Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kolaborasi Riset Dosen UNWAHAS dan INISNU Kembangkan Game Gemar Sindosu Angkat Kearifan Lokal Sindoro Sumbing

Kolaborasi Riset Dosen UNWAHAS dan INISNU Kembangkan Game Gemar Sindosu Angkat Kearifan Lokal Sindoro Sumbing

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
  • visibility 11.406
  • comment 0 komentar

 

Temanggung — Kolaborasi lintas perguruan tinggi kembali ditunjukkan dalam pengembangan inovasi pendidikan berbasis budaya lokal. Tim dosen dari Universitas Wahid Hasyim Semarang (UNWAHAS) dan Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung (INISNU) berkolaborasi mengembangkan game edukasi Gemar Sindosu (Game Edukasi Multimodal Anak Nusantara Sindoro Sumbing) sebagai media pembelajaran berbasis budaya lokal di wilayah Temanggung.

Kolaborasi riset ini dipimpin oleh dosen UNWAHAS, Ersila Devy Rinjani, M.Pd. sebagai ketua tim peneliti, dengan anggota Ulya Himawati, M.Pd. dan Nugroho Eko Budiyanto, S.T., M.Kom. dari UNWAHAS, serta melibatkan dosen INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd. sebagai anggota peneliti. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi akademik dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Sebagai bagian dari rangkaian penelitian, tim peneliti menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kebutuhan Pengembangan Game Edukasi Gemar Sindosu pada Rabu, 23 April 2026 di Ndalem Kemantenan Homestay, Kranggan, Temanggung. Kegiatan ini dihadiri puluhan guru MI/SD, perwakilan kepala sekolah, serta akademisi dari berbagai lembaga pendidikan di wilayah Temanggung.

FGD diawali dengan registrasi peserta pada pukul 12.30 WIB, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara, sambutan Ketua Tim Peneliti Ersila Devy Rinjani, M.Pd., serta sambutan dari pimpinan Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung yang secara resmi membuka kegiatan.

Dalam sambutannya, Ersila Devy Rinjani, M.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi sangat penting untuk menghasilkan produk pendidikan inovatif yang berbasis kebutuhan masyarakat.

“Pengembangan game edukasi Gemar Sindosu tidak hanya bertujuan menciptakan media pembelajaran digital, tetapi juga sebagai upaya pelestarian budaya lokal melalui pendekatan teknologi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ersila juga memaparkan storyboard dari Gemar Sindosu yang sudah didesain awal sebagai draft untuk diberi masukan, kritik, dan saran dari para peserta dan narasumber FGD.

Kegiatan FGD menghadirkan narasumber pakar pendidikan dasar yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Keaswajaan INISNU Temanggung, Andrian Gandi Wijanarko, M.Pd., menyoroti pentingnya memahami karakteristik anak usia sekolah dasar dalam pengembangan game edukasi.

Mahasiswa S3 Pendidikan Dasar UNY itu menjelaskan bahwa anak-anak di era digital cenderung lebih tertarik pada media visual dan interaktif. Oleh karena itu, penggunaan game sebagai media pembelajaran menjadi solusi strategis untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

“Game edukasi berbasis etnopedagogi dapat menjadi jembatan antara teknologi modern dan kearifan lokal. Anak-anak tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga mengenal budaya daerahnya sendiri,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan kedua, pengkaji budaya sekaligus Wakil Rektor II Bidang SDM dan Kemahasiswaan Dr. Joni, M.Pd.,B.I., menjelaskan pentingnya integrasi unsur budaya lokal dalam desain konten game. Ia menyampaikan bahwa data budaya yang digunakan dalam pengembangan game diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan tokoh masyarakat di lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, termasuk tokoh lokal yang memahami tradisi setempat.

Menurut mantan Ketua Pusat Budaya dan Kajian Publik INISNU Temanggung itu, kawasan Sindoro–Sumbing memiliki kekayaan tradisi, cerita rakyat, dan simbol budaya yang sangat potensial dijadikan materi pembelajaran berbasis digital.

“Budaya lokal di kawasan Sindoro dan Sumbing memiliki nilai edukatif yang tinggi. Jika dikemas dalam bentuk game, anak-anak akan lebih mudah memahami sekaligus mencintai budaya daerahnya,” jelasnya.

Joni juga menjelaskan beberapa nilai dan local wisdom yang didapatkan dari hasil observasi dan wawancara dengan sejumlah tokoh di lereng Sindoro dan Sumbing, salah satunya adalah Pak Topo. “Hasil wawancara saya, anak-anak di lereng Sindoro atau Sumbing itu lebih mengenal budaya populer, daripada budayanya sendiri,” kata Joni.

Bahkan, menurut dia, ada fenomena Bahasa Indonesia yang dijawakan. Fenomena seperti ini menjadi bukti bahwa perlu solusi strategis agar budaya terjaga.

Sesi diskusi dalam FGD berlangsung interaktif dengan melibatkan guru, akademisi, dan tim pengembang. Para peserta memberikan berbagai masukan terhadap rancangan storyboard game Gemar Sindosu, terutama terkait konten budaya lokal dan strategi pembelajaran berbasis game.

Beberapa rekomendasi penting yang dihasilkan dalam FGD antara lain perlunya integrasi nilai budaya lokal wilayah Kedu, penguatan unsur literasi digital, serta pengembangan fitur kolaboratif yang memungkinkan siswa belajar secara interaktif.

Selain itu, pengembangan game ini mengusung tiga prinsip utama, yaitu edukatif, interaktif, dan kolaboratif. Prinsip tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak di kawasan Sindoro–Sumbing dan sekitarnya.

Sebagai anggota tim peneliti dari INISNU, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd. menegaskan bahwa kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi kunci dalam menghasilkan inovasi pendidikan yang berkelanjutan.

Menurutnya, sinergi antara akademisi, budayawan, dan praktisi teknologi akan mempercepat lahirnya media pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

“Pengembangan game edukasi seperti Gemar Sindosu bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga investasi budaya. Dengan kolaborasi lintas perguruan tinggi, kita dapat menghasilkan produk pendidikan yang lebih berkualitas dan berdampak luas,” tegasnya.

Kegiatan FGD ditutup dengan penyampaian simpulan hasil diskusi serta rekomendasi pengembangan storyboard sebagai dasar produksi tahap selanjutnya. Melalui kolaborasi riset antara Universitas Wahid Hasyim Semarang dan Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, pengembangan game Gemar Sindosu diharapkan menjadi model inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal yang mampu meningkatkan minat belajar siswa sekaligus melestarikan kekayaan budaya Nusantara. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MWCNU Wedarijaksa Gelar Lailatul Ijtima 94 Tahun NU

    MWCNU Wedarijaksa Gelar Lailatul Ijtima 94 Tahun NU

    • calendar_month Sab, 8 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 624
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA – MWC NU Kec. Wedarijaksa menggelar Lailatul Ijtima’ sekaligus guna memperingati Hari lahir ke-94 NU Tahun 2020, Jum’at (07/02/2020). Acara dihadiri sedikitnya 40 peserta yang berasal dari pengurus MWC NU Wedarijaksa dan banom-banom yang ada di kecamatan tersebut. Diantaranya dari Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor dan Banser, dan IPNU-IPPNU Wedarijaksa. Acara diselenggarakan di […]

  • Pagar Nusa akan Meriahkan HSN dengan Atraksi

    Pagar Nusa akan Meriahkan HSN dengan Atraksi

    • calendar_month Kam, 3 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

    PATI-Rangkaian peringatan Hari SantriNasional (HSN) Kabupaten Pati akan dimulai Sabtu (12/10). Kendati demikian, acara puncak tetap akan dilaksanakan Selasa (22/10) mendatang. Flyer kegiatan HSN PCNU Pati Setidaknya ada dua agenda yang akan dilaksanakan dalam rangkaian acara yang diselenggarakan oleh PCNU Pati tersebut. Pertama, gema selawat bersama Habib Ali Zainal Abidin dari Jepara yang berlokasi di […]

  • Kembali Dibuka, English Capacity Building Program Ma’arif dan RMI NU Jateng

    Kembali Dibuka, English Capacity Building Program Ma’arif dan RMI NU Jateng

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 550
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah kembali membuka kesempatan bagi para guru dan ustadz untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris melalui program NES English Capacity Building Batch 3. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara LP […]

  • Pelantikan  MWCNU Margorejo

    Pelantikan MWCNU Margorejo

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Pati. Kepengurusan baru Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecematan Margorejo masa khidmad 2015-2020 mengemban tanggung jawab yang besar. Karena di MWCNU ini akan berdiri lembaga pendidikan dan Perguruan tinggi. Pelantikan tersebut bertempat di  Ponpes Al-Akrom Pati Banyuurip Margorejo Pati (06/03)             Hal itu di ungkapkan oleh ketua NU Pati Drs. H. Ali Munfaat, saat […]

  • LPP NU : Konsumsi Padi Organik, Cara Sehat Bersahabat dengan Covid

    LPP NU : Konsumsi Padi Organik, Cara Sehat Bersahabat dengan Covid

    • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 550
    • 0Komentar

     ‘Kelompok Kadang Tani Sarowotulus’ sedang memamerkan hasil panen padi organik SEMARANG-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengajak Nahdliyin untuk merubah sikap dalam menghadapi ancaman Covid-19. Dari yang semula acuh terhadap keberadaan wabah ini menjadi peduli dan mengembangkan pola hidup sehat. Selain itu, PWNU juga mengajak warganya untuk berperan aktif dalam memotong mata rantai penyebaran Covid-19 dengan […]

  • NU Kultural sebagai Basis Masyarakat Sipil

    NU Kultural sebagai Basis Masyarakat Sipil

    • calendar_month Sab, 8 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.301
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Dalam Khittah Nahdlatul Ulama (NU), istilah NU merujuk pada dua makna yang saling terkait, yaitu NU sebagai sebuah organisasi dan NU sebagai komunitas anggotanya. KH. Abdul Muchit Muzadi dalam buku, Ensiklopedia Khittah NU, dijelaskan bahwa istilah NU Jam’iyyah (NU secara struktural) dan NU Jamaah (NU secara kultural) sering kali digunakan untuk […]

expand_less