Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kontribusi NU dalam Mengentaskan Moralitas Bangsa

Kontribusi NU dalam Mengentaskan Moralitas Bangsa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 16 Sep 2023
  • visibility 503
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Pendidikan di Indonesia erat sekali dikaitkan dengan sistem pembelajaran yang dilakukan oleh guru kepada peserta didik. Dimana dalam proses belajar baik formal maupun non-formal tentunya guru memiliki standar masing-masing dalam memberikan materi kepada peserta didik. Hal ini dimaksud untuk mempermudah transfer pembelajaran antara guru dan murid.

Sedangkan dalam pendidikan formal, idealnya penilian dalam proses pendidikan mencakup tiga dimensi, yaitu dimensi keluasan pengetahuan, dimensi kesalehan vertikal, dan dimensi kesalahan horizontal. Ini artinya bahwa hasil pendidikan tidak hanya mencerminkan keluasan pengetahuan yang diperoleh anak didik, akan tetapi juga mencerminkan sosok pribadi yang shaleh, yakni sosok pribadi yang memiliki kesadaran untuk mengabdi kepada Tuhannya dan juga berprilaku yang terpuji dengan sesame manusia. Itulah gambaran dari konsep pendidikan agama yang berbasis moral.

Selama ini yang terjadi dalam dunia pendidikan Indonesia digambarkan pada output pendidikan berhasil secara keilmuan, akan tetapi tidak berhasil mencerminkan sosok pribadi yang shaleh (insan kamil). Kenyataan ini bisa dilihat masih banyaknya kalangan pelajar dan mahasiswa atau bahkan guru dan dosen yang notabene sebagai masyarakat terdidik terlibat dalam tindak penyelewengan sosial dan seksual, mulai dari konsumsi narkoba, perselingkuhan, pergaulan bebas dan lain sebagainya.

Menurut hemat penulis, kegagalan pendidikan di Indonesia yang belum mampu mencerminkan peserta didik dan output pendidik yang bermoral diduga disebabkan adanya kekeliruan dalam tiga hal, pertama, tolok ukur yang dipakai dalam menilai keberhasilan peserta didik, kedua, paradigm guru dan dosen dalam proses pembelajaran dan ketiga, partisipasi orang tua, keluarga dan masyarakat.

Sebagai upaya untuk mewujudkan anak didik yang bermoral (akhlaqul karimah), maka ketiga hal tersebut perlu diperbaiki melaului paradigma baru, yaitu (1) dalam menilai keberhasilan anak didik harus menitik beratkan pada aspek efektif, psikomotorik, dan kognitif secara total bukan parsial. (2) paradigma guru sebagai pendidik harus memadukan secara total antara penanaman nilai-nilai moral (transfer of value) melalui keteladanan sikap dan perilaku serta pemberian materi keilmuan (transfer of knowledge). (3) orang tua dan masyarakat perlu secara aktif untuk mendidik putara dan putrinya.

Untuk bisa mengantarkan anak didik menuju kedewasaan berfikir, bersikap dan berperilaku terpuji (akhlaq al-karimah), maka sangat diperlukan kerjasama intensif antara sekolah, orang tua (keluarga) dan masyarakat karena pada dasarnya ketiga institusi pendidikan tersebut juga sama-sama sebagai stakeholders dari ouput pendidikan dan sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Konsep pendidikan yang berbasis moral dapat dilakukan oleh semua institusi pendidikan mulai dari sekolah, masyarakat sampai keluarga dengan model atau pendekatan yang beraneka ragam, akan tetapi mempunyai tujuan yang sama yaitu mewujudkan generasi penerus bangsa yang bermoral (berakhlak mulia). Sebab tanpa adanya modal utama “akhlak mulia” kedepan bangsa Indonesia akan terus terpuruk disebabkan oleh degradasi moral generasi penerus bangsa.      

Adapun dalam hal ini salah satu bentuk usaha NU untuk menciptakan konsistensi dan keutuhan langka perjuangannya dalam pendidikan ialah menegaskan arah dan meletakkan landasan dasar kebijakan pengembangan program pendidikan di lingkungan NU. Modal pendidikan yang dimiliki NU dikembangkan sehingga dapat memainkan peranan khusus dan memberikan sumbangan berharga untuk upaya penataan kembali sistem pendidikan nasional.

Peranan maupun sumbangan tersebut pada dasarnya dapat dilihat sebagai berikut. Pertama, sistem pendidikan yang dikembangkan NU berwatak mandiri misalnya dalam pengelolaannya. Sehingga jiwa kemandirian tersebut bila dikembangkan dapat menjadi sumbangan bagi pendidikan nasional. Kedua, perpaduan antara jiwa penggerakkan dan keharusan mengorganisasikan diri untuk menjadi insan yang mempunyai berkarakter mandiri. Ketiga, Menjadikan insan yang berakhlaq al-karimah dengan melalui LP. Ma’arif NU dalam memberikan pendidikan aqidah akhlak dan menanamkan niali-nilai agama terhadap peserta didik.

Dengan demikian, melalui LP. Ma’arif peran NU dalam pendidikan sangat dibutuhkan untuk mengentaskan akar persoalan moralitas bangsa. Yakni dengan cara mentrasformasikan nilai-nilai keagamaan kedalam lembaga sekolah. Melalui lembaga inilah NU bergerak untuk mengentaskan moralitas  bangsa Indonesia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam Tirakatan PPSA Berlangsung Sakral

    Malam Tirakatan PPSA Berlangsung Sakral

    • calendar_month Sen, 16 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Ustadz Asmu’in (tengah) sedang membaca manaqib Syaikh Abdul Qodir al Jilani di dampingi Gus Faiz Aminuddin (pegang mic) dalam acara malam tirakatan 17 Agustus 2021 di Ponpes Shofa Az Zahro’ (PPSA) Gembong-Pati GEMBONG-Ponpes Shofa Az Zahro’ (PPSA) Gembong, Senin (16/8) malam ini menyelenggarakan malam tirakatan 17 Agustus 2021. Ini merupakan agenda puncak dari rangkaian acara […]

  • KH. Minan, Orang Pertama yang Mengisi Koin Muktamar di Pati

    KH. Minan, Orang Pertama yang Mengisi Koin Muktamar di Pati

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

    PATI-Bertajuk kemandirian Ummat, Muktamar NU ke-34 yang akan dihelat di Lampung kian bergaung. Koin Muktamar yang digagas oleh PBNU sudah mulai digalakkan hingga ke akar rumput. K. Niam Suratman, ketua Lazisnu Pati memberikan sosialisasi Koin Muktamar dan Koin NU (untuk kemaslahatan ummat) saat acara launching Koin Muktamar di aula PCNU Pati Minggu (2/2) siang PCNU […]

  • PCNU-PATI

    NU Banyak Berkontribusi untuk NKRI

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Pcnupati.ori.id- Temanggung – Momentum upacara apel peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Temanggung dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (31/1/2023). Apel sendiri diikuti sekira sebanyak 15 ribu Nahdliyin, ynag memenuhi Alun-alun Kota Tembakau itu. Dalam sambutannya Ganjar Pranowo menyampaikan tentang peran penting NU terhadap bangsa. “Kontribusi NU sangat banyak, baik […]

  • 1.442 Calon Jamaah Haji Pati Ikuti Manasik

    1.442 Calon Jamaah Haji Pati Ikuti Manasik

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id, Pati – Sebanyak 1.442 calon jemaah haji asal Kabupaten Pati mulai mengikuti manasik haji di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (26/2/2025). Mereka tampak khidmat mendengarkan arahan dan pembekalan dari para petugas. Wabup Pati, Risma Ardhi Chandra membuka secara resmi kegiatan Manasik Haji 2025 di Pendopo Kabupaten Pati. Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan bahwa kegiatan manasik […]

  • PAC PERGUNU Gembong Gelar Konferancab

    PAC PERGUNU Gembong Gelar Konferancab

    • calendar_month Rab, 24 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    GEMBONG – PAC Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) KEcmaatan Gembong Kabupaten Pati Kemarin menggelar konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang dihadiri oleh MWC NU, PC Pergunu Pati, Guru semua jenjang pendidikan Serta Ustadz dan Ustadzah Perwakilan dari Badko TPQ, FKDT Madin dan beberapa tamu undangan lainnya.   Kegiatan yang berlangsung di pondok pesantren Shofa Az Zahro […]

  • Lazisnu Klakahkasihan Tuai Pujian dari Ketua MWC-NU

    Lazisnu Klakahkasihan Tuai Pujian dari Ketua MWC-NU

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    GEMBONG – pcnupati.or.id – Tarling (Tarawih Keliling) MWC-NU Kecamatan Gembong putaran terakhir, berlangsung malam ini. Kegiatan yang disinergikan dengan Forkopimcam tersebut finish di Masjid Fathur Rohman, Dukuh Gondoriyo, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong. Bukan hanya Tarawih, diujung acara tersebut juga diisi dengan tausyiyah dan santunan. Hal ini juga dilaksanakan pada malam-malam sebelumnya. “Alhamdulillah ini berkat Lazisnu. […]

expand_less