Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mahakarya Pernikahan

Mahakarya Pernikahan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
  • visibility 537
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Pernikahan menjadi resolusi hampir semua lajang di muka bumi. Tak peduli apakah mereka miskin atau kaya, tampan atau pas-pasan, jomblo maupun jadian, semua menginginkan sebuah ending bernama pernikahan.

Namun benarkah menikah adalah akhir? Kenyataannya tidak! Ada badai, topan dan gelombang tinggi yang kudu dilalui paskanya. Mempersatukan presepsi hingga memahami satu sama lain menjadi persoalan baru yang menimbulkan badai itu.

Namun agar tak terkesan horor, penulis mencoba menamai persoalan-persoalan itu sebagai sebuah seni. Menurut KBBI, seni adalah karya yang diciptakan dengan keahlian luar biasa.

Lantas dimana luar biasanya sebuah pernikahan? Bukankah hampir setiap orang menikah?

Tepat! Semua orang yang sudah akad di depan penghulu, memang menyandang status menikah. Hanya saja, apabila salah memakna, pernikahan batal menjadi karya, gagal menjadi seni. Jika menikah cuma berdalih ranjang dan gengsi, tanpa memperhatikan kaidah-kaidah pernikahan–seperti saling memahami dan menghargai–asal ada uang dan calon mempelai, semua orang bisa menikah.

Keahlian mencari momen presisi untuk menasihati isteri tanpa merendahkannya, atau shalat subuh berjamaah di sudut ruang rumah, haha hihi di antara meja makan meski hanya berlauk tumis kacang dan tempe goreng saat tanggal tua, rela menunda pashmina branded demi membeli ban mobil suami, batal nonton bola sebab menemani istri menikmati sinetron kesayangan dan sukses merubah mindset-mindset negatif pasangan menjadi pola fikir positif tanpa mereka sadari. Bukankan itu bagian dari karya besar yang membutuhkan keahlian luar biasa?

Di luar sana, banyak rumah tangga gagal lantaran isi dompet yang hanya di huni Patimura, suami kepincut wanita bohay, istri kesengsem pejabat gendut, sampai disintegrasi prinsip yang berakhir: ‘ternyata kamu terlalu baik buat aku’. Bahkan geger geden dalam rumah pun banyak dipicu masalah remeh temeh, misal: sop sapi yang lebih banyak garamnya daripada daging.

Api-api kecil ini bisa membumi hangus rumah bahkan kampung jika tidak dijinakkan oleh tangan lembut para suami dan kebesaran hati para istri. Dua sijoli inilah penentu apakah segepok tanah liat akan menjadi mahakarya patung Huishan? batu bata kah? atau sekadar sampah tak berguna.

Maka, mencari pasangan yang bisa menjadi sahabat sangat direkomensasikan dalam hal menciptakan sebuah karya pernikahan. Fisik maupun finansial yang baik hanyalah prioritas ke tujuh. Satu sampai enam-nya adalah sabar untuk saling memahami.

Dengan kata lain, mahakarya pernikahan hanya dapat dicipta dengan memperkuat persahabatan antar dua sijoli setiap saat, sepanjang hayat. Seperti yang dituturkan oleh De Montaigne bahwa, pernikahan yang langgeng adalah yang corak persahabatannya kuat.

Mahligai yang mengiklimkan ‘cuaca kehidupan’ seperti ini, layak disebut mahakarya, sebab tak mudah membangunnya. Penciptanya pun pantas dinobatkan sebagai seniman.

 

*penulis adalah mudir di Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Sediakan 5000 Kotak Koin NU

    PCNU Sediakan 5000 Kotak Koin NU

    • calendar_month Sen, 30 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    PATI-PCNU Kabupaten Pati bersama Lazisnu berkolaborasi meningkatkan perekonomian NU. Baru-baru ini, dilaksanakan Launching koin NU. Berlokasi di Gedung PCNU Pati, launching koin NU tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh struktural NU. Mulai pengurus harian hingga Badan Otonom (Banom) tampak antusias mengikuti acara launching yang dilaksanakan secara sederhana, Minggu (29/12) malam. Prosesi launching koin NU di Gedung […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Sound Horeg dan Marwah Takbir Keliling

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.909
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Sejak merantau di Semarang sekira 2008 silam, saya sudah tak terlalu aktif mengikuti perkembangan takbir keliling di Kabupaten Pati. Wajar ya, karena sudah tak menetap di sana. Saya amati, dalam satu dekade terakhir, tiap acara rakyat dipastikan ada horeg atau sound horeg (ada yang menulis sound horek). Entah itu acara […]

  • Mbah Maimun Zubair Wafat di Makkah

    Mbah Maimun Zubair Wafat di Makkah

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 754
    • 0Komentar

    Innalillahi wainnailaihi raiji’un, Mbah Moen, KH. Maimun Zubair wafat di Makkah. Ulama kharismatik asal Sarang Rembang yang juga menjabat sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dikabarkan wafat disela-sela menunaikan ibadah haji di Makkah. Sebagaimana NU Pati lansir dari situs NU Online, kabar meninggalnya Mbah Moen (panggilan KH. Maimun Zubair) datang dari Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah […]

  • Konsolidasi Kegiatan Silaturrahim dan Turba MWC NU Wedarijaksa

    Konsolidasi Kegiatan Silaturrahim dan Turba MWC NU Wedarijaksa

    • calendar_month Jum, 19 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 669
    • 0Komentar

    KH. Munadi (Rois Syuriah) memberikan pengarahan terkait persiapan kegiatan. Dok: Mubarok Wedarijaksa – Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kec. Wedarijaksa sore ini (19/7) mengadakan rapat konsolidasi persiapan kegiatan besar di Kantor MWC NU Wedarijaksa. Rapat yang dipimpin langsung oleh M. Nabhan Ulin Nuha selaku ketua Tanfidziyah itu mengagendakan jadwal kegiatan Silaturrahim dan Turba ke […]

  • Haul Tokoh NU, Empat Malam Pembacaan Manaqib Mbah Karim

    Haul Tokoh NU, Empat Malam Pembacaan Manaqib Mbah Karim

    • calendar_month Ming, 17 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Para santri menyimak pembacaan manaqib KH. Muhammad Karim dari Gus Faiz Aminuddin, Sabtu (16/10) malam.  GEMBONG – Haul KH. Muhammad Karim ke-38 yang akan berlangsung minggu depan, telah bergema. Rangkaian kegiatan yang sudah dimulai sejak Jumat (16/10) lalu.  “Sebelum agenda inti, tanggal 23 sampai 24 Oktober malam, ada rangkaian acara yang sudah kami mulai sejak […]

  • Tebasan padi

    Tebasan padi

    • calendar_month Sel, 24 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 888
    • 0Komentar

    Sering kita dengar praktek penjualan padi yang masih ada di sawah dengan sistem tebasan (borongan) pada saat musim panen tiba, hal itu dilakukan karena para petani tidak mau mengambil resiko ongkos panen yang cukup besar. Pertanyaan : Bolehkah praktek jual beli secara tebasan tersebut ? Jawaban : Tafsil : Ø Boleh bila belum mencapai nishob, Tidak boleh […]

expand_less