Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Membongkar Rahasia Perdukunan

Membongkar Rahasia Perdukunan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 7 Nov 2017
  • visibility 496
  • comment 0 komentar
Sejak berabad lamanya telah berkembang ilmu supranatural dan kedigdayaan. Para empu, dukun dan pendekar pada masa kerajaan Hindu, Buddha dan Islam telah meramu mantra-mantra dan mencipta jimat kesaktian untuk peperangan. Cara mereka pun ada yang shalihahdan ada yang fasidah. Yang shalihah, masyarakat menyebutnya sebagai Ilmu Putih dan yang fasidah disebut Ilmu Hitam.Ilmu putih berangkat dari ketawadhu’an untuk perdamaian, ilmu hitam dari kesombongan untuk penguasaan. Itu hanyalah pengesanan masyarakat untuk membedakan yang baik dan yang buruk.

Namun dalam tradisi pesantren, amal-amal supranatural sering disebut sebagai perdukunan. Kalau ada santri tiba-tiba rajin wirid tengah malam dan puasa Senin-Kamis, teman-temannya mengatakan, “Ia sedang Ndukun.” Kalau Mbah Kiai sedang mengomat-ngamiti air putih, para santri menyebut: “Mbah Kiai sedang Ndukun!” Istilah inilah yang memberikan ilham bagi judul buku ini: Membongkar Keajaiban Perdukunan Para Kiai. (hal xxi)
Mendengar kata perdukunan, ada kesan syirik pada sebagian kalangan atas praktik yang dilakukan oleh para Kiai. Namun dengan membaca pengantar buku ini saja, anda akan mendapatkan perspektif yang berbeda. Sebagai khadim umat dan tokoh sentral yang dianggap serba bisa, para Kiai dituntut untuk memberikan solusi atas berbagai problem yang dihadapi masyarakat, dari masalah usaha, sakit gigi, perjodohan, bahkan hingga kasus kerasukan jin.
Lafadz, mantraatau rajah adalah sekadar alat untuk sebuah tujuan. Ia sah dan didengar oleh Allah dengan bahasa atau shigat apa pun, dengan cara apa pun selama tidak ada kezhaliman di dalamnya. Cara berdoa (uslubud-dua) adalah sebuah teknik untuk membangun gelombang tadharru’, agar si pendoa menjadi yakin dan sungguh-sungguh dengan permintaannya, karena Allah lebih mengijabahikesungguhan daripada keraguan, sebagaimana sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Hurairah ra:
 “Berdoalah kalian kepada Allah dengan penuh keyakinan akan adanya ijabah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak mengijabahi doa dari hati yang kosong dan lalai.”(hal xviii).
Buku karya al-Maghfurlah KH. A. Mudjab Mahalli, pendiri sekaligus pengasuh generasi pertama Pesantren al-Mahalli Brajan Wonokromo Pleret Bantul DIY, ini mengetengahkan berbagai contoh perdukunan yang dikembangkan oleh para Kiai yang bukan merupakan ilmu hitam. Praktik yang mereka lakukan adalah penafsiran atas ajaran Nabi Muhammad SAW. Guratan rajah yang ditulis dalam serat ajianyang diwirid merupakan mantra-mantra ilahi yang oleh para Kiai digunakan sebagai wasilah untuk mendatangkan kekuatan, menangkis bala’ atau menangkap keberuntungan.
Buku ini menyingkap aji-aji dan mantra-mantra Kiai dari masa ke masa, warisan para Salafush Shalih yang telah terbukti keampuhannya, atas izin Allah. Oleh karena diungkap dengan menarik dan detail, siapa pun akan mudah dalam mempelajarinya.  



Judul              : Membongkar Keajaiban Perdukunan Para Kiai

Penulis            : KH. A. Mujab Mahalli


Penerbit           :AL-MAHALLI PRESS
Cetakan           : 1, September 2017 
Tebal              : 226 hlm
ISBN               :978-602-8480-91-8
Perresensi        : Siswanto (Ta’mir Masjid Ukhuwah Islamiyah Yogyakarta)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Sarbumusi Sebut Sejumlah Perusahaan Tak Bayar Penuh UMK

    • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Pati Husaini menyebut masih ada sejumlah perusahaan di Pati yang belum penuhi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) para buruh. Ia menyebutkan ada 5 hingga 10 perusahaan di Pati yang belum memenuhi tanggung jawab tersebut. Namun, ia tidak menyebutkan secara detail nama perusahaan yang dimaksud. Pernyataan […]

  • PCNU- PATI Photo by flutie8211

    Me (Manfaat) kan

    • calendar_month Rab, 18 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Tahun telah berganti, akan tetapi banjir tetap tak terganti. Di setiap tahunnya di penghujung tahun atau pun awal tahun; banjir tetap sama, siklus tahunan yang menjadi sirkus hiburan. Sebuah ironi  memilukan. Para relawan yang tak pernah lelah, para penyaji makanan di setiap dapur umum tak mempunyai kepenting apa-apa. Mereka bergerak […]

  • PCNU-PATI

    Ketua-Sekretaris PC NU Naik Haji, Begini Nasib NU Pati

    • calendar_month Sel, 4 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Tahun ini menjadi tahun yang istimewa bagi PCNU Pati. Selain berbagai agenda organisasi yang padat, pada tahun 2023 ini, NU Pati ditinggal oleh dua orang penting.  Mereka adalah KH. Yusuf Hasyim dan H. Maskan, yang menjabat sebagai ketua dan sekretaris. Ke duanya secara bersamaan menunaikan ibadah haji periode 1444 Hijriyah ini.  Momen ini […]

  • SDN Sokopuluhan 01 Pucakwangi Gelar Lomba Unik Gantikan Tradisi Pemberian Hadiah Guru

    SDN Sokopuluhan 01 Pucakwangi Gelar Lomba Unik Gantikan Tradisi Pemberian Hadiah Guru

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.745
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Ada suasana berbeda dalam peringatan Hari Guru Nasional di SDN Sokopuluhan 01, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, tahun ini. Jika biasanya siswa berlomba memberikan hadiah kepada para guru, maka tahun ini pihak sekolah secara tegas melarang adanya pemberian hadiah apa pun. Kebijakan ini diambil untuk menanamkan nilai bahwa guru tidak membutuhkan hadiah mahal, melainkan […]

  • PCNU-PATI

    Hasil-Hasil Munas Alim Ulama Konbes NU 2017

    • calendar_month Jum, 23 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 620
    • 0Komentar

    Buku ini merupakan kumpulan Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan pada pada tanggal 23-25 November 2017 di NusaTenggara Barat. Buku ini terdiri dua bagian. Bagian pertama merupakan Keputusan-Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama yang membahas masalah keislaman (bahtsul masail ad-diniyyah), meliputi masalah-masalah aktual (al-waqi’iyyah), tematik (al-maudhuiyyah) dan perundang-undangan (al-qanuniyyah)

  • Membumikan Green Ramadan

    Membumikan Green Ramadan

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 842
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Kemarin, saya menulis Ramadan Ramah Lingkungan. Tulisan ini sebenarnya lanjutan dari ide pokoknya. Ramadan sebagai bulan yang penuh berkah, di mana umat Islam berpuasa sebagai bentuk ibadah, refleksi diri, dan peningkatan spiritualitas harus diwujudkan serratus persen. Namun, di balik ibadah yang mulia, ada tantangan besar yang harus dihadapi, yaitu bagaimana menjaga keseimbangan […]

expand_less