Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Fatayat NU Kayen Kaji Kesetaraan Gender

Fatayat NU Kayen Kaji Kesetaraan Gender

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
  • visibility 538
  • comment 0 komentar

KAYEN-PAC Fatayat NU Kecamatan Kayen menggelar kajian yang tak biasa. Rabu (28/8) pukul 13.00 WIB para Pengurus Ranting Fatayat NU ke Kecamatan Kayen memadati rumah Laili Sulanjari di Desa Sumbersari.

Penyampaian materi tentang Kesetaraan dan Keadilan Gender di depan puluhan Pengurus Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Kayen

Kehadiran para pemudi NU ini dalam rangka mengikuti perkumpulan rutin. Namun kali ini ada yang berbeda. Pembahasan yang menjadi topik utama masih agak asing di telinga masyarakat pedesaan, yaitu kajian kesetaraan gender.

“Gender dan kodrat itu berbeda, gender itu secara sosiologi bisa di rubah. Sedangkan kodrat itu tidak” ungkap Umdatul Baroroh, MA., aktivis gender yang secara khusus didatangkan dalam agenda tersebut.

Dengan tajuk utama Kesetaraan dan Keadilan gender, kajian semacam ini layak diadakan di tengah-tengah masyarakat. Lilik Khoni’ah, S.E., ketua Fatayat NU Kayen menilai bahwa perihal gender merupakan isyu sensitif. Namun mau tidak mau, masyakat harus diberikan pengetahuan mengenai hal ini.

“Suka tidak suka, mau tidak mau, fenomena kesetaraan gender sudah menjalar ke berbagai lapisan masyarakat. Hal ini tidak bisa dihindari, namun bisa diarahkan” ungkap Lilik, menimpali apa yang disampaikan Umdatul Baroroh.

Baroroh juga berpesan bahwa, stigma negatif tentang kesetaraan gender bisa diatasi selama orang-orang yang dianggap menyalahi gender-nya berperilaku positif dan memberikan dampak baik. Statmen ini lah yang diharapkan mampu memberikan wadah yang luas khususnya bagi para wanita untuk menjalankan karirnya secara bebas, namun tetap bertanggung jawab dengan tugas rumah tangganya.

“Harapan kami, semua yang datang di forum ini bisa menjadi penyambung lidah dengan masyarakat akar rumput dalam mensosialisasikan kesetaraan gender, agar tidak terjadi su’udhon di tengah-tengah masyarakat” tutup Lilik.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rodhiyah Mantab Pimpin Fatayat NU Pucakwangi Hingga 2025

    Rodhiyah Mantab Pimpin Fatayat NU Pucakwangi Hingga 2025

    • calendar_month Sel, 2 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Suasana pembukaan Konferensi PAC Fatayat NU Pucakwangi PUCAKWANGI – Kepemimpinan PAC Fatayat NU Pucakwangi periode 2016-2021 resmi usai. Melalui forum tertinggi, Konferensi Fatayat NU tingkat PAC, Umi Kalsum sah demisioner pada Minggu (31/10) di Gedung Serbaguna Pucakwangi.  Acara yang pembukaannya dihadiri seluruh elemen NU tersebut menandai fase baru PAC Fatayat NU Pucakwangi. Sebagai kalimat pamungkas, […]

  • Rakercab Ma’arif Temanggung, Ma’arif Jateng Paparkan 10 Program Unggulan

    Rakercab Ma’arif Temanggung, Ma’arif Jateng Paparkan 10 Program Unggulan

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 511
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LP. Ma’arif NU PCNU) Temanggung menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) pada Selasa (17/6/2025) bertempat di Hall Babussalam NU, Kompleks INISNU Temanggung. Kegiatan ini merupakan forum tertinggi LP Ma’arif NU di tingkat cabang yang bertujuan merancang program kerja jangka pendek tahun 2025 serta program strategis […]

  • PCNU - PATI Photo by Mufid Majnun

    Santri Pemalas Termasuk `Uqûq al-Walidaini.

    • calendar_month Jum, 24 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Seorang santri ketika berangkat ke Pondok Pesantren oleh orang tuanya dipesan untuk seregep (giat) mengaji dan giat muthôla`ah, akan tetapi santri tersebut ketika di Pondok Pesantren termasuk malas ngaji dan muthôla`ah, seandainya orang tuanya tahu, tentu saja akan merasa prihatin dan marah. Pertanyaan : Jika suatu saat di Pondok Pesantren santri tersebut malas (jarang mengaji […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Menikah Tepat dan Akurat. Photo by Jeremy Wong Weddings on Unsplash.

    Menikah Tepat dan Akurat

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Menikah muda, bahagia di saat malam pertama, setelahnya dilema. Menikah di usia dini saat ini telah menyebar masif dikalangan masyarakat. Dalihnya supaya tak menimbulkan fitnah dan uh ah, selanjutnya terjadilah penambahan populasi manusia, tanpa harus sah. Namun sepertinya menikah di usia belia bisa jadi hanya untuk topeng semata, atau memang secara sengaja dilakukan untuk segera […]

  • img-20220325-wa0029-20-1-jpg

    Melisa Imbau Kader IPPNU Ramaikan Masjid dan Mushala Selama Ramadhan

    • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

      PATI – Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (PC IPPNU) Kabupaten Pati, Melisa Yusrina mengimbau para kader Pelajar NU Bumi Mina Tani dapat meramaikan masjid dan musala selama Bulan Suci Ramadan.   “Mengisi masjid atau mushola dengan khataman maupun kajian kitab kuning, yang mana sebagai ciri khas warga nahdliyin yang mana menjadi […]

  • PCNU-PATI Photo by Microsoft 365

    Menjadi Guru untuk Diri Sendiri, Syukur-syukur Orang Lain

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Dulu, saya sering resah saat memberi ceramah, entah itu bentuknya khutbah jumat, idul fitri, idul adha, maupun kultum. Resah karena merasa tidak pantas menceramahi orang, sedang diri sendiri masih belangsakan. Tapi setelah mendapat nasihat dari dua orang guru, perasaan itu menjadi hilang. Guru pertama mengatakan bahwa penceramah sama halnya profesi […]

expand_less