Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suluk Maleman, Menyoal Kita, Agama dan Kuasa

Suluk Maleman, Menyoal Kita, Agama dan Kuasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 24 Mei 2026
  • visibility 15.375
  • comment 0 komentar

Penyalahgunaan relasi kuasa patut menjadi bahan perenungan yang serius. Keberadaan ilmu tentu menjadi penting untuk mencegah persoalan itu terjadi di tengah carut marut saat ini. Persoalan itu menjadi bahasan dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (23/5) malam.

Anis Sholeh Ba’asyin menyebut kasus dugaan pelecehan santriwati di Pati menjadi salah satu bentuk dari penyimpangan relasi kuasa. Dimana seorang dukun atau ada yang menganggap kiyai atau tokoh, telah menyalahgunakan wewenangnya.
Sejumlah sumber menyatakan bahwa tersangka dalam dugaan pelecehan tersebut bukanlah kiyai, melainkan dukun yang kemudian membuat lembaga pendidikan berbentuk pesantren. Hal itu yang kemudian membuat Anis kembali teringat pesan gurunya.
“Saya teringat pesan guru saya, Mbah Dullah Salam. Beliau pernah mengatakan bahwa banyak yang dianggap kiyai tapi sebenarnya dukun. Banyak dukun yang berpakaian kiyai,” ujar dia.

Istilah dukun bagi Anis sendiri telah mengalami pergeseran makna. Dalam istilah Jawa, dukun identik dengan orang yang dianggap punya keahlian tertentu, dan tidak serta merta berkonotasi klenik.
“Kalau diingat dulu itu ada dukun bayi, dukun pijat, dukun sunat. Artinya bukan soal klenik, tapi penyebut bagi orang yang dianggap pintar atau cerdas. Namun ironisnya sekarang muatan maknanya lebih bergeser ke hal klenik,” imbuh dia,
Begitu pula dengan istilah kiyai yang berasal dari “ki” dan “yai”. Dalam pemahaman Jawa, “ki” merupakan istilah lelaki yang dihormati sementara “yai” menunjukkan sesuatu yang terhormat, besar dan agung.
“Kalau diingat Kiyai di Jawa, penyebutannya tidak hanya untuk manusia. Tapi bisa juga untuk keris atau pusaka hingga kerbau yang dihormati,” imbuh dia.

Kalangan ulama kemudian mendefinisikan kiyai sebagai orang yang punya ilmu kegamaan lengkap dan mampu mengaplikasikan pada dirinya. Sehingga ilmu itu selain untuk diajarkan juga diaplikasikan ke diri agar dapat menjadi teladan di sekitarnya.
“Karena akhlak dan adab jadi dihormati dan dituakan di lingkungan,” tambah dia.

Dalam kesempatan itu dia juga mengingatkan kembali adanya perbedaan antara mistika dan magi. Dalam tasawuf lebih dekat dengan hal yang disebut mistika, yakni perjalanan orang yang menempuh sisi rohani untuk melakukan pendekatan pada Allah.
“Saat itu, biasanya dia akan mendapatkan semacam kemampuan. Itu sebenarnya godaan bukan kelebihan bahkan bisa berbahaya,” ucap dia.
Selain kemampuan, dalam tasawuf juga disebutkan di tingkatan mendekati kebenaran atau membersihkan diri biasanya justru ada fase yang berbahaya terkait godaan syahwat. Maka disitulah harus belajar bagaimana menahan nafsu dan syahwat.
“Maka dalam toriqoh, pengawasan guru atau mursyid terhadap murid sangat ketat,” tambah dia

Hal itu sangat berbeda dengan magi, yang lebih dekat dengan pengertian sihir. Salah satu pengertian magi menurut Anis, adalah bentuk pemanfaatan kekuatan alam atau supra natural untuk kepentingan manusia. Berbeda dengan sains, masyarakat yang cara berpikirnya masih dikuasai magi secara gaib, akan lebih mengandalkan jalan pintas, dengan memotong proses dalam menjalani hidupnya.
“Saat masyarakat umum masih dikuasi cara berpikir magis, maka biasanya akan muncul orang yang memanfaatkannya. Mereka memanfaatkan secara psikologis kemampuan maginya untuk membuat takut, waswas dan lainnya. Menjajah pihak lain karena punya kemampuan tertentu, itu sihir namanya,” imbuh dia.

Di situlah terjadi penyalahgunaan relasi kuasa. Tak hanya soal dukun atau oknum kyai, namun bisa terjadi dimana saja saat satu pihak punya kekuasaan lebih dibanding lainnya. Bisa bapak-anak, guru-murid, atasan-bawahan, pemimpin-rakyat. Penyalahgunaannya juga tak hanya seksual tapi bisa dalam bentuk apa saja,” imbuh dia.

“Agama, politik, budaya pasti melahirkan kuasa. Masalah, apakah digunakan ke arah positif atau negatif? Mari jernihkan cara berfikir. Kalau ada oknum kiai jangan salahkan sistemnya tapi personalnya. Kita juga harus ingat, barokah juga bukan seperti yang dipahami saat ini. Barokah itu saat silaturahmi pada kiyai atau orangtua kemudian kita ditambah ilmu dan didoakan,” imbuh dia.

Hanya saja masyarakat saat ini seolah ingin terburu-buru. Baik untuk menjadi kaya, mencari jodoh dan lainnya kemudian datang ke dukun dengan pendekatan magi atau sihir tersebut. Hal itulah yang kemudian membuat kekacauan serta memunculkan potensi terjadinya penyalahgunaan relasi kuasa tersebut.

“Logika magi itu cirinya biar cepat mencapai hasil. Lebih mengandalkan jalan pintas, dengan memotong proses Berbeda dengan agama yang mengajarkan istiqomah,” tambah dia.
Anis juga menekankan betapa pentingnya bertanya dalam belajar agama. Bahkan dalam belajar ilmu syariat diwajibkan bertanya sampai tuntas.
“Masyarakat kita sebenarnya masyarakat yang taqdim begitu pula dalam tradisi pesantren. Hal itu sebenarnya bukanlah sesuatu yang salah dan berbeda dengan sistem feodal. Kelemahannya terkadang kita hanya takut bertanya,” imbuh dia.

Sementara itu KH. A. Nawawi Cholil dari Rembang menyebut prihatin peristiwa dugaan pelecehan santriwati di Pati berdampak pembullyan pesantren secara menyeluruh. Dimana hal itu dilakukan oleh seorang oknum yang berdampak begitu luas.
“Jangan sampai memvonis seluruh pondok. Indonesia dianggap kuat justru karena pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU). Banyak negara besar yang kemudian pecah. Tapi alhamdulillah Indonesia tak mengalaminya. Salah satunya berkat adanya jaringan pondok pesantren,” ujar dia.
Dia menyebut terjadinya penyalah-gunaan kuasa adalah lantaran ilmu tidak didasarkan pada hati. Meski alim, namun jika ilmu hanya ada di otak, maka yang terjadi hanyalah nafsu.

“Maka rezeki yang paling nikmat itu adalah ilmu yang letaknya di dada. Sementara yang paling rendah itu materi di atasnya itu kesehatan. Ilmu yang hanya di otak hanya akan melahirkan hitung-hitungan saja. Saat bersedekah saya bisa dapat apa?” imbuh dia.
Kyai Nawawi juga kembali mengingatkan pesan dari Mbah Maimoen Zubair. Dalam pesannya, disebutkan ada empat kunci agar hidup dapat mulia. Diantaranya yakni punya pekerjaan, punya wiridan, punya tabungan untuk akhirat serta punya ilmu menahan diri.
“Punya ilmu ngempet baik nafsu, atau bahkan dalam mengkritik pemerintah juga harus ngempet. Boleh mengkritik tapi tetap ada tatanannya,” ujar dia.

Topik yang begitu hangat itu mampu membuat ratusan orang menyaksikan baik datang langsung ke Rumah Adab Indonesia Mulia maupun melalui berbagai kanal media sosial Suluk Maleman, mampu bertahan sampai akhir kajian. Iringan dari musik Sampak GusUran juga kian menghangatkan jalannya ngaji budaya tersebut.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Butir-Butir Hikmah Sufi

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Buku ini berisi 200 cerita yang dikumpulkan dari hikmah-hikmah yang bertebaran di berbagai kitab klasik pesantren. Di dalamnya terdapat ratusan ceruta dari para sufi yang memuat nasihat dan petunjuk. Buku ini adalah seri pertama dari tiga seri yang diterbitkan. 

  • PCNU-PATI

    Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Bocorkan Ciri-ciri Guru Stres

    • calendar_month Kam, 5 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 679
    • 0Komentar

    Semarang – Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Erwan Rachmat memberikan pengarahan, bahwa Deep Learning bukanlah kurikulum baru melainkan hanya pendekatan pembelajaran. Sejak dulu, dikatakannya, telah banyak berkembang pendekatan dan model pembelajaran seperti Active Learning, Contextual Theaching Learning, Cooperative Learning, dan lainnya. Pihaknya juga menghimbau agar guru di wilayah Kecamatan Gajahmungkur aktif dan inovatif dalam mendesain […]

  • Ini Komentar NU Soal Prokes dan PPKM

    Ini Komentar NU Soal Prokes dan PPKM

    • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    KH. Afifuddin Muhajir, Rois Syuriyah PBNU KOTA-Masa pandemi yang telah mencapai satu tahun lebih, membuat sebagian kalangan masyarakat mulai jenuh. Salah satu wujud kejenuhan mereka adalah dengan mengabaikan protokol kesehatan.  Beberapa warga mulai tidak mengenakan masker saat keluar rumah. Padahal pandemi corona masih mengintai masyarakat luas.  Peraturan yang ketat dan tepat sudah selayaknya digalakkan. Dengan […]

  • Lembaga Pers dan Jurnalistik PC IPNU IPPNU Pati Launching 2 Program Unggulan

    Lembaga Pers dan Jurnalistik PC IPNU IPPNU Pati Launching 2 Program Unggulan

    • calendar_month Kam, 25 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 668
    • 0Komentar

    IPNU dan IPPNU melaunching SMC dan Suara Pelajar di Pendopo Kabupaten Pati PATI – Lembaga Pers dan Jurnalistik PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati terbitkan dua program kerja saat Rapat Kerja Cabang (Rakercab). Di antaranya ialah SMC (Student Media Connection) dan Suara Pelajar. SMC di bentuk untuk membangun konektivitas antar Lembaga Pers IPNU IPPNU Sekabupaten Pati.  […]

  • Santri Darul Hadlanah Waturoyo Ikuti Webinar Bersama Wakil DPR RI

    Santri Darul Hadlanah Waturoyo Ikuti Webinar Bersama Wakil DPR RI

    • calendar_month Sen, 30 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 613
    • 0Komentar

    Para santri Darul Hadlanah antusias mengikuti Gebyar Muharram 1443 Halaqah Majelis Ta’lim, Minggu (29/8) kemarin MARGOYOSO – Munggu (29/8), puluhan santri Panti Asuhan Darul Hadlonah, Waturoyo, Margoyoso menjadi peserta dalam Gebyar Muharram 1443 H Halaqoh Majelis Ta’lim (HMT). Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini dihadiri oleh wakil ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar.  Antusiasme santri terlihat […]

  • PCNU Pati Berangkatkan Puluhan Santri Kembali ke Pesantren Lirboyo

    PCNU Pati Berangkatkan Puluhan Santri Kembali ke Pesantren Lirboyo

    • calendar_month Ming, 5 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.947
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Puluhan santri asal Kabupaten Pati kembali menuju Pondok Pesantren Lirboyo pada Ahad (5/4/2026) pagi. Keberangkatan para santri ini difasilitasi oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Pati dari Pendopo Kabupaten Pati. ​Para santri diberangkatkan menggunakan dua armada bus dengan dukungan penuh dari Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pati. […]

expand_less