Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » KH Muhammad Muchson Yamin

KH Muhammad Muchson Yamin

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 30 Jun 2023
  • visibility 767
  • comment 0 komentar

Oleh : Ahmad  Halman  Syahin   Assegaf

Riwayat Hidup Dan Keluarga

KH. Muhson memiliki nama lengkap Muhammad Muchson Yamin bin H.Muhammad Yamin dan ibu adalah Hj. Siti Aminah .Kiai Muchson (yang akrab dipanggil mbah Muh) lahir pada tanggal 3 Maret 1952 di Wonorejo merupakan salah satu desa di Tlgowungu dan mempunyai satu kakak perempuan yaitu Hajah Muniroh. Muchson kecil hidup dan dididik dilingkungan keluarga sederhana yang sangat memegang teguh nilai-nilai agama. Pola pendidikan orang tuanya yang mengajarkan tentang agama islam dan Al-Quran membentuk pribadi Muchson kecil tertarik untuk menimba dan mendalami ilmu-ilmu agama dipesentren.

Pada usianya yang ke 25 yaitu pada tahun 1977 , Kiai Muchson menikah dengan Hj. Syarifatin. Dari hasil perkawinan tersebut mempunyai 4 orang anak yaitu Minhatin Sholehah, KH Muhammad Amirudin LC, MA, Ahmad Nurul Furqon dan Kiai Ahmad Islahul Umam . Berkah dari doa dari beliau dan guru-guru mbah Muh , putra-putri beliau menjadi orang berhasil dan berperan dalam melanjutkan perjuangan mbah yai. Dan pada tanggal 28 januari 2021 M pada usia 69 tahun, mbah Muh ketimbalan wonten ngarso ndalem Gusti Allah SWT . Jamaah dan ummat menangis , murid, kerabat dan sahabat merasa kehilangan seorang tokoh panutan meninggalkan umatnya. Inalilahi wainnaa ilaihi roji’uun. Selamat jalan mbah Muh, kami selalu merindukan jenengan.

Riwayat Pendidikan

Selain belajar agama dengan ayahnya yaitu H. Yamin, Yai Muh mengenyam pendidikan formal pertama , di Sekolah Dasar di desanya Wonorejo lulus pada tahun 1964. Kemudian dilanjut Sekolah Menengah Pertama namun saat beliau klas 2 mbah Muh tidak melanjutkan, namun beliau memutuskan untuk pindah sekolah ke perguruan islam Mathali’ul Falah Kajen atau sering disebut Matholek serta belajar di pondok pesantren Maslakul Huda yang waktu itu di asuh oleh KH Sahal Mahfud. Beliau belajar di MTs Mathaliul Falah Kajen sekitar tahun 1967-1969, kemudian dilanjut ke jenjang MA Matholek dan lulus pada tahun 1972. Selain belajar di pesantren Maslakul Huda , mbah

Muchson juga mendalami Al-Quran dengan berguru pada Kiai Abdullah Salam yang juga masih saudaranya Kiai Sahal. Dari nasab beliau berdua masih keturunan ulama besar Syeih Ahmad Muttamakin Kajen.

Semasa mondok di pesantren mbah Muh adalah santri yang sangat dekat dan dicintai Kiai Sahal selain pintar juga beliau adalah santri yang sederhana, penuh ketaatan dan tawadluk pada gurunya, sehingga setiap dawuh dari gurunya mbah Muh mensegerakan dan melakukanya dengan sebaik- baiknya dengan ikhlas. Tak ayal setelah beliaunya lulus sekolah dan pesantren beliau mengabdi menjadi tenanga pendidik dan juga dijadikan abdi ndhalem (sopir pribadinya Kiai Sahal) era sepeda onthel, lalu berkembang ke sepeda motor, sehingga kemana-mana mbah Muh dereke.

Pernah Kiai Muchson menceritakan satu kenangan unik bersama Mbah Sahal kepada putranya. Kenangan yang membuatnya malu sendiri saat mengingatnya, lantaran kejadian tersebut membuatnya merasa bersalah kenangnya. Berikut tulisan yang saya ambil dari tulisan putra beliau di facebook.

Beliau bercerita pada saya (putranya) di ruang tengah rumah di kampung , suatu ketika sepeda motor (kendaraan pribadi untuk Mbah Sahal) kabel koplingnya putus saat perjalanan mengantar Mbah Sahal dari Kajen menuju Pati. Yang ada di pikiran mbah Muh, mau tidak mau, jika motor ingin tetap menyala terpaksa harus dalam kondisi berjalan. Karena jika berhenti tanpa kopling, otomatis motor mati. Waktu itu kondisi dini hari dan tidak ada orang yang dimintai bantuan. Lalu Mbah Sahal menawari bapak hal apa yang bisa dilakukan. Bapak bingung mau menyampaikan atau tidak, namun dengan terpaksa akhirnya menyampaikannya. Ia terkejut, lantaran Kiai Sahal mengiyakan solusi tersebut, yakni beliau Kiai Sahal mendorong motor bapak hingga menyala, dengan kondisi menyala dan berjalan, Mbah Sahal muda agak berlari mengikuti motor, lalu melompat menaiki motor “layaknya coboy” dalam kondisi berjalan. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Kota. “Haiyo, wah nek iling isin tenan lee. Yo ora kepenak kabeh rasane.” (Saya melihat beliau menceritakan hal ini matanya sambil menatap jauh ke arah atas, berkaca-kaca, mungkin semacam ada menyesali pernah terjadi hal yang membuat repot gurunya tersebut). (sumber facebook : putra ke-2 mah Muh)

Sejak mendengar cerita-cerita diatas, saya sangat pengen tahu banyak tentang beliau. Meskipun saya tidak punya keterampilan mengumpulkan data dan menulisnya, namun minimal saya punya oret- oretan kasar yang bersumber dari keluarga mbah Muh.

Mbah Muh adalah sedikit dari orang yang lama nderek dan mengiringi Kiai Sahal sejak sekitar tahun 60-an akhir hingga wafatnya Kiai Sahal 2014 masih berhidmah kepada Kiai Sahal meski berbeda jarak. Dahulu sama-sama tinggal di Kajen, namun sejak anak pertama lahir (1978) Yi Muh tinggal di Wonorejo , namun masih pulang pergi nderekaken Kiai Sahal, hingga menjadi Guru Pondok, Dewan

Pertimbangan Pembina PMH. Sepeninggal Kiai Sahal pun masih tetap berhidmah di Pesantren Kiai Sahal (Maslakul Huda) hingga akhir hayatnya pada Januari 2021 saat pandemi covid-19 silam.

Kiai Muchson juga mendalami ilmu tasyawuf dengan berguru langsung dengan seorang guru Toriqoh yaitu Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan. Disana beliau berguru dan mendalami ilmu tasyawuf dengan mengamalkan dzikir-dzkir khusus sehingga semakian bertambah alimnya beliau. Beliau senang menulis dan menyusun buku amalan dzkir harian yang diijazahkan kepada murid dan jamaahnya.

Perjuangan Dan Pengabdian Mbah Muchson

Selain mengabdikan diri di Pondok Pesentren sebagai abdi dalem (guru dan sopir pribadi Kiai Sahal), hidup mbah Muh diabdikan juga ke masyarakat Wonorejo dan sekitarnya. Ditandai dengan perjuangan beliau dalam menyebarkan Agama Islam dan pendidikan ke-Islaman di Kecamatan Tlogowungu. Mula-mulai beliau mendirikan Madrasyah Ibtida’iyyah bersama Kiai Sepuh NU yang diberi nama Naba’ul Ulum untuk warga didesanya , menjabat kepala sekolah MI pada tahun 1981- 1992. Seiring dengan sekolah yang semakin berkembang maka didirikanlah sekolah perguruan islam lanjutan, Madrasyah Tsanawiyah (MTs) Naba’ul Ulum untuk warga desa Wonorejo dan desa sekitarnya , beliau menjabat kepala sekolah MTs 1982-1996. Sambut bergayung perjuangan beliau juga di dukung oleh istri –nya yang mendirikan KB dan TK . KB-RA, MI dan Mts Naba’ul Ulum di dedikasikan untuk menciptakan kader-kader Islam melalui pendidikan NU yang berprestasi dan juga ber-ahlaqul karimah serta harus pinter ngaji. Untuk itu pendidikan formal Naba’ul Ulum dilengkapi dengan didirikanya Madin (Madrasah Diniyah) sekolah sore dan malam khusus mendalami ilmu-ilmu agama diantaranya nahwu, shorof, imla’, khot , kitab kuning, tafsir,tajwid, hadist dan lain lain. Alhamdulillah saya adalah siwa MTs yang bekesempatan bertempat dan belajar dipondok.

Selian mbah Muh juga berjuang dan aktif membina jamaah di desa-desa. Kesederhanaan sikap santun dan ramah membuat mbah Muh dapat diterima diseluruh semua lapisan masyarakat baik tua maupun muda bahkan warga diluar nahdiyin pun menerima beliau dengan baik. Sikap senang merangkul semua lapisan dan golongan serta suka akan terciptanya masyarakat yang rukun dami dan tentram membuat beliau berperaan aktif dalam pengabdian masyarakat. Dimulai dengan mendirikan Majelis Taklim Darussalam dan memimpin majelis dzikir Rotibul Hadad setiap malam ahad di ndalem beliau. Selain itu mbah yai Muh juga dengan istiqomah ngaos rutinan setiap malam Rabu di Masjid Jam’i Sa’adatul Muttaqin Wonorejo, bahkan mbah yai juga dengan tlaten kerso ngopeni jamaah di desa lain sekitarnya yaitu ngaji rutinan setiap kamis legi di Masjid Assyaadah Desa Ngalian dan Masjid Al- Ikhlas di Desa Samibirejo.

Kecintaan beliau pada gurunya , membentuk Mbah Yai Muh mengikuti jejak Kiai Sahal dengan berperan aktif dalam perjuangan membesarkan Nahdlatul Ulama. Dimulai dengan peran beliau menjadi pengurus Ranting NU Wonorejo (tahun 1985-1990) , lalu menjadi Ketua Pengurus MWC NU Kecamatan Tlogowungu pada (tahun 1992-2012),Ketua Forum Komunikasi Madrasah Diniyah (FKMD) Kab. Pati (1998-2018), Ketua Lazisnu PC NU Kabupaten Pati (tahun 2013-2018) dan terakhir menjadi Rois Syuriyah NU SeKecamatan Tlogowungu (tahun 2013-2018). Ketekunan, istiqomah dan keihlasannya membuat NU berkembang dan berkontribusi nyata dalam masyarakat. Di organisasi pemerintahan desa Wonorejo Mbah Muh pernah menjadi Ketua RT, RW dan juga Badan Pengawas Desa (BPD Wonorejo). Mungkin beliau adalah sedikit dari juatan orang yang benar-benar menghabisakan hidupnya untuk mengabdi dan mengembangkan pendidikan, yang beliau niati semuanya dengan niat ibadah lillahita’ala.

Penerus Dan Murid-Murid

Sepeninggal beliau, perjuangan akan umat dan agama islam di teruskan putra-putri nya yaitu KH Muhammad Amirudin LC, MA (pengganti mbah yai Muchson dan penerus jamiiyyah Rotibul Hadad serta Majelis Taklim Darussalam), putra ke 3 Ahmad Nurul Furqon bekerja di Kementrian Agam RI Pusat, dan putra terakhir Kiai Ahmad Islahul Umam merupakan pengasuh Ponpes Baitul Mukminin Getas Kudus, dan putri pertama Minhatin Sholihah berkarya di perbankan . Kebaikan yang Kiai Muchson tanam mengalir berkahnya ke putra-putri nya menjadi orang yang sukses dan berguna bagi masyarakat.

Perjuangan beliau juga diteruskan oleh murid-murid beliau dintaranya :

  1. KH Nasyir , Pengasuh Ponpes Tambak Beras-Jombang
    1. KH Ahmad Prayitno, Pengasuh Ponpes Babusyifa Jeruk Wangi Jepara
    1. Kiai Hasan Manshur, Kepala Madin Naba’ul Ulum
    1. Siti Alfi Inayah, Kepala MI Naba’ul Ulum

Dawuh Dan Teladan Kiai Muchson

Ketika kita menyebut nama mbah Muh, semua orang yang pernah mengenal beliau , akan selalu langsung teringat akan sebuah sosok figur yang sangat sederhana,rapi, ramah/menyejukan, merangkul dan ikhlas. Beliau selalu hormat pada siapapun, menghargai ilmu, menghargai orang alim , penghargaan dan ketaatan yang luar biasa pada guru dan dhuriayahnya. Disetiap apa yang dilakukan beliau selalu berkata pada keluarganya untuk meniatkan lilahita’ala. Beliau mengajarkan untuk banyak memberikan contoh bukan banyak kata-kata. Mbah Muh masih macul disawah, menyetrika bajunya sendiri, dengan anak kecil dekat dan slalu berupaya umat dan masyarakat bisa rukun, tentrem ayem sehingga bisa wushul dalam beribadah. Semua jabatan yang pernah disandangnya tidak lebih dari sekedar amanah perjuangan untuk kepentingan umat.

Dawuh-dawuh beliau yang sering diingat :

  • Banyaklah memberi contoh kebaikan
    • Biasakno kulinakno, omonganmu podo karo pangucape atimu
    • Selalu itiqmah dalam berdzikir, sampe nancep nang jero atimu
    • Sopo sing iso jogo ragane, bakal ketemu swarga-ne

Demikian sebuah biografi yang jauh dari sempurna , ibarat buku harian biografi, tulisan ini hanyalah sesobek buku harian tentang guru mulia KH Muhammad Muchson Yamin yang masih perlu kita sempurnakan bersama.

Catatan :

Tulisan ini di buat dengan sumber :

  1. Wawancara langsung ke Istri dan putra-i beliau
  2. Lembar Curriculum Vitae yang pernah di tulis Kiai Muchson
  3. Sahabat dan murid beliau
  4. Face book KH Amirudin (putra ke 2 Kiai Muchson)

Naskah ini di ikutkan dalam Lomba Menulis Biografi Kiai Lokal  Porsema XII PC LP Maarif Pati 2023

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Kader IPPNU Ikuti Sosialisasi Pengawasan Pemilu

    Ratusan Kader IPPNU Ikuti Sosialisasi Pengawasan Pemilu

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    PATI-Pemilu 2024 memang masih jauh. Namun, persiapan deni persiapan telah dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  yang mulai getol mengampanyekan Pemilu sehat dan Bermartabat. Para peserta sosialisasi Pengawasan Pemilu 2024 berpose bersama pimpinan dan staf Bawaslu Pati. Semua peserta merupakan aktivis IPPNU dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pati.  Setrlah program […]

  • Photo by sasint

    Bagaimanapun Itu ; Anak Harus Merdeka

    • calendar_month Jum, 14 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Perempuan dan laki-laki yang belum menikah ataupun sudah, selamanya akan menyandang status sebagai seorang anak bagi kedua orang tuanya. Meski usianya kian hari makin dewasa; namanya anak tetaplah anak. Meski dari segi apapun baik pendidikan atau jabatan jauh lebih tinggi dibanding orang tuanya. Akan tetapi hal itu tak lantas membuatnya untuk […]

  • Ajak Boikot, Tayangan Trans 7 Juga Sakiti NU Pati

    Ajak Boikot, Tayangan Trans 7 Juga Sakiti NU Pati

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2.964
    • 0Komentar

    Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati mengajak masyarakat untuk memboikot Trans7. Mereka menilai ikut tersakiti dengan tayangan tersebut. Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim mengaku ikut prihatin dengan tayangan Xpose Uncersored Trans7. Ia menilai tayangan tersebut tak mencerminkan dunia pesantren. Menurutnya, framing yang ditampilkan dalam program tersebut sudah tidak bisa ditolerir. Apalagi […]

  • Kisah Arsya, Bocah 7 Tahun Pecahkan Celengan untuk Palestina

    Kisah Arsya, Bocah 7 Tahun Pecahkan Celengan untuk Palestina

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Donasi untuk Palestina tak henti-hentinya bergulir. Hari ini, Senin (6/11) giliran peserta didik MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong-Pati yang menggalang donasi. Satu di antara ratusan peserta didik tersebut, bahkan rela membongkar celengannya demi membantu korban genosida di Palestina. Peserta didik tersebut adalah Arsya Djamil, yang saat ini duduk di kelas 1B MHI. Putra […]

  • MA Salafiyah Kajen Pati Ajak Siswa Praktik Hisab dan Rukyat Hilal di UIN Walisongo

    MA Salafiyah Kajen Pati Ajak Siswa Praktik Hisab dan Rukyat Hilal di UIN Walisongo

    • calendar_month Sel, 13 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20.320
    • 0Komentar

    ​Pcnupati.or.id – Memperdalam ilmu falak tidak cukup hanya melalui pembelajaran teori di ruang kelas. Guna memberikan pengalaman praktis, puluhan siswa kelas XII MA Salafiyah Kajen, Pati, Konsentrasi Kitab, diajak belajar langsung di Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, Ahad (11/10/2026). ​Kunjungan edukatif ini menjadi sarana bagi para siswa untuk mempraktikkan ilmu […]

  • PCNU-PATI

    MA Salafiyah Kajen Gelar Unjuk Kinerja dan Kreativitas Peserta Didik

    • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 380
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Peserta didik MA Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, gelar unjuk kinerja dan kreativitas dengan menampilkan silat Pagar Nusa, Karya Ilmiah, riset, bahasa Arab, bahasa Inggris, baca Kitab, tata boga, tahfiz, pramuka, dan puisi.  Kegiatan dilaksanakan setelah Penilai Akhir Tahun (PAT) semester genap tahun ajaran 2022/2023 selama sembilan hari mulai tanggal 12-21 Juni 2023 […]

expand_less