Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Dakwah Berbasis Literasi

Dakwah Berbasis Literasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 16 Apr 2022
  • visibility 328
  • comment 0 komentar

Dakwah memang erat kaitannya dengan orang yang berceramah di atas mimbar dan di sana banyak orang yang berkumpul untuk mendengarkannya. Namun tidak semua orang memiliki kemampuan public speaking yang bagus, maka dakwah dengan cara apapun sangat dianjurkan, asalkan sesuai dengan perintah Allah Swt dan petunjuk Rasulullah Saw yakni dakwah dengan hikmah, dengan kebijaksanaan, dan pelajaran yang baik.

Dalam hal ini dakwah tidak hanya dilakukan dalam bentuk lisan, tetapi juga bisa dilakukan dalam bentuk literasi (baca dan tulisan). Karena esensi dakwah adalah mengundang, mengajak, menuntun, dan mengarahkan masyarakat dalam bentuk kebaikan.

Di era informasi yang begitu cepat dan massif perkembangannya, maka dakwah bil-literasi sangat tepat untuk diaplikasikan oleh beberapa kalangan, baik dari kiai, ustaz, akademisi, dan pegiat literasi lainnya.

engan tujuan untuk saling bersatu dalam memberikan nilai-nilai edukasi dalam penggunaan sosial media. Mengingat tidak semua masyarakat menggunakan ruang sosial media dengan kebaikan, tetapi juga digunakan untuk kepentingan dan kejahatan. Oleh karena itu, dakwah bil-literasi melalui sosial media sangat tepat di era seperti ini.

Perkembangan informasi yang mengalir deras seperti air bah yang tidak bisa dibendung, maka dibutuh cara yang tepat untuk meminimalisir dan membendungnya. Oleh karena itu dibutuhkan solidaritas antar sesama pengguna sosial media untuk memberikan respon kreatif untuk menghadirkan nilai-nilai yang positif.

Selain itu, salah satu langkah yang tepat untuk dilakukan oleh semua kalangan yang tidak memiliki basic public speaking baik adalah dengan menggunakan akun sosial media. Salah satu caranya adalah membangun tradisi menulis. Tradisi menulis di sini merupakan modal penting untuk menghadapi era disrupsi yang sedemikian pesat perkembangannya.

Membangun tradisi menulis harus diawali dengan membangun budaya membaca, karena membaca dan menulis merupakan satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, keduanya harus saling bersinergi dan beriringan. Dengan demikian membaca yang runtut dan sistematis akan membentuk sebuah karakter tulisan yang sistematis pula.

Dalam konteks seperti ini, dakwah bil-literasi sangat dianjurkan, mengingat literasi memiliki pengaruh yang sangat luas terhadap para pembaca di seantero dunia. Dengan demikian, dakwah bil-literasi memiliki banyak kelibihan.

Pertama, memberikan banyak manfaat terhadap generasi milenial tentang kajian khazanah agama dikemas dengan bahasa ala milenial yang tidak bertele-tele dan banyak dalilnya, melainkan lebih pada konteks dan relevansi sesuai dengan kebutuhan para generasi milenial yang haus akan nilia-nilai spritual.

Kedua, dakwah bil-letrasi juga akan mempermudah dalam proses penyebaran informasi yang setiap detik, menit, dan jam akan semakin luas proses penyebaran informasi yang sudah kita tulis. Sehingga, melalui dakwah bil-lietrasi cakupan dan spektrumnya lebih luas dan lebih mengena terhadap masyarakat, tidak hanya dari kalangan akademisi, tetapi semua unsur elemen masyarakat.

Ketiga, dakwah bil-literasi, bisa mengefektifkan dan mengefisiensikan waktu kita dalam berdakwah. Misalnya kita buat akun facebook atau fanpage untuk dijadikan sebagai media dakwah. Melalui akun tersebut, kita undang sebanyak-banyaknya teman kita untuk mengklik tombol like fanpage yang kita buat.

Dan jika teman-teman kita sudah me-like fanpage, secara otomatis status yang kita tulis di fanpage akan muncul di beranda teman-teman kita. Bayangkan, jika fanpage yang kita buat itu ada seribu orang yang me-like, maka seribu orang itu akan mendapatkan pesan dakwah dari status fanpage yang kita buat.

Maka, dengan adanya penyebaran informasi yang cepat dan pengguna yang semakin banyak, harapannya dakwah melalui literasi bisa mendapatkan manfaat dari konten yang kita sebarkan melalui dunia digital.

Mengingat dunia digital seperti perpustakaan global yang di dalamnya terdapat jutaan referensi dan informasi yang kita butuhkan. Siapa pun bisa mengaksesnya, baik muda atau tua, kaya atau miskin, remaja atau manula tidak ada batasannya. Dan siapa pun bisa mengakses informasi tersebut.

Dengan demikian, dakwah melalui literasi, selain untuk efesiensi waktu juga sebagai media yang sangat menarik, efektif, dan inovatif dalam menyebarkan informasi. Oleh karena itu, di era revolusi industri 4.0. Sudah saatnya kita tampil terdepan dalam memberikan nilai-nilai pesan positif, arif, dan bijaksana terhadap generasi milenial agar tidak salah dalam mengakses informasi dan tidak mudah termakan berita hoaks. (Siswanto)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • a living room filled with furniture and a ceiling fan

    Peran Pesantren dalam Pemberdayaan Masyarakat

    • calendar_month Sab, 27 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pemberdayaan pada dasarnya merupakan proses yang dilakukan untuk mereduksi ketidakberdayaan dan ketergantungan masyarakat pada orang lain. Karena bentuk ketergantungan sosial pada masyarakat akan menyebabkan seseorang menjadi tidak berdaya dan terbelenggu. Oleh karena itu, proses pemberdayaan di masyarakat sangat penting guna membentuk mindset dan kemandirian masyarakat. Dan biasanya proses pemberdayaan masyarakat biasanya diadvokasi oleh […]

  • Sambutan Ketua PCNU: Dari Tali Tambang Sampai Klinik Pratama

    Sambutan Ketua PCNU: Dari Tali Tambang Sampai Klinik Pratama

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – KH. Yusuf Hasyim memberikan beberapa wejangan dalam acara Halal bi Halal MWCNU Gembong di Dukuh Mijen, Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong. Acara ini berlangsung pada Sabtu (19/4) siang. Dalam sambutannya, Kiai Yusuf sempat menyinggung beberapa hal terkait ke-NU-an. Di antaranya, dirinya memaparkan makna tali tambang yang melingkari bumi. “Ini berarti warga NU harus […]

  • Doa dari Rumah Seluruh Umat Beragama Terjadwal Siang Ini

    Doa dari Rumah Seluruh Umat Beragama Terjadwal Siang Ini

    • calendar_month Ming, 11 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), mengajak seluruh umat beragama di Indonesia untuk #PrayFromHome secara serentak siang ini, Minggu (11/7) pukul 14.00 WIB. JAKARTA-Hari ini, Minggu (11/7) Kementerian (Kemenag) Agama Republik Indonesia menggelar hajat bagi warga Indonesia. Gerakan hashtag Pray From Home (berdoa dari rumah) atau PFH mulai digalakkan akhir-akhir ini.  Kemenag sendiri […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Assalamualaikum Wr Wb. Saya mau Tanya, HP saya android dan didalamnya ada aplikasi alqur’annya, apakah saya boleh membawanya dalam keadaan tidak memiliki wudlu’, dan bagaimana hukum membawanya ke toilet, mohon penjelasannya. Terima kasih. Wa’alaikum salam Wr Wb. Hukum membawanya dalam keadaan tidak memiliki wudlu` (hadats) adalah haram jika aplikasi tersebut dibuka dan menampilkan tulisan alqura’an […]

  • Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2015
    • account_circle admin
    • visibility 360
    • 0Komentar

    SEKITAR KEGELISAHAN ROHANI      Sekitar tahun 50-an atau 60-an (waktu yang tepat belum bena-benar diketahu) konon beliau mengalami kegelisahan yanh hebat,hingga konon beliau pernah tidak keluar rumah sampai hampir 3 bulan . Sejak itu beliau sering  ketempat KH.Abdul Hamid ,Pasuruan.Dalam pertemuan-pertemuannya dengan KH.Abdul Hamid inilah,beliau merasa menemui sesuatu yangmampu meredam kegelisahannya. Akibatnya beliau sering ke […]

  • PCNU - PATI Photo by Mufid Majnun

    Uang Pemberian Calon KADES

    • calendar_month Ming, 3 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 792
    • 0Komentar

    Disuatu desa akan diadakan pemilihan Kades (kepala desa). Dalam PILKADES tersebut ada seorang calon membagi-bagikan uang atau sejenisnya kepada calon pemilih didesa tersebut, dengan maksud dan tujuan tiada lain adalah menjadi KADES terpilih. Pertanyaan : Bagaimana hukum pemberian uang dalam kasus diatas ? Jawaban :  Tafsil, Jika menjadi KADES itu hukumnya fardlu `ain (sebab tidak […]

expand_less