Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Cerita Pilu Fitri, Rumah Terbakar dan Kondisi Sakit-Sakitan

Cerita Pilu Fitri, Rumah Terbakar dan Kondisi Sakit-Sakitan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
  • visibility 670
  • comment 0 komentar

PATI – Fitri adalah seorang janda yang mempunyai dua putri. Ia tinggal bersama bapaknya di Kampung Randukuning Rt 02 Rw 03 Kecamatan Pati Lor Kabupaten Pati.

Kehidupan mereka awalnya biasa-biasa saja. Namun naas pada Hari Kamis (09/9) pukul 16.00 lalu, si Jago merah dengan ganasnya melenyapkan rumah tinggal beserta isinya. Tidak ada korban jiwa dalam persitiwa itu, namun semua harta milik Fitri dan ayahnya habis dilalap api.

Usai kejadian, Fitri dengan sangat terpukul mengungkapkan bahwa harta mereka tinggal pakaian yang menempel di badan. Selain itu, Fitri dan keluarganya tidak punya apa-apa lagi. 

“Tinggal ini, mas,” tuturnya dengan berderai air mata. 

Sakit-Sakitan

Sudah jatuh tertimpa tangga. Ungkapan ini layaknya mewakili kondisi Fitri saat ini. Sejak 8 bulan yang lalu, Fitri mengalami sakit-sakitan yang mengakibatkan ia susah untuk bekerja. Bapaknya, Pak Karmin hanyalah seorang tukang becak yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. 

“Kalau sepi kadang kurang (untuk memenuhi kebutuhan hidup),” ungkap Pak Karmin.

Dalan kondisi serba terdesak seperti sekarang ini, Keluarga Fitri dan Pak Karmin sangat memerlukan bantuan. Lagi-lagi, Lazisnu hadir dalam mencarikan secercah harapan bagi mereka. 

Untuk meringankan beban Fitri, setidaknya untuk membangun kembali tempat tinggalnya, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jika rumah tersebut tidak segera terealisasi, maka dampaknya akan sangat mengkhawatirkan. 

“Anak saya dua-duanya masih sekolah mas. Kasihan saya lihat mereka yang seharusnya belajarnya nyaman, menjalani kehidupan layak seperti anak yang lain, sekarang jadi nggak bisa,” lanjutnya. 

Oleh sebab itu, bagi para dermawan yang ingin mengukurkan tangannya, Lazisnu siap menjadi mediator. Langkah ini bisa dilakukan dengan cara datang labgsubg di Kantor Lazisnu Pati atau dengan mengirimkan sumbangan langsung ke rekening infaq Lazisnu. BRI Nomor 0066-01-024733-53-6 a.n. Lazisnu Pati QQ Infaq atau rekening Bank Syariah Mandiri Nomor 7926-02-0182 An. Lazisnu Pati Infaq.(ina/lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC IPNU IPPNU Kec. Wedarijaksa Ganti Nahkoda Baru

    PAC IPNU IPPNU Kec. Wedarijaksa Ganti Nahkoda Baru

    • calendar_month Jum, 18 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Prosesi pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kec. Wedarijaksa telah resmi dilantik pada Jum’at (18/10). Ada sebanyak 90 Pengurus PAC yang dilantik, terdiri dari 45 IPNU dan 45 IPPNU. Acara pelantikan tersebut berlangsung dengan khidmat di gedung PGRI, Wedarijaksa. Dihadiri oleh segenap banom NU Wedarijaksa, perwakilan PC IPNU IPPNU Pati, beberapa PAC IPNU IPPNU […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Please Forgive me. Photo by Brett Jordan on Unsplash.

    Maaf dan Terima Kasih

    • calendar_month Jum, 13 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Hidup tak luput dari perselisihan. Bagaimanapun jalannya disana pasti akan berjumpa dengan perselisihan. Salah paham, lebih mengedepankan ego dan sengaja melukai merupakan bibit awal timbulnya perselisihan. Dari perselisihan kita bisa belajar dewasa, sekaligus bijaksana, dalam berbicara dan bertindak. Beberapa waktu lalu saya tengah menghadapi perselisihan dengan seorang kawan. Salah paham dan mengedepankan ego lah penyebabnya. […]

  • Peringati Maulid dan HSN, dari Sunatan Massal sampai Mobil Layanan Ummat

    Peringati Maulid dan HSN, dari Sunatan Massal sampai Mobil Layanan Ummat

    • calendar_month Sen, 25 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim (tengah) melaunching mobil layanan ummat MWC NU Margoyoso MARGOYOSO – Beragam cara dijalankan oleh warga NU dalam memperingati hati santri tahun ini. Salah satunya yang dilakukan oleh MWC NU Margoyoso.  K. Samuin Wage, ketua MWC NU Margoyoso menegaskan bahwa pihaknya disibukkan dengan beragam kegiatan dalam peringatan hari santri dan […]

  • Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

      Pcnu.or.id, Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menyebut kebijakan lima hari sekolah belum final dan masih menjadi wacana. Ia pun berharap kebijakan Bupati Pati Sudewo ini tidak mematikan lembaga pendidikan agama seperti TPQ maupun Madin. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pati KH Minanurrohman mengatakan lembaga pendidikan agama perlu dijaga untuk menjaga moralitas […]

  • Qunut Nazilah dalam Sholat Sunah

    Qunut Nazilah dalam Sholat Sunah

    • calendar_month Jum, 16 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

       1.       Pertanyaan : Apakah membaca QunutNazilah juga di sunnahkan di dalam sholat sunnah ?   Jawaban:  Sebagaimana kitaketahui bahwa membaca qunut saat i’tidal nyaroka’at terakhirnya sholat subuh merupakan sebuah kesunnahan, akan tetapi membaca qunut tidak hanya terkhususkan dalam sholat subuh saja, melainkan dalam sholat maktubahyang lain juga di sunnahkan membaca doa qunut […]

  • Gus Rozin: Hanya 8 Persen Generasi Milenial Mengakui NU, Kita Harus Waspada

    Gus Rozin: Hanya 8 Persen Generasi Milenial Mengakui NU, Kita Harus Waspada

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 334
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.di-Semarang – Ketua Majelis Pembimbing Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Jawa Tengah, KH. Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa Gus Rozin, mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya pengakuan generasi milenial terhadap Nahdlatul Ulama (NU). “Dari data yang kami terima, hanya sekitar 8 persen generasi milenial yang mengakui dan merasa memiliki NU. Ini tentu […]

expand_less