Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gong Cik: Seni Tradisi Pati yang Menyulam Silat, Seni, dan Filosofi Hidup

Gong Cik: Seni Tradisi Pati yang Menyulam Silat, Seni, dan Filosofi Hidup

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
  • visibility 1.164
  • comment 0 komentar
ditulis: Arif Khilwa (Ketua Lesbumi PCNU Pati) Seni tradisi bukan sekadar pertunjukan warisan masa silam. Ia adalah cermin nilai-nilai luhur, identitas kolektif, sekaligus denyut kebudayaan yang senantiasa hidup di tengah masyarakat. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kita menjumpai sebuah bentuk seni tradisi yang unik dan sarat makna: Gong Cik, sebuah ekspresi kebudayaan yang memadukan seni bela diri dan seni pertunjukan, sekaligus menyiratkan filosofi sosial yang mendalam. Gong Cik tumbuh dan berkembang di beberapa desa di Pati, meski dengan penyebutan yang beragam, ada yang menyebutnya Mencik, ada pula yang menyebutnya ncak-ncik. Namun akar dan ruhnya tetap sama: sebuah seni bela diri silat yang dibalut dalam bentuk tarian ritmis, guna menghibur masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kebajikan. Di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Gong Cik masih dilestarikan secara turun-temurun. Menurut Ahmad Faozi, salah satu pewaris Gong Cik Pasucen, kesenian ini bermula dari masa kolonial Belanda sekitar tahun 1835. Kala itu, pemerintah kolonial melarang praktik bela diri karena dikhawatirkan bisa membangkitkan semangat perlawanan rakyat. Namun di sinilah tampak kecerdasan budaya masyarakat lokal. Silat tidak ditinggalkan begitu saja, melainkan disamarkan dalam bentuk seni pertunjukan yang memukau, lahirlah Gong Cik sebagai kamuflase budaya yang cerdik. Silat tetap diajarkan secara diam-diam, sedangkan Gong Cik dipertontonkan kepada khalayak luas sebagai bentuk hiburan rakyat. Namun nilai Gong Cik tak berhenti pada kelihaian gerak dan ketajaman strategi beladiri semata. Lebih dalam dari itu, Gong Cik memuat nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh para pelakunya. Muchtar Faqih, seorang pesilat dan pelestari Gong Cik dari Pasucen, menjelaskan filosofi yang hidup dalam tubuh kesenian ini: “Srawung Tanpa Nyandhung.” Srawung bermakna menjalin silaturahmi, membangun hubungan baik antar individu dalam konteks Gong Cik, ini berarti hubungan harmonis antarpemain dan dengan masyarakat. Sementara Nyandhung berarti menjatuhkan atau mencelakai, baik secara fisik maupun mental. Maka, “Srawung Tanpa Nyandhung” adalah prinsip luhur yang mengajarkan bahwa dalam permainan Gong Cik, tidak boleh ada gerakan yang melukai, mempermalukan, atau menjatuhkan lawan main. Serangan dan pertahanan dilakukan secara bergantian, dalam semangat kesepahaman dan keharmonisan. Inilah estetika sekaligus etika dalam Gong Cik. Nilai ini lantas melampaui panggung pementasan. Ia menjadi cermin kehidupan sosial, bahwa hidup bermasyarakat menuntut kita untuk saling memberi dan menerima, tanpa saling mencederai. Bahwa kehidupan yang harmonis dibangun bukan dengan adu kekuatan, melainkan dengan saling pengertian. Dalam Gong Cik, setiap gerak adalah bahasa dan setiap bahasa menyampaikan kebajikan. Kesenian Gong Cik adalah bukti bahwa seni tradisi tidak pernah sekadar pelengkap pesta rakyat. Ia adalah bentuk perlawanan, ruang edukasi, dan wahana spiritualitas sosial. Melalui Gong Cik, kita diajak kembali kepada akar kebudayaan yang menghargai keselarasan, menjunjung martabat kemanusiaan, dan menolak kekerasan dalam bentuk apa pun. Di tengah gelombang modernisasi dan budaya massa yang kerap menenggelamkan tradisi lokal, Gong Cik berdiri sebagai saksi kekuatan budaya rakyat. Ia mengajarkan bahwa seni adalah jalan untuk bertahan, dan bahwa dalam setiap gerakan tari dan silat, tersimpan pesan damai yang bisa diwariskan lintas generasi. Pati, 22 Juli 2025   Lihat Dokumentasi di sini.
  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Semua PAC IPNU/IPPNU bakal Dibekali Skill Persidangan

    Semua PAC IPNU/IPPNU bakal Dibekali Skill Persidangan

    • calendar_month Rab, 8 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 625
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang (PC) IPNU IPPNU Kabupaten Pati menyelenggarakan program pelatihan persidangan untuk Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Pati. Wakil Ketua I PC IPNU Pati, Ahmad Khoirul Anam menjelaskan bahwa pendidikan dan pelatihan (diklat) ini bermula dari banyaknya kader-kader dari PAC yang belum mengetahui tentang teknis persidangan, terkhusus pada saat Konferensi Anak Cabang (Konferancab) […]

  • PCNU-PATI

    PAC Muslimat NU Dukuhseti Dilantik, Ketua Bersyukur

    • calendar_month Sel, 6 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 661
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Hajat rutin Pelantikan PAC Dukuhseti dan PR Muslimat Se-Kecamatan Dukuhseti sukses diselenggarakan. Kegiatan sakral tersebut dihelat pada Ahad (4/12) lalu di Gedung Haji Dukuhseti.  Dalam agenda tersebut, hadir secara langsung untuk melantik, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Pati, Hj. Ummu Hanik. Selain melantik punggawa Muslimat NU Dukuhseti, dia juga menitip wejangan.  “Organisasi bisa […]

  • Awali puasa dengan puasa

    Takbiran: Suara Tak Bersuara

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.054
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Selama ini, budaya takbiran, takbir keliling di malam hari Lebaran Idulfitri selalu menggema. Namun, teknologi menggesernya. Jika dulu takbirannya adalah suara manusia, anak-anak, ibu dan bapak, kini digantikan dengan suara sound system, bahkan takbiran koplo dengan versi DJ. Ini kan Namanya “suara tak bersuara”. Rodo angel iki. Tradisi takbiran menyambut Lebaran Idulfitri […]

  • Supervisor KemenSos RI Lakukan Visitasi Akreditasi di LKSA Darul Hadlanah

    Supervisor KemenSos RI Lakukan Visitasi Akreditasi di LKSA Darul Hadlanah

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Pati – Supervisor dari jakarta, yaitu Bapak Harimurtejo disambut oleh sejumlah pengurus LKSA Darul Hadlanah YKM NU Pati dalam rangka pelaksanaan visitasi akreditasi LKSA. Kehadiran supervisor tersebut merupakan tindak lanjut dari pengajuan akreditasi yang telah diajukan empat bulan lalu. Kedatangannya didampingi oleh ketua forum Kudus dan ketua forum Pati.Visitasi ini merupakan tahap kedua setelah visitasi […]

  • Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Pertajam Analisis Sosial Lewat Studi Banding di Desa Wisata Umbul Ponggok, Klaten

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Pertajam Analisis Sosial Lewat Studi Banding di Desa Wisata Umbul Ponggok, Klaten

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Klaten — Segenap Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati melaksanakan kegiatan studi banding ke Desa Wisata Umbul Ponggok, Klaten. Selasa, 1 Juli 2025. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan keilmuan serta memahami secara langsung praktik pemberdayaan masyarakat berbasis potensi desa. Acara diawali dengan sesi diskusi yang dipandu […]

  • Lazisnu dan Muslimat-Fatayat NU Winong Kompak Lawan Corona

    Lazisnu dan Muslimat-Fatayat NU Winong Kompak Lawan Corona

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 436
    • 0Komentar

    WINONG-Menghadapi penyebaran covid 19, beberapa elemen masyarakat melakukan pergerakan yang cukup masif. NU salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia memberikan treatment bagi warganya. Pembagian masker dari Lazisnu melalui PAC Muslimat NU kepada warga Winong  Menindaklanjuti Maklumat PCNU Kab. Pati dalam upaya penanggulangan wabah Covid-19 maka di tingkat MWCNU dibentuklah Posko NU Peduli Covid yang […]

expand_less