Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pencari Muka, Racun dalam Organisasi

Pencari Muka, Racun dalam Organisasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 7 Jan 2025
  • visibility 329
  • comment 0 komentar

Oleh: Angga Saputra

Pcnupati.or.id – Beberapa waktu lalu, saya bersama teman-teman semasa kuliah di Semarang mengadakan reuni kecil-kecilan. Kami berbincang banyak hal, utamanya ruang lingkup organisasi di daerah masing-masing.

Kebetulan, kami sama-sama aktif dalam berorganisasi. Ada yang terjun di organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, hingga organisasi sosial.

Perbincangan ngalor-ngidul soal organisasi akhirnya mengerucut di satu pembahasan yang membuat kami sama-sama antusias dalam bercerita sekaligus mendengarkan satu sama lain. Yaitu tentang rekan satu organisasi yang hobinya mencari muka atau menjilat kepada orang yang punya pengaruh besar dalam organisasinya itu.

Menurut KBBI, menjilat adalah berbuat sesuatu supaya mendapat pujian. Istilah ini dikenal juga dengan cari muka.

Cerita dari beberapa teman soal rekan organisasi yang suka mencari muka pun berlanjut. Mereka bercerita bahwa ada rekan yang sedang mengincar posisi atau jabatan strategis. Cara yang dilakukan oleh rekan organisasinya itu pun terbilang template, namun tetap saja menjengkelkan dan bikin jijik.

Mereka bercerita jika ada rekan yang sebenarnya tidak pandai-pandai betul dalam mengerjakan suatu program, namun sok-sokan mengerjakan beberapa kerjaan yang sebenarnya bukan menjadi tupoksinya. Tujunnya agar mendapat pujian dan dikatakan serba bisa oleh pimpinan.

Ada pula yang bercerita jika salah satu rekan organisasinya suka menjelek-jelekan lainnya. Caranya pun dilakukan secara frontal tanpa memedulikan perasaan rekan lainnya. Terpenting, tujuan pribadinya tercapai dan rekan yang tidak disukai kena sialnya.

Saya dan beberapa teman yang lain saling mengangguk mendengarkan cerita, karena cukup memahami persoalan yang terbilang pelik ini. Persoalan seperti ini termasuk cerita lama yang sulit dihindari dalam sebuah organisasi.

Pada akhirnya, saya mecoba memberi saran kepada beberapa teman yang merasa mangkel terhadap rekan organisasinya yang mereka anggap punya hobi cari muka. Sebab, saya dari zaman sekolah, kuliah, hingga saat ini selalu berada di organisasi yang sehat, tidak ada orang-orang toxic.

“Ya sudah, biarkan saja. Lagi pula kita nggak bakal bisa mengatur orang lain agar sepemikiran dengan kita. Sulit juga mengontrol teman agar betul-betul bisa menjalankan roda orgnisasi sesuai visi dan misinya. Ada yang punya kepentingan pribadi, kepentingan kelompoknya, bahkan ada yang berfikiran penting dapat cuan dari organisasi. Yang penting, kalian nggak perlu ikut-ikutan cari muka. Buat apa? Lha wong muka kalian nggak hilang,” kata saya mencoba menasehati mereka. Namun tampaknya mereka semakin mangkel mendengar saran tersebut.

*Angga Saputra, Ketua PC LTNU Kab Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ma'arif Jateng Kukuhkan LP. Ma'arif Kab. Demak Periode 2023-2028

    Ma’arif Jateng Kukuhkan LP. Ma’arif Kab. Demak Periode 2023-2028

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kab. Demak menggelar Seminar Nasional dan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) di Kusma Hotel Kab. Semarang pada 16-17 September 2023. Dalam acara ini, ada beberapa acara seperti penguatan Aswaja lembaga, Bimtek Aset, Sidang Pleno dan pengukuhan. Pengukuhan LP. Ma’arif NU PCNU Kab. Demak Periode tahun 2023-2028 yang terdiri dari 47 pengurus […]

  • LF-NU : Menentukan Arah Kiblat Bisa Dilakukan Sore Ini

    LF-NU : Menentukan Arah Kiblat Bisa Dilakukan Sore Ini

    • calendar_month Sel, 16 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

    PATI. Kiblat merupakan satu hal penting bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Bahkan menghadap Kiblat adalah salah satu syarat sah sholat. Letak kiblat berada tepat pada posisi ka’bah di Makkah, Arab Saudi. Penentuan arah kiblat bisa dilakukan dengan berbagai metode. Di era modern ini, umat islam bisa menggunakan fasilitas kompas, baik kompas konfensional maupun kompas […]

  • Diikuti 28 Ribu Orang, Jalan Sehat Santri Jawa Tengah 2024 Dibuka Gus Rozin dengan Meriah

    Diikuti 28 Ribu Orang, Jalan Sehat Santri Jawa Tengah 2024 Dibuka Gus Rozin dengan Meriah

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

      Semarang – Puncak Acara Resepsi Peringatan Hari Santri Nasional Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah 2024 melalui kegiatan Jalan Sehat Santri Jawa Tengah berlangsung meriah di Lapangan Pancasila Simpanglima, Kota Semarang, pada Ahad (27/10/2024). Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin dalam sambutannya menuturkan bahwa total peserta Jalan Sehat Santri Jawa Tengah […]

  • Sholatnya Orang yang Berada di Dalam Bus

    Sholatnya Orang yang Berada di Dalam Bus

    • calendar_month Sen, 9 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 186
    • 0Komentar

     Pertanyaan : Seseorang yang berada di dalam bus dan waktu sholat akansegera habis.Apakah yang harus dilakukan ? Dikarenakankalau ia turun dari bus untuk melakukan sholat, ia akan ketinggalan bus, sedangkan kalau tetep di dalam bus, ia tidak bisa melakukan sholat. Jawaban :Jika memang seseorang tersebut khawatir ; kalau turun dari bus bisa ketinggalan, maka ia […]

  • Punya KARTANU, Berobat di RSI Pati dapat Diskon

    Punya KARTANU, Berobat di RSI Pati dapat Diskon

    • calendar_month Sab, 27 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

        Pati. Pemilik Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) di Kabupaten Pati bisa mendapatkan diskon biaya pengobatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Pati.   Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Kiai Yusuf Hasyim ketika ditemui di sela Sarasehan Menatap Masa Depan NU Kabupaten Pati dalam rangka memperingati hari lahir ke-98 […]

  • Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata

    Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Emna Ainun Nadjib (Cak Nun) dalam berbagai kesempatan sering mengungkapkan prinsip beragama masyarakat sekitar Gunung Merapi. Kira-kira prinsip itu “Jawa dibawa, Arab digarap, Barat diruwat”. Ini soal berbagai soal kehidupan. Ya, agama, budaya, kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan tetek bengek yang lainnya. Jawa digawa berarti sebagai masyarakat Jawa jangan lupa Jawanya. Jawa […]

expand_less