Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Kyai Idris Kamali, Menantu Kyai Hasyim yang Jika Namanya Disebut, Jin Lari Tunggang Langgang.

Kyai Idris Kamali, Menantu Kyai Hasyim yang Jika Namanya Disebut, Jin Lari Tunggang Langgang.

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
  • visibility 712
  • comment 0 komentar
KH. Idris Kamali, salah satu menantu Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari

KH. Idris Kamali adalah sepupu ibu saya, Afifah binti Harun bin Abdul Jalil. Kalau KH. Idris bin Kamali bin Abdul Jalil. Kiai Abdul Jalil berasal dari Ndoro, Pekalongan. Pergi ke Kedondong Cirebon, mendirikan pondok di Kedondong. Kini pondok tersebut sudah tidak ada. Punya anak namanya Kiai Kamali dan Kiai Harun.

Kiai Kamali berangkat ke Mekkah, mukim di sana. Semua anaknya pun lahir di sana. Setelah pulang, Kiai Idris mesantren (menjadi santri) di Tebuireng Jombang, dan diambil menantu oleh Hadratus Syaikh Kiai Hasyim Asy’ari. Punya putra satu yaitu Gus Abdul Haq.

Setelah istri Kiai Idris wafat, beliau kembali ke Mekkah tahun 1973 dan kembali tahun 1981. Kiai Idris mempunyai kelebihan yang sangat banyak, saya sendiri pernah mengalaminya.

Ketika sowan ke beliau (saya masih nyantri di Lirboyo) tahun 1970, ditanya dengan bahasa Cirebon ;
“Kamu punya uang tidak? Ambil uang itu di toples jajan dalam lemari!”.

Toples jajan itu ternyata benar beirisi uang, seribuan rupiah. Saya Tanya ;
“Berapa uwak?”.

“Ya dua saja….” Jawab beliau.

Konon kata kebanyakan orang, terkadang beliau memberi uang hanya dengan ngronggoli (asal ambil saja). Anehnya setiap beliau mengambil pasti nominalnya pas seperti yang dikehendaki.

Saya sowan ke beliau di Tebuireng dua kali.

Ketika di Mekkah, saya juga menyempatkan diri ikut mengaji kitab Shahih Bukhari dan Ihya’ Ulumuddin ke Kiai Idris. Di Mekkah beliau menghabiskan waktunya di Masjidil Haram setiap waktu.

Beliau memakai dua arloji yang dipakai di kedua tangannya. Yang satu untuk jam istiwa’ dan yang satu untuk waktu biasa. Kalau musim panas, beliau hanya mengenakan kaos dalam saja. Kalau dilihat secara dhohir (kasat mata), itu tidak khusyu’ shalatnya.

Di Mekkah, beliau tinggal di rumah Syaikh Khatib al-Maduri. Beliau tinggal satu rumah dengan Prof. Dr. Djamaluddin Mirri, Rektor Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng dan Dekan Fak. Ushuluddin IAIN Surabaya.

Meskipun udzur, waktu jalan beliau tetap tampak semangat dan tidak pakai tongkat. Beliau juga tidak pernah terpeleset. Jika ada pemeriksaaan polisi, anehnya beliau selalu lolos, tidak pernah ditanya izin tinggal di luar negeri. Beliau juga sempat mengajar di Masjidil Haram.

Banyak cerita unik tentang sosok Kiai Idris, salah satunya di Pesantren Kempek Cirebon.

Suatu ketika ada jin yang mengganggu suasana pondok. Semua panik, tanpa pikir panjang saya maju sambil berteriak ; “Saya adukan kamu ke Mbah Idris!”

Mendengar kata – kata saya, jin yang mengganggu itu lari dan tidak berani kembali. Ini terjadi sampai sekarang, kalau nama Kiai Idris disebut maka jin akan takut.

Ayah saya, Aqiel Siradj, adalah santri Kiai Idris. Ayah mengaji kepada Kiai Idris waktu nyantri di Pesantren Kempek.

Suatu ketika di saat bulan Ramadhan, Kiai Idris pergi ke Mesir hanya untuk mengkhatamkan kitab al-Umm di samping makam Imam Syafi’i.

Waktunya mulai pagi sampai sore, kadang sore sampai malam, lalu malamnya dipakai untuk shalat tahajjud. Ketika kembali ke Mekkah, beliau cerita tentang hal itu kepada saya ; “Kalau bacaan saya salah, dibenarkan oleh Imam Syafi’I”.

Subhanalloh..!!

Beliau diantar dan dijemput oleh Pak Syuhada’, seorang yang bekerja di KBRI Arab Saudi. Kiai Idris tidak senang melihat orang kuliah. Suatu kali saya ditanya oleh beliau ;
“Kamu kuliah? Di mana?”

Saya menjawab di Universitas Ummul Qura’. Kiai Idris lalu berkata:
“Masih bagus ngaji di Mekkah, niatnya jiwari baitillah, menjadi mukim yang dekat dengan baitulah. Kalau ngaji insya Allah kamu manfaat, wong kamu kuliah….”.

Kiai Idris adalah sosok yang sederhana dalam hal penampilan, beliau sama sekali tidak terlihat seperti ulama besar yang memakai sorban besar. Beliau hanya memakai imamah (sorban) biasa dan sarung.

Tetapi kalau ada orang yang tahu tentang kema’rifatan Kiai Idris, jika beliau berjalan saja, maka orang pasti akan bersalaman dengan beliau meskipun tidak kenal. Banyak sekali ulama Arab, seperti ulama Mekkah, Syiria, Mesir, Palestina, dan lain-lain. yang menyalami tangan beliau padahal belum pernah ketemu.

Ketika saya cuti kuliah tahun 1983, saya sowan dan mengaji ke Kempek untuk menemui Kiai Idris. Beliau sudah sangat sepuh. Waktu itu Kiai Idris sudah tidak mengajar lagi, kecuali hanya mengajarkan kitab Dalail al-Khayrat.

Beliau juga termasuk kiai yang kaya raya, punya sapi, kambing, sawah dan tanahnya pun berpetak- petak banyaknya. Saya yakin beliau termasuk min jumlatil auliyaillah, maqamnya beliau adalah tajrid. Beliau sudah tidak pernah bertindak dengan menggunakan kausal, tidak menggunakan sabab wa musabab.

Kiai Idris adalah kiai yang hidupnya dikhidmahkan untuk mengaji kitab, mengajar dan beribadah. Beliau telah banyak membaca berbagai kitab disiplin ilmu yang beraneka ragam. Banyak kitab beliau khatamkan berkali-kali.

Saking seringnya mengkhatamkan kitab, seakan-akan beliau hafal isi kitab. Ketika ada santrinya yang membaca kitab kepada beliau, lalu bacaannya salah, maka Kiai Idris tahu kesalahannya, padahal beliau sering kali hanya menyimak bacaan santrinya tanpa melihat kitab. Kelebihan lain, beliau dapat mengetahui jika ada kitab salah cetak.

Ketika masih nyantri di Lirboyo, saya pergi ke Pesantren Tebuireng untuk mengikuti khataman kitab Shahih Bukhari yang dikaji oleh Kiai Idris. Saya sowan dan minta barokah doa. Ketika anak saya yang bernama Muhammad lahir, saya juga sowan menemui Kiai Idris yang pada saat itu sudah sangat sepuh.

*Oleh : Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj* Ketua Umum PBNU, dikutip dari buku ‘Tokoh Besar di Balik Layar, Biografi Almarhum KH. Idris Kamali’

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PC-NU Dapat Kunjungan dari IPNU-IPPNU

    Ketua PC-NU Dapat Kunjungan dari IPNU-IPPNU

    • calendar_month Kam, 1 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 571
    • 0Komentar

    WINONG-Rombongan Pengurus Cabang IPNU/IPPNU terus melakukan sambung silaturrohim. Bukan hanya alumni yang menjadi sasaran, namun juga segenap Pengurus Cabang, Lembaga dan Banom-Banom NU Lainnya. “Kami sengaja datangi rumah-rumah beliau, bukan di kantor. Itu kami lakukan untuk membangun suasana kekeluargaan” tandas Salman, Ketua PC IPNU Pati. Suasana sambung silaturrohim IPNU/IPPNU di rumah Ketua PC-NU Pati Selain […]

  • Ketua PCNU ikut Angkat Bicara terkait Bocah Viral, Arsya Djamil

    Ketua PCNU ikut Angkat Bicara terkait Bocah Viral, Arsya Djamil

    • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 591
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Arsya Djamil, seorang siswa Madrasah Ibtida’iyyah Hidayatul Islam (MHI) Gembong tengah ramai diperbincangkan di dunia maya. Kisahnya membongkar tabungan satu tahun untuk disumbangkan ke Warga Palestina menuai respon positif. Beberapa media nasional seperti CNN Indonesia hingga GTV menayangkan cerita inspiratif Siswa kelas 1B MHI tersebut. Mengetahui kabar itu, KH. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU […]

  • Twibon Harlah NU ke 96 PC Fatayat NU Kab. Pati

    Twibon Harlah NU ke 96 PC Fatayat NU Kab. Pati

    • calendar_month Ming, 30 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

       1. Klik Link https://twb.nz/twibonsharlahnu98 2. Klik Pilih Foto    Pilih Foto yang sesuai 3. Atur Foto dengan cara menyentuh foto dan klik Pungkas     Atur foto untuk menemukan lokasi foto yang sesuai 4. Klik Unduh untuk mendowload hasil twibons    Klik unduh untuk mendowload hasil Foto yang sudah menjadi Twibonze 5. Twibons sudah jadi

  • PCNU PATI - Ilustrasi Selamat Hari Raya. Photo by Afif Kusuma on Unsplash.

    Selamat Hari Raya

    • calendar_month Rab, 4 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Baru dua hari saya dan Anda melewati hari kemenangan, kembali ke fitri, saling bermaaf maafan, saling mendoakan, muda sowan ke lebih tua. Di hari kemenangan tersebut banyak doa dan harapan yang kita panjatkan. Dan doa doa selamat di dunia akhirat selalu dilantunkan. Begitu terus setiap tahunnya. Menjaga rutinitas, berbuat kesalahan lagi dimaafkan kembali. Semoga ini, […]

  • LP Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah Gelar Temu Teknis PORSEMA XIII 2025, Siap Cetak Generasi Sehat, Hebat, dan Berprestasi Dahsyat

    LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Gelar Temu Teknis PORSEMA XIII 2025, Siap Cetak Generasi Sehat, Hebat, dan Berprestasi Dahsyat

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 665
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id SEMARANG, 5 Juli 2025 – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah hari ini, Sabtu, 5 Juli 2025, menyelenggarakan rapat koordinasi dan Temu Teknis (Technical Meeting) Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII Tahun 2025. Acara yang berlangsung di Hotel Muria, Semarang itu menandai langkah […]

  • Gus Kamil Sarang Tutup Usia

    Gus Kamil Sarang Tutup Usia

    • calendar_month Ming, 12 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

    REMBANG-Kabar duka muncul dari keluarga besar Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang. Putra ke tiga KH. Maimoen Zubair, KH. Majid Kamil Maimoen atau Gus Kamil dikabarkan meninggal dunia Minggu (12/7) pukul 19.55 WIB malam ini. Foto Gus Kamil (kiri) disejajarkan dengan sang ayah, KH. Maimoen Zubair Kakak kandung Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Taj Yasin ini […]

expand_less