Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Di Hadapan PCNU se-Jawa Tengah, Gus Rozin Nyatakan Maju di Muktamar ke-35 NU

Di Hadapan PCNU se-Jawa Tengah, Gus Rozin Nyatakan Maju di Muktamar ke-35 NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 16 Jul 2026
  • visibility 16.683
  • comment 0 komentar

SALATIGA – Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) menyatakan niatnya untuk maju dalam kontestasi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung di hadapan para Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Tengah dalam agenda silaturrahim di Salatiga, Rabu (15/7/2026) malam.
Forum yang dihadiri perwakilan PCNU se-Jawa Tengah itu semula menjadi ruang diskusi mengenai dinamika organisasi dan arah perjalanan NU menjelang Muktamar. Namun dalam kesempatan tersebut, Gus Rozin juga menyampaikan keputusan pribadinya untuk ikut berikhtiar dalam kontestasi kepemimpinan PBNU.
Dalam penyampaiannya, Gus Rozin menegaskan bahwa langkah tersebut bukan didorong oleh keinginan untuk memperuncing persaingan antartokoh. Menurutnya, yang lebih penting adalah mencari jalan keluar atas berbagai persoalan yang dihadapi organisasi serta menyiapkan masa depan NU yang lebih baik.
“Kita tidak usah mengulik tokoh-tokoh yang berkontestasi. Kita mencoba mengurai masalah yang ada,” ujar Gus Rozin.
Ia mengungkapkan bahwa keputusan untuk maju tidak diambil secara tiba-tiba. Sebelum menyampaikan niat tersebut, ia mengaku telah melakukan perenungan dan berdiskusi dengan sejumlah sahabat serta pengurus NU di berbagai daerah.
“Saya sempat berpikir lama dan akhirnya sekitar dua hari lalu, saya bersama teman-teman dan beberapa Ketua PCNU yang menghubungi saya, maka saya berikhtiar untuk berkontestasi pada Muktamar tahun ini,” ungkapnya.
Gus Rozin menyebut forum silaturrahim bersama para Ketua PCNU se-Jawa Tengah sebagai tempat yang tepat untuk menyampaikan niat tersebut secara terbuka. Selain sebagai bentuk ikhbar, ia juga memanfaatkan kesempatan itu untuk meminta doa dan dukungan dari para pengurus cabang yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya di NU.
“Ini merupakan ikhbar sekaligus meminta doa kepada para Ketua PCNU se-Jawa Tengah. Saya melakukan ini karena saya berangkat dari Jawa Tengah, dan saya merasa bahwa para Ketua PCNU ini bukan orang lain,” ujarnya.
Meski menyatakan maju dalam kontestasi, Gus Rozin menekankan bahwa orientasi utamanya adalah memperkuat persatuan organisasi dan menghadirkan gagasan untuk masa depan NU. Dalam forum tersebut, ia kembali menyampaikan visinya mengenai NU yang berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan.
“Kita ingin NU terwujud sebagai perkumpulan sosial keagamaan Islam yang berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat untuk kemaslahatan dan kesejahteraan Indonesia dan semesta,” katanya.
Pengasuh Pesantren Maslakul Huda-Pati ini juga mengajak seluruh jajaran PCNU se-Jawa Tengah untuk menjadikan Muktamar sebagai momentum konsolidasi dan penguatan organisasi, bukan arena yang memperlebar perbedaan. “Kita ingin NU terwujud sebagai perkumpulan sosial keagamaan Islam yang berdaulat, bermartabat dan bermanfaat untuk kemaslahatan dan kesejahteraan Indonesia dan semesta,” kata Gus Rozin.
Gagasan tersebut mendapat perhatian dari peserta yang hadir. Sejumlah pengurus cabang menilai pentingnya membangun ruang komunikasi yang lebih intensif antarlembaga dan antarkader agar proses menuju Muktamar dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi jam’iyah dan jamaah.
Forum silaturahim itu juga menjadi wadah penyelarasan pandangan mengenai visi Nahdlatul Ulama ke depan. Para peserta sepakat bahwa tantangan yang dihadapi organisasi semakin kompleks, sehingga membutuhkan sosok kepemimpinan yang mampu menjaga marwah organisasi, sekaligus memperkuat kontribusi NU bagi masyarakat.
Menjelang berakhirnya acara, Gus Rozin kembali menegaskan pentingnya menjaga suasana yang kondusif di seluruh tingkatan organisasi. Ia berharap seluruh warga NU dapat menempatkan kepentingan jam’iyah di atas kepentingan kelompok maupun pribadi.
“Yang harus kita menangkan adalah masa depan NU yang berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat. Muktamar harus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan melanjutkan khidmah kepada umat, bangsa, dan kemanusiaan,” tutur Rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati.
Silaturahim PCNU se-Jawa Tengah tersebut ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk terus menjaga komunikasi serta memperkuat konsolidasi organisasi dalam menyongsong Muktamar yang damai, bermartabat, dan membawa kemanfaatan bagi seluruh warga Nahdlatul Ulama.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC IPNU IPPNU Bersama JRA Jolosutro Pati Gelar Ruqyah

    PAC IPNU IPPNU Bersama JRA Jolosutro Pati Gelar Ruqyah

    • calendar_month Sel, 28 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    PATI, PAC IPNU IPPNU Tlogowungu bersama JRA Jolosutro Kabupaten Pati menggelar Ruqyah Massal pada Minggu (26/1/2020) di Pendopo Kecamatan Tlogowungu. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus MWC NU bersama Banom, Praktisi JRA dan forkopimcam Tlogowungu. “Kami melaksanaan ruqyah masal ini dalam rangka mendakwahkan Al-Qur’an sebagai obat yang utama dari segala penyakit baik medis maupun non medis.” […]

  • KKG Ke-NU-an MI Tancap Gas Jalankan Proker

    KKG Ke-NU-an MI Tancap Gas Jalankan Proker

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Adib Al Arif, Ketua LP Ma’arif Kabupaten Pati sedang menyampaikan gagasannya dalm rapat koordinasi KKG MI untuk Mapel Ke-NU-an di Gedung PCNU Pati, Sabtu (9/10) PATI – Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah pelajaran Ke-NU-an Kabupaten Pati melakukan rapat koordinasi dengan Guru Ke-NU-an se-Kabupaten Pati. Rapat koordinasi dihadiri oleh Ketua LP Ma’arif Kabupaten Pati, Adib […]

  • Hadapi Era VUCA, Rektor INISNU Temanggung Bekali Peserta Yudisium FTK Strategi 3C dan Pilihan Karier

    Hadapi Era VUCA, Rektor INISNU Temanggung Bekali Peserta Yudisium FTK Strategi 3C dan Pilihan Karier

    • calendar_month Sab, 27 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.085
    • 0Komentar

      TEMANGGUNG – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar prosesi Yudisium dan Seminar Karier bagi para calon lulusannya. Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., yang memberikan arahan penting terkait tantangan dunia kerja modern. Hal itu disampaikan usai pembacaan Surat Keputusan oleh Dekan […]

  • black and gray atm machine

    ATM

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 500
    • 0Komentar

      Oleh : Niam At Majha   Sore kemarin sebelum pulang kerumah saya sempatkan untuk mampir pada sebuah ATM untuk menarik uang tunai. Ternyata di tempat tersebut antriannya cukup banyak, untung saja pihak bank telah menyediakan kursi untuk menunggu. Meskipun dalam sebuah penungguan tentu ada rasa sebal dan menyebalkan, akan tetapi hal itu saya anggap […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb. Sekarang ini sudah umum atau biasa dikalangan masyarakat, apabila ada pengajian yang diisi oleh seorang muballigh, sebelum ia sampai ke tempat untuk berceramah, maka akan disambut dan diiringi dengan bacaan : طلع البدر علينا من ثنيات الوداع وجب الشكر علينا ما دعا لله داع dengan tujuan penghormatan terhadap muballigh tersebut. Padahal dalam […]

  • Man in Black Leather Jacket and Black Knit Cap Sitting on Brown Wooden Chair

    Pembakaran Kemenyan saat Manaqiban

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Pada saat membaca “ manaqib Syeikh Abdul Qodir Jailani “ ada sebagian masyarakat yang mempunyai adat  membakar kemenyan disamping jam’iyah manaqib tersebut. Asap tersebut sebagai penghormatan kehadiran beliau . Pertanyaan : Bagaimana hukumnya membakar kemenyan tersebut ? Jawaban : Boleh Referensi : Bulhoh at Thullab hal 53-54 2. Benarkah Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani hadir saat […]

expand_less