Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dari Game Online

Puasa dari Game Online

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
  • visibility 550
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Ramadan adalah bulan penuh berkah yang seyogianya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan produktivitas. Namun, godaan hiburan digital, terutama game online, kerap membuat sebagian orang justru lalai dalam menjalani ibadah. Padahal, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari kebiasaan yang tidak produktif. Lalu, bagaimana cara agar Ramadan tetap produktif tanpa tergoda oleh game online?

Sebagai bulan penuh berkah dan ampunan, Ramadan harusnya membuat kita produktif. Ora utek-utek setan gepeng alias ponsel. Umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan sukacita dan semangat untuk meningkatkan ibadah serta menjauhi segala larangan. Namun, godaan dunia maya, terutama game online, seringkali menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana mungkin kita bisa meraih Ramadan produktif jika waktu terus terkuras untuk bermain game?

 

Hindari Game Online

Beberapa game online yang cenderung adiktif dan menghabiskan banyak waktu, baik selama Ramadan maupun setelahnya. Pertama, Mobile Legends dan PUBG Mobile. Game ini menuntut fokus tinggi dan sering kali membuat pemainnya lupa waktu. Kedua, Free Fire dan Call of Duty Mobile. Selain adiktif, game ini juga mengandung unsur kompetisi yang bisa memicu amarah.

Ketiga, Genshin Impact. Game dengan dunia terbuka yang luas ini bisa menyita waktu berjam-jam hanya untuk eksplorasi dan menyelesaikan misi. Keempat, FIFA Mobile dan eFootball. Permainan sepak bola yang sangat seru, tetapi sering kali membuat pemain lupa dengan jadwal ibadah. Kelima, Clash of Clans dan Rise of Kingdoms. Game strategi ini menuntut pemain untuk terus online agar tidak kalah dalam persaingan.

Sebenarnya, tidak ada batasan yang jelas mengenai game online apa saja yang harus dihindari. Namun, sebagai acuan, hindarilah game-game yang mengandung unsur kekerasan, pornografi, atau hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Selain itu, hindari pula game yang membuat Anda kecanduan dan lupa waktu.

Jika ada pertanyaan, mengapa harus puasa dari game online? Game online bukanlah sesuatu yang haram, tetapi jika dimainkan secara berlebihan, ia bisa menjadi penghambat produktivitas dan mengalihkan fokus dari tujuan utama Ramadan. Beberapa alasan mengapa perlu mengurangi atau bahkan berhenti bermain game online selama Ramadan. Pertama, membuang waktu berharga. Game online sering kali membuat pemainnya lupa waktu. Seseorang yang awalnya berniat bermain hanya sebentar, bisa terjebak dalam permainan selama berjam-jam. Akibatnya, waktu untuk tilawah, salat sunnah, atau bahkan berbuka bersama keluarga menjadi terabaikan.

Kedua, mengurangi kualitas ibadah. Bermain game dalam waktu lama dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Hal ini berpotensi mengurangi kekhusyukan dalam ibadah, seperti salat tarawih atau tadarus Al-Qur’an.

Ketiga, meningkatkan emosi dan amarah. Game online sering kali memicu emosi negatif seperti amarah, frustasi, dan bahkan pertengkaran antar-pemain. Padahal, Ramadan adalah momen untuk melatih kesabaran dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa.

 

Strategi Produktif Puasa Ramadan

Kita harus pandai mengatur diri, mengerem, ojo kebablasen agar tidak terjebak pada kelelahan digital. Saya sih menyebutnya begitu. Alih-alih menghabiskan waktu dengan game online, sebenarnya terdapa beberapa strategi agar Ramadan lebih bermakna. Pertama, niat yang kuat. Awali Ramadan ini dengan niat yang tulus untuk menjauhi segala bentuk hiburan yang melalaikan, termasuk game online. Ingatlah, Ramadan hanya datang setahun sekali, jangan sia-siakan kesempatan berharga ini.

Kedua, jadwal teratur. Buatlah jadwal harian yang terstruktur. Sisihkan waktu khusus untuk beribadah, belajar, bekerja, dan kegiatan bermanfaat lainnya. Dengan jadwal yang teratur, Anda akan lebih mudah mengontrol diri dan menghindari godaan untuk bermain game.

Ketiga, tentukan target ibadah/ Buatlah target ibadah harian, seperti membaca satu juz Al-Qur’an per hari, salat tarawih setiap malam, dan memperbanyak doa, zikir, tahlilan, istighotsah, atau ziarah kubur.

Keempat, manfaatkan aplikasi islami. Agar tetap produktif, gunakan aplikasi yang bisa membantu memperkuat ibadah, seperti (1) Muslim Pro atau Umma yang menyediakan jadwal salat, Al-Qur’an digital, dan berbagai fitur Islami lainnya, (2) Quran Majeed atau Ayat yaitu aplikasi untuk membaca Al-Qur’an lengkap dengan murattal dari berbagai qari terkenal; (3) Athan, sebuah aplikasi pengingat waktu salat dengan suara azan; (4) Alarms for Fajr, sebuah aplikasi yang membantu bangun sahur tepat waktu dengan alarm khusus; (5) Cookpad atau Tasty, yaitu untuk mencari resep makanan sehat saat sahur dan berbuka. Gunakan aplikasi-aplikasi yang mendukung ibadah Ramadan, seperti aplikasi Al-Quran digital, jadwal salat, pengingat waktu imsak dan berbuka, serta aplikasi yang menyediakan konten-konten Islami yang bermanfaat.

Kelima, ganti game dengan aktivitas lebih bermanfaat. Daripada bermain game, alihkan waktu luang dengan membaca buku Islami, mengikuti kajian online, atau berbagi dengan sesama melalui kegiatan sosial. Alihkan perhatian dari game online dengan kegiatan positif lainnya. Misalnya, membaca buku, belajar bahasa asing, berolahraga, atau mengikuti kajian keagamaan.

Keenam, buat lingkungan yang mendukung. Hindari teman atau komunitas yang sering mengajak bermain game. Sebaliknya, bergabunglah dalam komunitas yang mendorong produktivitas Ramadan, seperti grup tadarus atau kajian daring. Carilah teman-teman yang saleh dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Lingkungan yang positif akan membantu Anda menjaga semangat dan istiqomah dalam beribadah.

Pada Ramadan tahun ini, mari kita jadikan momentum untuk “puasa” dari game online. Bukan berarti harus berhenti total, namun lebih kepada pengendalian diri dan prioritas. Kita bisa analogikan seperti puasa makan dan minum, bukan berarti kita tidak boleh makan dan minum sama sekali, namun kita menahan diri dari hal tersebut di waktu yang telah ditentukan.

Begitu pula dengan game online, kita bisa batasi waktu bermain dan lebih mengutamakan ibadah serta kegiatan yang lebih bermanfaat. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk “detoksifikasi” dari hal-hal yang kurang penting dan fokus pada peningkatan kualitas diri.

Dengan niat yang kuat, jadwal yang teratur, dan dukungan lingkungan yang positif, insya Allah kita bisa meraih Ramadan yang produktif dan penuh berkah. Mari manfaatkan teknologi untuk mendukung ibadah kita, bukan untuk melalaikan kita. Semoga Ramadan ini menjadi Ramadan terbaik dalam hidup kita.

Puasa dari game online selama Ramadan bukan berarti menghilangkan hiburan sepenuhnya, tetapi lebih kepada mengalihkan fokus ke hal-hal yang lebih bermanfaat. Dengan mengurangi waktu bermain game, kita bisa memaksimalkan ibadah, meningkatkan kedekatan dengan keluarga, dan menjadikan Ramadan sebagai momentum perbaikan diri. Setelah Ramadan, kebiasaan ini bisa diteruskan agar waktu yang ada lebih bermanfaat untuk hal-hal yang lebih berharga.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Ramadan di Pati Bumi Mina Tani

    • calendar_month Sab, 23 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* “Poso kok ora bali Dukuhseti piye leh?” Seorang teman bertanya sembari menegaskan saya diharapkan ke tempat kelahiran di Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Menjalankan ibadah Ramadan di tempat kelahiran meman beda. Beda sekali. Saya kira tidak hanya di Pati. Setiap tempat kelahiran menyimpan ruang-ruang memori yang indah ketika momentum Ramadan. Sebab, […]

  • Mengoptimalkan Peran NU Untuk Kesejahteraan Sosial

    Mengoptimalkan Peran NU Untuk Kesejahteraan Sosial

    • calendar_month Sel, 24 Jan 2017
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Penduduk Indonesia mayoritas memeluk agama Islam dan masih banyak yang berfikiran bahwa masalah sosial adalah kehendak Tuhan atau dalam bahasa agamanya disebut taqdir. Kita tidak bisa menghindari istilah taqdir karena istilah tersebut sudah popular di kalangan umat Islam. Jika ada masalah muncul yang sulit untuk diatasi, maka itu kehendak Tuhan atau taqdir. Jadi, peran Tuhan […]

  • RMI PWNU Jawa Tengah Bersama Baznas Jawa Tengah Dorong Pesantren Melek Digital melalui Pelatihan Digital Marketing

    RMI PWNU Jawa Tengah Bersama Baznas Jawa Tengah Dorong Pesantren Melek Digital melalui Pelatihan Digital Marketing

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Semarang, 12 Maret 2025 – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah terus berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pesantren dalam menghadapi era digital. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Pelatihan Digital Marketing bagi pengelola Humas dan IT pondok pesantren se-Jawa Tengah. Acara yang digelar di SMK Negeri Jawa Tengah ini berlangsung […]

  • PCNU PATI - Hari Ini Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN 2022 Diumumkan.

    Hari Ini Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN 2022 Diumumkan, Berikut Lima Kampus dan Prodi Favorit

    • calendar_month Jum, 15 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 331
    • 0Komentar

    JAKARTA – Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru SPAN UM PTKIN Kementerian Agama hari ini (15/4/2022) Pukul 14.00 WIB mengumumkan hasil Seleksi Prestasi Akademik Nasional- Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN). Ketua SPAN UM PTKIN Prof Dr Imam Taufiq yang juga Rektor UIN Walisongo Semarang telah mengeluarkan pengumuman Nomor B-130/SPAN-UM/IV/2022 tentang akses pengumuman hasil SPAN-PTKIN tahun […]

  • Santri sekaligus Anggota Banser Panggungroyom Wedarijaksa Menjadi Korban Pengeroyokan

    Santri sekaligus Anggota Banser Panggungroyom Wedarijaksa Menjadi Korban Pengeroyokan

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Pcnupari.or.id. – Seorang santri asal Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, yakni Muhammad Aufal Maromi (23) menjadi korban pengeroyokan oleh segerombolan orang di Prawirotaman, Mergangsan, Yogyakarta, Rabu (23/10/2024) malam. Aufal merupakan seorang santri Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Jogja. Kejadian pengeroyokan itu bermula saat Aufal bersama dengan seorang temannya yakni Shafiq Faskha (19), warga Rembang, tengah membeli sate sekira […]

  • NU Peduli dan Lazisnu Berbagi

    NU Peduli dan Lazisnu Berbagi

    • calendar_month Jum, 22 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati melalui LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Nahdlatul Ulama) mendistribusikan bantuan kepada posko-posko NU Peduli dibeberapa MWC (Majelis Wakil Cabang), Jumat (22/03). Pemberian bantuan tersebut dalam rangka mensupport kebutuhan yang diperlukan untuk warga yang terdampak bencana di sejumlah titik. Syaiful Huda selaku manajer fundrising PC Lazisnu Pati mengatakan pemberian […]

expand_less