Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Warung Kopi sebagai Sarana Bertukar Informasi

Warung Kopi sebagai Sarana Bertukar Informasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 31 Mei 2022
  • visibility 431
  • comment 0 komentar

Di era saat ini, tempat paling tepat untuk melakukan diskusi dan kongkow adalah warung kopi. Kenapa harus warung kopi? Menurut hemat penulis, warung kopi sekarang ini sudah menjadi tempat terbaik bagi kalangan mahaiswa untuk tempat diskusi dan mengerjakan sebuah tugas. 

Selain itu, banyak dari mahasiswa yang menghabiskan waktunya di warung kopi hanya sekedar untuk diskusi. Menurut pengamatan saya, warung kopi merupakan semacam sarana komunikasi sosial dan media interaksi sosial untuk berbagi dan bertukar informasi.  Karena melalui warung kopi, banyak terbangun konektivitas antar komunitas untuk berkumpul, diskusi, menulis, membaca, dan dijadikan tempat untuk menghibur satu sama lain.

Sedangkan budaya dan komunikasi di warung kopi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena budaya mempengaruhi pola fikir, perilaku dan cara berkomunikasi individu. Begitu pula komunikasi menjadi alat untuk mengelola, mengembangkan, mensosialisasikan serta mewariskan budaya dari satu generasi ke generasi yang lainnya.

Dalam hal ini, kaitannya mengenai budaya dan komunikasi, dikenal sebuah teori yang kerangka kerjanya mengkonseptualisasi bentuk atau fungsi budaya sebagai sebuah sistem kode yang mengatur makna dan ideal yaitu teori kode berbicara. Pada dasarnya kegemaran berkumpul (nongkrong) di sebuah warung kopi tidak hanya terjadi di kalangan mahasiswa saja, namun di kalangan masyarakat pada umumnya.  Hal ini tidak lepas karena di warung kopi menyediakan banyak minuman baik panas, dingin, serta berbagai snack atau makanan ringan sebagai teman menikmati kopi, dengan harga yang murah dan terjangkau. Sehingga membuat mahasiswa betah untuk berlama-lama di dalam warung kopi. Selain harganya terjangkau dengan uang saku mahasiwa, warung kopi menjadi tempat diskusi setiap harinya.

Tempat Kongkow

Masing-masing daerah tentunya terdapat banyak warung kopi yang menjadi tempat kongkow mahasiswa untuk berkumpul, bersantai, berdiskusi, atau sekedar mengobrol ringan mengenai topik-topik yang sedang hangat. Nilai santai, non-formal, serta kebebasan mengutarakan pendapat merupakan daya tarik utama yang membuat para mahasiswa tertarik untuk menghabiskan sebagian waktu kuliahnya di sebuah warung kopi. Di warung kopi ini pula sering menjadi salah satu sumber informasi terbaru dan juga menjadi tempat berkumpulnya berbagai unsur masyarakat.

Dunia perkuliahan itu sendiri diartikan sebagai tahapan di mana para mahasiswa berusaha untuk merajut masa depannya melalui ruang-ruang perkuliahan dengan lapangan-lapangan non- akademik lainnya seperti, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM),organisasi organisasi ekstra,dan lain sebagainya.

Kampus merupakan kawah candra di muka tempat di mana para mahasiswa ditempatkan agar menjadi insan-insan yang berkulitas dan mampu mengemban tongkat estafet pembangunan negeri ini dari generasi sebelumnya. Dunia perkulihan tidak dapat dipandang sebagai area akademis semata. Di dalamnya terdapat panggung politik dan budaya yang bermacam-macam sesuai dengan latar belakang pelakunya. Tidaklah heran apabila kampus disebut sebagai tempat urban. Karena di kampuslah terdapat berbagai golongaan, agama, suku, ras, budaya, yang berbeda suatu dengan yang lainnya. Akan tetapi meskipun banyak sekali perbedaan yang terjadi,ada banyak pula kesamaan bentuk perilaku sosial. Selain itu, proses belajar yang menarik bagi penulis adalah banyaknya mahasiswa yg sering berada di warung kopi,terutama pada sore dan malam hari,yaitu di luar aktivitas perkuliahan.

Kehidupan mahasiswa pun tidak dapat dilepaskan dari dunia kampus dan sekitar kampusnya. Warung kopi merupakan tempat yang sering digunakan para mahasiswa nongkrong di luar aktifitasnya berkuliah. Di warung kopi inilah, meskipun hanya terlihat sekedar minum segelas atau secangkir kopi, sebenarnya ada yang menarik untuk dikaji. Komunikasi yang terjadi pada saat nongkrong menjadi kajian utama bagi penulis.

Pola komunikasi yang terjadi mengakibatkan adanya interaksi sosial dan tentunya akan memberikan hasil yaitu perilaku sosial. Setiap proses komunikasi akan memberikan stimulus yang dapat diproses menjadi persepsi. Dan ketika persepsi ini diterapkan akan menjadi perilaku dalam kehidupan sehari harinya.

Oleh karena itu, komunikasi dan interaksi sosial di warung kopi menjadi pilihan paling tepat untuk dijadikan sebagai tempat kedua mahasiswa untuk memecahkan sebuah tugas perkuliahan dan menjadi solusi yang paling tepas sebagai tempat untuk membangun keakraban sosial dengan mahasiswa lain maupun dengan masyarakat sekitar.

Dengan demikian, warung kopi tidak hanya sekedar sebagai tempat untuk melepas penat, tetapi juga sebagai tempat untuk memperbanyak pertemanan dengan melakukan solidaritas ngopi dan bertukar sapa satu dengan lainnya. (Siswanto)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Banjir Pati, LTNNU Bagikan Ratusan Porsi Nasi Sambil Sosialisasi Bahaya Hoaks

    Peduli Banjir Pati, LTNNU Bagikan Ratusan Porsi Nasi Sambil Sosialisasi Bahaya Hoaks

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.651
    • 0Komentar

      Pati – Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pati mempunyai cara unik dalam membantu korban banjir Pati. Mereka membagikan ratusan porsi nasi ayam geprek sambil memberikan sosialisasi bahaya hoaks atau berita bohong, Minggu (18/1/2026). Banjir sudah sepekan lebih menerjang Kabupaten Pati atau sejak Jumat (9/1/2026). Berbagai informasi pun tersebar luas di media sosial. […]

  • PCNU-PATI

    10.000 Muslimat NU Se Kab Pati Hadiri Peresmian Gedung Baru Muslimat NU

    • calendar_month Sel, 1 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 758
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pimpinan Cabang Muslimat NU dan seluruh Muslimat se Kabupaten Pati mengadakan sholawatan dan istigasah dalam rangka peresmian gedung muslimat NU di Gedung Muslimat NU Desa Muktiharjo, Sabtu (29/7). Hadir dalam acara tersebut dihadiri oleh selurus PAC Muslimat se kabupaten Pati baik dari pengurus atau tidak, selain itu juga dihadiri oleh Rois Syuriah Pengurus Cabang […]

  • Tembus Rp52 Miliar, LAZISNU PCNU Pati Perkuat Tata Kelola dan Beri Apresiasi UPZIS Terbaik.

    Tembus Rp52 Miliar, LAZISNU PCNU Pati Perkuat Tata Kelola dan Beri Apresiasi UPZIS Terbaik.

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.627
    • 0Komentar

      BANDUNGAN, SEMARANG – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Kabupaten Pati mencatatkan capaian fantastis pada tahun khidmat 2025. Dalam kegiatan Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu–Ahad (7–8/2/2026), terungkap bahwa perolehan dana ZIS LAZISNU Pati tahun 2025 mencapai Rp52.561.495.730. Angka perolehan yang […]

  • Seminar Jurnalistik LTNNU Tambak Romo Usung Tema Santri

    Seminar Jurnalistik LTNNU Tambak Romo Usung Tema Santri

    • calendar_month Ming, 17 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 548
    • 0Komentar

    Ruang zoom meeting Seninar Jurnalistik LTN NU Tambakromo TAMBAKROMO – Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) MWC NU Kecamatan Tambakromo membuat agenda yang cukup mengesankan Minggu (17/10) pagi tadi. Pasalnya, setelah sekian lama tidak melakukan pelatihan, kali ini lembaga yang diketuai oleh Ahmad Suparyono tersebut menggelar Seminar Jurnalistik via zoom meeting.  “Memang belum pelatihan, tahapnya masih […]

  • PMII Syekh Mutamakkin Warnai WCD di Tunggulsari

    PMII Syekh Mutamakkin Warnai WCD di Tunggulsari

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 655
    • 0Komentar

    TAYU-World Cleanup Day (WCD) merupakan agenda bersih-bersih yang dilakukan di setiap tanggal 21 September di seluruh dunia. Dalam meramaikan agenda ini, Pemprov Jawa Tengah membentuk even Jateng Kudu Resik yang tersebar hampir di seluruh wilayah Jateng. Para Kader PMII Syekh Mutamakkin berpose bersama para relawan WCD Jateng Kudu Resik usai melaksanakan bersih-bersih masal di Jalan […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Belajar Pendidikan Perdamaian dari Gus Dur

    Pendidikan Perdamaian dalam Perspektif Abdurrahman Wahid

    • calendar_month Kam, 19 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur lahir dan dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang kental dengan pendidikan keislaman. Sejak kanak-kanak Gus Dur mendapatkan bimbingan dari orang tuanya. Sehingga dari keluarga pesantren dan tumbuh kembang dari pendidikan pesantren kelak akan memberikan warna bagi perkembangan intelektualitasnya hingga tumbuh dewasa. Sejak menuntut ilmu di […]

expand_less