Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Silsilah Rasa dan Memori Santri, Buku “Sanad Rindu dari Kajen” Resmi Diluncurkan di PP Ar-Roudloh

Silsilah Rasa dan Memori Santri, Buku “Sanad Rindu dari Kajen” Resmi Diluncurkan di PP Ar-Roudloh

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
  • visibility 16.167
  • comment 0 komentar

​PATI – Sebuah karya literatur yang merangkum memori, spiritualitas, dan romantisme masa-masa nyantri resmi lahir. Buku berjudul “Sanad Rindu dari Kajen” sukses diluncurkan di Pondok Pesantren Ar-Roudloh, Kajen, Margoyoso, Pati, Kamis (25/6/2026).

Buku tersebut ditulis oleh sejumlah alumni madrasah maupun pesantren di Kajen. Di antaranya Angga Saputra, Siswanto, Zainal Abidin, Niam At Majha, Andi Syarqowi, Elin Khanin, Inayatun Najikah, Nur Hayati Aida, Aba Fariduddin, dan Taufiq Hakim.

​Acara peluncuran ini dihadiri oleh puluhan alumni, santri aktif, serta kiai setempat.

​Buku ini bukan sekadar catatan harian, melainkan sebuah ikhtiar literasi untuk mendokumentasikan “jalur silsilah” perasaan para alumnus terhadap tanah Kajen, sebuah desa yang dikenal sebagai salah satu episentrum spiritual dan pencetak ulama di Tanah Jawa.

Silsilah Rasa dan Memori Santri, Buku "Sanad Rindu dari Kajen" Resmi Diluncurkan di PP Ar-Roudloh

Silsilah Rasa dan Memori Santri, Buku “Sanad Rindu dari Kajen” Resmi Diluncurkan di PP Ar-Roudloh

Siswanto, salah satu penulis buku tersebut, mengungkapkan bahwa latar belakang penulisan karya ini berangkat dari sebuah pengakuan jujur dari hati seorang alumnus. Menurutnya, sejauh apa pun kaki melangkah dan ke mana pun arah pulang, hati seorang santri akan selalu memiliki jalur silsilahnya sendiri yang bermuara di Kajen.

​”Dalam tradisi pesantren, sanad adalah garis pertanggungjawaban ilmu agar tidak kehilangan berkah dan otentisitasnya. Namun, ketika sanad ini berkaitan erat dengan rindu, maknanya menjadi silsilah perasaan yang utuh,” kata Siswanto.

​”Rindu yang kita rasakan hari ini tidak tumbuh dari ruang hampa. Ia tersambung langsung ke hangatnya gotakan (kamar) pondok, bangku sekolah, hingga teduhnya tatapan para kiai. Ini adalah ‘Rindu yang Sahih’, murni, valid, dan tak terbantahkan karena kita semua benar-benar pernah melakoni hidup di sana,” tambah dosen Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) ini.

​Sementara itu Angga Saputra yang juga penulis buku tersebut, menekankan alasan kuat mengapa buku ini secara spesifik mengangkat nama Kajen. Menurutnya, Kajen bagi para alumni bukan sekadar nama geografis di Kecamatan Margoyoso.

“Kajen adalah episentrum spiritual. Di tanah inilah bersemayam Waliyyullah Syekh Ahmad Mutamakkin, sang hulu keberkahan. Mondok dan sekolah di Kajen berarti kita terhubung dalam satu ikatan sanad keilmuan dan spiritualitas yang sama,” jelas Angga.

​Alumnus Salafiyah Kajen ini menambahkan bahwa buku tersebut dirancang sebagai mesin waktu bagi pembaca untuk menyusuri kembali kenangan masa lalu. Mulai dari riuh suasana sekolah, kehangatan pondok, aroma tempat makan legendaris, hingga sudut Kajen yang menjadi saksi bisu perjuangan mereka.

​”Buku ini tidak ditulis untuk sekadar meratapi masa lalu yang telah lewat, tetapi untuk merawat ingatan. Agar di tengah bising dan kerasnya dunia luar, kita tidak pernah lupa pada ‘hulu’ tempat kita dibentuk. Bagi para alumni, selamat pulang dan selamat menyusuri kembali jalur sanad rindu ini,” tutur ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Pati ini.

Apresiasi tinggi terhadap kehadiran buku ini juga datang dari sejumlah tokoh, akademisi, dan intelektual Muslim. Penulis Buku Syekh Mutamakkin sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Peradaban Santri, Dr. Zainul Milal Bizawie, menyebut karya ini sangat asyik dan renyah untuk dinikmati.

​”Bahasanya ringan, enak dibaca, tapi kental banget sama tradisi santri Kajen yang autentik. Semoga dengan hadirnya buku ini, semakin banyak anak muda yang jatuh cinta dan betah mondok di Kajen. Karena di sini sanad ilmunya terjaga banget, ilmu yang tersambung langsung dari generasi ke generasi lewat para masyayikh yang mumpuni,” ujar dia.

​Senada dengan hal itu, Prof. Islah Gusmian, yang merupakan Alumni Madrasah Salafiyah sekaligus Guru Besar Tafsir dan Direktur Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta, menilai buku ini memiliki kedalaman rasa yang kuat. Bagi dia, buku ini berhasil menangkap esensi hubungan antara santri dan pesantrennya.

​”Sanad Rindu dari Kajen bukan sekadar kumpulan memoar, melainkan mosaik kenangan yang merawat hubungan batin antara murid, guru, dan kampung ilmu. Di tangan para alumni muda, Kajen hadir bukan sebagai ruang geografis yang beku dalam nostalgia, tetapi sebagai mata air nilai yang terus mengalir dalam perjalanan hidup mereka,” ungkap Prof. Islah.

​Sementara itu, Ketua PBNU Bidang Media dan Advokasi sekaligus Co-Founder NU Online, Savic Ali, menegaskan bahwa Kajen adalah tempat ribuan manusia menyimpan kenangan akan susah-senangnya menimba ilmu dan mencari berkah.

​”Masyarakatnya, kiai-kiainya, makam-makam masyayikh, dan terutama Mbah Mutamakkin, akan senantiasa melekat di relung santri yang menghayatinya. Dan buku ini adalah rekaman pertama atas kenangan-kenangan yang tak mungkin hilang atas Kajen, desa yang punya sejarah panjang dalam penyebaran ajaran dan keilmuan Islam di Jawa bagian utara,” tutur dia.

​Melalui peluncuran buku “Sanad Rindu dari Kajen” ini, diharapkan nilai-nilai sarat berkah dari para kiai dan bumi Kajen dapat terus mengalir dan menjaga identitas santri di mana pun mereka mengabdi.

​Buku ini tidak langsung tersedia secara ready stock, tetapi dapat dimiliki oleh khalayak luas, khususnya para pencinta literasi pesantren melalui sistem pemesanan Pre-Order (PO) yang kini telah resmi dibuka.

Adapun PO bisa melalui nomor 0896-5465-6722 (Siswanto) atau 08157608923 (Angga)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Asmui Sadzali, Ulama, Politisi, dan Negarawan Pemberani

    KH Asmui Sadzali, Ulama, Politisi, dan Negarawan Pemberani

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 562
    • 0Komentar

    KH Asmui Sadzali dipanggil Yang Mahakuasa, Selasa, 24 September 2019/ 25 Muharram 1441 di Pati Jawa Tengah. Baca: KH. Asmu’i Sadzali, Musytasyar dan Mantan Rois PCNU Pati, Wafat Kiai Asmui adalah sosok organisator yang malang melintang di NU Pati. Ketika Penulis masih studi di PP Raudlatul Ulum Kajen, asuhan KH Ahmad Fayumi Munji, Penulis sering melihat […]

  • KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 696
    • 0Komentar

    KH. Maimun Zubair adalah Ulama besar yang lahir di Indonesia. Pemikiran dan karyanya Tidak hanya dikaji di Indonesia, tapi juga dunia. Beliau meskipuntidak belajar di perguruan tinggi, tapi wawasannya yang luas dan pergaulannya yang mendunia, pemikirannya menjadi rujukan umat Islam dan dunia. Beliau produk asli Pesantren. Setelah dididik dengan keras dan disiplin oleh ayahnya, seorang Ulama besar, KH […]

  • PK IPNU IPPNU MA Rudlatusy Syubban Adakan Makesta

    PK IPNU IPPNU MA Rudlatusy Syubban Adakan Makesta

    • calendar_month Sel, 25 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Salah satu prosesi Makesta PK IPNU-IPPNU Raudlatusy Syubban MARGOYOSO – Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU Raudlatusy Syubban sukses adakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) pada Kamis-Jum’at (20-21/1). Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai proses kaderisasi pertama untuk anggota IPNU IPPNU.  Kegiatan yang berlokasi di MA Raudlatusy Syubban, Desa Sekarjalak, Kecamatan Margoyoso ini diikuti sedikitnya 49 peserta.  Materi yang disampaikan […]

  • Innalillahi, Ketua PBNU Wafat

    Innalillahi, Ketua PBNU Wafat

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 515
    • 0Komentar

    JAKARTA-Kabar duka kembali menyelimuti NU. Setelah kepergian KH. Maimun Zubair (mustasyar PBNU), datang lagi berita meninggalnya salah satu Ketua PBNU. H. Sulton Fatoni berpulang ke hadirat Allah pada Kamis (8/8) pukul 00.03 WIB dini hari tadi. H. Sulton Fatoni (foto : NU Online) Kepulangannya diiringi tangis pilu keluarga dan kesedihan mendalam bagi NU. Pasalnya belum […]

  • Sidang Komisi IPNU/IPPNU, Peserta : Semoga Berdampak Sampai Bawah

    Sidang Komisi IPNU/IPPNU, Peserta : Semoga Berdampak Sampai Bawah

    • calendar_month Sen, 19 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 600
    • 0Komentar

      Ketua IPNU, Moh Salman (kiri) dan Ketua IPPNU, Sulistiani (berkaca mata) saat memantau jalannya sidang komisi PATI-Sidang Komisi yang merupakan rangkaian Konfercab PC IPNU/IPPNU Pati telah dilaksanakan Minggu (18/7) kemarin. Berpusat di aula lantai tiga gedung PCNU Pati, sidang tersebut dilaksanakan secara virtual.  Sidang yang dihadiri oleh seluruh pengurus IPNU dan IPPNU dari berbagai […]

  • Ribuan Keluarga NU Dzikir Bersama

    Ribuan Keluarga NU Dzikir Bersama

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Hariati (kanan) bersama keluarga kecilnya sedang mengamalkan ijazah dari PCNU Pati untuk menangkal covid 19 PATI-Ribuan Keluarga NU di Pati serentak membaca sholawat nariyah malam ini, Sabtu (4/4). Hal ini sejalan dengan intruksi PCNU Pati terkait usaha lahiriyah melawan covid 19 yang kini sedang merebak. Tujuannya bukan hanya membebaskan corona dari Kabupaten Pati, namun juga […]

expand_less