    PC Pagar Nusa Dan LPBH NU dampingi Korban Penganiayaan

    • calendar_month Sen, 8 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- Sebuah video viral di media sosial menggambarkan adanya mobil Calya berwarna merah menjadi sasaran perusakan massa. Tampak dalam video itu, mobil bernomor polisi H 1927 KR digulingkan oleh sejumlah warga. Diketahui, kejadian itu berada di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, pada Sabtu (6/5/2023) lalu. Usut punya usut, peristiwa itu terjadi karena warga setempat merasa […]

  • a large auditorium filled with lots of wooden seats

    Jabatan, Ambisi, dan Bahaya Demam Panggung

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 556
    • 0Komentar

    Oleh: Zaenal Arifin* Jabatan sering kali dianggap sebagai puncak pencapaian seseorang dalam karir. Ketika seseorang berhasil meraih jabatan tertentu, muncul rasa bangga, baik dari dirinya sendiri maupun dari orang-orang di sekitarnya. Jabatan menawarkan kekuasaan, tanggung jawab, dan peluang untuk membuat perubahan. Namun, di balik itu semua, ada tekanan besar yang harus dihadapi. Jabatan bukan hanya […]

  • PCNU- PATI Photo by geralt

    “Wuih Kompak Amat”

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami Cerita lucu ini berawal ketika menjelang Isya beberapa warga bergegas ke masjid untuk azan. Belum lagi sampai masjid terlihat seorang pemuda dengan tampang klimis dan dihiasi jenggot sedang menyapu di lantai masjid. Azan dimulai, jamaah pun berdatangan dan siap mendirikan shalat Isya berjamaah. Sang pemuda yang tadi menyapu segera saja […]

  • PCNU-PATI

    Ujian Kemanusiaan

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Bencana terjadi di mana-mana. Mulai dari gempa Cianjur, hingga yang terakhir, banjir bandang dan angin kencang menerjang Kabupaten Pati. Intinya, Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Banyak korban berjatuhan, mulai nyawa, kesehatan, harta, peluang ekonomi, pendidikan, pokoknya banyak. Total kerugian materiil memang luar biasa besar. Tapi adakah nominal rupiah yang mampu membayar […]

expand_less