Iklan
Berita

Pelantikan Pengurus NU dan Fatayat NU Dukuhseti Dihadiri Kiai Aniq

Tausyiyah KH. Aniq Muhammadun, Rois Syuriyah PCNU Pati

DUKUHSETI – MWC NU Dukuhseti, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU beserta 14 Pengurus Ranting NU dan PR Fatayat NU se-Dukuhseti telah benar-benar absah untuk menjalankan tugas. Semua jajaran dalam kepengurusan tersebut resmi dilantik, Jumat (25/2) siang tadi, 

Iklan

Pelantikan yang dilangsungkan di Gedung Haji Dukuhseti itu dihadiri langsung oleh Roi’s Syuriyah PCNU Pati, (KH. Aniq Muhammadun), Wakil Ketua PCNU Pati (KH. Jamal Makmur Asmani), Sekretaris PCNU Pati (Maskan) dan Ketua PC Fatayat NU Pati, Asmonah. 

Sebagai pengantar, KH. Fuada Abdillah, Ketua MWC NU Dukuhseti menyatakan bahwa, pelaksanaan pelantikan sengaja dilaksanakan bersamaan antara PAC dan PR dengan alasan efisiensi waktu. 

Selanjutnya ia juga mengajak kepada para pengurus di baeahnya serta Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Dukuhseti untuk ikhlas berjuang di garda terdepan Nahdlatul Ulama.

“Kita hanya berharap, kedepan apa yang kita kerjakan menjadi berkah dan diridloi Allah SWT.,” tuturnya. 

KH. Abdillah juga mengajak seluruh pengurusnya agar memiliki optimisme dalam berjihad di NU. Dia menyebut bahwa menjadi pengurus NU di bagian apapun harus memiliki sifat hisnudzon.

“Berkahnya tidak musti kita rasakan. Bisa jadi hikmah perjuangan kita di NU saat ini, baru dirasakan oleh anak-cucu kita nanti,” tandasnya. 

Tausyiyah Ro’is Syuriyah

Sebagai pamungkas, wejangan dari KH. Aniq Muhammadun mengakhiri acara tersebut. Beberapa hal menarik disampaikan oleh kiai asal Tayu tersebut. 

Menurutnya, berjuang di NU juga membutuhkan hal-hal duniawi. Menurutnya, dunia (harta) sebagai sarana perjuangan.

“Kerja kalau diniatkan ibadah, maka bernilai ibadah,” tutur KH. Aniq. 

Lebih lanjut, KH. Aniq Muhammadun menegaskan bahwa NU pada awal berdirinya sudah bergerak di jalur ekonomi. Beliau bercerita bahwa dahulu ada Nahdlatut Tujjar (asosiasi pedagang NU). 

“Dulu juga ada pembinaan nelayan. Sekarang, PWNU juga mengadakan pembinaan pertanian organik,” tandas KH. Aniq. 

Jelang akhir pidato, beliau mengajak kepada warga NU untuk tidak takut mengurus NU, apapun profesinya. 

“Yang jadi petani, ikut ngurus NU lewat jalur pertanian, yang sarjana, yang doktor berjuang lewat pendidikan, begitu juga yang fokus di sektro-sektor lain, sehingga di NU itu komplit” tuturnya. 

Lebih lanjut, beliau menyatakan bahwa beragam latar belakang yang ada dalam tubuh NU tersebut bukan sebuah masalah. Yang terpenting, lanjut KH. Aniq, perjuangan di NU diniatkan untuk menjaga NKRI.(lut/ltn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Back to top button