Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Belajar Menjadi Bijaksana

Belajar Menjadi Bijaksana

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 6 Jan 2015
  • visibility 490
  • comment 0 komentar
            Sejak manusia lahir ke dunia sudah dibekali dengan akal dan pikiran, untuk membedakan dari makhluk Tuhan lainnya. Sehingga manusia adalah sebagai makhluk Allah yang paling sempurna. Meskipun,kesempurnaan manusia jarang  digunakan sebagai mana mestinya. Ironis jika ada manusia dengan kesempurnaanya tak bisa menolong sesamanya. Bukankah sebaik-baik manusia itu yang bermanfaat untuk orang lain.
            M. Iqbal Dawami penulis senior, melalui buku terbarunya yaitu Hidup, Cinta, dan bahagia; telah memberikan angin segar serta perenungan akan nikmatnya hidup yang seringkali kita anggap sulit. Padahal kesulitan dan berbagai macam masalah yang sering kita hadapi tak lain muncul dari pikiran kita sendiri. Berbeda dengan orang yang memahami apabila hidup di dunia hanya sementara saja. Dengan berfikir seperti itu, hidup kita akan penuh makna dan bahagia. Karena makna dalam hidup adalah hal yang penting yang akan menjadikan kita merasa berharga.
            Sejenak saja, apabila kita mau merenungkan tentang kondisi apapun yang telah di berikan  Allah dengan merima dengan cinta maka hari-hari yang kita jalani akan bahagia. Sebab manusia lahir ke dunia mengemban misi dari Allah yaitu sebagai khalifah di muka bumi sekaligus hamba-Nya. Kedua misi inilah yang harus kita pegang baik-baik. Tuhan juga memberi kebebasan bagi hamba-Nya untuk “menerjemahkan” bentuk peran khalifah manusia. Anda bisa menjadi pejabat, guru, ustadz, petani, driver, pengusahan, dan lain-lain. Intinya, Anda boleh menjadi apa saja sesuai kondisi Anda saat ini. Itulah sebagi bentuk ekspresi khalifah di muka bumi. (hlm 71)
            Dengan menyadari apabila profesi apa pun yang sedang kita jalani saat ini adalah dari Allah. Maka pikiran kita akan lebih tenang dalam menjalani kehidupan. Karena hidup  bahagia adalah pilihan. Diri sendirilah yang menentukan bahagia dan tidaknya.Bersyukur adalah kunci awal agar kita bisa bahagia atas kondisi yang ada.
           Dalam buku ini juga menceritakan bagaimana ketika Pak Lintang hampir putus asa dengan penyakit kankernya. Pak Lim sebagai sahabatnya selalu memberi dorongan semangat. Kata-katanya begitu menyengat.” Anda harus kuat, Bro. jangan menyerah pada penyakit itu. Anda harus hidup. Enak saja mati duluan. Anak istrmu, siapa nanti yang memberi nafkah? Apalagi istrimu sedang hamil. Ayo, kamu harus sehat, kamu harus hidup, demi diri kamu, demi orang-orang yang kamu cintai.”(hlm 81)
           Penulis mencoba mereka kehidupan sehari-hari yang sederhana menjadi sebuah renungan yang menggelikan. Dari beberapa buku karya penulis sebelumnya seperti Anak Kecil mengubah Dunia (2010) Makin Kaya dan Bahagia dengan Keajaiban Memberi (2010), kisah kehidupan yang di ceritakan dalam buku sangat inspiratif.  Semisal kisah sederhana dengan keluarga dan anak-anak kita. Apabila kita mau merenungkan keseharian kita, maka hal itu akan menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk melatih menjadi bijaksana, dalam bersikap atau pun berkata kepada sesama.
         Orang yang mampu mensyukuri hidup yang di jalaninya adalah orang  hebat penuh dengan keajaiban, seperti kata-kata Thich Nhat Hanh seorang Buddhis, “Orang sering kali menganggap berjalan di atas air ata udara adalah suatu keajaiban. Padahal, keajaiban yang sesungguhnya adalah saat berjalan di atas bumi.  Setiap hari kita bersentuhan dengan keajaiban yang tak kita sadari; lamgit biru, awan putih, dedaunan hijau, warna hitam, keindahan dari mat ank-anak-kedua bola mata kita. Semua itu adalah keajaiban.”(146).
         Cinta adalah sumber kebahagian yang utama. Apabila kita mampu memberikan cinta kepada setiap orang sesuai dengan kadarnya masing-masing. Sedih dan beratnya menjalani kehidupan akan terasa ringan. Dalam tanda kutip, apabila kita mampu menebarkan cinta dengan penuh kebijaksanaan. Buku ini telah merekam berbagai lini kehidupan, tentang kisah-kisahnya yang sangat menyetuh dan menginspirasi. Terlepas dari kekurangan buku ini, karya terbaru penulis senior ini layak menjadi konsumsi menambah gizi dalam pikiran kita. Selamat membaca.

( Niam At-Majha; Penulis adalah pendiri Rumah Buku Kita).

Judul                : Hidup, Cinta, dan Bahagia
Penulis             : M. Iqbal Dawami
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit    : Desember, 2014
Tebal               : 160 hlm
ISBN               : 978-602-03-1144-9
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Pancasila dan Tiga Model Ukhuwah

    • calendar_month Sab, 19 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Oleh: Siwanto, MA Dalam perjalanan ‘melahirkan’ Indonesia, penetapan Pancasila sebagai dasar Negara merupakan suatu model penting. Sebab, penetapan Pancasila juga merupakan suatu trasformasi budaya yang tidak mudah untuk memadupadankan sekaligus menyatukan adanya kepelbagian. Bahkan jika melihat fakta-fakta historis, bangsa Nusantara telah memiliki modal sosial yang sangat berharga, suatu karakter kepribadian yang khas. Karakter itu tercermin […]

  • Porsema XIII Pati Resmi Dibuka, Ribuan Siswa Ma'arif NU Pati Beradu Talenta

    Porsema XIII Pati Resmi Dibuka, Ribuan Siswa Ma’arif NU Pati Beradu Talenta

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 675
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif Nahdlatul Ulama (Porsema) XIII tingkat Kabupaten Pati resmi dibuka di lapangan Safin Pati Sport School (SPSS) yang berada Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, pada Sabtu (9/8/2025) pagi. Kegiatan ini diikuti oleh 1.550 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA/SMK yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) […]

  • PCNU-PATI Photo by The Cleveland Museum of Art

    Puisi-Puisi Eska Mariska

    • calendar_month Ming, 19 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Pilu Kutatap pilu dua matamu merah-tertahan di antara dua muara hati memekik perih : runtuh bersama kisah sedihmu 1 Maret 2023 Sembunyi dalam Luka Banyak luka menyelami hidupmu menempuh jarak panjang menghadapi kisahmu dengan iringan tawa: yang ternyata duka bersembunyi dalam ramainya isi kepala dan bertahan dalam balutan kepura-puraan luar biasa, bahkan aku tak sanggup […]

  • Pesantren di Pati Diharapkan Bentuk Satgas Pencegahan Covid-19

    Pesantren di Pati Diharapkan Bentuk Satgas Pencegahan Covid-19

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka Pencegahan penyebaran virus covid-19 di kalangan pesantren dan  menyiapkan new normal yang telah ditetapkan oleh pemerintah, RMI PCNU Kabupaten Pati melaksanakan sosialisasi yang akan dilaksanakan diseluruh kecamatan Se-kabupaten Pati. RMI PCNU Pati bersama pengurus PCNU Pati, Team Satgas Covid-19 PCNU Pati melakukan Sosialisasi New Normal yang kemarin dilaksanakan (Senin, 29/06/2020)  di Ponpes […]

  • PC Pagar Nusa Dan LPBH NU dampingi Korban Penganiayaan

    PC Pagar Nusa Dan LPBH NU dampingi Korban Penganiayaan

    • calendar_month Sen, 8 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 460
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- Sebuah video viral di media sosial menggambarkan adanya mobil Calya berwarna merah menjadi sasaran perusakan massa. Tampak dalam video itu, mobil bernomor polisi H 1927 KR digulingkan oleh sejumlah warga. Diketahui, kejadian itu berada di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, pada Sabtu (6/5/2023) lalu. Usut punya usut, peristiwa itu terjadi karena warga setempat merasa […]

  • Kirab Budaya NU

    Kirab Budaya NU

    • calendar_month Sel, 19 Des 2017
    • account_circle admin
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Pati. Panji-panji NU dikibarkan di tengah kondisi kebangsaan yang terus digerus isu perpecahan. Para santri mendukung kiprah NU untuk berada di garda terdepan mengawal keutuhan NKRI. Ratusan santri Pondok Pesantren Roudhotul Tholibin mengibarkan panji-panji Nahdlatul Ulama (NU) saat menggelar kirab budaya dengan mengelilingi Desa Trimulyo, Kayen, 11/12/2017, kemarin. Terlebih, kelompok garis keras yang mengatasnamakan Islam […]

expand_less