Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Upacara

Upacara

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 19 Okt 2022
  • visibility 66
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Beberapa hari lalu, di media sosial baik Facebook Twiter dan Story Instagram serta WhatsApp terkait pengumuman ada kegiatan upacara dengan masa yang begitu fantastis. Tujuh ribu masa berkumpul demi satu tujuan, memperlihatkan kekuatan dengan jumlah masa terbanyak dengan jalur kordinasi tersetruktur, terkoneksi dengan lancar tanpa kendalanya, jaringannya mulai dari tingkat pusat hingga sampai pada tingkat rukun tetangga.

Jumlah tujuh ribu itu bukan sedikit, mengumpulkan masa sebanyak itu akan mudah terjadi ketika ada pembagian sembako atau pembagian dari kenaikan subsidi  bahan bakar minyak, tanpa itu semua saya tak yakin, atau untuk sekadar menyakini.

Sampean harus yakin mas, bukankah kegiatan upacara seperti itu dengan masa yang fantastis bukan hanya satu kali atau pun dua kali, yakin saja lah lha wong di pamlet di player yang beredar jumlahnya segitu kok, soal realita nya itu urusan beda lagi, yang penting di media sosial rame terlebih dahulu,”

Saya hanya mengangguk atas penjelasan dari teman saya tersebut. Saya yakin saja soalnya teman saya teserbut adalah pekerjaanya penulis warta yang bisa membolak balikkan fakta dari nyata berubah menjadi tak nyata. Bukankah dunia maya adalah bentuk ketidakmampuan di dunia nyata.

Maka, saat ini banyak orang banyak kalangan yang berebut untuk menjadi yang terbaik di dunia maya. Bukan menjadi nyata di dunia sebenarnya. Perihal upacara dengan jumlah yang fantastis akan tetapi praktik realita nya tak sesuai itu tak menjadi masalah bahkan menjadi hal wajar, sebab targetnya awal adalah dunia yang tak sebenarnya. Kalau dalam klan Uchiha dalam serial Naruto namanya Mangekyou Sharingan. Sebab Klan Uchiha soal mengunakan Mangekyou Sharingan lebih hebat dari pada lainnya.

“Sebenarnya kita hidup di dunia maya atau nyata? “

Teman saya selalu bertanya yang prinsipel tersebut. Bahkan boleh dikatakan pertanyaan tersebut tak layak di tanyakan dalam kondisi dan situasi sepeti ini, kondisi dimana setiap orang, setiap komunitas bahkan Ormas saling mengeklaim apabila anggotanya paling banyak, dan tersetruktur demi satu tujuan dan impian agar di lirik orang orang yang saling rebut di tahun 2024 nanti. Gawe besar lima tahunan sudah di hidangkan.

Kembali ketopik awal yaitu upacara yang mengumpulkan masa dengan jumlah yang ribuan akan tetapi realitasnya tak ada; tak masalah. Sebab saat ini yang di perlukan adalah branding, bagaimana kuatnya kita membranding sebuah produk atau pun kegiatan semua itu menjadi tolak ukur yang sebenarnya. Harus rame dan fantastis di dunia maya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelajar NU Gandeng Pagar Nusa Ajari Silat

    Pelajar NU Gandeng Pagar Nusa Ajari Silat

    • calendar_month Rab, 8 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 115
    • 0Komentar

      Para pelajar NU Pagerharjo, Wedarijaksa sedang belajar jurus pencak silat yang diajarkan oleh pendekar dari Pagar Nusa setempat. WEDARIJAKSA – Pelajar NU Pagerharjo berkolaborasi dengan sejumlah organisasi mengadakan acara pelatihan pencak silat. Kegiatan inj dilaksanakan di halaman Masjid Al-Mabrur, Senin (6/9) malam. Dalam agenda tersebut IPNU dan IPPNU Ranting Pagerharjo sengaja menggandeng  Ikatan Pencak […]

  • Pemkab – PCNU Pati Gelar Tahlil Doa 40 Hari Wafatnya Mbah Moen

    Pemkab – PCNU Pati Gelar Tahlil Doa 40 Hari Wafatnya Mbah Moen

    • calendar_month Kam, 12 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 66
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati bekerja sama dengan PCNU Pati menggelar acara Tahlil dan Doa 40 Hari Wafatnya KH. Maimun Zubair, Kamis (12/9/2019) malam. Acara yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati ini menggandeng juga perkumpulan Santri Sarang yang tergabung dalam Santri Gayeng. KH Abdul Ghofur Maimoen dalam Acara Memperingati 40 Hari Wafatnya KH. Maimun Zubair yang […]

  • Nabi Muhammad dan Sebutir Delima

    Nabi Muhammad dan Sebutir Delima

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 74
    • 0Komentar

    PCNU Kab. Pati Dikisahkan, suatu ketika Siti Khadijah r.a. meminta tolong Nabi Muhammad saw. untuk membelikannya buah delima. Ketika itu kebetulan, belum masuk musim buah delima.  Dengan susah payah, Nabi Muhammad saw. berhasil mendapatkan sebutir buah delima. Buah itu pun dibelinya dengan harga yang mahal. Setelah itu, Nabi bergegas pulang. Di tengah jalan, ia menjumpai […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi ber-empati. Photo by Europeana on Unsplash.

    Ber (empati) diri

    • calendar_month Rab, 15 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Hari ini masih suasana berkabung. Mendung menyelimuti. Sedih masih bersemayam dalam hati dan menelisik sanubari. Semua orang pasti suatu ketika akan mengalami, datang dan pergi. Kembali pada ilahi Robbi. Lahir dan mati. Itu pasti dan tak dapat di pungkiri. Tinggal bagaimna kita mampu mengelola hati dan empati. Dari Sabtu kemarin, saat Ibu mertua saya pergi […]

  • Perkuat SMK Ma'arif dengan Rapat Koordinasi MKKS SMK Ma'arif Jateng

    Perkuat SMK Ma’arif dengan Rapat Koordinasi MKKS SMK Ma’arif Jateng

    • calendar_month Ming, 9 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 143
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id- Tegal – Dengan tujuan memperkuat koordinasi antara SMK Ma’arif se-Jawa Tengah dan evaluasi program, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah mengadakan Rapat Koordinasi MKKS SMK Ma’arif NU Jateng di SMK NU Entrepreneur 01 Lebaksiu Kabupaten Tegal pada hari Sabtu (08/02/25). Kegiatan diikuti oleh 18 Pengurus MKKS SMK Ma’arif Kabupaten/Kota yang sudah […]

  • Ramadan itu Bulan Macul Langit

    Ramadan itu Bulan Macul Langit

    • calendar_month Kam, 20 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 128
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Pacul itu cangkul. Tapi dalam bahasa Jawa, macul  berarti mencangkul. Lalu, bagaimana jika macul langit? Langit kok dipacul.   Sebenarnya, macul itu bermakna luas. Dalam bulan Ramadan, ibaratnya kita “banjir” pahala karena Ramadan menjadi bulan yang dinanti-nanti oleh umat Islam ini membawa keberkahan, kedamaian, dan peluang bagi setiap hamba untuk […]

expand_less