Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Islam Manusia di Zaman Kegalauan

Islam Manusia di Zaman Kegalauan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 15 Mei 2017
  • visibility 582
  • comment 0 komentar

Zaman kita adalah zaman berkelimpahan. Tapi, pada saat yang sama, inilah zaman kegalauan. Kata pujangga kita, Ranggawarsita, inilah zaman kalabendu. Jangankan bagi orang yang hidupnya susah secara ekonomi, bahkan bagi orang-orang yang hidupnya berkecukupan, tekanan hidup makin keras: tuntutan kebutuhan artificial yang terus muncul, beban pekerjaan yang overwhelming, lingkungan hidup yang kurang bersahabat dan cenderung nafsi-nafsi, kerumitan kehidupan keluarga yang makin meningkat (ancaman hubungan suami/istri dan institusi perkawinan, juga makin besarnya tantangan terhadap pendidikan anak), telah membuat banyak orang mengalami stress. (hlm.42).
Inilah zaman yang diceritakan oleh gejala postmodernistik, dalam bentuk arus dekonstruksi atas narasi-narasi besar (grand narratives). Termasuk di dalamnya terhadap agama. Gejala ini menjadi makin kuat dengan adanya informatiol spill over (peleberan informasi) sebagai konsekuensi makin digdayanya teknologi informasi yang merupakan pilar era informasi dan globalisasi. (hlm. 43).
Melalui Buku Islam Tuhan, Islam Manusia; Agama dan Spiritualitas di Zaman Kacau,  Haidar Bagir berbicara tentang tafsir agama serta bagaimana tafsir agama tersebut bisa menjawab kebutuhan manusia. Buku ini merupakan hasil perenungan Haidar Bagir dalam kurun satu dekade terakhir. Lewat sumber tulisan yang tersebar di berbagai  yang lebih dari 100 tulisan. (hal xxvii).
Sebagai orang beriman, kita yakin bahwa agama berasal dari Tuhan. Tapi, agama juga mengambil bentuk sebagai agama manusia, segera setelah dia berpindah dari khazanah ketuhanan kepada wilayah kemanusiaan. Artinya, manusia tidak pernah bisa bicara tentang agama kecuali dalam konteks manusia. Menyadari hal itu, maka seorang penganut agama mestinya tidak terkejut dan gagap untuk menerima kenyataan bahwa di kalangan agama yang sama terdapat begitu banyak perbedaan pendapat.
Selain itu agama diturunkan oleh Tuhan untuk manusia. Artinya, adalah suatu kesalahan jika kita mengembangkan pemahaman atas agama yang dilepaskan dari kebutuhan manusia.
Karena itu, sudah sewajarnya agama ditafsirkan sejalan dengan kepentingan perkembangan manusia dari zaman ke zaman. Tanpa itu semua, agama akan kehilangan relevansinya dan tak lagi memiliki dampak bagi kehidupan umat manusia.
Melalui buku bunga rampai ini Haidar Bagir mengatakan bahwa agama tidak pernah bisa dilepaskan dari kerohaniahan (spritualitas). Agama tanpa spritualitas adalah bukan agama, hanya simbol-simbol tanpa makna. Dan karenanya, tak melahirkan dampak apa-apa. Sehingga agama itu spritualitas. Dari spritualitas lahir moralitas dan rahmat cinta kasih bagi alam semesta. Maka, meski boleh jadi bersinggungan dengan politik, ia tidak boleh dijadikan ideologi. Jika agama dijadikan ideologi, maka front-front konflik akan terbuka: baik dengan pengikut agama yang sama, apalagi pengikut agama yang sama, maupun pengikut agama dan kelompok lain.
Oleh karena itu, agama perlu dikembalikan kepada posisinya sebagai panduan kegiatan pembersihan hati secara terus-menerus, panduan moral dan pendorong amal-amal saleh, sebagai rahmat atas semesta alam. (hlm. 262).

Judul              : Islam Tuhan Islam Manusia
Penulis            : Haidar Bagir
Penerbit           : Mizan
Cetakan           : I, Maret  2017 
Tebal              : 288 hlm
ISBN               :978-602-441-016-2
Perresensi        : Siswanto Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LPPNU Pati Gelar Pembinaan Pertanian di Pesantren Nurul Qur'an Gembong

    LPPNU Pati Gelar Pembinaan Pertanian di Pesantren Nurul Qur’an Gembong

    • calendar_month Sab, 25 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 646
    • 0Komentar

      Pcnupati.or id – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) PCNU  Kabupaten Pati menggelar kegiatan pembinaan pertanian di Pesantren Nurul Quran Gembong, Jumat (24/1/2025). Hadir dalam kegiatan ini, Ketua LPPNU Pati, Sutrisno, dan Instruktur Pelatihan, K. Ali Mustofa. Mereka memberikan materi tentang pentingnya melinial mengenal pertanian. Mulai dari cara olah tanah, menanam cabai, sawi, tomat, […]

  • Gus Ghofar, Sekjend PBNU Era Gus Dur Wafat

    Gus Ghofar, Sekjend PBNU Era Gus Dur Wafat

    • calendar_month Jum, 6 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Sekjend PBNU saat ini, Helmi Faishol Zaini (kiri) bersama Sekjend PBNU Era Gus Dur, KH. Abdul Ghofar Rahman (kanan) yang sedang terbaring sakit. JAKARTA-KH. Abdul Ghaffar Rahman atau Gus Ghofar berpulang Kamis (5/8) malam tadi. Sekretaris Jendral PBNU era Gus dur tersebut menghembuskan nafas terakhir pada pukul 20.38 WIB di Rumah Sakit pusat Angkatan Darat […]

  • Api Unggun dan Penutupan Resmi oleh Sekjen Ma’arif PBNU

    Api Unggun dan Penutupan Resmi oleh Sekjen Ma’arif PBNU

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.645
    • 0Komentar

      Suasana khidmat dan penuh keakraban terasa pada malam api unggun sekaligus penutupan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah. Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Sekretaris Jenderal LP Ma’arif PBNU, Haryando Oghie, pada Kamis (19/12/2025) malam. Api unggun menjadi simbol persatuan dan semangat kebersamaan seluruh peserta. Berbagai refleksi dan penampilan singkat […]

  • PCNU-PATI Photo by Haidan

    Kemampuan Haji dan Allah Yang Maha Neriman

    • calendar_month Kam, 22 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 675
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Berangkat haji menjadi impian semua muslim. Sebab, ibadah yang satu ini termasuk kategori rukun Islam. Artinya, haji itu wajib bagi yang mampu (istitha’ah). Kemampuan ini meliputi kompetensi finansial dan fisik. Perjalanan yang aman juga termasuk di dalamnya. Namun timbul satu pertanyaan, apakah kemampuan mental juga masuk kategori istitha’ah? Sebab, diakui atau […]

  • PCNU- PATI Photo by MasterTux

    Kabar Pernikahan Terviral

    • calendar_month Ming, 4 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin “Kasihan, lulus jadi dokter bedah langsung disuruh nikah sama kakek-kakek.” “Rupanya dokter cantik itu jadi tumbal orang tuanya sendiri. Ck… ck… ck….” “Kalau aku sih mau aja. Kan konglomerat itu udah aki-aki. Bentar lagi dipanggil Yang Maha Kuasa. Warisan yang gak bakal habis dimakan tujuh turunan akan jatuh di tangan. Haha.” […]

  • PCNU-PATI

    Mencetak Kader Kiai Sahal; Pusat Fisi Adakan Sekolah Fiqh Sosial

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) kembali menyelenggarakan Sekolah Fiqh Sosial, Kamis (23/04/2023) kemarin. Acara yang telah diadakan untuk ketiga kalinya ini bertempat di aula 2 lantai 2 kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah Pati. Acara ini diikuti oleh 27 peserta, terdiri dari mahasiswa IPMAFA lintas prodi dan beberapa santri dari berbagai pesantren […]

expand_less