Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lakpesdam PWNU Jateng dan UIN Sunan Kudus Gelar Muktamar Ilmu Pengetahuan IV, Soroti Peran Strategis NU di Era Demokrasi

Lakpesdam PWNU Jateng dan UIN Sunan Kudus Gelar Muktamar Ilmu Pengetahuan IV, Soroti Peran Strategis NU di Era Demokrasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 25 Jun 2026
  • visibility 16.264
  • comment 0 komentar

RILIS PERS – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, berkerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, akan menyelenggarakan Muktamar Ilmu Pengetahuan IV pada 26–27 Juni 2026 di Kudus.

Dengan mengusung tema “Nahdlatul Ulama sebagai Masyarakat Sipil Keagamaan: Konsolidasi Gerakan, Kemandirian Organisasi, dan Transformasi Sosial”, kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat peran NU di tengah dinamika relasi antara negara dan masyarakat sipil.

Tema ini menjadi krusial karena di tengah menguatnya dominasi negara dan aktor politik dalam kehidupan publik, keberadaan masyarakat sipil menjadi sangat penting sebagai penyeimbang kekuasaan, pengawal partisipasi warga, serta wadah perjuangan kepentingan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Masyarakat sipil yang kuat dan otonom merupakan prasyarat bagi terwujudnya demokrasi yang substantif, tata kelola yang adil, transparan, dan akuntabel. Namun, ketimpangan relasi antara negara, pasar, dan masyarakat sipil menyebabkan kepentingan publik kerap terpinggirkan.

Dalam konteks ini, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peluang dan tanggung jawab strategis untuk meneguhkan diri sebagai kekuatan masyarakat sipil keagamaan yang independen, menjaga jarak kritis dari kekuasaan, sekaligus konsisten membela kepentingan masyarakat kecil sebagaimana ditekankan oleh KH. Abdul Gaffar Rozin dalam Muktamar Ilmu Pengetahuan 2025 silam.

Muktamar Ilmu Pengetahuan IV ini merupakan kelanjutan dari rangkaian forum ilmiah yang telah berlangsung sejak 2023, diawali dengan Muktamar Ilmu Pengetahuan I di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), Muktamar Ilmu Pengetahuan II di Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Muktamar Ilmu Pengetahuan III di UIN KH. Abdurrahman Wahid.

Ketiga muktamar sebelumnya menegaskan pentingnya revitalisasi masyarakat sipil Indonesia, khususnya yang berbasis pada nilai-nilai dan struktur keagamaan.
Salah satu fokus utama Muktamar IV adalah penguatan transformasi sosial yang telah dipraktikkan oleh berbagai lapisan kader dan organisasi NU, seperti pendampingan dan pemberdayaan masyarakat, layanan keagamaan di berbagai bidang, serta penguatan ikatan sosial masyarakat.

Melalui muktamar ini, diharapkan tidak hanya mengkaji pengalaman warga Nahdliyin, tetapi juga mentransformasikannya menjadi arah gerakan yang berorientasi pada kemaslahatan umat, berkeadilan, berdampak, dan berkelanjutan.

Mokhamad Zainal Anwar, M.S.I, Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Tengah menyampaikan bahwa melalui berbagai forum kader yang diselenggarakan Lakpesdam PWNU Jawa Tengah sepanjang 2025-2026, transformasi sosial NU diwujudkan dalam beragam praktik seperti pendampingan dan pemberdayaan masyarakat, layanan keagamaan, serta penguatan ikatan sosial.

Di tingkat akar rumput, jamiyyah dan jamaah NU telah lama berperan mengisi ruang-ruang sosial yang belum sepenuhnya dijangkau negara melalui penyelenggaraan pendidikan, layanan sosial-keagamaan, pengelolaan rumah ibadah, serta berbagai kegiatan di bidang ekonomi, kesehatan, seni budaya, advokasi sosial, dan penguatan kohesi masyarakat.

“Namun, berbagai pengalaman dan praktik tersebut, termasuk pengetahuan lokal yang lahir dari keberhasilan maupun kegagalan, masih belum terdokumentasikan secara sistematis dan belum banyak diangkat dalam narasi pembangunan. Padahal, pengalaman tersebut merupakan sumber penting bagi pengembangan pengetahuan transformatif yang berakar pada kebutuhan dan realitas sosial masyarakat,” ujar Zainal yang juga staf pengajar Prodi Pemikiran Politik Islam UIN Raden Mas Said Surakarta.

Untuk memperdalam temuan-temuan tersebut, Kegiatan Muktamar Ilmu Pengetahuan IV ini akan menghadirkan sejumlah pembicara kunci, di antaranya Dr. Muhammad A.S. Hikam, M.A., APU (Mustasyar PBNU) yang akan membahas perspektif masyarakat sipil bagi NU pasca-reformasi.

Pembicara utama lainnya adalah Dr. Arie Sujito (Akademisi UGM); Dr. Mayadina dari Unisnu, Gus M. Mustafid dari Mlangi Yogyakarta dan Prof. Abdurrahman Mas’ud, guru besar dari UIN Walisongo.

Selain sesi pleno, muktamar juga menyelenggarakan empat sesi panel paralel yang membahas isu-isu strategis, yaitu: Konsolidasi gerakan dan kemandirian organisasi; Transformasi sosial dari khidmah kultural menuju perubahan struktural; Transformasi media, kontestasi wacana, dan dakwah digital; serta Peran pesantren sebagai pilar masyarakat sipil keagamaan.

Diskusi-diskusi dalam sesi pleno ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan berpihak pada masyarakat kecil. Hasil rekomendasi serta kajian dari Muktamar IV akan digunakan sebagai pemetaan dan rekomendasi strategis yang ditujukan kepada para pemangku kebijakan.

Dr. Khasan Ubaidillah, Sekretaris Lakpesdam PWNU Jawa Tengah, mengatakan bahwa acara Muktamar Ilmu Pengetahuan IV ini akan diikuti oleh peserta dari berbagai unsur Organisasi PWNU, PCNU, lembaga dan badan otonom (banom), pesantren, serta perguruan tinggi.

“Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada forum diskusi, melainkan akan ditindaklanjuti dengan pengawalan rekomendasi melalui rangkaian Focus Group Discussion (FGD) tematik di sejumlah titik di Jawa Tengah, untuk merealisasikan hasil kajian dan mendukung kerja-kerja kolektif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, sehingga hasil muktamar benar-benar berdampak nyata di masyarakat,” tutup Khasan.

Kontak Kegiatan
M. Zainal Anwar (085725100102)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lazisnu Pati Galang Donasi untuk Pak Slamet

    Lazisnu Pati Galang Donasi untuk Pak Slamet

    • calendar_month Rab, 11 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Pamflet ajakan donasi untuk Pak Slamet MARGOREJO-Satu tahun terakhir ini bak menjadi mimpi buruk bagi Pak Slamet, warga desa Badegan Rt 01 Rw 01 Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati. Pada suatu ketika ia mendapati Benjolan dibagian kiri lehernya. Benjolan ini mulanya kecil, namun seiring berjalannya waktu kini semakin tumbuh besar. Tumor ganas yang diderita Pak Selamet […]

  • Islam Nusantara;  Menangkal Gerakan “Jihad” Radikal

    Islam Nusantara; Menangkal Gerakan “Jihad” Radikal

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Munculnya kelompok Islam yang berhaluan radikal akhir-akhir ini, telah menyedot perhatian serius berbagai kalangan, baik pemerintah, masyarakat, juga umat beragama. Bahkan gerakan radikalisme berkedok agama ini, tidak lagi bersifat lokal atau nasional, namun sudah mulai merambah ke dunia transnasional dan internasional. Mengapa hal ini terjadi? Tidak sedikit orang atau kelompok yang menganggap keyakinannya yang paling […]

  • Program GLM Plus Ma’arif Jateng Diteliti Mahasiswa UIN Walisongo

    Program GLM Plus Ma’arif Jateng Diteliti Mahasiswa UIN Walisongo

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14.187
    • 0Komentar

    SEMARANG – Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus yang digagas LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menjadi objek penelitian mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Penelitian tersebut dilakukan dalam rangka penyusunan skripsi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang. Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menjadi narasumber utama dalam […]

  • PCNU-PATI

    Biografi KH. M. Aniq Muhammadun, Rois Syuriah NU Kab Pati

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    KELAHIRAN KH. Aniq Muhammadun atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Aniq lahir pada 30 Desember 1952 di Pondohan, Tayu, Pati. Beliau merupakan putra ketujuh dari sepuluh bersaudar, dari pasangan KH. Muhammadun dengan Nyai Nafisatun. KELUARGA KH. Aniq Muhammadun melepas masa lajangya dengan menikahi Nyai Hj. Salamah (Sarang) pada sekitar tahun 1982. PENDIDIKAN KH. Aniq […]

  • Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2015
    • account_circle admin
    • visibility 408
    • 0Komentar

    SEKITAR KEGELISAHAN ROHANI      Sekitar tahun 50-an atau 60-an (waktu yang tepat belum bena-benar diketahu) konon beliau mengalami kegelisahan yanh hebat,hingga konon beliau pernah tidak keluar rumah sampai hampir 3 bulan . Sejak itu beliau sering  ketempat KH.Abdul Hamid ,Pasuruan.Dalam pertemuan-pertemuannya dengan KH.Abdul Hamid inilah,beliau merasa menemui sesuatu yangmampu meredam kegelisahannya. Akibatnya beliau sering ke […]

  • Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Kunjungi Pokdakan Sido Maju II Jepara untuk Belajar Pemberdayaan Masyarakat

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Kunjungi Pokdakan Sido Maju II Jepara untuk Belajar Pemberdayaan Masyarakat

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Pati-Sejumlah Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dari Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) mengadakan kunjungan ke Pokdakan Sido Maju II di Kabupaten Jepara. Kamis, (14/11/24) Kegiatan ini merupakan bagian dari Matakuliah Dasar-Dasar Pengembangan Masyarakat Islam untuk mendalami lebih lanjut tentang pemberdayaan masyarakat secara langsung. Kunjungan dimulai dengan sambutan hangat dari Bapak Wahyu, selaku pendamping […]

expand_less