Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » ‎Naharul Ijtima’, Awali Harlah NU ke-100 Masehi di Temanggung

‎Naharul Ijtima’, Awali Harlah NU ke-100 Masehi di Temanggung

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
  • visibility 8.329
  • comment 0 komentar

‎
‎Temanggung – Bertempat di aula KBIHU Babussalam NU Temanggung, Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung menggelar Naharul Ijtima’ bertajuk “Ngawiji Kinabekten, Mituhu Ing Kapesten” pada Selasa (27/1/2026).
‎
‎Selain jajaran PCNU, kegiatan itu diikuti ratusan peserta dari unsur MWC NU, Lembaga dan Badan Otonom PCNU Kabupaten Temanggung, BPP INISNU, INISNU Temanggung, AKPER Al-kautsar, KBIHU Babussalam NU dan undangan.
‎
‎Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Harlah NU ke-100 Masehi yang dilaksanakan di Kota Tembakau tersebut.
‎
‎Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Temanggung KH Muchamad Nurul Yaqin (Gus Nurul Yaqin) menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemikat jam’iyyah.
‎
‎”Kegiatan ini, semoga menjadi bagian penting sebagai pemikat, bagian ikhtiar kita dalam menjaga soliditas, pemikat rohani kita di lembaga NU, MWC NU, Tanfidziyah NU untuk sungkem, ngamini, mirengaken tausiyah dari kasepuhan kita,” kata Gus Nurul.
‎
‎Meski saat ini, lanjutnya, NU harus menyesuaikan dengan program dan perkembangan zaman, namun melalui ini, kita setidaknya bisa nderek nyadong doa, dan berkah dari jamiyah ini
‎
‎Kegiatan ini merupakan Kick Off Harlah NU ke-100 Masehi di PCNU Kabupaten Temanggung. “Semoga momen ini menjadi wahana meningkatkan motivasi di tingkat struktur NU dari tingkat bawah sampai atas,” katanya.
‎
‎Pihaknya mengajak semua hadirin benar-benar meluangkan waktunya, untuk menggerakkan pengurus Ranting NU, MWC NU, PCNU, Lembaga dan Badan Otonom, agar besok pada Puncak Harlah NU ke-100 Masehi, di Apel 10.000 Kader dan Parade bareng-bareng rawuh di Alun-alun agar masyarakat tahu bahwa NU terus melayani umat, lewat Masjid, Majelis Taklim, Lembaga-lembaga pendidikan di bawah PCNU Temanggung
‎
‎”Perlu kita tampakkan kesolidan dan kekompakkan kita besok Sabtu 31 Januari 2026 di Alun-Alun Temanggung, ” tegasnya.
‎
Sementara itu, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Temanggung KH. Muhammad Furqon menegaskan bahwa Naharul Ijtima’ adalah kegiatan penting dan bentuk mengikuti tata kelola organisasi
‎
‎Pentingnya Naharul Ijtima’, menurutnya, untuk menegaskan kedaulatan ekonomi, kedaulatan kesehatan, kedaulatan pendidikan dan politik.
‎
‎”NU harus bersatu. Harus menjadi pelopor dalam segala hal,” ajaknya.
‎
‎Kegiatan diakhiri dengan pembacaan Kitab Hikam oleh KH. Yacub Mubarok dan doa bersama. (Ibda).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fatayat NU Kawal Kasus di Polres Pati, Tegaskan Keadilan untuk Korban

    Fatayat NU Kawal Kasus di Polres Pati, Tegaskan Keadilan untuk Korban

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.442
    • 0Komentar

    PATI – Upaya mengawal keadilan bagi korban kembali ditegaskan oleh Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pati. Bersama sejumlah badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama lainnya, Fatayat melakukan kunjungan ke Kepolisian Resor (Polres) Pati pada Senin (4/5/2026). Kunjungan tersebut dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris PC Fatayat NU Pati, serta Ketua LKP3A (Lembaga Konsultasi, Pemberdayaan Perempuan, dan […]

  • a person holding a book with henna on their hands

    Mahakarya Pernikahan

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Pernikahan menjadi resolusi hampir semua lajang di muka bumi. Tak peduli apakah mereka miskin atau kaya, tampan atau pas-pasan, jomblo maupun jadian, semua menginginkan sebuah ending bernama pernikahan. Namun benarkah menikah adalah akhir? Kenyataannya tidak! Ada badai, topan dan gelombang tinggi yang kudu dilalui paskanya. Mempersatukan presepsi hingga memahami satu sama […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Teruslah Bekerja, Jangan Berharap THR!

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.334
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Detik-detik terakhir menjelang Lebaran Idulfitri 1447 H saya kepikiran berbagi Tunjangan Hari Raya (THR). Meski sederhana berupa jajan, parcel, sajadah, dan sarung, namun bagi saya memberi itu penting. Ya, tentu di akhir Ramadan seperti ini, suasana di banyak ruang kerja sering mengalami perubahan psikologis yang unik sekaligus menarik. Sebelumnya fokusnya […]

  • Perayaan HSN se-Kabupaten Pati Berlangsung Semarak, Ini Agendanya

    Perayaan HSN se-Kabupaten Pati Berlangsung Semarak, Ini Agendanya

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 0Komentar

    PATI-Semarak Hari Santri Nasional (HSN) 2019 sudah mulai tercium. Perayaan yang puncaknya dihelat pada 22 Oktober ini, telah dirayakan oleh sebagian warga sebelum tanggal tersebut. Pengurus Besar PBNU Mengintruksikan untuk membaca sholawat nariyah untuk warga nahdliyin dalam skala nasional. PBNU menargetkan akan adanya 1 miliyar sholawat untuk keselamatan negeri dalam memperingati HSN tahun ini. Salah […]

  • PCNU-PATI

    NU dan Kesadaran Kebangsaan dalam Pluralitas Bernegara

    • calendar_month Sab, 24 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan pada 31 Januari 1926 lahir dari gagasan sejumlah kiai pesantren yang tersebar di Pulai Jawa-Madura. Paling tidak, ada dua sosok kunci yang berjasa dalam tumbuh-kembangnya NU, yakni Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah. Jika KH. Wahab sebagai penggerak organisatornya, maka Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari  […]

  • PCNU-PATI Photo by Microsoft 365

    Menjadi Guru untuk Diri Sendiri, Syukur-syukur Orang Lain

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 520
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Dulu, saya sering resah saat memberi ceramah, entah itu bentuknya khutbah jumat, idul fitri, idul adha, maupun kultum. Resah karena merasa tidak pantas menceramahi orang, sedang diri sendiri masih belangsakan. Tapi setelah mendapat nasihat dari dua orang guru, perasaan itu menjadi hilang. Guru pertama mengatakan bahwa penceramah sama halnya profesi […]

expand_less