Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tarekat vs Syariat

Tarekat vs Syariat

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
  • visibility 582
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Sering kita temukan, perdebatan sengit antara pengikut tarekat versus pengikut fikih sentris. Forum apapun bisa jadi medan laga siapa yang terbaik di antara mereka berdua.

Follower tarekat terbiasa kultus akan amalan-amalan wirid yang mereka lakukan, tanpa mau didikte oleh syariat atau fikih (dalam batas tertentu). Sementara kubu sebelah bangga dengan fikih belaka dan menganggap tarekat sebagai simbol kejumudan berfikir.

Bahkan, kedua kubu ini sudah sampai pada fase mengolok-olok ‘lawan’ mainnya. Padahal, keduanya sama-sama budak-Nya Allah, lhoh.

Lantas, bagaimana dengan para ulama tasawuf yang merupakan muara dari tarekat? Sebut saja Syaikh Ibn Atha’illah as Sakamdari, Imam Abu Hamid Al Ghazali hingga Habib Luthfi bin Yahya di Indonesia?

Ternyata, ulama’-ulama’ tersebut, sebelum berenang di samudra tasawuf, sudah khatam ilmu syariat terlebih dahulu. Sehingga ketika menemukan kenyamanan lewat thoriqohnya, beliau-beliau yang mulia itu, tidak perlu mengolok-olok fikih sebagai bagian penting dari ilmu haal.

Nah, mereka yang hobi wirid namun mengolok-olok ulama’ fikih, biasanya melewatkan satu tangga dalam perjalanan spiritual. Maksudnya, ketika–mohon maaf–masih bodoh, tiba-tiba diajak bertasawuf, maka, dengan lugunya, oknum pengikut sufi semacam ini menganggap dirinya satu level di atas ulama’-ulama’ fiqih yang alim, na’uudzu billah.

Di sisi lain, para pengagum fikih juga melakukan hal demikian, menolak tasawuf setengah mati hingga sum-sum tulang, padahal dirinya hanya menembus tasawuf lewat covernya saja. Orang-orang macam ini, biasanya cenderung ke kanan (baca: radikal). Literasinya hanya terbatas pada satu teks saja.

Nah, jelas sudah, kan? Bahwa latar belakang ‘tarung bebas’ tarekat vs fikih adalah pemahaman yang sama-sama dangkal. Buktinya, ulama’ yang ‘alim ‘allamah tidak pernah saling menyalahkan. Kalaupun terpaksa beda pendapat, para ndoro syaikh tersebut menyampaikannya lewat cara yang elegan, yakni dengan tulisan atau perkataan yang meneduhkan, bil hikmah. Bukannya pakai umpatan, apalagi via facebook dan twitter, cemen!.

Menyikapi fenomena ini, penulis teringat pesan Syaikh Burhanul Islam az Zarnuji, bahwa memang yang wajib dipelajari pertama kali bukanlah ilmu tasawuf. Bukan juga ikut NU atau Muhammadiyah, tapi materi pertama yang harus dikonsumsi seorang pencari ilmu adalah ilmu haal (ilmu dasar) seperti halnya ushuluddin, fikih, aqidah, akhlak dan sejenisnya.

Baru kemudian, setelah fondasinya kuat, tinggal membuat bangunan yang sesuai keinginan arsitek. Mau ikut syadziliyyah, qodariyah naqshabandiy, kholidiyah atau tarekat-tarekat lainnya, sok silakeun. Namun, satu hal yang perlu digarisbawahi adalah bahwasannya belajar fikih harus dibarengi dengan akhlak, sekali lagi supaya tidak menyalahkan tasawuf. Hal ini juga berlaku bagi penganut tarekat yang nihil ilmu syariat agar tidak merasa jauh lebih terhormat.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Ai

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat, tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan. SEIAku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan–mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku–aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya mencintainya, dengan caraku sendiri. AIAku bersahabat dengan Sei sejak kami masih sangat kecil. Saat mulai […]

  • PCNU-PATI

    Peringati Harlah ke-49, MTs Walisongo Gelar Lomba Antar SD/MI Se-Jepara

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 738
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jepara – Dalam rangka memperingati hari lahir ke 49 MTs Walisongo Pecangaan Jepara menggelar lomba antar SD/MI se Jepara yang berlangsung di kompleks madrasah pada Kamis (4/1/2024). Kegiatan diikuti 25 SD/MI se Jepara dengan jumlah 150 peserta. Adapun cabang yang dilombakan Tilawah, Tahfidh, Tartil, Badminton, Tenis Meja, Khitabah, Lagu Religi, Poster, Kaligrafi, dan Catur. […]

  • MPLS dan MATSAMA di Sekolah-Madrasah Ma’arif NU Jateng Terintegrasi Makesta

    MPLS dan MATSAMA di Sekolah-Madrasah Ma’arif NU Jateng Terintegrasi Makesta

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 783
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Semarang – Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi penyusunan kurikulum Masa Orientasi Peserta Didik (MOPDIK) pada Rabu (12/2/2025). Hadir Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani, Koordinator Tim Penyusun Kurikulum MOPDIK Hamidulloh Ibda, Ketua PW IPNU Jawa Tengah M Irfan Khamid, Ketua PW IPPNU Jawa […]

  • PCNU-PATI

    Karang Taruna Desa Lahar Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Desa Gunungpanti Winong

    • calendar_month Jum, 9 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Delapan hari pascabanjir bandang menerjang sejumlah desa di wilayah Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, kini masyarakat di desa-desa terdampak sudah mulai melakukan perbaikan rumah yang sebelumnya rusak diterjang banjir. Adapun salah satu desa di Kecamatan Winong yang terdampak banjir bandang cukup parah adalah Gunungpanti.  Di Desa Gunungpanti, warga sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Sementara […]

  • Kak Mujib Tegaskan Khidmah di Pandu Ma’arif NU adalah Keberkahan

    Kak Mujib Tegaskan Khidmah di Pandu Ma’arif NU adalah Keberkahan

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Semarang – Ketua Umum Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama PBNU Kak H. Mujiburrohman menegaskan bahwa berkhidmah menjadi pengurus di Satuan Komunitas Pramuka Pandu Ma’arif NU adalah keberkahan. “Berkhidmah di Pandu Ma’arif adalah berkah, keberkahan mengikuti para kiai Nahdlatul Ulama,” bebernya dalam penutupan Musyawarah Daerah (Musda) II Satuan Komunitas Pramuka Pandu Ma’arif NU PWNU Jawa […]

  • Harap Kesuksesan PORSEMA XIII Jateng, Panitia Gelar Doa Bersama

    Harap Kesuksesan PORSEMA XIII Jateng, Panitia Gelar Doa Bersama

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 557
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Wonosobo – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII tingkat Jawa Tengah, panitia penyelenggara bersama pengurus LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dan LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo menggelar kegiatan ziarah dan doa bersama pada Selasa (9/9/2025) di Wonosobo. Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam para ulama dan tokoh pendidik NU […]

expand_less