Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Upacara

Upacara

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 19 Okt 2022
  • visibility 334
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Beberapa hari lalu, di media sosial baik Facebook Twiter dan Story Instagram serta WhatsApp terkait pengumuman ada kegiatan upacara dengan masa yang begitu fantastis. Tujuh ribu masa berkumpul demi satu tujuan, memperlihatkan kekuatan dengan jumlah masa terbanyak dengan jalur kordinasi tersetruktur, terkoneksi dengan lancar tanpa kendalanya, jaringannya mulai dari tingkat pusat hingga sampai pada tingkat rukun tetangga.

Jumlah tujuh ribu itu bukan sedikit, mengumpulkan masa sebanyak itu akan mudah terjadi ketika ada pembagian sembako atau pembagian dari kenaikan subsidi  bahan bakar minyak, tanpa itu semua saya tak yakin, atau untuk sekadar menyakini.

Sampean harus yakin mas, bukankah kegiatan upacara seperti itu dengan masa yang fantastis bukan hanya satu kali atau pun dua kali, yakin saja lah lha wong di pamlet di player yang beredar jumlahnya segitu kok, soal realita nya itu urusan beda lagi, yang penting di media sosial rame terlebih dahulu,”

Saya hanya mengangguk atas penjelasan dari teman saya tersebut. Saya yakin saja soalnya teman saya teserbut adalah pekerjaanya penulis warta yang bisa membolak balikkan fakta dari nyata berubah menjadi tak nyata. Bukankah dunia maya adalah bentuk ketidakmampuan di dunia nyata.

Maka, saat ini banyak orang banyak kalangan yang berebut untuk menjadi yang terbaik di dunia maya. Bukan menjadi nyata di dunia sebenarnya. Perihal upacara dengan jumlah yang fantastis akan tetapi praktik realita nya tak sesuai itu tak menjadi masalah bahkan menjadi hal wajar, sebab targetnya awal adalah dunia yang tak sebenarnya. Kalau dalam klan Uchiha dalam serial Naruto namanya Mangekyou Sharingan. Sebab Klan Uchiha soal mengunakan Mangekyou Sharingan lebih hebat dari pada lainnya.

“Sebenarnya kita hidup di dunia maya atau nyata? “

Teman saya selalu bertanya yang prinsipel tersebut. Bahkan boleh dikatakan pertanyaan tersebut tak layak di tanyakan dalam kondisi dan situasi sepeti ini, kondisi dimana setiap orang, setiap komunitas bahkan Ormas saling mengeklaim apabila anggotanya paling banyak, dan tersetruktur demi satu tujuan dan impian agar di lirik orang orang yang saling rebut di tahun 2024 nanti. Gawe besar lima tahunan sudah di hidangkan.

Kembali ketopik awal yaitu upacara yang mengumpulkan masa dengan jumlah yang ribuan akan tetapi realitasnya tak ada; tak masalah. Sebab saat ini yang di perlukan adalah branding, bagaimana kuatnya kita membranding sebuah produk atau pun kegiatan semua itu menjadi tolak ukur yang sebenarnya. Harus rame dan fantastis di dunia maya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 46 Santri Baru MI Hidayatul Islam Terima Edukasi dari Damkar

    46 Santri Baru MI Hidayatul Islam Terima Edukasi dari Damkar

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 687
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Puluhan peserta didik baru MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong, Pati melakukan kunjungan di Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Pati. Kegiatan ini dilakukan pada Kamis (17/7) pagi. Momen tersebut merupakan rangkaian Matsama (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah) tahun pelajaran 2025/2026. Menurut Sumarni, kepala MHI, sedikitnya ada empat puluh enam siswa baru yang turut andil dalam […]

  • PCNU-PATI

    Santri Kilat dan Santri Virtual Ramadan

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Setiap Ramadan, bahkan setiap hari, saya rajin menonton video Youtube para kiai-kiai yang saya kenal. Selain sosok kiai mainstream seperti Gus Baha, Gus Mus, Gus Ulil, saya sering menonton live streaming dari sejumlah channel dan kiai-kiai saya dulu seperti Kiai Muslim Assalamy, Kiai Kholilulrahman, Kiai Umar, dan lainnya yang aktif ngaji secara […]

  • Libatkan Peran Orangtua, MI Walisongo Kalangan Adakan Kegiatan Kunjungan Rumah

    Libatkan Peran Orangtua, MI Walisongo Kalangan Adakan Kegiatan Kunjungan Rumah

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Sukoharjo – Pendidikan dasar bagi anak merupakan salah satu pondasi penting yang dapat mempengaruhi perkembangan anak di masa depan. Termasuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang merupakan lembaga pendidikan dasar berbasis agama Islam, yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan umum, akan tetapi juga mengajarkan pendidikan agama sebagai bekal siswa di masa depan.   Dalam merumuskan program kegiatan […]

  • PCNU - PATI 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia

    100 Tokoh yang Mengubah Indonesia

    • calendar_month Sel, 28 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 511
    • 0Komentar

    Buku ini merangkum riwayat hidup tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia yan paling berpengaruh tokoh protagonis, bisa juga antagonis. Mereka bisa saja pahlawan pemersatu bangsa, bisa pula seorang tokoh gerakan separatis. Mereka bisa seorang tokoh politik, bisa pula datang dari dunia seni atau bisnis.

  • Pendidikan 'Celana Dalam' dan 'Sikat Gigi'. Photo by Superkitina on Unsplash.

    Pendidikan ‘Celana Dalam’ dan ‘Sikat Gigi’

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dalam sebuah kesempatan, Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) bercerita tentang Gus Dur dan Gus Mus yang ‘mengospek’ juniornya di Al Azhar, Cairo. Dia tak lain adalah KH. Syukri Zarkasyi, Empunya Gontor. Perdana KH. Syukri menginjakkan kaki di Negeri Piramid, dia sowan ke apartemen Gus Dur dan Gus Mus. Dengan hangat, […]

  • PCNU – Ipmafa Lakukan Pertemuan Intern, Ini Hasilnya

    PCNU – Ipmafa Lakukan Pertemuan Intern, Ini Hasilnya

    • calendar_month Jum, 11 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Para pengurus PCNU Pati bersama dengan Petinggi Ipmafa PATI – PCNU Pati dan Ipmafa melakukan pertemuan internal, Kamis (10/3) kemarin. Persoalan yang dibahas dalam agenda tersebut ialah terkait kerjasama antar keduanya.  “Kita bekerjasama, intinya saling membantu,” ungkap K. Yusuf Hasyim, paska pertemuan.  Sebelumnya, PCNU Pati memang telah banyak melakukan kerjasama dengan kampus yang berada di […]

expand_less