Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tanggal Merah, Tanggal Kehidupan Hakiki

Tanggal Merah, Tanggal Kehidupan Hakiki

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
  • visibility 414
  • comment 0 komentar

 

Oleh : Maulana Karim Sholikhin*

Agama Konghuchu diakui secara formal oleh Negara Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2000. Pada saat itu, Gus Dur lah yang membidani lahirnya Perpres tersebut sebagai wujud pluralitas Bangsa Indonesia.

Tentunya dawuh Presiden ini membawa efek domino di beragam aspek. Seperti dalam ranah sosial, pengakuan Agama baru ini menjadi bukti bahwa, multikulturalisme di Indonesia bukan hanya tumbuh subur namun sudah berbuah manis.

Di kalangan insan pendidikan hingga kantoran, perkara ini juga memberi dampak yang cukup melebarkan senyum. Dengan dilegalformalkannya Agama Konghuchu, secara otomatis–seperti agama lain di Indonesia–hari rayanya pun wajib ditanggalmerahkan.

Wal hasil, sejak Februari 2003, Hari Raya Imlek menjadi hari libur nasional. Satu kata yang membuat para pelajar dan pegawai kantoran sumringah. Ternyata, dengan sederhana, Gus Dur sukses membahagiakan bukan hanya para penganut Konghuchu, namun juga seluruh Bangsa Indonesia.

Maka, mereka yang turut merasakan manisnya libur Imlek, tak etis jika masih merundung perbedaan, khususnya kaum chinese yang sering kali termarginalkan akibat habit marginalisasi 32 tahun Orba.

Apalagi di 2025 ini, libur Imlek menambah panjang jajaran tanggal merah di kalender kita setelah Sabtu-Minggu dan Isra’ Mi’raj. Barokat lima hari libur, kita dapat menambah hari mancing, durasi liburan di luar kota makin panjang, tim rebahan juga kian mesra dengan kasur kesayangan dan yang terpenting, hasrat quality time bersama keluarga bisa terbayar lunas.

Setelah hampir se pekan libur, hari ini, sudah saatnya kita menjalani rutinitas kembali. Para abdi korporat dan pencari ilmu, waktunya bangkit bekerja dan belajar sambil menunggu datangnya hari Sabtu dan Minggu.

Sebab, jika kita rasa-rasakan, profesi kantoran dan pelajar hanyalah aktivitas mengisi waktu luang untuk menanti tanggal merah berikutnya. Kehidupan sebenarnya adalah Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional. Karena di waktu libur itulah keluarga kaum kantoran mendapatkan perhatian jauh lebih banyak dibanding hari-hari kerja. Salam hormat buat esok Jumat, peluk hangat Sabtu dan Ahad.

*Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri-Santri dari Berbagai Pesantren Ikuti Bahtsul Masail RMI NU Pati

    Santri-Santri dari Berbagai Pesantren Ikuti Bahtsul Masail RMI NU Pati

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dalam rangka memperingati Hari Santri 2025, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Pati menyelenggarakan kegiatan Bahtsul Masail Santri, di Madrasah Salafiyah Kajen, Margoyoso, Sabtu (18/10/25). Ketua RMI NU Kabupaten Pati, KH. Muhammad Liwauddin, mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pesantren se-Kabupaten Pati. “25 pesantren ikut melaksanakan bahtsul masail ini. Harapan kami […]

  • Zakat dan Pengentasan Kemiskinan dalam Perspektif KH. M.A. Sahal Mahfudz

    Zakat dan Pengentasan Kemiskinan dalam Perspektif KH. M.A. Sahal Mahfudz

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Salah satu masalah terbesar masyarakat Indonesia adalah tingginya angka kemiskinan. Sebagai sebuah masalah, kemiskinan perlu di definisikan terlebih dahulu kemudian di cari factor -factor apa saja yang menyebabkan masyarakat menjadi miskin dan bagaimana kemiskinan itu dapat di minimalisir. Boleh jadi kemiskinan terjadi karena kebodohan yang menyebabkan masyarakat tidak mengetahui masalah dan potensi dirinya. Selain masalah kebodohan boleh […]

  • PCNU-PATI

    Ang Lee

    • calendar_month Sen, 16 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Enam tahun dia dalam ketidakpastian. Perjuangannya belum menghasilkan apa-apa, kecuali rasa lelah dan dihantui putus asa. Mimpinya tidak akan terwujud, batin lelaki itu. Selama enam tahun ia menjadi asisten editor, alias tukang angkat alat-alat per-film-an. Selama itu pula ia mengirim skenario film  ke puluhan rumah produksi, dan yang diterima adalah […]

  • PCNU-PATI

    Islamku Islam Anda Islam Kita

    • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Dalam buku tersebut beliau menjelaskan secara gamblang bagaimana seharusnya umat islam dalam menjalankan sebuah sistem yang ada. Bahkan tulisan beliau ini sangat relevan di masa sekarang dalam masalah sosial, ekonomi dan politik. Padahal buku ini ditulis jauh sebelum seperti saat ini. Disinilah dilihat bahwa beliau memiliki pemikiran jangka panjang dan berkelanjutan dimasa datang perihal perkembangan […]

  • SAMBUTAN PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA KABUPATEN PATI

    Sambutan PCNU Pati di Hari Santri Nasional 2024

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh Saudara-saudara santri yang saya banggakan. Dalam suasana memperingati Hari Santri tanggal 22 Oktober 2024, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, semoga rahmat, berkah, dan perlindungan-Nya senantiasa menyertai kita semua. Saudara-saudara sekalian Penetapan Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 adalah suatu […]

  • Era VUCA dan BANI, Ini Kompetensi Plus Versi Hamidulloh Ibda yang Wajib Dikuasai Guru MI/SD

    Era VUCA dan BANI, Ini Kompetensi Plus Versi Hamidulloh Ibda yang Wajib Dikuasai Guru MI/SD

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14.011
    • 0Komentar

    SEMARANG — Era disrupsi digital yang bergerak begitu cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Mahasiswa sebagai calon pendidik tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara konvensional jika ingin bertahan dan relevan di masa depan. Menanggapi tantangan besar ini, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Walisongo Semarang menggelar Seminar Karier Pendidikan bertajuk “Merancangkan […]

expand_less