Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Santri Milineal, KH Abdullah Umar Fayumi (Gus Umar)

Santri Milineal, KH Abdullah Umar Fayumi (Gus Umar)

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 10 Okt 2019
  • visibility 105
  • comment 0 komentar

Gus Umar, panggilan akrab KH Abdullah Umar Fayumi, adalah Putra pasangan KH Ahmad Fayumi Munji Dan Nyai Hj. Yuhanidz Fayumi. Kedua orangtuanya adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Kajen Tengah, Margoyoso, Pati yang nasabnya tersambung kepada waliyullah Syaikh Ahmad Mutamakkin.

KH Abdullah Umar Fayumi

Bapaknya, KH Ahmad Fayumi Munji, adalah aktivis NU Pati dan Jawa Tengah. Selain pernah menjadi Rais Syuriyah PCNU Pati, KH Ahmad Fayumi juga aktif di Lajnah Falakiyah PWNU Jawa Tengah dan aktif mengikuti Muktamar, Munas, dan Kombes NU.

Ibunya, Hj. Yuhanidz Fayumi, adalah Aktivis Muslimat NU Pati, karena pernah menjabat Ketua Muslimat NU Pati selama Dua periode Dan sosok muballighah yang aktif memberikan pencerahan di tengah masyarakat.

Terlahir dari pasangan kiai-bu Nyai yang aktif tentu menempa Gus Umar menjadi sosok ilmuwan dan aktivis unggul yang selalu menebarkan kemanfaatan kepada masyarakat luas lintas sektoral.

Penulis pertama kali bertemu Gus Umar pada tahun 1995 saat menginjakkan kaki di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum untuk thalabul ilmi dan di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen yang dikenal sebagai sekolah para kiai.

Penulis semakin intens bertemu dengan Gus Umar ini ketika menginjak kelas 2 Aliyah. Saat itu penulis menjadi Seksi Pendidikan Pondok. Gus Umar sering terlibat dalam rapat-rapat pengurus untuk menyusun program, kegiatan, dan merespon persoalan-persoalan santri dan masyarakat secara umum.

Ketika itu sudah sangat kelihatan luasnya wawasan Gus Umar. Pun cara berpikirnya yang sangat filosofis karena beliau melihat masalah dari akarnya. Beliau melatih santri untuk berpikir detail, luas, mendalam, dan solutif, Tidak dangkal, menghakimi, menyalahkan, dan reaktif yang justru tidak menyelesaikan masalah.

Kemampuan hebat ini tidak lepas dari menu bacaan Gus Umar yang luas, khususnya tentang filsafat, dan pengalaman matangnya dalam berorganisasi. Beliau tercatat pernah menduduki Ketua Himpunan Siswa Mathali’ul Falah (HSM) yang menjadi OSIS-nya PIM Kajen. Kakaknya, Hj. Badriyah Fayumi juga pernah menjadi Ketua Himpunan Siswa Mathali’ul Falah Putri (HISMAWATI), OSIS-nya Banat PIM.

Pemandangan lain yang penulis lihat dari sosok Gus Umar ini adalah kedekatannya dengan masyarakat Kajen dan sekitarnya. Satu kamar yang ada di depan ndalem Pengasuh menjadi laboratorium sosial. Setiap saat baik pagi, siang, dan malam, kamar tersebut selalu dikunjungi para pemuda Kajen untuk berkonsultasi atau sekedar sharing berbagai masalah kepada Gus Umar dan Gus Ismail, kakak kandungnya.

Tidak ada perbedaan kelas dan strata sosial. Semua orang diterima dengan legowo dan penuh keramahan. Meskipun Gus Umar adalah anak seorang kiai, namun beliau lebih menonjolkan sikap rendah hati, membumi, dan menghindari sikap sombong dan perkataan yang menggurui orang lain.

Rihlah Ilmiah

Setelah menyelesaikan studi di PIM Kajen, Gus Umar melangkahkan kaki ke Pondok Ma’hadul Ulum As-Syar’iyyah (MUS) Sarang, Rembang untuk ngangsu kaweruh dengan ulama-ulama besar yang ada di Sarang.

Saat melanjutkan studi di MUS ini, Gus Umar diajak shilaturrahim bapaknya ke ndalem KH Maimun Zubair, yang merupakan sesepuh Pondok Sarang dan anak guru bapaknya. KH Ahmad Fayumi Munji adalah murid KH Zubair Dahlan, bapak KH Maimun Zubair.

Selama kurang lebih setahun Gus Umar bergumul dengan kitab kuning yang menjadi spesifikasi Pondok Sarang.

Setelah itu, Gus Umar melangkahkan kaki ke Mekkah Al Mukarramah untuk mendalami bidang ilmu hadis. Di Mekkah, Gus Umar belajar dengan Syaikh Ahmad, seorang ulama hadis yang mendalam ilmunya.

Selama 8 tahun Gus Umar bergumul dengan ilmu-ilmu keislaman, khususnya tafsir dan hadis. Sehingga kepakarannya dalam dua bidang tersebut diakui banyak pihak.

Berkarir di Jakarta

Setelah kembali ke Indonesia, Gus Umar sempat berdomisili di Kajen sebentar, kemudian hijrah di Jakarta. Saat di Jakarta ini, Gus Umar terlibat dalam diskusi-diskusi keagamaan dan kebangsaan di berbagai forum diskusi nasional.

Beliau aktif menulis kolom di Majalah An-Nur yang mengupas tafsir gender. Gaya bahasa yang renyah dan mudah dipahami membuat Gus Umar menjadi idola kaum feminist dalam kajian tafsir gender.

Wawasannya yang luas dan visi pemikirannya yang jauh ke depan sangat terlihat dari kualitas tulisannya. Analisisnya benar-benar mendalam dan mampu menuangkan gagasan orisinal yang menjadi solusi akademik dan sosial sekaligus.

Ngaji Bersama Masyarakat

Setelah lama di Jakarta, Gus Umar kembali ke Pati. di Tanah kelahirannya ini beliau menyebarkan ilmu dan gagasan yang mencerahkan para santri dan masyarakat umum.

Gus Umar menggelar pengajian di berbagai tempat dengan menu yang sangat ilmiah, namun bisa dipahami masyarakat dengan mudah.

Dengan para alumni Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Gus Umar mengaji kitab karya Imam Ghazali, yaitu Misykatul Anwar. Di sela mengaji kitab ini, Gus Umar menjelaskan problem-problem aktual masyarakat. Penjelasannya terhadap kitab ini sangat lugas dan penuh refleksi.

Di forum pengajian yang lain di berbagai tempat, Gus Umar mengkaji karya Imam Ghazali yang lain, karya Imam Mawardi, karya Syaikh Abdul Qadir Al Jilani, dan lain-lain.

Gus Umar menunjukkan kepada publik bahwa Islam adalah agama yang substansial. Yang memahami agama tidak hanya sekedar simbol-bendera, tapi memang benar-benar agama yang menekankan substansi: spiritualitas, kesalehan, akhlak mulia, kepedulian, ramah, kasih sayang, empati-simpati, suka menolong, kerjasama, dan memuliakan manusia.

Laras Djagad

Gus Umar, bersama aktivis pemuda yang lain, mendirikan Yayasan Sapu Jagat yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Yayasan ini mempunyai banyak anggota. Berbagai forum ilmiah, pelatihan sumber daya manusia, kegiatan bisnis, dan networking relationship dikembangkan demi kemajuan masyarakat dan bangsa.

Pergaulan lintas sektoral Gus Umar membantu berkembangnya yayasan ini untuk menebarkan nilai-nilai kemanfaatan bagi masyarakat dan bangsa.

Karakter Unggul

Keberhasilan Gus Umar tidak lepas dari beberapa karakter unggul, antara lain:

Pertama, cinta ilmu

Gus Umar adalah sosok yang kutu buku. Beliau membaca semua buku yang bermanfaat, baik kitab kuning, kitab putih, dan lain-lain.

Kedua, luwes pergaulan

Dalam pergaulan sosial, Gus Umar adalah sosok yang luwes, tidak kaku dan tidak membeda-bedakan teman. Semua orang yang datang diperlakukan sama dan diberi masukan-masukan yang mencerahkan.

Ketiga, organisator ulung

Gus Umar tidak hanya sosok ilmuwan, tapi juga penggerak masyarakat. Beliau mampu mengorganisir anak-anak muda kreatif untuk menggelar pengajian, melakukan pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan skills yang bermanfaat untuk masa depannya.

Karya

Gus Umar mempunyai banyak karya. Beberapa diantaranya adalah :

1. Tulisan-tulisan kolom yang renyah di Majalah An-Nur Jakarta.

2. Kitab Qawafil Al Thaah yang mentakhrij hadis-hadis yang diapresiasi oleh ulama dunia.

3. Kitab-kitab lain yang on going process.

Semoga para santri sekarang bisa meneladani spirit ilmu dan dedikasi sosial Gus Umar demi tegaknya panji Islam rahmatan lil alamin.

IPMAFA, Kamis, 10 Oktober 2019

Jamal Ma'mur Asmani Penulis:
Dr. Jamal Makmur, MA adalah Wakil Ketua PCNU Kab. Pati

*) Tulisan ini juga diterbitkan di facebook Jamal Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Microsoft 365

    Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

    • calendar_month Ming, 8 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Chapter 2 ————– “Bu Bidan, tolong istri saya! Dia kesakitan.” Keluar dari kamar Cempaka, lelaki berpostur tinggi besar itu tergopoh-gopoh  panik menuju tempat pendaftaran—dimana dua orang tengah sibuk melayani para ibu hamil yang sedang antri periksa. Tangan  mereka menggenggam buku KIA berwarna pink. “Oh ya, sebentar, Pak,” seru Tita. “Shanaya mana?” […]

  • Pengurus PAC Fatayat dan Ansor Tlogowungu Resmi Dilantik

    Pengurus PAC Fatayat dan Ansor Tlogowungu Resmi Dilantik

    • calendar_month Ming, 1 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 115
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id-  Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Tlogowungu beserta Pengurus Ranting (PR) Fatayat NU se-Kecamatan Tlogowungu dan PAC Ansor resmi dilantik.  Pelantikan itu bertempat di Aula Balai Desa Lahar, Ahad (1/1/2023) siang. Kegiatan itu dihadiri oleh ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim, Ketua PC Ansor Pati Abdullah Syafiq, Ketua PC Fatayat NU Pati […]

  • Siswa MA Miftahul Ulum Semarakkan Haul Nyai Ageng Ngerang

    Siswa MA Miftahul Ulum Semarakkan Haul Nyai Ageng Ngerang

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 61
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO-Dalam rangka Haul Nyai Ageng Ngerang, panitia menyelenggarakan segudang acara. Salah satunya adalah Karnaval Kirab Budaya yang dihelat Sabtu (31/8) siang. Untuk mensukseskan agenda ini, panitia menggandeng MA Miftahul Ulum, Tambakromo. Para peserta Kirab Budaya Haul Nyai Ageng Ngerang yang terdiri dari para peserta didik MA Miftahul Ulum Tambakromo Peran serta peserta didik MA Miftahul […]

  • IPNU/IPPNU Galakkan Sambung Silaturrohim Alumni

    IPNU/IPPNU Galakkan Sambung Silaturrohim Alumni

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KAYEN-Pengurus Cabang IPNU/IPPBU melakukan kegiatan sambung silaturrohim alumni. Acara ini dimaksudkan agar hubungan antara pengurus dengan para alumni IPNU/IPPNU senantiasa terhubung. Foto bersama PC IPNU/IPPNU Pati dengan Ummi Nadziroh, salah satu alumni IPPNU Hal ini sangat penting untuk memahami jejak pergerakan organisasi dari masa ke masa. Selain itu, agenda ini bertujuan agar para kader IPNU/IPPNU […]

  • PCNU-PATI

    Dua Mahasiswa Magang, Ikut dalam Pendistribusian Kotak Koin NU

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 67
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id-Manajer Fundrising PC Lazisnu Pati bersama dua orang mahasiswa magang terjun melaksanakan kegiatan pendistribusian kotak koin NU di beberapa tempat, selasa (31/01). Kali ini lokasi pendistribusian yang menjadi target ada di lima tempat.  Syaiful Huda selaku Manajer Fundrising PC Lazisnu Pati mengatakan bahwa pendistribusian kotak koin hari ini cukup memuaskan.  “Alhamdulillah dari lima tempat yang […]

  • Corp Drumband MI Hidayatul Islam Buka Kemah Bhakti Hari Santri

    Corp Drumband MI Hidayatul Islam Buka Kemah Bhakti Hari Santri

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.122
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyyah (KKMI) Kecamatan Gembong menyambut Hari Santri 2025 dengan Kemah Bhakti. Kegiatan yang dihelat di Lapangan Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati tersebut berlangsung selama dua hari. Dibuka pada Selasa (21/10) siang, ratusan peserta didik dari 17 MI peserta kemah memadati lapangan. Meski cuaca gerimis, namun antusiasme para santri […]

expand_less