Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Hewan Pun Berpuasa

Hewan Pun Berpuasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 4 Mar 2025
  • visibility 84
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Jika definisi puasa sekadar tidak makan dan tidak minum, maka saya menyebut hewan pun berpuasa: sapi, kerbau, ayam, bebek, semua berpuasa meski durasinya tidak seperti manusia. Ini juga dipertegas oleh Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang menulis buku Tuhan Pun “Berpuasa” (1997). Jika Tuhan saja berpuasa, masak hewan ya ora puasa?

Puasa dalam Islam bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum. Jika definisinya hanya sebatas itu, maka banyak makhluk hidup di dunia ini yang bisa disebut berpuasa, termasuk hewan. Sapi, kerbau, ayam, bebek, bahkan ular pun dapat melewati waktu tertentu tanpa makan dan minum. Namun, apakah puasa yang diperintahkan Allah Swt. kepada manusia sama seperti puasa hewan? Tentu tidak. Puasa manusia memiliki dimensi yang jauh lebih dalam, yang tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga spiritual dan moral

Ketika puasa hanya dimaknai sekadar tidak makan dan tidak minum, maka hewan pun berpuasa. Sapi, kerbau, ayam, bebek, semua berpuasa meski durasinya tidak seperti manusia. Namun, hakikat puasa tidak sesederhana itu. Puasa adalah ibadah yang memiliki dimensi spiritual yang dalam.

Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari segala perbuatan yang buruk, seperti berbohong, mencuri, dan bergunjing. Puasa juga merupakan kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa tujuan puasa adalah untuk mencapai ketakwaan. Ketakwaan adalah derajat yang tinggi di sisi Allah SWT. Orang yang bertakwa adalah orang yang selalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama dari puasa bukanlah sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi untuk mencapai derajat ketakwaan.

Puasa yang dilakukan manusia adalah ibadah yang menguji kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, serta menanamkan kesadaran akan kehadiran Allah Swt. dalam setiap aspek kehidupan. Berbeda dengan hewan yang berpuasa karena dorongan alami atau mekanisme tubuhnya, manusia berpuasa sebagai bentuk ketaatan dan pengabdian kepada Sang Pencipta.

Puasa juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Secara medis, puasa dapat membantu membersihkan racun-racun dalam tubuh, menurunkan berat badan, dan meningkatkan kesehatan jantung.

Namun, yang lebih penting dari itu semua, puasa adalah ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Puasa itu adalah perisai.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Puasa adalah perisai dari segala macam keburukan. Dengan berpuasa, seseorang akan lebih mampu mengendalikan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Hadits ini mengandung makna bahwa puasa dapat melindungi umat Islam dari perbuatan buruk dan hawa nafsu.

Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan bulan Ramadan ini untuk berpuasa dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari segala perbuatan yang buruk. Semoga dengan berpuasa, kita dapat mencapai derajat ketakwaan yang tinggi di sisi Allah SWT.

Hikmah Puasa Ramadan

Selain untuk mencapai ketakwaan, puasa Ramadan juga memiliki banyak hikmah lainnya. Pertama, meningkatkan rasa syukur. Dengan berpuasa, kita akan lebih menghargai nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Kita akan merasakan betapa nikmatnya makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari.

Kedua, menumbuhkan rasa empati. Dengan berpuasa, kita akan lebih merasakan bagaimana rasanya lapar dan haus. Hal ini akan menumbuhkan rasa empati kita terhadap orang-orang yang kurang mampu.

Ketiga, melatih kesabaran. Puasa membutuhkan kesabaran yang tinggi. Dengan berpuasa, kita akan terlatih untuk menjadi orang yang lebih sabar dalam menghadapi segala macam cobaan.

Mendekatkan diri kepada Allah SWT. Puasa adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan berpuasa, kita akan lebih merasakan kehadiran Allah SWT dalam hidup kita.

Keempat, puasa sebagai pengendalian diri. Puasa dalam Islam mengajarkan manusia untuk mengendalikan diri. Tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dari berkata dusta, menghindari amarah, serta menahan diri dari perbuatan dosa. Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa bukan hanya soal fisik, tetapi juga pengendalian jiwa dan perilaku. Seorang muslim yang berpuasa harus mampu menjaga lisannya, perbuatannya, serta pikirannya dari hal-hal yang dapat merusak ibadahnya.

Kelima, puasa sebagai latihan ketakwaan. Ketakwaan adalah tujuan tertinggi dari puasa. Dengan menahan diri dari hal-hal yang diperbolehkan di luar Ramadan, seperti makan dan minum, seorang muslim diajarkan untuk lebih mudah menahan diri dari hal-hal yang dilarang secara mutlak, seperti perbuatan maksiat. Puasa melatih kepekaan sosial, membangun rasa empati kepada mereka yang kurang beruntung, serta memperkuat hubungan dengan Allah Swt. melalui ibadah yang lebih khusyuk.

Seorang muslim yang memahami esensi puasa tidak akan hanya menjadikannya sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri. Puasa bukan hanya perkara fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membawa manusia lebih dekat kepada Allah dan lebih peduli terhadap sesama.

Jika puasa hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, maka hewan pun dapat melakukannya. Namun, puasa dalam Islam memiliki makna yang jauh lebih luas. Ia adalah sarana pembentukan karakter, pengendalian diri, serta jalan menuju ketakwaan. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya tidak hanya fokus pada aspek fisik dalam berpuasa, tetapi juga pada aspek spiritual dan moral agar puasa benar-benar membawa manfaat dan keberkahan dalam kehidupan.

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • QUO VADIS PENDIDIKAN NAHDLATUL ‘ULAMA; Membaca Problematika Pesantren dan Madrasah

    QUO VADIS PENDIDIKAN NAHDLATUL ‘ULAMA; Membaca Problematika Pesantren dan Madrasah

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdhatul Ulama (NU) sesungguhnya memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses perkembangan pendidikan terutama pendidikan Islam. Pada dasarnya sejarah pergerakan NU itu sendiri merupakan gerakan pendidikan di seluruh Indonesia.[1]Banyaknya lembaga-lembaga pendidikan seperti pesantren, majlis ta’lim, diniyah atau madrasah yang menjadi basis kultural NU dapat menjadi indikasi gerakan […]

  • Sahkah Sholat Tasbih yang Terlupa Baca Tasbih?

    Sahkah Sholat Tasbih yang Terlupa Baca Tasbih?

    • calendar_month Sab, 24 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sah ataukah tidak sholat tasbih yang terlupa membaca tasbih di salah satu bagiannya?. Inilah salah satu permasalahan yang diperdebatkan dalam forum bahtsul masail yang diselenggarakan oleh MWC NU Kec. Jakenan. Lebih lanjut ditanyakan, hukum sholat tasbih yang demikian (lupa membaca bacaan tasbih) di salah satu bagiannya. Sah atau tidak sholatnya? Jika teringatnya masih di dalam […]

  • Berobat Gratis dengan KARTANU

    Berobat Gratis dengan KARTANU

    • calendar_month Sab, 23 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Pati. Pimpinan Ranting NU Desa Tambaharjo Kecamatan Tambakromo Semalam bertempat klinik dr Wahid Abdurrahman melakukan MoU Layanan Berobat gratis. Kamis, 21 Juli 2022. Dalam MoU layanan berobat gratis tersebut dihadiri oleh pengurus Ranting NU, GP Ansor, IPNU dan NU Care Lazisnu Tambaharjo. Layanan Berobat gratis tersebut merupakan tindak lanjut dari launching Kartu Sehat NU (KSNU) […]

  • Jamaah Haji Pati Mulai Pulang Pekan Depan, Ini Jadwalnya

    Jamaah Haji Pati Mulai Pulang Pekan Depan, Ini Jadwalnya

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 118
    • 0Komentar

      PCNU.OR.ID, Pati – Jamaah haji asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah dijadwalkan mulai pulang pada pekan depan. Jadwal pemulangan pun telah dirilis Kementerian Agama (Kemenag). Masyarakat yang mempunyai keluarga yang sedang ibadah haji pun perlu menyimak. Plh Kepala Kemenag Kabupaten Pati Abdul Hamid memaparkan, 1.396 jemaah haji bakal dipulangkan mulai Senin (23/6/2025) hingga Jumat (11/7/2025). […]

  • Sumbang Kurungan untuk Ikut Atasi Corona

    Sumbang Kurungan untuk Ikut Atasi Corona

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Kurungan burung sumbangan Imam Muslih untuk warga terdampak corona PATI-Unik, begitu kata yang muncul pertama kali saat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Joyo Kesumo Pati menerima kiriman tak lazim. Bingkisan tersebut berupa sebuah kurungan burung berukuran 30 cm × 50 cm. Benda tersebut merupakan pemberian dari seorang pengrajin kurungan burung asal Desa Ranggah Metaraman […]

  • Hadirkan Sosiawan Leak, Lesbumi NU Pucakwangi Gairahkan Literasi

    Hadirkan Sosiawan Leak, Lesbumi NU Pucakwangi Gairahkan Literasi

    • calendar_month Jum, 21 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Pucakwangi – Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Pucakwangi, Kabupaten Pati gelar Launching dan Bedah Buku. Acara ini berlangsung di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) setempat, Kamis (20/10/2022) malam.  Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Gairah Literasi di Madrasah dan Pondok Pesantren” itu menghadirkan seorang penyair sekaligus penulis, Sosiawan Leak. Sosiawan Leak memaparkan, literasi tidaklah […]

expand_less