Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tarekat vs Syariat

Tarekat vs Syariat

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
  • visibility 570
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Sering kita temukan, perdebatan sengit antara pengikut tarekat versus pengikut fikih sentris. Forum apapun bisa jadi medan laga siapa yang terbaik di antara mereka berdua.

Follower tarekat terbiasa kultus akan amalan-amalan wirid yang mereka lakukan, tanpa mau didikte oleh syariat atau fikih (dalam batas tertentu). Sementara kubu sebelah bangga dengan fikih belaka dan menganggap tarekat sebagai simbol kejumudan berfikir.

Bahkan, kedua kubu ini sudah sampai pada fase mengolok-olok ‘lawan’ mainnya. Padahal, keduanya sama-sama budak-Nya Allah, lhoh.

Lantas, bagaimana dengan para ulama tasawuf yang merupakan muara dari tarekat? Sebut saja Syaikh Ibn Atha’illah as Sakamdari, Imam Abu Hamid Al Ghazali hingga Habib Luthfi bin Yahya di Indonesia?

Ternyata, ulama’-ulama’ tersebut, sebelum berenang di samudra tasawuf, sudah khatam ilmu syariat terlebih dahulu. Sehingga ketika menemukan kenyamanan lewat thoriqohnya, beliau-beliau yang mulia itu, tidak perlu mengolok-olok fikih sebagai bagian penting dari ilmu haal.

Nah, mereka yang hobi wirid namun mengolok-olok ulama’ fikih, biasanya melewatkan satu tangga dalam perjalanan spiritual. Maksudnya, ketika–mohon maaf–masih bodoh, tiba-tiba diajak bertasawuf, maka, dengan lugunya, oknum pengikut sufi semacam ini menganggap dirinya satu level di atas ulama’-ulama’ fiqih yang alim, na’uudzu billah.

Di sisi lain, para pengagum fikih juga melakukan hal demikian, menolak tasawuf setengah mati hingga sum-sum tulang, padahal dirinya hanya menembus tasawuf lewat covernya saja. Orang-orang macam ini, biasanya cenderung ke kanan (baca: radikal). Literasinya hanya terbatas pada satu teks saja.

Nah, jelas sudah, kan? Bahwa latar belakang ‘tarung bebas’ tarekat vs fikih adalah pemahaman yang sama-sama dangkal. Buktinya, ulama’ yang ‘alim ‘allamah tidak pernah saling menyalahkan. Kalaupun terpaksa beda pendapat, para ndoro syaikh tersebut menyampaikannya lewat cara yang elegan, yakni dengan tulisan atau perkataan yang meneduhkan, bil hikmah. Bukannya pakai umpatan, apalagi via facebook dan twitter, cemen!.

Menyikapi fenomena ini, penulis teringat pesan Syaikh Burhanul Islam az Zarnuji, bahwa memang yang wajib dipelajari pertama kali bukanlah ilmu tasawuf. Bukan juga ikut NU atau Muhammadiyah, tapi materi pertama yang harus dikonsumsi seorang pencari ilmu adalah ilmu haal (ilmu dasar) seperti halnya ushuluddin, fikih, aqidah, akhlak dan sejenisnya.

Baru kemudian, setelah fondasinya kuat, tinggal membuat bangunan yang sesuai keinginan arsitek. Mau ikut syadziliyyah, qodariyah naqshabandiy, kholidiyah atau tarekat-tarekat lainnya, sok silakeun. Namun, satu hal yang perlu digarisbawahi adalah bahwasannya belajar fikih harus dibarengi dengan akhlak, sekali lagi supaya tidak menyalahkan tasawuf. Hal ini juga berlaku bagi penganut tarekat yang nihil ilmu syariat agar tidak merasa jauh lebih terhormat.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Pati Raih Penghargaan Ke-3 Penanggulangan HIV dan AIDS se-Jawa Tengah

    PCNU Pati Raih Penghargaan Ke-3 Penanggulangan HIV dan AIDS se-Jawa Tengah

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2015
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

     Kabar NU. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU)  Pati meraih penghargaan ke tiga sebagai pengurus cabang yang aktif dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS di lingkungan PWNU Jawa Tengah. Penghargaan diberikan oleh perwakilan tim penanggulangan HIV dan AIDS (Sub Recipient/SR) PWNU Jawa Tengah, Tedi Kholiludin. H.Saalamun,  sekretaris SR  PCNU Pati yang hadir dan menerima penghargaan tersebut […]

  • Ini Pesan PJ Bupati Terkait Harlah Satu Abad NU

    Ini Pesan PJ Bupati Terkait Harlah Satu Abad NU

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 349
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id PATI-Dalam Perhelatan Satu Abad NU di Kabupaten Pati, hadir banyak tokoh dari berbagai level. Mulai dari tingkat domestik, seperti para Ketua MWC NU, hingga tokoh-tokoh Nasional. Beberapa pejabat pun turut hadir, terutama jajaran Forkoppimda Pati. Namun, PJ Bupati Pati, Henggar yang sedianya turut dalam agenda tersebut absen. Ia mewakilkan kepada salah seorang pejabat kabupaten, […]

  • Akribut NU Iringi Pernikahan Kader NU

    Akribut NU Iringi Pernikahan Kader NU

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Pati. Setiap orang dalam menikah tentu sangat berbahagia. Sebab pernikahan adalah momen sakral yang di harapkan seumur hidup sekali saja. Maka dari itu, untuk menentukan calon pendamping harus, se iman, seidiologi dan seperjuangan yang mampu di ajak berdakwah dalam menjalankan panji-panji islam ahlus sunah waljma’ah.             Sebagai kader penggerak Nahdlatul Ulama Kecamatan Gembong, dalam pernikahan […]

  • people inside cafe

    Dari Generasi Rumah, Hingga Generasi Cafe

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Pagi ini saat saya sedang bersantai dikamar setelah melakukan aktivitas layaknya ibu rumah tangga, saya mendengar percakapan paman saya dengan saudara jauh didepan rumah. Yang dibicarakan adalah tentang anak zaman sekarang. Cerita bermula saat saudara jauh kami bertanya pada paman tentang siapa pemilik motor terparkir didepan teras rumah saya. Paman saya menjawab bahwa itu motor […]

  • Peringati Harlah ke 43, KMPP Semarang Gelar Serangkaian Kegiatan di Mangunrekso

    Peringati Harlah ke 43, KMPP Semarang Gelar Serangkaian Kegiatan di Mangunrekso

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Peringati Hari Lahir (Harlah) ke-43, Keluarga Mahasiswa Pelajar Pati (KMPP) Semarang adakan serangkaian kegiatan di Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni mulai tanggal 11 hingga 13 Agustus 2023.  Ketua Umum KMPP Semarang, Yunus Dwi Yulianto mengatakan, pada Harlah KMPP ke 43 ini, pihaknya mengangkat tema “Aksi […]

  • Rakerdin, Ketua PWNU Gus Rozin Sebut SDM Guru Ma’arif Harus Berkualitas

    Rakerdin, Ketua PWNU Gus Rozin Sebut SDM Guru Ma’arif Harus Berkualitas

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Kudus – Lembaga Pendidikan Ma`arif NU PWNU Jawa Tengah pada Minggu (19/1/2025) menggelar kegiatan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Zona 1 di Kabupaten Kudus. Rakerdin dihadiri 557 Kepala satuan pendidikan Ma`arif NU dari Cabang Kudus dan Jepara. Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Abu Rohmad, Wakil Sekretaris LP Ma’arif NU PBNU, […]

expand_less