Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Sejuta Tangan dalam Secangkir Kopi 

Sejuta Tangan dalam Secangkir Kopi 

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
  • visibility 426
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin* 

Sekarang bayangkan! (Mungkin pembukaan ini cukup intimidatif, tapi lanjutkan saja!) Pagi buta bercampur gerimis yang dingin memang waktu yang baik untuk membuat secangkir kopi panas. 

Hidupkan kompor, seduh air hingga mendidih, lalu siapkan bubuk kopi dan gula. Setelah air matang, tunggu barang semenit, lalu tuangkan kedalam cangkir berisi kopi dan gula, aduk sampai rata. 

Sesimpel itu lah kebahagiaan, padahal nyatanya tidak. Salah besar jika kita menilai, membuat kopi di pagi hari sesederhana itu. 

Kalau tidak percaya, kita mulai dari kopinya. Mula-mula, petani melakukan pembeninan kopi, kemudian menyeleksi benih terbaik. Lalu, mereka menanamnya di lokasi yang pas, ketinggiannya pas, suhunya pas, tak terlalu hangat, tidak pula terlalu beku. 

Beberapa tahun kemudian pohon distek, jika perlu. Jangan lupa air juga pupuk. 

Singkat cerita, kita sampai pada proses panen. Kopi disortir berdasarkan warna, kopi lanang-kopi wedok dan lain sebagainya. Angkut menuju arena penjemuran, penggorengan dan penggilingan hingga tersaji bubuk kopi yang siap kita santap dalam dinginnya pagi (jangan lupakan pula pihak distributor). 

Soal seduh menyeduh pun tak kalah ribet. Kompor, panci plus gas LPG 3kg. Prosesnya begitu panjang. Produksi hingga distribusi sampai kita mendapatkan benda-benda itu di toko, panjang, rumit dan butuh banyak orang. 

Jika harus berterima kasih, maka kita harus mengucapkannya kepada puluhan atau ratusan petani kopi, pemilik lahan kopi yang mendapatkan hidayah untuk menanami lahan kopi. 

Belum lagi sopir pengangkut kopi, tukang giling, distributor, Pertamina yang bikin gas LPG dan BBM, bapak-bapak warung kelontong yang menjual kopi sehingga kopi bubuk sampai ke tangan kita. 

Termasuk para engeneer pabrik Mitsubishi yang menciptakan truk Canter sebagai moda angkutan, awak kapal yang membawa mesin-mesin truk, dari Jepang ke Indonesia, pabrik karoseri. Pemgrajin keramik yang membuat cangkir, petani tebu dan karyawan pabrik yang membuat gula, dan sebagainya dan sebagainya. 

Secangkir kopi pagi! satu aspek kecil dalam hidup yang kita kira sederhana ternyata membutuhkan ribuan tangan untuk merealisasikannya. Bagaimana dengan kebutuhan-kebutuhan lain? 

Tanpa sadar, kita hidup kita hingga detik ini terjadi berkat jutaan tangan tak terlihat. Jadi, masihkah layak bagi manusia untuk saling membenci? 

Bisa jadi, mas-mas yang kita pisuhi karena nyebrang sembarangan adalah sopir gas LPG yang membuat kita bisa menyeduh kopi pagi. Atau mungkin ibu-ibu yang kita acuhkan adalah karyawan Polytron, yang membuat TV, sehingga kita bisa mengakses informasi dari penjuru dunia.() 

*Penulis adalah pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menggali Potensi Lokal

    Menggali Potensi Lokal

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Juwana mengadakan Konferensi, hal tersebut di lakukan sesuai dengan ketentuan dalam organisasi Nahdlatul Ulama apabila sudah berakhir masa jabatan maka akan di lakukan reorganisasi. bertempat di Kantor MWCNU Juwana Jl. Juwana Tayu Km 2 Dukutalit Juwana. Selasa, 28/3. Setelah Ketua Siswoyo memberikan laporan pertanggung jawaban perjalanan […]

  • PCNU-PATI

    Beragama dan Bernegara Harus Menyenangkan

    • calendar_month Jum, 16 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Temanggung – KH. Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) mengatakan bahwa beragama dan bernegara harus menyenangkan. Sebab, kalau tidak menyenangkan maka ada yang salah dalam beragama dan bernegara seorang. “Pada hakikatnya, agama lahir sebagai solusi bukan sebagai problem,” kata Gus Miftah dalam Talk Show Bersama Gus Miftah bertajuk ‘Orasi Kebangsaan Beragama Berbangsa yang Happy dan […]

  • PCNU - PATI

    Guruku Orang Orang Dari Pesantren

    • calendar_month Jum, 24 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Guruku Orang-orang dari Pesantren menceritakan perjalanan hidup KH. Saifuddin Zuhri, mulai periode awal pendidikannya di sekitar akhir dekade 1920-an, sampai sekitar tahun 1955, ketika ia telah menjadi salah satu tokoh NU.  Buku ini dibagi menjadi 10 bab, yakni: “Di Ambang Pintu Pesantren”, “Madrasahku cuma Langgar”, “Tokoh-tokoh Pengabdi tanpa Pamrih”, Apresiasi terhadap Rasa Seni”, “Memasuki Persiapan […]

  • Cika Pimpin Pemudi NU Gembong

    Cika Pimpin Pemudi NU Gembong

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 654
    • 0Komentar

    Munfarichah, ketua baru PAC Fatayat NU Gembong menyampaikan sambutannya usai konferensi GEMBONG – Munfarichah, terpilih sebagai pemimpin baru PAC Fatayat NU Gembong. Keputusan ini merupakan hasil dari Konferensi Fatayat NU Gembong yang dilaksanakan Minggu (31/10) di Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong.  Wanita yang akrab disapa Cika tersebut menggantikan posisi Durrotun Nihayah yang telah memimpin Fatayat […]

  • Gus Rozin Fokus Mengembangkan SDM NU, Berangkatkan Siswa Kuliah di Tiongkok

    Gus Rozin Fokus Mengembangkan SDM NU, Berangkatkan Siswa Kuliah di Tiongkok

    • calendar_month Sen, 24 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18.981
    • 0Komentar

    Semarang – Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing global menjadi pilar utama kepemimpinan KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. Komitmen ini dibuktikan secara nyata melalui pelepasan delapan siswa-siswi kader NU terpilih yang berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Tiongkok. Acara pelepasan peserta beasiswa berlangsung […]

  • Anggota DPRD Pati Respon Aksi Kadus Mbotok Winong yang Sempat Hina Koin NU

    Anggota DPRD Pati Respon Aksi Kadus Mbotok Winong yang Sempat Hina Koin NU

    • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    PATI – Baru-baru ini sedang ramai terkait adanya dugaan penghinaan terhadap Koin NU yang dilakukan oleh Suharto, seorang Kepala Dusun (Kadus) Mbotok, Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, Pati. Kadus ini sempat mengunggah foto kaleng Koin NU dengan narasi yang mengarah ke suatu penghinaan. Melalui akun Facebook Mangkudiponggolo Putro, Suharto mengunggah kaleng Koin NU dengan caption ”jiwa […]

expand_less