Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ngumbah Godhong Gedang

Ngumbah Godhong Gedang

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
  • visibility 510
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Malam Nisfu Sya’ban, malam spesial bagi sebagian kalangan Muslim. Banyak argumen temtang letak keistimewaannya hingga amalan khusus untuk menyambutnya. Tentunya ada lusinan pro dan kontra dalam cara merayakannya, terutama dari golongan islam konservatif yang patok bangkrong hanya melihat ayat dan hadits. 

Di kalangan masyarakat Lereng Muria, memedomani bahwa beberapa malam sebelum Nisfu Sya’ban, hampir dipastikan hujan datang. Mereka bilang bahwa Tuhan memberikan rahmat hujan untuk ‘ngumbah godhong gedang’ (mencuci daun pisang). Sayangnya, soal fenomena ini belum ada riset dari BMKG. 

Daun pisang memang dulunya lazim digunakan sebagai pembungkus nasi berkat dalam perayaan apa saja termasuk Nisfu Sya’ban. Maka Allah sengaja menyucikannya lewat hujan sebagai semacam penghormatan untuk Nisfu Sya’ban. 

Pedoman semacam ini, jika diinterpretasikan mentah-mentah, ujungnya adalah vonis tahayul, bid’ah, khurafat dan kafir. Namun bagi sebagian kalangan yang berfikir, fenomena ngumbah godhong gedang murni sanepa (simbol).  

Begini, Nabi Besar Muhammad sudah pernah ngendikan bahwa setiap Nisfu Sya’ban, Allah mengampuni dosa hamba-Nya kecuali dua golongan, syirik dan syahna’. 

Syirik adalah mereka yang terlibat dalam penyekutuan Tuhan. Sementara syahna’ ialah mereka yang menginvestasikan kebencian dan menabung permusuhan dalam hatinya. 

Kembali ke tema! ‘Ngumbah godhong gedang’ adalah gerakan penyucian. Godhong atau daun merupakan manifestasi qalbu yang esensinya adalah keimanan. Agar isinya bisa suci, maka substansinya perlu ‘dilaundry’, dibersihkan sampai bebas syirik dan syahna’.

Ulama jawa, khususnya pantura timur secara sadar dan sengaja menggunakan simbol godhong untuk mempresentasikan hati agar masyarakat awam tidak njumbul, terkaget-kaget dengan dakwah Islam. 

Beliau-beliau tidak memperkenalkan istilah syirik untuk menyebut persekutuan, atau syahna’ untuk menyebut kebencian. Bahkan istilah qolb, fuad, nafs ditinggal jauh-jauh dan diganti dengan diksi yang lebih membumi. 

Bahkan lagi, tazkiyatun nafs (pembersihan hati) diganti redaksinya dengan  ngumbah godong gedang. Benar saja, masyarakat tidak lari dari Islam namun justru mendekat, merapat kemudian melekat. 

Mengislamkan tanpa vonis kafir, memghantarkan keimanan dengan lembut, santai dan kejernihan fikir. Takbir!. 

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LDNU Pati Bagikan Beras Sembako

    LDNU Pati Bagikan Beras Sembako

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Pati, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pati peduli terhadap korban terdampak Covid 19 di Kabupaten Pati. Dengan menyalurkan bantuan 750 kg beras yang dibagikan untuk lima kecamatan. Kelima kecamatan itu, Kecamatan Tayu, Kecamatan Gunung Wungkal, Kecamatan Wedarijaksa, Kecamatan Gembong dan Kecamatan Pati Kota. “Di tengah wabah Covid 19 hampir seluruh arus perekonomian terganggu, LDNU […]

  • Alumni Haramain yang Membeli ‘Ijazah Haji’

    Alumni Haramain yang Membeli ‘Ijazah Haji’

    • calendar_month Kam, 6 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 699
    • 0Komentar

      Maulana Karim Sholikhin* Sebagian calon jama’ah haji Indonesia, telah menduduki kota Makkah. Jumlahnya pun tak main-main, tahun ini, 241 ribu kepala diberangkatkan ke tanah haramain. Itu baru lima persen dari jumlah total jama’ah haji seluruh dunia. Bisa dibayangkan betapa crowded-nya di sana. Urusan ongkos pun tak bisa dibilang merakyat. Meski ‘hanya’ Rp 56 juta, […]

  • PCNU-PATI

    NU Pati Apresiasi Langkah Pemerintah Membongkar Warung Remang-Remang di Margorejo 

    • calendar_month Sen, 12 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Sejumlah warung remang-remang di wilayah Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, dibongkar oleh pihak berwenang, pada Senin (12/6/2023).  Warung-warung itu berada di sepanjang jalan raya Pati-Kudus. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Tengah terjun langsung melakukan pembongkaran tersebut.  Mereka juga di dampingi Satpol PP Pati, TNI, Polri, Bina Marga Jawa Tengah, pihak Kecamatan Margorejo hingga […]

  • LP Maarif NU Jateng adakan Seminar Kerukunan Umat Beragama

    LP Maarif NU Jateng adakan Seminar Kerukunan Umat Beragama

    • calendar_month Ming, 8 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Semarang – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bekerjasama dengan Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI menggelar Seminar Kerukunan Pelajar/Mahasiswa Lintas Agama bertajuk “Harmoni dalam Keberagaman” yang bertempat di Universitas Wahid Hasyim Semarang pada Sabtu, 7 Desember 2024. Dalam acara ini dihadiri oleh Rektor Unwahas Prof. Dr. H. Mudzakir Ali, Sekretaris LP […]

  • LAZISNU Pati Santuni Puluhan Anak Yatim dan Duafa

    LAZISNU Pati Santuni Puluhan Anak Yatim dan Duafa

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 522
    • 0Komentar

      Pati – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pati, santuni puluhan anak yatim dan duafa, di aula PCNU Pati, baru baru ini. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati bulan Muharram 1447 Hijriah. Ketua LAZISNU Pati, Edi Kiswanto mengatakan, pihaknya menggandeng Bank Central Asia (BCA) dan KSPPS Artha Bahana Syariah dalam menggelar […]

  • Konferensi MWCNU Kec Dukuhseti

    Konferensi MWCNU Kec Dukuhseti

    • calendar_month Kam, 28 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Pati. Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Dukuhseti menggelar konferensi pergantian pengurus. Penyusunan pengurus baru itu, agar bersama-sama memajukan Nahdlatul Ulama semakin berkembang dan mampu mengikuti tantangan Zaman. Acara konferensi bertempat di aula Mts Maharijul Huda Kembang Dukuhseti,(22/4) minggu lalu. Selain itu, MWC Dukuhseti diharapkan menjadi Majlis Wakil Cabang terbaik dalam bidang pertanian, karena di […]

expand_less