Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » MANU Gembong Rakayakan Kemerdekaan dengan Cara Beda

MANU Gembong Rakayakan Kemerdekaan dengan Cara Beda

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 23 Agu 2026
  • visibility 18.242
  • comment 0 komentar

 

pcnupati.or.id. – Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama’ (MANU) Gembong, Pati memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan cara berbeda. Sabtu, (22/8) pagi, Pengurus OSIM MANU menggelar bhakti sosial.

“Di HUT RI ke-81 ini kami rayakan dengan cara yang beda, bersih-bersih masjid,” tutur Novieta Aristyanti, Pembina Osim.

Sesuai keterangan Novieta, Bhakti sosial tersebut dilakukan lewat aksi bersih-bersih tempat ibadah. Kali ini, yang menjadi sasaran adalah Masjid Besar Baitul Muttaqin yang berada di jantung Kecamatan Gembong.

Novieta menjelaskan bahwa, aksi ini bukan formalitas semata. Objek kebersihan yang digarap oleh Osim MANU sangat detil, seperti menyapun dan mengepel lantai masjid, menyuci mukena dan sarung inventaris masjid, menyuci karpet hingga membersihkan tempat wudlu dan toilet.

Alfiyah, salah satu peserta didik yang terlibat dalam aksi ini menilai, kegiatan semacam ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kepedulian lingkungan, khususnya tempat ibadah. Ia menilai, jika masjid atau mushalla bersih, maka orang pun akan betah ke masjid.

“Kalau masjid kita bersih, tamu Allah pun juga bakal nyaman beribadah atau sekadar singgah,” tuturnya.

Santri Ponpes Shofa Az Zahro tersebut juga berharap, bhakti sosial semacam ini akan berdampak kepada lingkungan sekitar masjid. Dia juga ingin agar langkah baik yang dilakukan Osim MANU tersebut diikuti oleh sekolah-sekolah dan lembaga atau organisasi lainnya.

“Kalau masjid sudah bersih, lingkungan rumah juga, dong dibersihkan. Semoga juga banyak orang yang melakukan aksi ini, sehingga kebersihan bukan hanya jargon tapi aksi nyata,” imbuhnya.

Rencananya, jika aksi ini mendapat respon positif dari masyarakat, Novieta akan mengajak anak-anak Osim MANU untuk menggelar lagi kegiatan semacam ini. Sebab, menurutnya, selain mengajari akhlak dan ilmu pengetahuan, sudah selayaknya madrasah juga memberikan bekal ilmu kemasyarakatan.

“Anggaplah masyarakat itu laboratorium untuk belajar, sehingga mereka bisa belajar bermasyarakat lewat jalur ini,” tutur dia.

Selain menjalankan aksi bersih-bersih masjid, para pelajar ini juga menyumbangkan tiga mukena baru untuk inventaris Masjid Besar Baitul Muttaqin. Langkah ini disambut baik oleh warga sekitar masjid.

“Kebetulan marbot kami sedang sakit, jadi sangat membantu sekali aksi dari adek-adek MANU ini. Terimakasih banyak, semoga MANU tambah maju,” tutur Ali, salah satu warga sekitar masjid.(lut/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Media Sosial Penghubung Sikap Toleransi

    Media Sosial Penghubung Sikap Toleransi

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 593
    • 0Komentar

    Guru mengajarkan kalau dunia itu ada dua; fana, yaitu dunia yang bisa rusak dan dunia baka, yaitu dunia setelah manusia meninggal. Dan yang tidak pernah terbayangkan oleh manusia ternyata ada dunia baru. Dunia baru antara dunia fana dan dunia baka itu adalah dunia maya (virtual world), yaitu dunia online yang sangat luas sekali, yang berisi […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan bersama Hamidulloh Ibda

    • calendar_month Sen, 8 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Tidak ada yang menyuruh, meminta, atensi, apalagi intimidasi. Semua tulisan yang saya kirim di NU Online Pati (pcnupati.or.id) murni karena saya sendiri. Bergerak karena ingin bergerak. Terdorong karena dorongan sendiri. Semua tergerak sendiri sehingga saya bisa menulis 30 artikel full selama bulan Ramadan tahun ini. Di tengah hiruk pikuk kesibukan dunia modern, […]

  • PC IPNU Sowan ke MWC-NU Gembong

    PC IPNU Sowan ke MWC-NU Gembong

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    GEMBONG-Pengurus Cabang IPNU/IPPNU Pati secara masif menggalang keaktifan ditingkat bawah. Program utamanya adalah pembentukan pengurus sampai di tingkat ranting. Dari total 21 PAC di Kabupaten Pati, hanya Kecamatan Gembong yang belum memiliki Pengurus Anak Cabang IPNU/IPPNU. Koordinasi PC IPNU/IPPNU Pati dengan MWC-NU Gembong Oleh sebab itu, Selasa (23/7) sore, Pengurus Cabang IPNU/IPPNU melakukan silaturrohim di […]

  • Selamatkan Kader NU dari Ideologi Radikal

    Selamatkan Kader NU dari Ideologi Radikal

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Pati. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU mengadakan seminar terkait ideologi Radikal, acra bertempat di gedung NU lantai 3 dengan menghadirkan pemateri Dr. Jamal Makmur Asmani, 21/5 kemarin. Dr. Jamal menjelaskan, Kader kader muda NU harus diselamatkan dari bahaya ideologi radikal yang terus menyerang kader bangsa. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, Pertama, mengokohkan paham Aswaja Annahdliyyah […]

  • Fatayat NU Kayen Kaji Kesetaraan Gender

    Fatayat NU Kayen Kaji Kesetaraan Gender

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 569
    • 0Komentar

    KAYEN-PAC Fatayat NU Kecamatan Kayen menggelar kajian yang tak biasa. Rabu (28/8) pukul 13.00 WIB para Pengurus Ranting Fatayat NU ke Kecamatan Kayen memadati rumah Laili Sulanjari di Desa Sumbersari. Penyampaian materi tentang Kesetaraan dan Keadilan Gender di depan puluhan Pengurus Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Kayen Kehadiran para pemudi NU ini dalam rangka mengikuti perkumpulan […]

  • Kitab Idzonatun Nasyiin

    Kitab Idzonatun Nasyiin

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Kitab Idhotun Nasyiin berisi bimbingan yang masih relevan untuk generasi muda muslim ‘jaman now’. Berbagai nasehat ditulis dalam kitab ini. Dengan harapan menjadi manusia seutuhnya, berhiaskan akhlaq terpuji dan mengerti permasalahan yang dialami bangsa. Dalam menyajikan kajian kitab klasik ini, redaksi menggunakan panduan kitab yang sudah diterjemahkan oleh H.M. Fadlil Said An-Nadwi pada tahun 1421 […]

expand_less