Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Love Is Stupid

Love Is Stupid

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 5 Mar 2023
  • visibility 78
  • comment 0 komentar

Oleh : Elin Khanin

Part : 5
Shanaya geleng-geleng mendengar cerita Nikhil. Ia kini tahu lelaki asal Banjarnegara ini adalah putra dari sahabat kental Ayahnya. Persahabatan yang membawa petaka bagi Shanaya—yang bahkan bisa bertindak konyol mengadakan pernikahan dalam sehari.

Sungguh di luar nalar. Dan yang paling tidak rasional menurut Shanaya adalah lelaki di hadapannya.

Shanaya juga takut membayangkan kehebohan para tetangganya. Bagaimana kalau mereka mengira putri Pak Kades menikah dadakan karena hamil duluan? Karena pada umumnya seperti itulah sabab musabab dihelatnya pernikahan super kilat dengan persiapan ala kadarnya.

Berita pernikahan itu juga kemungkinan besar sudah sampai ke telinga keluarga Juan. Sepanjang-panjang tali, tidak sepanjang mulut orang. Berita yang dari luar negeri saja bisa cepat melesat ke negara lain, apalagi rumahnya dan rumah Juan hanya beda kecamatan.

“You are stupid. Ough, aku nggak percaya pernah jadiin dia visual,” gumam Shanaya.

“Kenapa?”

“Kamu nanyea? Kamu bertanyea-tanyea? Sini aku kasih tahu yea. Kalau kamu masih cinta itu cewek, kenapa nggak berusaha dulu buat memperjuangkannya, hem? Kenapa dengan mudahnya putus asa lalu membuat keputusan bodoh ini? nambah masalah jadi rumit aja,” omel Shanaya.

Nggak dia, nggak Juan sama aja. Kenapa aku selalu dipertemukan lelaki cemen dan konyol? racau Shanaya dalam hati. Jika tidak ingat sedang jam berapa dan ada dimana, ingin rasanya ia berteriak kencang agar beban yang menindih hatinya sedikit berkurang.

“Kamu pikir aku nggak berusaha memperjuangkan dia? ini nggak semudah yang kamu bayangkan, Naya. Mereka adalah orang-orang ningrat yang menjunjung tinggi adat istiadat pernikahan sekufu.”

Shanaya mendecih. Entah kenapa ia merasa Nikhil jadi sok kenal dan sok dekat dengannya. Padahal baru beberapa jam yang lalu mereka bertemu, tapi Nikhil seolah sudah mengenalnya lama. Apa tadi? lelaki itu memanggilanya Naya?

“Belagu amat. Banyak noh artis-artis keturunan bangsawan yang nikahnya sama orang biasa. Cewek kamu aja tuh yang lebay. Cemen,” seloroh Shanaya sebal.

“Jangan ngatain dia, Naya. Kamu nggak kenal dia, ” sahut Nikhil tak terima.

Secara reflek, dua pasang mata itu saling membidik tajam. Shanaya mengalihkan pandangan setelah merasa tak nyaman disorot oleh Nikhil dengan ekspresi sebal.

“Iya deh. Terus gimana nih? Aku juga udah punya pacar. Gimana kalau dia tahu aku nikah diam-diam? Kami bahkan udah menjalin hubungan tujuh tahun dan berencana menikah.”

“Tujuh tahun?” Nikhil terhenyak dengan mata membesar. Tenyata ia tak ada apa-apanya dengan Shanaya.

“Iya! Sejak kami SMA.”

Shanaya menajamkan ucapannya. Kedua mata itu berkaca-kaca. Hatinya perih mengingat sikap sang Ayah yang selalu antipati dengan Juan, kekasihnya. Ia juga sedih dengan Juan yang tak berani maju memperjuangkan cintanya. Lalu sekarang, masa depan bersama Juan semakin terasa suram. Sesuram garasi RB saat malam menjelang. Tapi kemudian perkataan Nikhil bagai cahaya yang mampu mengubah kegelapan menuju jalan yang terang benderang.

“Kita buat kesepakatan bagaimana?” tanyanya setelah berdeham dua kali.

“Maksudmu?” Ekspresi Shanaya masih diliputi putus asa.

Nikhil menarik napas dan membenahi letak duduknya. “Begini, pernikahan ini bagai nasi yang sudah jadi bubur. Tapi tak menutup kemungkinan bubur pun bisa dirubah menjadi nasi lagi.”

“Kok bisa?”

“Bisa,” jawab Nikhil dengan ekspresi haqqul yakin.

“Bubur bisa dirubah menjadi nasi dengan cara meletakkan selembar roti tawar di atas permukaannya. Setelah didiamkan beberapa saat, si roti ini akan menyerap kandungan air berlebih pada butiran nasi, membuat teksturnya jadi lebih padat dan kering. Dari lembek seperti bubur, jadi pulen kembali selayaknya nasi normal,” lanjutnya bagai seorang chef yang sedang mendemonstrasikan eksperimennya. Sedang Shanaya seperti penonton yang exciting dengan temuan baru itu. Ia jadi tak sabar ingin membuktikan sendiri bahwa bubur bisa dirubah menjadi nasi lagi. Secara reflek mulut itu masih menganga denga

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Pecinta Sholawat Berikan Sembako ke Dapur Umum NU Peduli Pati

    Presiden Pecinta Sholawat Berikan Sembako ke Dapur Umum NU Peduli Pati

    • calendar_month Ming, 4 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Presiden Pecinta Sholawat, Muh Zen, berikan sembako ke dapur umum NU Peduli Pati, yang berada di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Sabtu (3/12/2022) siang. Muh Zen memberikan sembako berupa beras, minyak goreng dan lainnya. Sembako itu ia salurkan untuk membantu para relawan NU Peduli Pati dalam menyupali makanan untuk korban banjir.  […]

  • Maskan; Ketua PAC Ansor Gembong Terpilih

    Maskan; Ketua PAC Ansor Gembong Terpilih

    • calendar_month Jum, 11 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Beberapa waktu yang lalu, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gembong mengadakan konferensi masa khidmat 2015-2018, bertempat di Madrasah Ma’arif  desa Gembong.             “Dengan terpilihnya Maskan sebagai ketua Pimpinan Anak Cabang, kami berharap dia mampu mengabdi kepada masyarakat Gembong khususnya dalam kegiatan-kegiatan sosial atau keagamaan, yang bermanfaat untuk masyarakat,”ujar Imam Rifa’I  ketua PC GP […]

  • PCNU-PATI

    Mbah Reban

    • calendar_month Kam, 28 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Oleh: Annisa Barokatus Mbah Reban adalah seorang ulama yang lahir di Desa Tambahmulyo Dukuh Tambak Kapas sekitar tahun 1944 M pada hari Rabu dan meninggal pada hari Rabu pula di rumah beliau Desa Tambahmulyo, pada tanggal 15 Jumadil Ula 1431 H pada usia 65 tahun. Nama Mbah Reban diambil dari hari lahirnya yaitu Rabu. Mbah […]

  • PCNU-PATI

    MTs Darun Najah Sukses Adakan Testing Kitab Kuning

    • calendar_month Jum, 3 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id MARGOYOSO-Kamis (2/3) kemarin, MTs Darun Najah, Ngemplak, Margoyoso sukses menyelesaikan agenda tahunan, Testing Kitab Kuning dan Baca Al Qur’an.  Testing tersebut merupakan program akhir tahun sebagai salah satu penentu kelulusan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.  “Ini adalah agenda tahunan yang rutin diadakan sejak madrasah ini didirikan,” terang Hasyim, Kepala MTs Darun Najah.  Meski sebelumnya sempat […]

  • Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    • calendar_month Ming, 15 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 59
    • 0Komentar

     Aswaja adalah golongan yang konsisten mengikuti tradisi dan metode yang dipraktekkan Nabi dan para sahabat (ma ana alaihi al-yauma wa ashhabi). Aswaja dalam konteks Indonesia adalah golongan yang secara mayoritas mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari dalam bidang akidah, Imam Asy-Syafi’i dalam bidang fiqih, dan Imam Abu Hamid Al-Ghazali dan Imam Abi al-Hasan Asy-Syadzili dalam bidang […]

  • PCNU-PATI

    Dasar Dasar Islam

    • calendar_month Jum, 4 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Setiap Muslim nescaya yakin sepenuhnya bahawa kurnia Allah yang terbesar di duniaini adalah agama Islam. Seorang Muslim akan sentiasa bersyukur kepada Allah, yangtelah memasukkannya ke dalam kelompok umat Muhammad Rasulullah saw, dan yangtelah memberikan kepadanya kurnia Islam. Allah sendiri telah menyatakan Islam sebagaikurniaNya yang terbesar yang diberikanNya kepada hamba-hambaNya, sebagaimanadisebutkan dalam al-Qur’an:“… Pada hari ini, […]

expand_less