Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » NKRI Yes, Radikalisme No

NKRI Yes, Radikalisme No

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 29 Feb 2016
  • visibility 319
  • comment 0 komentar

Indonesia adalah negara Pancasila, yang di dalamnya terdapat multietnik, multiagama, multukultural dan sebagainya. Memang mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah Islam Ahlu as-Sunnah Wa al-Jama’ah (Aswaja) yang memiliki cara berpikir moderat dan menghargai perbedaan.
KH. Bisri Musthofa yang biasa di panggil Gus Mus ini memaparkan tentang garis besar Aswaja, Pertama, dalam bidang hukum Islam (Fiqh), menganut ajaran dari salah satu madzhab empat, yaitu Imam Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali. Kedua, dalam bidang akidah, menganut ajaran Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Manshur Al-Maturidi. Ketiga, dalam bidang tasawuf, menganut ajaran Imam Abu Qasim Al-Junaidi dan Imam Abu Muhammad Al-Ghazali. 
Dikaji secara historis, Aswaja memiliki beberapa ajaran universal dalam ruang lingkup diantaranya yaitu jalan tengah (at-Tawassut), seimbang (Tawazun), toleran (Tasamuh), dan tegak lurus (I’tidal). Keempat nilai-nilai universal tersebut diterapkan dalam memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam, baik di dalam aspek fiqh (hukum Islam), akidah (teologi) maupun tasawuf (akhlaq).
Nilai-nilai tersebut dijadikan sebagai manhajul al-fikr (metode berfikir) bagi setiap pengikut paham Aswaja. Hal demikian sebagai konsekuensi dari lahirnya Aswaja yang mengedepankan ajaran dan nilai-nilai universal kehidupan (rahmatan li al-‘alamin).
Negara yang mementingkan sikap soladaritas saling mengahargai sesamanya  (toleransi) terutama dalam segi bergama. Berawal dari sinilah sikap yang tidak disukai para kelompok aliran radikal. Karena tidak menggunakan hukum Allah, maka hukumnya kafir. Dan syariat dijadikan sebagai kedalautan tertinggi dan menghapus undang-undang buatan manusia karena dunia saat ini diselimuti kehidupan jahiliyah.
Dalam firman-Nya : “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. (QS. Ash-Shaff [61]: 4). (hal. 29) 
Ayat di atas masih relevan untuk kaum muslim masa kini. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jihad adalah usaha dengan segala daya upaya untuk mencapai kebaikan. Dengan kata lain , segala yang kita lakukan dengan penuh kesungguhan dan mau bersusah-susah, baik dari segi pikiran, tenaga, maupun materi, adalah termasuk jihad. (hal. 31)
Al-Qur’an Surah Az-Zalzalah ayat 7-8 disebutkan, dalam firman-Nya“barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasa)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”. (QS. Az-Zalzalah [99]: 7-8)
Dalam berkehidupan di bawah moto atau semboyan Indonesia “Bhineka Tunggal Ika” (berbeda-beda suku tetapi tetap satu jua) ini, menjaga kerukunan antar umat bergama terutama. Dalam hidup ini ada yang namanya timbal balik, ibarat sebuah cermin yang memantulkan bayangan sesuai yang ada di depannya, itulah kehidupan. Betapa Allah maha Adil kepada makhluknya.
Alangkah bahagianya hidup apabila kita selalu ada dalam cinta-Nya. Perasaan dicintai oleh-Nya membuat kita tenang dan penuh percaya diri dalam menjalani hari-hari. Kalau Allah Swt,  sudah mencintai kita, apalagi yang hendak kita cari? Apalagi yang hendak kita butuhkan? Segala yang kita lakukan akan di ridhai-Nya. (hal.7)
Buku yang bertajuk 8 golongan yang di cintai Allah dan 6 golongan yang di benci Allah ini merupakan karya Muhammad Iqbal Dawami, seorang pengajar jurnalistik dan sekaligus editor buku. Secara menarik dalam buku yang di tulis ini tidak lain lembar demi lebar dalam goresan tintanya ini di ambil dari dalam Al-Qur’an, semua dan setiap sub temanya ada kisah-kisah yang indah nan menarik yang telah siap untuk dibaca.
Siapa sih yang diantara kita yang tidak ingin dicintai oleh Allah Swt? Siapa juga yang tidak sedih jika di antara kita dibenci Allah Swt? Oleh penulis mengajak kita semua, setiap dari kita semua pasti menginginkan agar Allah mencintai kita. Setiap kita berharap menjadi kekasih-Nya. Penulis juga menunjukkan jalan kepada para pembaca bagaimana kita bisa dicintai oleh-Nya. Dalam buku ini ada delapan tipe seorang hamba yang dicintai Allah.
Salah satunya adalah Allah mencintai orang yang berjihad di jalan-Nya. Sebuah indikator untuk kita semua sebagai hamba-Nya, agar selalu bersabar, tabah, dan semangat dalam mempertahankan tanah air, karena menjaga tanah air dan menolak adanya faham-faham yang salah (radikalisme) hukumnya adalah wajib. Karena Allah telah berjanji kepada hambanya dalam firman-Nya :
“hai orang-orang yang beriman, sukakah kalian Aku tunjukan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kalian dari azab yang pedih? (yaitu) kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian, itulah yang lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahuinya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan memasukkan kalian ke tempat tinggal yang baik di surga Adn, itulah keberuntungan yang besar”. (Ash-Shaff [61]:10-12). (hal. 32) semoga bermanfaat []

Judul buku      : 8 Golongan yang Dicintai Allah
Penulis             : Muhammad Iqbal Dawami
Penerbit           : Mizania
Tebal               : 124 h
Cetakan           : Mei 2015
ISBN               : 978-602-1337-53-0
 Peresensi          :  Muhammad Ja’far Amir, Mahasiswa Fakultas Dakwah-Institut Pesantren   Mathali’ul Falah (IPMAFA)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • a close up of a clock on a wall

    Muru’ah

    • calendar_month Jum, 24 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 547
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Malam ahad kemarin saya mengikuti acara suluk maleman untuk pertama kalinya di Rumah Adab Indonesia Mulia. Malam itu adalah edisi ke 149 dengan menghadirkan Mbah Mus atau Kyai Ahmad Musthofa Bisri, KH. Nawawie Kholil, Budi Maryono, dan tentu saja Habib Anis Sholeh Baasyin. Episode kali ini adalah tentang menjaga muru’ah. Acaranya […]

  • Pelajar Hari Ini Adalah Pelajar Masa Depan

    Pelajar Hari Ini Adalah Pelajar Masa Depan

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 599
    • 0Komentar

    Warta Lakpesdam NU-  Rabu 18 Maret 2015 Madrasah Miftahul Huda Tayu  mengadakan bedah jurnal “Khittah” LAKPESDAM NU Pati. Dalam kesempatan ini yang di bahas  adalah salah satu tulisan yang berada di Jurnal tersebut yaitu pergaulan bebas yang meyebabkan penyakit HIV Aids dan tentang dunia literasi. Pada kesempatan kali ini dari pengurus Lakpesdam yang datang sekaligus […]

  • Ramadan itu Bulan Produktif!

    Ramadan itu Bulan Produktif!

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Gambaran kita pasti selama Ramadan itu nglemprek, lemes, lemah, letih, lesu, lunglai, letoi, dan sejenisnya. Ada yang demikian, ada yang tidak. Tapi bagi saya, Ramadan itu bulan produktif.   Bulan Ramadan sering kali dipandang sebagai bulan yang penuh dengan ibadah dan refleksi diri dengan “lemahnya” fisik kita. Namun, lebih dari […]

  • Uniknya Gelar Karya dan Market Day MI Sullam Taufiq Pekalongan

    Uniknya Gelar Karya dan Market Day MI Sullam Taufiq Pekalongan

    • calendar_month Kam, 20 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pekalongan – MI Sullam Taufiq Kajen sukses menyelenggarakan Gelar Karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5RA) dan Market Day pada Rabu (19/02/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program P5RA yang telah dijalankan oleh madrasah dengan tujuan memperkuat karakter dan keterampilan siswa melalui proyek berbasis nilai-nilai Pancasila dan Islam Rahmatan Lil […]

  • PCNU-PATI

    Resiko Menikah Dini

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Beberapa hari yang lalu kota Pati dihebohkan dengan berita viral bayi hilang. Selang dua hari berikutnya, terungkap fakta bahwa bayi tersebut dibunuh dan dibuang oleh ayahnya sendiri. Mengutip dari banyak media, motif sang ayah adalah karena merasa kesal dengan tangisan bayinya yang baru berusia tiga bulan itu. Ayah dari anak ini […]

  • Meriah, Porsema Hadirkan Ekspo di Alun-Alun Wonosobo

    Meriah, Porsema Hadirkan Ekspo di Alun-Alun Wonosobo

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Wonosobo – Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII PWNU Jawa Tengah tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, seni, pertunjukan Seni Warok Lengger dan Tari Topeng, Porsema Bersholawat, tetapi juga diramaikan dengan ekspo dan bazar yang berpusat di Alun-Alun Wonosobo. Tahun ini, Porsema XIII diikuti oleh 5.577 peserta, 1.794 official, serta lebih dari 4.000 partisipan dari […]

expand_less