Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Belajar Menjadi Bijaksana

Belajar Menjadi Bijaksana

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 6 Jan 2015
  • visibility 294
  • comment 0 komentar
            Sejak manusia lahir ke dunia sudah dibekali dengan akal dan pikiran, untuk membedakan dari makhluk Tuhan lainnya. Sehingga manusia adalah sebagai makhluk Allah yang paling sempurna. Meskipun,kesempurnaan manusia jarang  digunakan sebagai mana mestinya. Ironis jika ada manusia dengan kesempurnaanya tak bisa menolong sesamanya. Bukankah sebaik-baik manusia itu yang bermanfaat untuk orang lain.
            M. Iqbal Dawami penulis senior, melalui buku terbarunya yaitu Hidup, Cinta, dan bahagia; telah memberikan angin segar serta perenungan akan nikmatnya hidup yang seringkali kita anggap sulit. Padahal kesulitan dan berbagai macam masalah yang sering kita hadapi tak lain muncul dari pikiran kita sendiri. Berbeda dengan orang yang memahami apabila hidup di dunia hanya sementara saja. Dengan berfikir seperti itu, hidup kita akan penuh makna dan bahagia. Karena makna dalam hidup adalah hal yang penting yang akan menjadikan kita merasa berharga.
            Sejenak saja, apabila kita mau merenungkan tentang kondisi apapun yang telah di berikan  Allah dengan merima dengan cinta maka hari-hari yang kita jalani akan bahagia. Sebab manusia lahir ke dunia mengemban misi dari Allah yaitu sebagai khalifah di muka bumi sekaligus hamba-Nya. Kedua misi inilah yang harus kita pegang baik-baik. Tuhan juga memberi kebebasan bagi hamba-Nya untuk “menerjemahkan” bentuk peran khalifah manusia. Anda bisa menjadi pejabat, guru, ustadz, petani, driver, pengusahan, dan lain-lain. Intinya, Anda boleh menjadi apa saja sesuai kondisi Anda saat ini. Itulah sebagi bentuk ekspresi khalifah di muka bumi. (hlm 71)
            Dengan menyadari apabila profesi apa pun yang sedang kita jalani saat ini adalah dari Allah. Maka pikiran kita akan lebih tenang dalam menjalani kehidupan. Karena hidup  bahagia adalah pilihan. Diri sendirilah yang menentukan bahagia dan tidaknya.Bersyukur adalah kunci awal agar kita bisa bahagia atas kondisi yang ada.
           Dalam buku ini juga menceritakan bagaimana ketika Pak Lintang hampir putus asa dengan penyakit kankernya. Pak Lim sebagai sahabatnya selalu memberi dorongan semangat. Kata-katanya begitu menyengat.” Anda harus kuat, Bro. jangan menyerah pada penyakit itu. Anda harus hidup. Enak saja mati duluan. Anak istrmu, siapa nanti yang memberi nafkah? Apalagi istrimu sedang hamil. Ayo, kamu harus sehat, kamu harus hidup, demi diri kamu, demi orang-orang yang kamu cintai.”(hlm 81)
           Penulis mencoba mereka kehidupan sehari-hari yang sederhana menjadi sebuah renungan yang menggelikan. Dari beberapa buku karya penulis sebelumnya seperti Anak Kecil mengubah Dunia (2010) Makin Kaya dan Bahagia dengan Keajaiban Memberi (2010), kisah kehidupan yang di ceritakan dalam buku sangat inspiratif.  Semisal kisah sederhana dengan keluarga dan anak-anak kita. Apabila kita mau merenungkan keseharian kita, maka hal itu akan menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk melatih menjadi bijaksana, dalam bersikap atau pun berkata kepada sesama.
         Orang yang mampu mensyukuri hidup yang di jalaninya adalah orang  hebat penuh dengan keajaiban, seperti kata-kata Thich Nhat Hanh seorang Buddhis, “Orang sering kali menganggap berjalan di atas air ata udara adalah suatu keajaiban. Padahal, keajaiban yang sesungguhnya adalah saat berjalan di atas bumi.  Setiap hari kita bersentuhan dengan keajaiban yang tak kita sadari; lamgit biru, awan putih, dedaunan hijau, warna hitam, keindahan dari mat ank-anak-kedua bola mata kita. Semua itu adalah keajaiban.”(146).
         Cinta adalah sumber kebahagian yang utama. Apabila kita mampu memberikan cinta kepada setiap orang sesuai dengan kadarnya masing-masing. Sedih dan beratnya menjalani kehidupan akan terasa ringan. Dalam tanda kutip, apabila kita mampu menebarkan cinta dengan penuh kebijaksanaan. Buku ini telah merekam berbagai lini kehidupan, tentang kisah-kisahnya yang sangat menyetuh dan menginspirasi. Terlepas dari kekurangan buku ini, karya terbaru penulis senior ini layak menjadi konsumsi menambah gizi dalam pikiran kita. Selamat membaca.

( Niam At-Majha; Penulis adalah pendiri Rumah Buku Kita).

Judul                : Hidup, Cinta, dan Bahagia
Penulis             : M. Iqbal Dawami
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit    : Desember, 2014
Tebal               : 160 hlm
ISBN               : 978-602-03-1144-9
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru Madrasah Kembangkan Penelitian Tindakan Kelas

    Guru Madrasah Kembangkan Penelitian Tindakan Kelas

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Pati. Bertempat di Gedung NU lantai III Pengurus Cabang LP Ma’arif Pati mengadakan diskusi terkait pengembangan Guru Madrasah yang harus mengembangkan Penelitian Tindakan Kelas, sebanyak 60 guru madrasah dari berbagai jenjang mulai MI, MTs. dan MA di wilayah kabupaten Pati yang tergabung dalam LP Ma’arif, acara berlangsung selama sehari penuh antusias mengikuti kegiatan pengembangan diri […]

  • Ketua Lesbumi PCNU Pati Terbitkan Buku Berjudul 'Jabrik'

    Ketua Lesbumi PCNU Pati Terbitkan Buku Berjudul ‘Jabrik’

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

      Pati – Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Pati, Arif Sutoyo,  membuat sebuah buku kumpulan cerita pendek yang diberi nama “Jabrik”. Ia mencipkatan buku ini karena terinspirasi dari momen Pemilihan Umum (Pemilu). Arif mengatakan, cerita Jabrik mengambil sudut pandang yang sederhana tetapi membawa pesan  mendalam. Jabrik menjadi tokoh utama yang digambarkan sebagai sosok cerdik dan mampu […]

  • 1 Muharram, PR IPNU IPPNU Asempapan Gelar Barzanji

    1 Muharram, PR IPNU IPPNU Asempapan Gelar Barzanji

    • calendar_month Rab, 11 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Beberapa pemgurus IPNU Asempapan sedang ‘mahallul qiyam’ dalam acara pembacaan maulid al Barzanji untuk menyambut tahun baru 1443 H. PATI – Dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1443 H, PR IPNU IPPNU Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil menggelar kegiatan barzanji. Kegiatan tersebut digelar di salah satu rumah kader IPNU Desa Asempapan pada Selasa malam […]

  • Takbir Keliling Mini Semarakkan Malam Idul Adha di Gembong

    Takbir Keliling Mini Semarakkan Malam Idul Adha di Gembong

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 347
    • 0Komentar

    GEMBONG-Jalan Raya Pati Gembong Km. 13 Ngembes mengalami kemacetan. Hal ini dikarenakan ratusan orang turun ke jalan utama yang menghubungkan Pati, Gembong dan Muria tersebut. Beberapa kendaraan terpaksa berjalan pelan mengikuti alur masyarakat yang tumplek blek di jalan. Bahkan saking padatnya, beberapa personil kepolisian juga diterjunkan untuk mengatur lalu lintas. Peserta takbir keliling mini Dukuh […]

  • Rakerwil I Ma’arif NU Jawa Tengah Siap Digelar di Wonosobo

    Rakerwil I Ma’arif NU Jawa Tengah Siap Digelar di Wonosobo

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Semarang – Setelah dilantik oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan dikukuhkan oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PBNU pada akhir Agustus 2024 lalu, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah masa khidmah 2024-2029 terus memantabkan program kerja yang telah disusun dalam kegiatan pengukuhan pada Ahad-Senin (25-26/8/2024) di Novotel Semarang kemarin. Dalam rangka […]

  • Memecah Kebisuan

    Memecah Kebisuan

    • calendar_month Rab, 20 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Tulisan berikut ini merupakan liputan hasil kegiatan bedah buku karya Dr. Nur Rofi’ah yang berjudul “Memecah Kebisuan (Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan Demi Keadilan): Respon NU” (2010). Buku yang memaparkan suara-suara perempuan yang mengalami kekerasan ini menghadirkan narasumber Dr. Nur Rofiah, pembahas Maman Abdurrahman, dan dimoderatori oleh Ulfah Mutiah Hizma. Dalam kegiatan kali ini, […]

expand_less