Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tahlilan Wah Ala Kampung

Tahlilan Wah Ala Kampung

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 13 Okt 2022
  • visibility 333
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin* 

Mengejutkan! Kata pertama yang terlontar saat mendengar bahwa ada sebuah desa yang mungkin belum dijamah Google Street View, biaya kematiannya begitu mahal. Bahkan bisa lebih mahal daripada di kota-kota besar. 

Cerita ini bermula saat penulis mengantar seorang ustadz untuk mengisi ceramah dalam acara tujuh hari kematian. Tentu cuma orang NU yang mengamalkan upacara ini. 

Setelah sampai lokasi, memang tidak ada yang aneh. Hanya sebuah rumah yang teramat sangat sederhana dengan tenda kematian di depannya yang berisi kurang lebih 300-an bapak-bapak. 

Kejanggalan mulai terasa jelang pulang, tepatnya saat berkatan tiba. Seperti umumnya di pantura timur, berkat tujuh hari berisi sebungkus mie instan, sedikit gula, sedikit beras dan juga teh celup. 

Namun yang mengherankan adalah, di atas berkatan itu ada sebuah sarung merk sitting elephant (gajah lungguh) yang–penulis tau–harganya cukup mahal. Sampai di mobil, si Ustadz ternyata juga merasakan kejanggalan itu. “Rumahnya sederhana, tapi berkatnya mewah banget, ya, kang”. 

Karena penasaran, kami memutuskan untuk mampir  ke sebuah warung demi mendapatkan informasi lebih. Bak main detektif-detektifan, kami berpura-pura membeli rokok sambil bincang basa basi dengan empunya warung, sampai tak terasa obrolan mulai menjurus ke tema yang berputar-putar di otak kami sejak tadi. “Sudah jadi tradisi sini, pak”, kata pemilik warung. 

“Ibu-ibu dapat kain sama kerudung, bapak-bapak dapat sarung”, si ahli warung melanjutkan uraiannya, kami semakin ternganga. 

Satu hal yang lebih mengguncang sanubari kami, pemilik warung itu juga bilang kalau Shohibul Mushibah yang kami datangi tadi, menjual sebidang tanah satu-satunya demi membiayai kebutuhan tahlil 7 hari. 

Ngeri-ngeri sedap, sang ustadz segera mengajak penulis mengembalikan amplop yang sudah diterima, namun penulis menolaknya. Alih-alih diterima baik-baik, bagaimana kalau si empunya marah, dikira menghina dan lain sebagainya. 

Kasus ini bukan sebatas gengsi saja lho ya. Justru fenomena ini adalah domino effect dari sifat dasar masyarakat desa yang serba pekewuh (baca: sungkan). “Sebenarnya saya ngga suka budaya ini, tapi kami terlanjur menerima sarung je. Kalau kami memutus adat, apa kata tetangga,” begitu kira-kira. 

Runyam kan? Kalau boleh usul, tradisi ini seharusnya dihapuskan. Bukan tahlilannya, tapi berkatan yang wah itu lho yang perlu ditinjau kembali. Mengingat kekuatan ekonomi masyarakat sangat hetero alias beda-beda. 

Pun pihak terkait seperti tokoh agama dan pemerintah saatnya ambil peran. Kalau biasanya warga yang demo ‘turunkan harga BBM’, giliran pemerintah menyuarakan ‘turunkan harga tahlilan’. Agar apa? Agar tahlilan tak menjadi beban. 

Sebab jika dibiarkan efek dominonya bisa meluber kemana-mana. Tradisi kena, NU pun kena. 

Padahal standar minimal suguhannya nabi sudah jelas, walaw bi syurbi maa’in, seteguk air minum. Ya minimal secangkir kopi lah bisa ndak ngisin-ngisini banget. 

*Penulis merupakan pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC Muslimat NU Batangan Punyai Ketua Baru

    PAC Muslimat NU Batangan Punyai Ketua Baru

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

    BATANGAN-PAC Muslimat NU Batangan menggelar Konferensi Anak Cabang, Minggu (6/10). Belokasi di Desa Lengkong, tepatnya di RA Tarbiyatuk Isalamiyah, agenda teraebut menjadi tanda berakhirnya masa kepemimpinan Malikhatin, ketua PAC Muslimat NU Batangan periode 2014-2019. Istiqomah, S.Pd. (ketua terpilih PAC Muslimat NU Batangan) bersama dengan rekan-rekannya Dalam konferensi itu, Pengurus cabang mendelegasikan tiga orang untuk memandu […]

  • Bersedekah dan Melaksanakan Tahlilan Pada Hari Tertentu Setelah Kematian

    Bersedekah dan Melaksanakan Tahlilan Pada Hari Tertentu Setelah Kematian

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2014
    • account_circle admin
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Bersedekah dan Melaksanakan Tahlilan Pada Hari Tertentu Setelah Kematian Bersedekah adalah termasuk tindakan yang disyari’atkan agama dan berpahala. Bersedekah juga mencerminkan kepedulian sosial antar umat Islam. Dalam hadits Amr bin Abasah disebtkan: قُلْتُ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ طِيبُ الْكَلَامِ وَإِطْعَامُ الطَّعَامِ [1] “Aku bertanya, “Apa Islam itu?” Beliau menjawab, “Berkata yang baik dan memberi makan.” Sedekah juga […]

  • Peringati Maulid dan HSN, dari Sunatan Massal sampai Mobil Layanan Ummat

    Peringati Maulid dan HSN, dari Sunatan Massal sampai Mobil Layanan Ummat

    • calendar_month Sen, 25 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim (tengah) melaunching mobil layanan ummat MWC NU Margoyoso MARGOYOSO – Beragam cara dijalankan oleh warga NU dalam memperingati hati santri tahun ini. Salah satunya yang dilakukan oleh MWC NU Margoyoso.  K. Samuin Wage, ketua MWC NU Margoyoso menegaskan bahwa pihaknya disibukkan dengan beragam kegiatan dalam peringatan hari santri dan […]

  • PCNU-PATI

    Ketua-Sekretaris PC NU Naik Haji, Begini Nasib NU Pati

    • calendar_month Sel, 4 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Tahun ini menjadi tahun yang istimewa bagi PCNU Pati. Selain berbagai agenda organisasi yang padat, pada tahun 2023 ini, NU Pati ditinggal oleh dua orang penting.  Mereka adalah KH. Yusuf Hasyim dan H. Maskan, yang menjabat sebagai ketua dan sekretaris. Ke duanya secara bersamaan menunaikan ibadah haji periode 1444 Hijriyah ini.  Momen ini […]

  • Pendaftaran PKD PMII Joyo Kesumo Mulai Dibuka Hari ini

    Pendaftaran PKD PMII Joyo Kesumo Mulai Dibuka Hari ini

    • calendar_month Kam, 1 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    PATI-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Joyo Kesumo (Jokes) Pati kembali membuka pendaftaran Pelatihan Kader Dasar (PKD). Hal ini disampaikan oleh ketua panitia PKD, Agus Ulinnuha. Flyer Pendaftaran PKD PMII Komisariat Joyo Kesumo “Pendaftaran kita buka mulai tanggal 1 sampai 25 Agustus 2019. Kami sudah menyebarkan flyer dan ada contact person-nya juga” tegas Agus, Kamis […]

  • PCNU-PATI

    Sekolah sebagai Parenting Pembinaan Akhlak

    • calendar_month Sab, 2 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sekolah pada dasaranya merupakan tempat untuk belajar-mngajar antara guru dan murid. Sehingga sekolah identik dengan tempat untuk menimba ilmu. Oleh karena itu, sudah semestinya sekolah menjadi tempat untuk mencari ilmu dan mengekspresikan segala sesuatu yang ada dalam benak pikiran peserta didik. Sedangkan proses pendidikan baik formal maupun non-formal pada dasarnya memiliki […]

expand_less