Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bedah Konsep Fiqih Sosial Mbah Sahal di Perpustakaan Mutamakkin

Bedah Konsep Fiqih Sosial Mbah Sahal di Perpustakaan Mutamakkin

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
  • visibility 402
  • comment 0 komentar

Dalam rangka menggali pemikiran dan memperdalam keilmuan Almaghfurlah KH Sahal Mahfudh atau akrab dipnggil Mbah Sahal, pengurus Perpustakaan Mutamakkin menggadakan bedah buku  karya Dr. Jamal makmur, MA “Elaborasi Lima Ciri Pokok Fiqih Sosial Kiai Sahal Mahfudh”, kemarin.
Menurut Jamal Makmur selaku narasumber dan penulis kebesaran KH MA Sahal Mahfudh tidak diragukan lagi di kalangan Nahdlatul ulama (NU) dan masyarakat Indonesia. Banyak kalangan yang menyebut Rais Aam PBNU 1999-2014 itu sebagai filsuf dan santri yang multitalenta.
Lebih lanjut dia menjelaskan, pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda tersebut selalu gelisah memikirkan kebenaran ilmu pengetahuan dan kondisi riil masyarakat yang banyak mengalami ketimpangan. Itu yang banyak kalangan dilekatkan prediket filsuf.
Melalui konsep Fikih Sosial, Kiai Sahal bergerak mengubah kemiskinan, keterbelakangan dan kemunduran menjadi masyarakat yang lebih maju dan berperadaban. Itu telah dibuktikan beliau di lingkungan sekitar  Desa Kajen, Pati.
Kiai yang akrab disapa Mbah Sahal ini juga istiqomah dalam mengikuti musyawaroh, diskusi agama (bahtsul masail), organisasi dan menulis.
Karya tulisan beliau, bahkan tergolong fenomenal lantaran sampai go internasional, baik dalam bidang agama maupun sosial. Uniknya semua karya itu merujuk pada referensi kitab kuning tidak satu pun yang merujuk pada referensi buku karya orang barat.
Selain itu perilaku yang patut kita teladani adalah beliau selama di pesantren hingga akhir hayatnya aktif membaca. Beliau juga memiliki kebiasaan shalat tahajjud, makan tidak sampai kenyang, berpenampilan sederhana dan tidak berlebihan. Semua itu dilakukan secara istiqomah, jelas Jamal makmur.
Sedangkan menurut Muhammad Ni’am Sutaman,  Kiai Sahal Mahfudh adalah seorang mujtahid yang mampu memberikan dampak sosial positif di masyarakat melalui fiqih sosial beliau. Ambil contoh kontribusi fiqih sosial  dalam menggerakkan dinamika fiqih plus peran beliau dalam memberdayakan ekonomi masyarakat mampu memberikan sumbangsih terhadap masyarakat kajen sekitarnya.
Ia menambahkan bahwa, fiqih sosial merupakan trobosan pikiran yang luar biasa dalam lingkar NU maupun Islam Indoneisa. Karena fiqih sosial yang ditulis oleh kiai Sahal merupakan ijtihad untuk menemukan problem-problem di masyarakat yang beliau ambil konsep gagasannya dari teks kitab klasik di kontekstualisasikan. Sehingga fiqih sosial ini bisa memberikan pandangan, solusi dan menjawab tantangan zaman yang ada di masyarakat.
Acara bedah buku yang dihadiri puluhan santri di sekitar pondok pesantren  desa Kajen berjalan lancar dan penuh hikmad, ungkap Farid Abbad selaku panitia.(sis)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI Photo by terimakasih0

    Meminta Sumbangan di Tengah Jalan

    • calendar_month Kam, 23 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 555
    • 0Komentar

    Dalam memperbaiki sebuah jembatan, biasanya dibuatkan jembatan alternatif disamping kiri atau kanan jembatan supaya arus kendaraan tidak terputus. Hal ini dimanfaatkan oleh sekelompok pemuda desa terkait guna mengais rezeki melalui dalih menjadi petugas pengatur lalu-lintas. Dengan bekal wadah (besek-jawa ) Mereka meminta uang kepada para pengemudi roda empat yang akan melewati jembatan alternatif. Kemudian uang […]

  • Hukum Mengirim Sticker Inna Lillah dan Copas Doa untuk Orang Meninggal

    Hukum Mengirim Sticker Inna Lillah dan Copas Doa untuk Orang Meninggal

    • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 712
    • 0Komentar

    Hadirnya media sosial sebagai media dalam memudahkan berbagai aktifitas, sudah menjadi realitas keseharian. Hal ini juga berlaku bagi orang yang hendak kirim al-fatihah atau doa. Biasanya kalau ada kabar duka orang meninggal dunia di grup Whatsapp, dalam hitungan detik setelah kabar duka muncul, langsung disambut balasan doa dan al-fatihah dalam bentuk stiker atau teks yang […]

  • PCNU-PATI Photo by Philip Oroni

    Demi Waktu

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

    Oleh M. Iqbal Dawami Hari berganti menjadi penanda bahwa waktu bergulir tak pernah berhenti. Kita bisa menghentikan aktivitas dan menunda-nunda hal yang mesti kita lakukan, tapi waktu tak bisa ditunda. Waktu sekarang ya sekarang. Hari ini ya hari ini, bukan hari yang kemarin. Waktu yang sudah kita lewati menjadi masa lalu, tak bisa dikembalikan. Belum […]

  • Dopamine Kebahagiaan Ala Majelis Taklim Thoyyiburridwan

    Dopamine Kebahagiaan Ala Majelis Taklim Thoyyiburridwan

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12.089
    • 0Komentar

      Oleh: Zaenal Arifin* Dopamine, sering menjadi bahasan medis yang berujung pada sebuah kesenangan otak. Bahkan lebih sering diidentikkan dengan candu yang terus berulang hingga timbul sebuah kebahagiaan. Banyak orang mencari bahagia lebih-lebih soal duniawi, seperti uang, pujian, hiburan, dan kesenangan sesaat. Padahal ada kebahagiaan yang lebih menenangkan hati, yaitu dopamine positif yang bisa di […]

  • PCNU-PATI Photo by sarangib

    Padi Tumbuh dalam Kesunyian

    • calendar_month Sen, 3 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Dua tahun lalu hampir setiap pagi jika Aghza—anakku—bangun pagi, aku sering mengajaknya jalan-jalan ke pematang sawah. Dia tampak antusias setiap kali aku ajak ke persawahan. Sebelumnya dia minta dibuatkan susu dulu. Nanti susu yang dalam dot itu diminum pada saat kami melihat sawah. Terasa lebih nikmat, mungkin pikirnya. Aku bonceng […]

  • WA dan Saluran Menuju Tuhan. Photo by Christian Wiediger on Unsplash.

    WA dan Saluran Menuju Tuhan

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Selasa (25/10) kemarin, sejak pukul 14.00, jejaring sosial WhatsApp atau WA seperti tak bernyawa selama beberapa jam. Khalayak warga WA pun bersedih hati. Kesedihan ini tentu bukan tanpa alasan. Ketergantungan manusia Indonesia terhadap aplikasi ini memang begitu besar. menurut Bussiness of Apps, Pengguna WA di negara +62 mencapai 112 juta kepala. […]

expand_less