Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dapat Tamu dari PWI, LPS Cendekia Manahijul Huda Diberikan Pemahaman Literasi Media

Dapat Tamu dari PWI, LPS Cendekia Manahijul Huda Diberikan Pemahaman Literasi Media

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 6 Nov 2022
  • visibility 324
  • comment 0 komentar

pcnupati.or.id – Madrasah Aliyah (MA) Manahijul Huda, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti didatangi sejumlah awak media dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Sabtu (5/11/2022) pagi.

Kedatangan para anggota PWI di Madrasah ini dalam rangka Roadshow Jurnalistik. 

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya literasi media. 

Adapun Manahijul Huda menjadi sekolah pertama yang mendapatkan kunjungan para wartawan dari berbagai perusahaan media ini.

Bertempat di perpustakaan setempat, para jurnalis ini membagikan pengalamannya dalam menjalankan kegiatan jurnalistik. 

Sementara itu para siswa-siswi yang tergabung dalam LPS Cendekia tampak antusias mengikuti kegiatan ini dari awal sampai selesai.

Kepala MA Manahijul Huda Subari mengucapkan terima kasihnya kepada PWI Pati atas terselenggaranya kegiatan ini. Dia berharap, anak didiknya dapat menyerap ilmu yang diberikan. 

Dapat Tamu dari PWI, LPS Cendekia Manahijul Huda Diberikan Pemahaman Literasi Media
Dapat Tamu dari PWI, LPS Cendekia Manahijul Huda Diberikan Pemahaman Literasi Media

”Terima kasih dari PWI Pati yang berkenan hadir dalam acara Road Show. Mudah-mudahan dapat menularkan ilmunya kepada LPS Cendekia,” ucap dia. 

Subari berharap, para siswa-siswinya terus belajar dan berproses agar kemampuan jurnalistiknya semakin tersah.

Sementara itu, Seksi Keorganisasian dan Pengembangan SDM PWI Pati, Angga Saputra menyebut, kegiatan ini merupakan yang pertama diselenggarakan PWI Pati setelah beberapa tahun vakum. Yang mana, pihaknya pernah menggelar kegiatan serupa pada tahun 2017 lalu. 

Pada kesempatan ini, Ia berharap para siswa yang mengikuti acara ini lebih melek terhadap media. Sehingga, mereka bisa membedakan antara media sosial dengan media mainstream. 

Menurut dia ini perlu dipahami agar informasi yang didapatkan diketahui validitasnya. 

”Bedanya media sosial dengan media mainstream adalah adanya konfirmasi. Medsos tidak memerlukan konfirmasi. Sementara kita memakai kode etik dan tidak hanya ceplas-ceplos,” kata pria yang juga aktif di Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama Pati ini.

Dalam kesempatan itu juga, MA Manahijul Huda dan PWI melakukan penandatanganan MoU . Diharapkan setelah penandatanganan ini, kerja sama tentang Literasi Media dan Pelatihan Jurnalistik dapat berjalan dengan lancar. 

(Lut/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Jakenan Belum Surut, NU PEDULI KAB Pati Resmikan Posko NU Peduli dan Dapur Umum di Jakenan

    Banjir Jakenan Belum Surut, NU PEDULI KAB Pati Resmikan Posko NU Peduli dan Dapur Umum di Jakenan

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.652
    • 0Komentar

      PATI – Menanggapi situasi banjir yang kian bertahan di wilayah Kecamatan Jakenan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati melalui NU Peduli resmi membuka Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum. Bertempat di Gedung MWC NU Jakenan, posko ini didirikan sebagai pusat kendali bantuan bagi warga terdampak. Peresmian posko ini dilakukan langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten […]

  • Cerita Pilu Fitri, Rumah Terbakar dan Kondisi Sakit-Sakitan

    Cerita Pilu Fitri, Rumah Terbakar dan Kondisi Sakit-Sakitan

    • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 719
    • 0Komentar

    PATI – Fitri adalah seorang janda yang mempunyai dua putri. Ia tinggal bersama bapaknya di Kampung Randukuning Rt 02 Rw 03 Kecamatan Pati Lor Kabupaten Pati. Kehidupan mereka awalnya biasa-biasa saja. Namun naas pada Hari Kamis (09/9) pukul 16.00 lalu, si Jago merah dengan ganasnya melenyapkan rumah tinggal beserta isinya. Tidak ada korban jiwa dalam […]

  • PCNU - PATI

    Definisi Aswaja

    • calendar_month Sen, 8 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Dalam dekade terakhir ini, keberadaan beberapa tokoh dan lembagakeagamaan dinilai berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia.Terlebih lagi dalam kasus kontroversi aliran Ahmadiyah yang hampirbrsamaan dengan krisis politik dan implikasi sosial yang ditimbulkannya.Memang bukan wacana baru dalam konteks kehidupan sosial keagamaandi Indonesia. Namun keberadaan aliran sesat ini mampu menarikperhatian semua kalangan. Fenomena perkembagan alian-alirankeagamaan tidak lagi bisa […]

  • PCNU-PATI

    NU Jakenan Peduli Bagikan 2.450 Paket untuk Korban Banjir

    • calendar_month Jum, 13 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id JAKENAN – NU Jakenan Peduli, Jumat (13/1/23) pagi ini, membagikan 2.450 paket bantuan kepada korban bencana banjir di wilayah kecamatan Jakenan.  NU Jakenan Peduli merupakan gerakan yang diinisiasi oleh MWCNU Kecamatan Jakenan melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBINU) dan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU) yang bekerja sama dengan PAC […]

  • Ujian Kenaikan Tingkatan Pagar Nusa Gabus

    Ujian Kenaikan Tingkatan Pagar Nusa Gabus

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Pagar Nusa Kec Gabus mengadakan ujian Kenaikan Tingkatanb bertempat di Madrasah Abadiyah  Gabus. Pada Selasa- Rabu (28-29/3) hal tersebut dilakukan agar bisa mengetahui kemampuan para siswa dalam menyerap ilmu selama pelatihan.             Pada kesempatan itu, Ketua PAC  Pagar Nusa Ust. Ahmad Qusyairi membuka secara resmi dan sedikit menjelaskan perihal apa itu Pagar […]

  • Puasa Mutih dan Patigeni

    Puasa Mutih dan Patigeni

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 3.287
    • 0Komentar

    Seorang kyai memberikan ijazah/amalan yang berupa puasa mutih (makan nasi saja) selama tujuh hari yang diakhiri dengan pati geni (tidak makan dan tidak minum dan tidak tidur) mulai maghrib sampai maghrib yang akan datang. Pertanyaan : Bolehkah amalan tersebut menurut kacamata fiqih ?   Jawaban : Boleh apabila tidak ada niat wishol dan amalan tersebut […]

expand_less