Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Yayasan Al Ma’arif Gembong Wajibkan Semua Pendidik Lulus PD-PKPNU

Yayasan Al Ma’arif Gembong Wajibkan Semua Pendidik Lulus PD-PKPNU

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 16.045
  • comment 0 komentar

 

pcnupati.or.id – Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama’ (PD-PKPNU) merupakan sarana kaderisasi paling awal bagi pengurus NU. Namun, menurut KH. Yusuf Hasyim, peruntukannya bukan hanya bagi pengurus. PD-PKPNU juga penting untuk semua warga nahdliyyin, terutama para guru.

“Untuk mempertebal ke-NU-an, agar mantab NU-nya, siapapun warga NU saya kira perlu memgikuti kaderisasi ini, khususnya para guru di bawah naungan LP Ma’arif” terang Kiai Yusuf.

Menindaklanjuti statemen ini, Yayasan Al Ma’arif Gembong yang berlokasi di Jalan Raya Gembong-Bageng Km. 1 Gembong, menerbitkan edaran tentang kewajiban lulus PD-PKPNU bagi seluruh pendidik di yayasan tersebut.

Melalui surat bernomor 139/Y.AM/Gb/XII/2025 itu, KH. Sholikhin, ketua yayasan, menegaskan bahwa semua guru di bawah naungan yayasannya harus mengikuti dan lulus dalam kaderisasi NU tersebut.

Itulah mengapa, pada penghujung 2025 lalu, pihaknya menggandeng MWCNU Gembong menyelenggarakan PD-PKPNU di Gedung MANU dan MTs Al Ma’arif NU Gembong. Dalam giat itu, sedikitnya enam puluhan guru Yayasan Al Ma’arif mengikuti PD-PKPNU.

“Kami wajibkan, karena memang yayasan yang kami pegang didirikan oleh ulama-ulama NU, dan juga merupakan wasiat dari para muassis, bahwa guru yang mengajar di sini harus terjaga NU-nya,” ungkap Kiai Sholikhin kepada pcnupati.or.id. Rabu (1/6).

Tindakan Tegas

Dirinya juga mengaku akan memberikan sanksi tegas kepada para pendidik yang enggan mengikuti PD-PKPNU. Hingga Rabu (1/6), total 82 orang dari 84 pendidik Yayasan Al Ma’arif Gembong telah lulus PD-PKPNU.

“Tersisa empat orang yang belum,” terang Kiai Sholikhin.

Empat orang pendidik tersebut semuanya berjenis kelamin perempuan. Dua orang dalam kondisi menyusui, satu orang baru bergabung di Yayasan Al Ma’arif Gembong pada tahun ajaran 2026/2027 (sehingga belum diwajibkan) dan satu orang lagi baru akan mengikuti PD-PKPNU di Asempapan, Trangkil, Jumat (3/6) mendatang.

“Kalau masih ngotot menolak PD-PKPNU ya kami persilakan meninggalkan Yayasan Al Ma’arif Gembong,” lanjut Kiai Sholikhin.

Sejauh ini sudah ada dua orang pendidik yang mengundurkan diri karena menolak mengikuti PD-PKPNU. Ke duanya merupakan pendidik di SMKNU.

“Melalui sekretaris yayasan, kami tawari beliau-beliau (yang menolak mengikuti PD-PKPNU), silakan mengundurkan diri atau kami terbitkan surat pemecatan, dan mereka alhamdulullah memilih mengundurkan diri,” pungkas dia.

Bukti Loyalitas, Tidak Tebang Pilih

Sekretaris Yayasan Al Ma’arif Gembong, Nur Afif Nashiruddin mengungkapkan bahwa, kewajiban PD-PKPNU di bawah naungan yayasannya bukan hanya kebanggaan. Namun, lebih dari itu, menurutnya, PD-PKPNU memiliki dua urgensi penting. Pertama, agar semua pendidik berwawasan luas dan tidak mudah heran dengan fenomena baru. Ke dua, sebagai bukti loyalitas guru terhadap yayasan dan NU.

“PD-PKPNU ini kan lumayan berat. Kalau dewan guru berkenan mengikuti PD-PKPNU ini, berarti loyalitas dan kecintaannya terhadap yayasan ini sudah teruji, karena ini dawuh dari sesepuh yayasan,” tandas dia.

Lebih lanjut, dirinya juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tebang pilih dalam melaksanakan kebijakan ini. Semua pendidik tanpa terkecuali wajib mengikuti dan lulus PD-PKPNU.

“Keluarga yayasan sekalipun, kalau mengajar, ya harus punya sertifikat PD-PKPNU. Semua rentang usia kena kebijakan ini. Kemarin ada guru sepuh berusia tujuh puluh tahun masih semangat mengikuti. Beliaulah yang saya jadikan contoh bagi guru-guru muda,” lanjutnya.(lut/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forum Diskusi Santri : Santri Bisa Jadi Apa Saja

    Forum Diskusi Santri : Santri Bisa Jadi Apa Saja

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 452
    • 0Komentar

    WEDARUJAKSA-Momen Hari Santri Nasional yang berdekatan dengan Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan oleh para peserta didik Yayasan Pendidikan Bustanul Ulum, Pagerharjo, Wedarijaksa. Peserta didik yang tergabung dalam Himpunan Siswa Bustanul Ulum ini menggelar diskusi publik pada Senin (28/10) kemarin. Acara bertajuk Forum Diskusi Santri (Santri Indonesia untuk Perdamaian Bangsa) tersebut menghadirkan para praktisi dari berbagai latar […]

  • Lebih dari 100 Guru dan Pimpinan Sekolah Ma’arif Jawa Tengah Mengikuti Forum Penguatan Pembelajaran Bahasa Inggris Berstandar Global

    Lebih dari 100 Guru dan Pimpinan Sekolah Ma’arif Jawa Tengah Mengikuti Forum Penguatan Pembelajaran Bahasa Inggris Berstandar Global

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.367
    • 0Komentar

    Semarang, 30 Mei 2026 — Lebih dari 100 guru dan Kepala sekolah/madrasah dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah mengikuti kegiatan workshop yang diselenggarakan di hotel Novotel Semarang. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.30 WIB ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lebaran: Berdosa di Kota, Meminta Maaf di Desa!

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.339
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ramadan tahun 2025 lalu, sekira h-3 Idulfitri saya nyetatus di WA. “Hidupnya di kota. Berbuat dosa di kota. Mudiknya ke desa. Meminta maafnya di desa.”   Ada sekira empat rekan mengomentari seingat saya. Komentarnya tidak ada yang serius. Malah tertawa semua. “Hahahahaha…..” ada yang agak panjang “Ha…. Benar, mas!.” That’s […]

  • Lestarikan Khazanah Spiritual, Komunitas Joko Tingkir Ziarahi Makam Wali Pati

    Lestarikan Khazanah Spiritual, Komunitas Joko Tingkir Ziarahi Makam Wali Pati

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    GEMBONG-Komunitas Joko Tingkir yang diprakarsai oleh para pemuda Dukuh Sentul, Desa Gembong Kecamatan Gembong tekankan tentang pentingnya menjaga eksistensi budaya. Sebelumnya, komunitas yang baru berdiri dua tahun silam ini bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan program-program peduli lingkungan, seperti agenda-agenda bhakti sosial dan upaya pelestarian Waduk Gembong. Benar saja, Komunitas Joko Tingkir merupakan salah satu […]

  • PCNU-PATI Photo by Debby Hudson

    Meraba Lagi Deruku

    • calendar_month Ming, 23 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Oleh : Nurul Badriyah Jum’at ini udara sangat dingin menusuk sampai kesendi –sendi tulang. Ngilu. Persis seperti hatiku. Huffft. Di tengah musim hujan seperti ini aku sering menemukan sebuah kenangan dalam setiap genangan, mengaliri hatiku yang terluka sebab cinta. Menghembuskan udara dingin dan sepi dalam setiap kerinduan. Yah, begitulah saat ini perasaanku. Hujan mewakili air […]

  • Ilustrasi Lukisan Social - PCNU PATI. Photo by Birmingham Museums Trust on Unsplash

    Semestiya……

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Pada sebuah group privat; group tersebut bergerak di bidang pelayanan, kemanusiaan, keadilan bagi sebagian rakyat Indonesia. Dengan mengemban visi misi melayani umat menjadi tugas utama. Membantu sesama manusia adalah jalan ninja yang ditempuh; sungguh mulia visi misi tersebut. Hingga sampai saat ini saya mau sekadar meniru misi dan visinya saja dalam diri saya sendiri masih […]

expand_less