Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Pernikahan Kritis Part I

Pernikahan Kritis Part I

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 17 Mar 2024
  • visibility 446
  • comment 0 komentar

Oleh : Elin Khanin

“Jujur, Dek Jila. Kamu udah berzina sama bule Kanada itu?”

“Astaghfirullah … Mas, hati-hati kalau ngomong.”

“Ah ya, ummi memang benar. Lelaki bule pasti lebih memesona dibanding aku. Aku tahu kamu sakit hati aku menikah lagi. Tapi kamu kan tahu aku terpaksa.”

“Mas … tolong jangan telan mentah-mentah fitnah keji itu. Mas bisa kan tabayun baik-baik?” Najila mulai putus asa menghadapi suaminya yang cemburu buta.

“Kamu masih mau mengelak? Foto-foto mesramu dengan lelaki bule itu sudah menjelaskan semuanya.” Emosi Sahnun kian tersulut.

 

“Foto-foto?” Najila mengernyit.

“Aku nggak nyangka putri Kiai sepertimu bisa bertindak di luar batas. Kalau kamu ingin balas dendam bukan begini caranya!”

 

Najila menekan kepalanya yang terasa pening. Tak ada yang bisa ucapkan selain istighfar. Sahnun seolah tak memberinya celah sama sekali untuk membela diri.

 

“Siapa sih, Mas yang mau balas den—”

Dan sambungan telepon terputus begitu saja. Membuat Najila menghembuskan napas kuat-kuat. Pasang matanya yang nanar menatap layar ponsel dimana notifikasi muncul bertubi-tubi di sana. Sahnun mengirimkan beberapa bukti perselingkuhannya. Membuat pasang mata Najila seketika membola tak percaya. Bagaimana bisa?

 

Najila mengeklik satu persatu foto itu. Foto-foto dirinya bersama Ethan, lelaki bule kenalannya saat kuliah di Kanada.

Foto satu, dirinya sedang mengobrol secara intens dengan Ethan di depan kampus McGill. Foto dua, dia sedang tertawa bersama Ethan di dekat niagara falls. Foto tiga, dia yang memejamkan mata dan lelaki bule itu hampir mencium ….

Oh God. Najila memejamkan mata. Ia yakin dalang di balik semua ini adalah Ethan. Bule gila itulah yang mengirimkan foto-foto tersebut pada Sahnun.

Baiklah. Tentang foto-foto itu, Najila tidak mungkin lupa dengan kejadiannya. Dia memang sering bertemu dengan Ethan untuk urusan pekerjaan part time-nya. Namun Najila tidak mungkin menjelaskan secara panjang lebar melalui chat. Apalagi Sahnun sedang cemburu buta seperti ini. Itu hanya akan membuang-buang waktu dan energi saja. Ia juga tak yakin Sahnun akan percaya begitu saja jika dia berkata telah dijebak?

(Mas, sebaiknya kita bicara langsung deh. Kalau lewat chat takutnya akan semakin salah paham)

(Aku sudah mendapat banyak info soal Ethan. Dia memang tergila-gila padamu. Dan jika kamu juga tergila-gila padanya, aku bisa apa? Kamu memang nggak pernah mau ngerti posisiku)

Najila sedang membaca pesan balasan, tapi seolah-olah ia bisa melihat Sahnun mencerocos panjang lebar di depan wajahnya dengan bola mata yang berkilat-kilat penuh kemarahan. Membuat Najila terpegun. Bagaimana bisa lelaki itu memutar balikkan fakta—memposisikan dirinya adalah korban, sedangkan Najila adalah penjahatnya. Padahal, siapa yang selama ini paling banyak disakiti?

(Kamu nggak percaya aku nggak bakalan nyentuh Saina selama kamu di Kanada. Oke, memang udah saatnya membuktikan bahwa kamu benar. Aku nggak bakal bisa sekuat itu ….)

Ah, Najila tidak tahan lagi. Telinganya terasa pengang oleh teriakan yang ia tak tahu berasal darimana. Ia ingin bergerak dan berharap semua ini hanyalah mimpi, lalu segalanya berubah saat ia terbangun. Ia dan Sahnun masih bisa memperjuangkan lagi biduk rumah tangga yang mereka bangun selama berpuluh tahun. Jujur, tak semudah itu mencabut akar cinta yang sudah terlanjur bercokol kuat dalam hatinya. Namun ternyata, saat kelopak matanya tiba-tiba terbuka, ia hanya menemukan ruangan kosong, sunyi, dan gelap. Wangi aromaterapi camomile segera merajami hidungnya. Ia dekap guling erat-erat sambil mendesis lirih, “Astaghfirullah ….”

Satu hembusan napas terlepas. Ternyata memang mimpi. Mimpi itu lagi. Mungkin karena kejadian itu terlalu traumatis sehingga masuk ke dalam alam bawah sadar dan masih kerap terputar dalam mimpi. Atau mungkin karena Sahnun, mantan suaminya itu masih belum benar-benar rela melepasnya? Buktinya Sahnun masih kerap menghubunginya untuk sekedar bertanya kabar melalui chat seperti saat ini. Bukan chat seperti pada insiden beberapa bulan yang lalu, yang tadi masuk dalam mimpinya. Melainkan ….

(Keadaan kamu gimana? apa perutnya masih sering sakit kalau haid?)

Najila melenguh, memilih mengabaikannya dan meletakkan ponsel itu ke atas nakas lagi. Sejak palu diketuk dan ia resmi bercerai dari Sahnun, ia jadi sangat berhati-hati. Mereka memang memutuskan untuk masih berhubungan baik, tapi tentu tidak etis jika terlalu kerap menanggapi pesan-pesan Sahnun. Bisa-bisa setelah dituduh selingkuh dengan bule Kanada, ganti dituduh selingkuh dengan mantan suami? Sungguh itu tidak lucu.

Lagipula, kenapa Sahnun terkesan ingin tarik ulur begini. Setelah ia bersikap impulsif—menolak penjelasan apapun dari Najila dan menceraikannya?

Tapi, mungkin saja lelaki itu memang murni kasihan padanya, sehingga masih kerap menanyakan keadaan Najila dan penyakit yang ia derita. Ya benar, mungkin memang seperti itu. Jadi, Najila tak perlu baper dan memikirkannya terlalu serius. Dia harus ikhlas dan mencabut nama Sahnun hingga ke akar-akar dari hatinya. Ia tak boleh lagi menoleh ke belakang. Hidup tidak akan berakhir hanya karena sebuah perceraian. Dia masih bisa menjadi wanita yang berguna untuk orang banyak setelah gagal menjadi istri dan menantu yang baik. Ralat, istri dan menantu yang disia-siakan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • STAI Pati Wisuda 132 Mahasiswa Secara Daring

    STAI Pati Wisuda 132 Mahasiswa Secara Daring

    • calendar_month Ming, 15 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    PATI – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati sabtu kemarin (14/8) menggelar Sidang Senat Terbuka ke XXVIII dengan mewisuda 132 mahasiswanya secara virtual yang bertempat digedung A Kampus tersebut. Sebanyak 132 Mahasiswa yang terdiri dari 15 mahasiswa Jurusan Syariah program studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) dan 117 mahasiswa Jurusan Tarbiyah program studi Pendidikan Agama Islam (PAI). […]

  • Bersama KKN IAIN Kudus, PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Sosialisasikan Pendirian Komisariat

    Bersama KKN IAIN Kudus, PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Sosialisasikan Pendirian Komisariat

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Para Pengurus Anak Cabang IPNU dan IPPNU Dukuhseti berpose bersama mahasiswa KKN IAIN Kudus DUKUHSETI – Bekerjasama dengan tim KKN IAIN Kudus, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Dukuhseti akan melakukan sosialisasi terkait pendirian komisariat di MTs dan MA se-Kecamatan Dukuhseti. Untuk menyiapkan segala sesuatunya, PAC IPNU IPPNU Dukuhseti dan tim KKN IAIN Kudus mengadakan rapat terkait […]

  • PCNU-PATI

    PC LAZISNU Pati Berbagi Sembako

    • calendar_month Kam, 20 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- PC Lazisnu Pati menyalurkan bantuan berupa paket sembako keluarga kepada warga disekitar kantor PCNU Pati dan warga disekitar rumah pengurus Lazisnu Pati. Hal ini dimaksudkan sebagai follow up atas amanah yang diberikan oleh Lazisnu PBNU beberapa waktu yang lalu.  Syaiful Huda selaku manajer fundrising PC Lazisnu Pati, mengatakan bahwa dirinya dan rekan-rekan manajerial yang […]

  • Rodhiyah Mantab Pimpin Fatayat NU Pucakwangi Hingga 2025

    Rodhiyah Mantab Pimpin Fatayat NU Pucakwangi Hingga 2025

    • calendar_month Sel, 2 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Suasana pembukaan Konferensi PAC Fatayat NU Pucakwangi PUCAKWANGI – Kepemimpinan PAC Fatayat NU Pucakwangi periode 2016-2021 resmi usai. Melalui forum tertinggi, Konferensi Fatayat NU tingkat PAC, Umi Kalsum sah demisioner pada Minggu (31/10) di Gedung Serbaguna Pucakwangi.  Acara yang pembukaannya dihadiri seluruh elemen NU tersebut menandai fase baru PAC Fatayat NU Pucakwangi. Sebagai kalimat pamungkas, […]

  • Muslimat NU Dukuhseti Semangat Bagikan Takjil

    Muslimat NU Dukuhseti Semangat Bagikan Takjil

    • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Ada banyak cara untuk mengisi Bulan Ramadhan. Salah satunya adalah dengan memperbanyak sedekah dan ibadah. Kaum ibu-ibu PAC Muslimat NU Dukuhseti pun memiliki cara tersendiri untuk memeriahkan agungnya Bulan Ramadhan. Pada Senin (18/4) kemarin, emak-emak tersebut berkumpul di depan Gedung MWC NU Dukuhseti untuk membagi-bagikan takjil. Hal ini dituturkan oleh Ketua PAC Muslimat […]

  • Berkebun di Lahan Sempit

    Berkebun di Lahan Sempit

    • calendar_month Sel, 14 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Oleh : Sirril Wafa* Jeruk nipis merupakan jenis tumbuhan yang masuk ke dalam suku jeruk-jerukan. Nama lain buah ini di Asia dan Amerika Tengah dikenal sebagai jeruk pecel.  Menanam pohon jeruk nipis sangat perlu untuk dicoba. Sebab, selain mudah dibudidayakan, buah mungil ini juga punya segudang manfaat.  Di luar sana, tanaman yang memiliki nama beken […]

expand_less