Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Upacara

Upacara

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 19 Okt 2022
  • visibility 388
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Beberapa hari lalu, di media sosial baik Facebook Twiter dan Story Instagram serta WhatsApp terkait pengumuman ada kegiatan upacara dengan masa yang begitu fantastis. Tujuh ribu masa berkumpul demi satu tujuan, memperlihatkan kekuatan dengan jumlah masa terbanyak dengan jalur kordinasi tersetruktur, terkoneksi dengan lancar tanpa kendalanya, jaringannya mulai dari tingkat pusat hingga sampai pada tingkat rukun tetangga.

Jumlah tujuh ribu itu bukan sedikit, mengumpulkan masa sebanyak itu akan mudah terjadi ketika ada pembagian sembako atau pembagian dari kenaikan subsidi  bahan bakar minyak, tanpa itu semua saya tak yakin, atau untuk sekadar menyakini.

“Sampean harus yakin mas, bukankah kegiatan upacara seperti itu dengan masa yang fantastis bukan hanya satu kali atau pun dua kali, yakin saja lah lha wong di pamlet di player yang beredar jumlahnya segitu kok, soal realita nya itu urusan beda lagi, yang penting di media sosial rame terlebih dahulu,”

Saya hanya mengangguk atas penjelasan dari teman saya tersebut. Saya yakin saja soalnya teman saya teserbut adalah pekerjaanya penulis warta yang bisa membolak balikkan fakta dari nyata berubah menjadi tak nyata. Bukankah dunia maya adalah bentuk ketidakmampuan di dunia nyata.

Maka, saat ini banyak orang banyak kalangan yang berebut untuk menjadi yang terbaik di dunia maya. Bukan menjadi nyata di dunia sebenarnya. Perihal upacara dengan jumlah yang fantastis akan tetapi praktik realita nya tak sesuai itu tak menjadi masalah bahkan menjadi hal wajar, sebab targetnya awal adalah dunia yang tak sebenarnya. Kalau dalam klan Uchiha dalam serial Naruto namanya Mangekyou Sharingan. Sebab Klan Uchiha soal mengunakan Mangekyou Sharingan lebih hebat dari pada lainnya.

“Sebenarnya kita hidup di dunia maya atau nyata? “

Teman saya selalu bertanya yang prinsipel tersebut. Bahkan boleh dikatakan pertanyaan tersebut tak layak di tanyakan dalam kondisi dan situasi sepeti ini, kondisi dimana setiap orang, setiap komunitas bahkan Ormas saling mengeklaim apabila anggotanya paling banyak, dan tersetruktur demi satu tujuan dan impian agar di lirik orang orang yang saling rebut di tahun 2024 nanti. Gawe besar lima tahunan sudah di hidangkan.

Kembali ketopik awal yaitu upacara yang mengumpulkan masa dengan jumlah yang ribuan akan tetapi realitasnya tak ada; tak masalah. Sebab saat ini yang di perlukan adalah branding, bagaimana kuatnya kita membranding sebuah produk atau pun kegiatan semua itu menjadi tolak ukur yang sebenarnya. Harus rame dan fantastis di dunia maya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Fragmen-fragmen Muktamar NU dari Era Kolonial hingga Milenial

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 732
    • 0Komentar

    Muktamar secara rutin diagendakan selama lima tahun sekali, namun pada masa awal-awal NU berdiri, muktamar pertama sampai ketujuh diselenggarakan setiap tahun pada bulan Rabiuts Tsani. Ada periode ketika agenda muktamar tidak pasti, sampai kemudian sejak 1979, ketika Indonesia semakin stabil, penyelenggaraan muktamar semakin tertata. Pada masa lalu, untuk menyelenggarakan muktamar dibutuhkan perjuangan yang berat mengingat […]

  • Lazisnu Targetkan Semua Kecamatan Bisa Donasi Sembako Gratis

    Lazisnu Targetkan Semua Kecamatan Bisa Donasi Sembako Gratis

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Mobil layanan umat Lazisnu Pati bersiap mengantarkan paket sembako Minggu (12/4) pukul 05.00 WIB. pagi.  PATI-Lazisnu Kabupaten Pati disibukkan dengan agenda bagi-bagi sembako untuk warga terdampak covid 19. Bantuan tersebut disalutkan melalui Lazisnu tingkat MWC di masing-masing kecamatan. “Yang dimaksud terdampak itu bukan hanya ODP dan PDP, tapi juga warga yang terdampak secara ekonomi.” Papar […]

  • Ketua PCNU Buka-Bukaan, Beberkan Program Segar (bagian 3-habis)

    Ketua PCNU Buka-Bukaan, Beberkan Program Segar (bagian 3)

    • calendar_month Rab, 26 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Setelah terpilih lagi sebagai Ketua PCNU Pati masa Khidmat 2024-2029, KH. Yusuf Hasyim segera menyusun program kerja (Proker). Penyusunan Proker ini, menurutnya didasarkan pada evaluasi Lembaga dan Pengurus Harian masa khidmat sebelumnya. Selain pelayanan dan networking, Kiai Yusuf bertekad untuk menjaga aset NU, baik fisik maupun non fisik. “Aset NU itu sangat […]

  • Bupati Tunjuk Dosen Inisnu Jadi Ketua Dewan Pengawas Temanggung TV 2024-2028

    Bupati Tunjuk Dosen Inisnu Jadi Ketua Dewan Pengawas Temanggung TV 2024-2028

    • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 615
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Dosen sekaligus Wakil Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda didaulat oleh Bupati Temanggung menjadi Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV Kabupaten Temanggung Masa Jabatan 2024-2028. Hal itu terungkap melalui Keputusan Bupati Temanggung Nomor 705 / 379 Tahun 2023 tentang Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik […]

  • Rakor MWC-NU Gunungwungkal Hasilkan Tiga Poin Penting

    Rakor MWC-NU Gunungwungkal Hasilkan Tiga Poin Penting

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

    GUNUNGWUNGKAL-Koordinasi selalu diperlukan dalam setiap organisasi. Terlebih untuk sebuah organisasai gemuk seperti NU. Pengurus antar tingkatan harus selalu membangun komunikasi yang baik demi terlaksananya program-program kerja yang telah susun bersama. Pertemuan Pengurus MWC NU Gunungwungkal di Musholla Darul Inayah, Dukuh Bemban, Selasa (17/9). Hal semacam ini disadari sepenuhnya oleh MWCNU Gunungwungkal. Hasilnya, pada hari ini, […]

  • Wujud Nyata Nasionalisme NU

    Wujud Nyata Nasionalisme NU

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 562
    • 0Komentar

    Resensi Buku. NU adalah orgnasasai sosial keagamaan yang secara doktrinal menganut paham Aswaja (Ahlu sl-Sunnah wa al-Jama’ah). Menurut KH. Ahmad Syidiq, hakika Aswaja adalah ajaran Islam murni sebagaimana diajarkan dan diamalkan Rasulallah SAW, dan para sahabat. KH. Ahmad Syidiq melihat Aswaja adalah esensi ajaran Islam. Dalam pemahaman seperti ini, Aswaja merupakan esensi Islam yang bersifat […]

expand_less