Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » KH Ali Yafie: Sang Mujaddid Fiqh Klasik

KH Ali Yafie: Sang Mujaddid Fiqh Klasik

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
  • visibility 476
  • comment 0 komentar

Oleh : Dr. H. Jamal Makmur Asmani

KH. Ali Yafie adalah sosok reformer fiqh klasik. Beliau mampu menjelaskan kandungan fiqh klasik secara sistematis, argumentatif, dan kontekstual.

Hal ini bisa dibaca dari karya-karya beliau yang luar. Alhamdulillah penulis bisa memiliki beberapa karya beliau yang sangat bernas.

Fiqh sosial, fiqh bi’ah (fiqh lingkungan), konsultasi fiqh mengupas problematika kehidupan, beragama secara praktis, dan lain-lain.

Khusus untuk buku konsultasi fiqh mengupas problematika kehidupan, KH. Ali Yafie dengan bernas menjawab pertanyaan masyarakat, baik seputar thaharah, ibadah, sosial, dan lain-lain.

Referensi klasik yang beliau gunakan, seperti Muhadzdzab karya Asy-Syairazi, Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd, dan Madzahibul Arba’ah karya Abdurrahman Al-Jaziri digabung dengan pemahaman mendalam terhadap realitas kontemporer membuat fatwa-fatwa beliau sangat aplikatif-solutif.

Ketika ditanya tentang pacaran misalnya, KH. Ali Yafie dengan tegas mengatakan bahwa pacaran adalah mempermainkan perempuan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, meskipun dengan alasan cinta. Islam hanya memperbolehkan khithbah, pengantar sebelum menikah dengan melakukan pendekatan serius yang islami.

Ketika ditanya tentang istri menjadi TKW, maka KH. Ali Yafie menjelaskan bahwa memberikan nafkah adalah tanggungjawab suami. Bahkan istri boleh menggugat cerai suami ketika tidak diberi nafkah. Namun, jika dengan ijin suami, maka istri boleh menjadi TKW.

Ketika ditanya zakat profesi, maka KH. Ali Yafie menjawab bahwa zakat harus memenuhi syarat haul (satu tahun) dan satu nishab (sebesar 85 gram emas). Jika penghasilan profesi dihitung satu tahun sudah ada satu nishab, maka boleh zakatnya dicicil, setelah dikeluarkan untuk kebutuhan pokok dan biaya lain yang harus ditanggung.

Moderat Dinamis

Pemikiran fiqh KH. Ali Yafie sungguh luar biasa. Bersama KH. MA. Sahal Mahfudh, KH. Ali Yafie mendorong kaum sarungan (pesantren dan NU) untuk mengkaji fiqh klasik secara dinamis, moderat, dan kontekstual.

Fiqh klasik adalah khazanah keilmuan yang sangat besar kontribusinya bagi peradaban umat manusia yang ditulis ulama masa lalu.

Maka, kewajiban ulama sekarang adalah mengkajinya dan melakukan kontekstualisasi supaya kandungan fiqh klasik relevan dengan tantangan kekinian yang kompleks.

Jangan hanya mengambilnya secara taken for granteed tanpa analisis sosial yang memadai karena membuatnya irrelevan dan out of date. Juga jangan mengabaikannya karena sama dengan membuang harta karun pengetahuan yang nilainya luar biasa.

المحافظة علي القديم الصالح والاخذ بالجديد الاصلح

Kaidah inilah yang digunakan KH. Ali Yafie untuk melakukan ‘ijtihad’nya dalam lapangan fiqh klasik sehingga mampu menjadi ‘konsep aplikatif’ bagi dunia modern.

Tidak ada cara lain untuk meneruskan gagasan cemerlang KH. Ali Yafie kecuali mengkaji ushul fiqh secara mendalam dan ilmu sosial humaniora sehingga mampu mengkaji ‘spirit dinamis-solutif’ dalam rahim ilmu fiqh.

Kalangan pesantren dan NU harus terus menatap masa depan dengan optimis dalam bimbingan kitab klasik yang dipahami secara tekstual dan kontekstual sekaligus sebagai solusi problematika kehidupan modern.

Selamat Jalan Guru Bangsa, Karya dan Ilmumu Akan Abadi Sepanjang Masa.

Seperti dawuh KH. Ali Mustafa Ya’qub:

والخط يبقي وأوصاله تحت التراب رميم
Karya akan abadi, meskipun tulang belulangnya hancur

Semoga Ampunan, Kasih Sayang dan Ridlo Allah menyertai KH. Ali Yafie, Amiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.

Pati, Ahad, 6 Sya’ban 1444/ 26 Februari 2023

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketum PBNU Didapuk sebagai Wakil Presiden Religion for Peace

    Ketum PBNU Didapuk sebagai Wakil Presiden Religion for Peace

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    JAKARTA-Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj menerima anugerah sebagai vice president (wakil presiden) Religion for Peace. Dikonfirmasi dari Deputy Secretary General Religion for Peace, Kiyoichi Sugino, pengangkatan Ketua Umum PBNU tersebut atas dasar track record yang berhasil dicetak melalui NU. “900 orang dari delegasi 125 negara menyepakati hal tersebut” ungkap Kiyoichi di Gedung PBNU, […]

  • Ini Tahapan Pendirian Lembaga Pers Siswa Menurut Hamidulloh Ibda

    Ini Tahapan Pendirian Lembaga Pers Siswa Menurut Hamidulloh Ibda

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 850
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di Gedung WTC Kampus 2 UNWAHAS Semarang, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda menjadi narasumber Training of Trainers (TOT) dan Diklat Pembina Komisariat yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah […]

  • PP Ansor : Radikalisme Agama Sengaja Dibuat untuk Hancurkan NKRI

    PP Ansor : Radikalisme Agama Sengaja Dibuat untuk Hancurkan NKRI

    • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Ansor Cabang Pati menggelae kopdar Minggu (28/7) siang. Kopdar bertajuk Membaca Arah Radikalisme di Bumi Nusantara Ini sedikitnya dihadiri oleh 500 peserta dari seluruh pelosok Kabupaten Pati. Peserta kopdar sedang khusyuk menyimak pemaparan pemantik Berlokasi di Rumah Joglo Al Qur’an, Ponpes Al Manaj, Semampir, Pati, para peserta antusias menerima pemaparan pemantik. K. Yusuf Hasyim, […]

  • PCNU-PATI

    Belahan Jiwa Al-Musthafa

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 1.415
    • 0Komentar

    Fatimah al-Zahra, adalah putri bungsu Rasulullah SAW. Ia adalah satu-satunya putri Rasulullah SAW yang memiliki anak keturunan. Tiga kakak perempuannya, Zainab, Ruqayyah, dan Ummu Kultsum, tidak mempunyai anak, Dari Rahim Fatimah, lahir Hasan dan Husain, cucu tersayang Rasulullah SAW. Karena itu pula, Fatimah sangat dicintai dan amat disayang Rasulullah SAW, sebab ia menjadi penerus garis […]

  • Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

    Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.991
    • 0Komentar

    Sebuah pertanyaan satir menyeruak saat Budayawan Anis Sholeh Ba’asyin membuka NgAllah Suluk Maleman pada Sabtu (18/7) malam. Dia melempar pertanyaan tentang apa sebenarnya yang dicari manusia di dunia ini. Meski terasa sederhana, namun pertanyaan ini merupakan upaya eksplorasi filosofis mengenai sifat manusia, keberadaan, dan kondisi manusia di era modern. Anis Sholeh Ba’asyin menantang para hadirin […]

  • SMK NU Entrepreneur dan LSP P2 Ma’arif Jateng Uji Sertifikasi Kompetensi Siswa

    SMK NU Entrepreneur dan LSP P2 Ma’arif Jateng Uji Sertifikasi Kompetensi Siswa

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 570
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Tegal – Uji Kompetensi Keahlian (UKK) peserta didik merupakan salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh siswa SMK kelas XII. Selain sebagai kewajiban, kegiatan ini juga memberikan nilai tambah bagi siswa sebagai bekal untuk bersaing di dunia kerja. Dalam hal ini, SMK NU Entrepreneur 01 Lebaksiu Kab. Tegal menggandeng LSP P2 Ma’arif Jateng untuk […]

expand_less