Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Belajar Menjadi Bijaksana

Belajar Menjadi Bijaksana

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 6 Jan 2015
  • visibility 445
  • comment 0 komentar
            Sejak manusia lahir ke dunia sudah dibekali dengan akal dan pikiran, untuk membedakan dari makhluk Tuhan lainnya. Sehingga manusia adalah sebagai makhluk Allah yang paling sempurna. Meskipun,kesempurnaan manusia jarang  digunakan sebagai mana mestinya. Ironis jika ada manusia dengan kesempurnaanya tak bisa menolong sesamanya. Bukankah sebaik-baik manusia itu yang bermanfaat untuk orang lain.
            M. Iqbal Dawami penulis senior, melalui buku terbarunya yaitu Hidup, Cinta, dan bahagia; telah memberikan angin segar serta perenungan akan nikmatnya hidup yang seringkali kita anggap sulit. Padahal kesulitan dan berbagai macam masalah yang sering kita hadapi tak lain muncul dari pikiran kita sendiri. Berbeda dengan orang yang memahami apabila hidup di dunia hanya sementara saja. Dengan berfikir seperti itu, hidup kita akan penuh makna dan bahagia. Karena makna dalam hidup adalah hal yang penting yang akan menjadikan kita merasa berharga.
            Sejenak saja, apabila kita mau merenungkan tentang kondisi apapun yang telah di berikan  Allah dengan merima dengan cinta maka hari-hari yang kita jalani akan bahagia. Sebab manusia lahir ke dunia mengemban misi dari Allah yaitu sebagai khalifah di muka bumi sekaligus hamba-Nya. Kedua misi inilah yang harus kita pegang baik-baik. Tuhan juga memberi kebebasan bagi hamba-Nya untuk “menerjemahkan” bentuk peran khalifah manusia. Anda bisa menjadi pejabat, guru, ustadz, petani, driver, pengusahan, dan lain-lain. Intinya, Anda boleh menjadi apa saja sesuai kondisi Anda saat ini. Itulah sebagi bentuk ekspresi khalifah di muka bumi. (hlm 71)
            Dengan menyadari apabila profesi apa pun yang sedang kita jalani saat ini adalah dari Allah. Maka pikiran kita akan lebih tenang dalam menjalani kehidupan. Karena hidup  bahagia adalah pilihan. Diri sendirilah yang menentukan bahagia dan tidaknya.Bersyukur adalah kunci awal agar kita bisa bahagia atas kondisi yang ada.
           Dalam buku ini juga menceritakan bagaimana ketika Pak Lintang hampir putus asa dengan penyakit kankernya. Pak Lim sebagai sahabatnya selalu memberi dorongan semangat. Kata-katanya begitu menyengat.” Anda harus kuat, Bro. jangan menyerah pada penyakit itu. Anda harus hidup. Enak saja mati duluan. Anak istrmu, siapa nanti yang memberi nafkah? Apalagi istrimu sedang hamil. Ayo, kamu harus sehat, kamu harus hidup, demi diri kamu, demi orang-orang yang kamu cintai.”(hlm 81)
           Penulis mencoba mereka kehidupan sehari-hari yang sederhana menjadi sebuah renungan yang menggelikan. Dari beberapa buku karya penulis sebelumnya seperti Anak Kecil mengubah Dunia (2010) Makin Kaya dan Bahagia dengan Keajaiban Memberi (2010), kisah kehidupan yang di ceritakan dalam buku sangat inspiratif.  Semisal kisah sederhana dengan keluarga dan anak-anak kita. Apabila kita mau merenungkan keseharian kita, maka hal itu akan menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk melatih menjadi bijaksana, dalam bersikap atau pun berkata kepada sesama.
         Orang yang mampu mensyukuri hidup yang di jalaninya adalah orang  hebat penuh dengan keajaiban, seperti kata-kata Thich Nhat Hanh seorang Buddhis, “Orang sering kali menganggap berjalan di atas air ata udara adalah suatu keajaiban. Padahal, keajaiban yang sesungguhnya adalah saat berjalan di atas bumi.  Setiap hari kita bersentuhan dengan keajaiban yang tak kita sadari; lamgit biru, awan putih, dedaunan hijau, warna hitam, keindahan dari mat ank-anak-kedua bola mata kita. Semua itu adalah keajaiban.”(146).
         Cinta adalah sumber kebahagian yang utama. Apabila kita mampu memberikan cinta kepada setiap orang sesuai dengan kadarnya masing-masing. Sedih dan beratnya menjalani kehidupan akan terasa ringan. Dalam tanda kutip, apabila kita mampu menebarkan cinta dengan penuh kebijaksanaan. Buku ini telah merekam berbagai lini kehidupan, tentang kisah-kisahnya yang sangat menyetuh dan menginspirasi. Terlepas dari kekurangan buku ini, karya terbaru penulis senior ini layak menjadi konsumsi menambah gizi dalam pikiran kita. Selamat membaca.

( Niam At-Majha; Penulis adalah pendiri Rumah Buku Kita).

Judul                : Hidup, Cinta, dan Bahagia
Penulis             : M. Iqbal Dawami
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit    : Desember, 2014
Tebal               : 160 hlm
ISBN               : 978-602-03-1144-9
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Peserta Belum Paham Beda Baca dan Deklamasi Puisi

    • calendar_month Sen, 13 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 856
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Juri Lomba Baca Puisi Religi Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah memberikan catatan bermakna dan menarik. Sastrawan Mirza Sastroatmodjo Juri Lomba Baca Puisi Religi memberikan beberaba catatan terkait perlombaan tersebut. “Hanya catatan singkat. Sebelumnya, kami sangat mengapresiasi seluruh peserta dan pendamping yang telah memberikan […]

  • PMI IPMAFA Pati Kupas Tuntas UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual

    PMI IPMAFA Pati Kupas Tuntas UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.567
    • 0Komentar

      Pcnupati.or id – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (HMPS PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar seminar bertema “Kupas Tuntas Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dalam Dunia Pendidikan Seksual” di Auditorium kampus setempat, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Forum Diskusi Mahasiswa PMI (Fordismi) yang bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa […]

  • PCNU-PATI

    LPS Cendekia Mahida Ngagel Adakan Seminar Pendidikan Jurnalistik di Era Digital

    • calendar_month Sen, 12 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id.-  Lembaga Pers Siswa (LPS) Cendekia Madrasah Aliyah Manahijul Huda (Mahida), Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, mengadakan seminar jurnalistik tepat di Hari Pers Nasional (HPN) 2024. Kegiatan ini berlangsung di Aula Madrasah setempat pada Jumat (9/2/24) siang kemarin. Adapun tema yang diangkat dalam seminar tersebut adalah “Pendidikan Jurnalistik di Era Digital”. LPS Cendekia menghadirkan […]

  • PAC IPNU IPPNU Bersama JRA Jolosutro Pati Gelar Ruqyah

    PAC IPNU IPPNU Bersama JRA Jolosutro Pati Gelar Ruqyah

    • calendar_month Sel, 28 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    PATI, PAC IPNU IPPNU Tlogowungu bersama JRA Jolosutro Kabupaten Pati menggelar Ruqyah Massal pada Minggu (26/1/2020) di Pendopo Kecamatan Tlogowungu. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus MWC NU bersama Banom, Praktisi JRA dan forkopimcam Tlogowungu. “Kami melaksanaan ruqyah masal ini dalam rangka mendakwahkan Al-Qur’an sebagai obat yang utama dari segala penyakit baik medis maupun non medis.” […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian II)

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.722
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Sebenarnya, tulisan ini selesai pada bagian pertama, yaitu berjudul Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian I). Namun, karena saya kesel, ya saya lanjutkan di bagian kedua ini. Agar ada jeda. Ambegan disit. Idiom gandulan sarunge kiai dalam wacana populer sering dipahami sebagai simbol kebergantungan atau bahkan kultus individu. Dekonstruksi atas idiom tersebut tentu […]

  • Dialog Kebudayaan di Pati: Menjaga Budaya, Merawat Bangsa

    Dialog Kebudayaan di Pati: Menjaga Budaya, Merawat Bangsa

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.191
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pemerintah dan masyarakat Pati diminta untuk terus mempertahankan dan mengembangkan budaya lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah, Muh Zen, saat menjadi narasumber Dialog Kebudayaan, yang berlangsung di Aula Kantor Muslimat Nahdlatul Ulama Pati, Sabtu (6/12/2025). Muh Zen […]

expand_less