Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Dakwah Berbasis Literasi

Dakwah Berbasis Literasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 16 Apr 2022
  • visibility 223
  • comment 0 komentar

Dakwah memang erat kaitannya dengan orang yang berceramah di atas mimbar dan di sana banyak orang yang berkumpul untuk mendengarkannya. Namun tidak semua orang memiliki kemampuan public speaking yang bagus, maka dakwah dengan cara apapun sangat dianjurkan, asalkan sesuai dengan perintah Allah Swt dan petunjuk Rasulullah Saw yakni dakwah dengan hikmah, dengan kebijaksanaan, dan pelajaran yang baik.

Dalam hal ini dakwah tidak hanya dilakukan dalam bentuk lisan, tetapi juga bisa dilakukan dalam bentuk literasi (baca dan tulisan). Karena esensi dakwah adalah mengundang, mengajak, menuntun, dan mengarahkan masyarakat dalam bentuk kebaikan.

Di era informasi yang begitu cepat dan massif perkembangannya, maka dakwah bil-literasi sangat tepat untuk diaplikasikan oleh beberapa kalangan, baik dari kiai, ustaz, akademisi, dan pegiat literasi lainnya.

engan tujuan untuk saling bersatu dalam memberikan nilai-nilai edukasi dalam penggunaan sosial media. Mengingat tidak semua masyarakat menggunakan ruang sosial media dengan kebaikan, tetapi juga digunakan untuk kepentingan dan kejahatan. Oleh karena itu, dakwah bil-literasi melalui sosial media sangat tepat di era seperti ini.

Perkembangan informasi yang mengalir deras seperti air bah yang tidak bisa dibendung, maka dibutuh cara yang tepat untuk meminimalisir dan membendungnya. Oleh karena itu dibutuhkan solidaritas antar sesama pengguna sosial media untuk memberikan respon kreatif untuk menghadirkan nilai-nilai yang positif.

Selain itu, salah satu langkah yang tepat untuk dilakukan oleh semua kalangan yang tidak memiliki basic public speaking baik adalah dengan menggunakan akun sosial media. Salah satu caranya adalah membangun tradisi menulis. Tradisi menulis di sini merupakan modal penting untuk menghadapi era disrupsi yang sedemikian pesat perkembangannya.

Membangun tradisi menulis harus diawali dengan membangun budaya membaca, karena membaca dan menulis merupakan satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, keduanya harus saling bersinergi dan beriringan. Dengan demikian membaca yang runtut dan sistematis akan membentuk sebuah karakter tulisan yang sistematis pula.

Dalam konteks seperti ini, dakwah bil-literasi sangat dianjurkan, mengingat literasi memiliki pengaruh yang sangat luas terhadap para pembaca di seantero dunia. Dengan demikian, dakwah bil-literasi memiliki banyak kelibihan.

Pertama, memberikan banyak manfaat terhadap generasi milenial tentang kajian khazanah agama dikemas dengan bahasa ala milenial yang tidak bertele-tele dan banyak dalilnya, melainkan lebih pada konteks dan relevansi sesuai dengan kebutuhan para generasi milenial yang haus akan nilia-nilai spritual.

Kedua, dakwah bil-letrasi juga akan mempermudah dalam proses penyebaran informasi yang setiap detik, menit, dan jam akan semakin luas proses penyebaran informasi yang sudah kita tulis. Sehingga, melalui dakwah bil-lietrasi cakupan dan spektrumnya lebih luas dan lebih mengena terhadap masyarakat, tidak hanya dari kalangan akademisi, tetapi semua unsur elemen masyarakat.

Ketiga, dakwah bil-literasi, bisa mengefektifkan dan mengefisiensikan waktu kita dalam berdakwah. Misalnya kita buat akun facebook atau fanpage untuk dijadikan sebagai media dakwah. Melalui akun tersebut, kita undang sebanyak-banyaknya teman kita untuk mengklik tombol like fanpage yang kita buat.

Dan jika teman-teman kita sudah me-like fanpage, secara otomatis status yang kita tulis di fanpage akan muncul di beranda teman-teman kita. Bayangkan, jika fanpage yang kita buat itu ada seribu orang yang me-like, maka seribu orang itu akan mendapatkan pesan dakwah dari status fanpage yang kita buat.

Maka, dengan adanya penyebaran informasi yang cepat dan pengguna yang semakin banyak, harapannya dakwah melalui literasi bisa mendapatkan manfaat dari konten yang kita sebarkan melalui dunia digital.

Mengingat dunia digital seperti perpustakaan global yang di dalamnya terdapat jutaan referensi dan informasi yang kita butuhkan. Siapa pun bisa mengaksesnya, baik muda atau tua, kaya atau miskin, remaja atau manula tidak ada batasannya. Dan siapa pun bisa mengakses informasi tersebut.

Dengan demikian, dakwah melalui literasi, selain untuk efesiensi waktu juga sebagai media yang sangat menarik, efektif, dan inovatif dalam menyebarkan informasi. Oleh karena itu, di era revolusi industri 4.0. Sudah saatnya kita tampil terdepan dalam memberikan nilai-nilai pesan positif, arif, dan bijaksana terhadap generasi milenial agar tidak salah dalam mengakses informasi dan tidak mudah termakan berita hoaks. (Siswanto)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potret praktik konseling pelajar, buah kerjasama IPNU-IPPNU Medani dan Posyandu remaja

    Gandeng Posyandu Remaja, IPNU IPPNU Medani Dirikan Lembaga Konseling

    • calendar_month Sab, 9 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    CLUWAK – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PR IPNU IPPNU) Desa Medani, Kecamatan Cluwak mendirikan Lembaga Konseling Pelajar Putri (LKPP). Dalam pelaksanaannya, LKPP PR IPNU IPPNU Medani bakal menggandeng Posyandu Remaja (Posrem) desa setempat. Pendirian ini awalnya diinisiasi oleh Evi Lutfia Nur Jannah, Demisioner Ketua IPPNU Medani periode pertama, sekaligus […]

  • PCNU - PATI

    Cara Hidup Islam

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Ciri utama dari Din Al-Islam ialah ia tidak membenarkan sesuatu pertentangan,juga pemisahan yang ketara antara kehidupan kerohanian dan kehidupan dunia.Islam tidak sekadar membataskan dirinya untuk membina ketinggian kerohaniandan akhlaq semata-mata. Ruang lingkup peraturan yang dikemukakannyamencakupi segenap bidang kehidupan insan. la hendak melahirkan bukan sahajaketertiban hidup diri perseorangan malah ketertiban hidup masyarakat manusiaseluruhnya ke dalam pola-pola […]

  • ‎LP Ma’arif NU Jateng Targetkan 30 Ribu Eksemplar Majalah Mopdik untuk Penguatan IPNU-IPPNU di Sekolah dan Madrasah

    ‎LP Ma’arif NU Jateng Targetkan 30 Ribu Eksemplar Majalah Mopdik untuk Penguatan IPNU-IPPNU di Sekolah dan Madrasah

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.909
    • 0Komentar

    ‎SEMARANG – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menargetkan peningkatan produksi Majalah Mopdik hingga 30 ribu eksemplar pada tahun 2026. Target ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai sekitar 18 ribu eksemplar. ‎ ‎Hal tersebut disampaikan Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Dr. Fakhruddin Karmani dalam rapat Redaksi Majalah Mopdik yang digelar […]

  • Cerita Tape Manis Mbak-Mbak Fatayat

    Cerita Tape Manis Mbak-Mbak Fatayat

    • calendar_month Sab, 12 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Yeni Munifah bersama ribuan besek Tape Gembong yang siap didistribusikan  Menjadi aktivis Fatayat NU, tak menghalangi semangat Yeni Munifah untuk berdagang. Justru menurutnya, ia akan merasa bangga jika dirinya berhasil mentasyarufkan sebagian hartanya untuk organisasi.  “Prinsipnya kalau kita bisa jangan cari hidup di NU, tapi bagaimana kita menghidupkan NU itu sendiri,” satirnya.  Wanita yang akrab […]

  • Photo by Nouman Younas

    KH. Sirodj: Sosok Cerdas Pencetus Pondok Pesantren Wetan Banon

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 546
    • 0Komentar

    Oleh. Natasya Avnal Maulida Siapakah KH Sirodj Sosok Kiai Haji Sirodj merupakan salah satu kiai besar di desa Kajen, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, beliau adalah pendiri sekaligus pengasuh di pondok pesantren Wetan Banon yang kini lebih dikenal sebagai pondok pesantren Salafiyah Kajen. Beliau terlahir pada tahun 1865 di desa Kajen. Ayahnya bernama Ishaq bin Sawijah […]

  • PCNU - PATI

    PCNU Pati Donasi Uang Tunai Rp. 300 Juta Korban Semeru 

    • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 210
    • 0Komentar

    PCNU Kabupaten Pati berkunjung ke PCNU Kabupaten Lumajang pada sabtu (16/7) lalu. Maksud kunjungan ini adalah untuk menyerahkan donasi bagi warga yang terdampak erupsi Semeru akhir tahun 2021.  Pihak PCNU Kabupaten Pati terdiri dari Dr. Choiron selaku wakil ketua, Maskan selaku sekretaris, Dr. Qosim selaku ketua LKNU dan ketua NU Peduli Pati, serta perwakilan LAZISNU […]

expand_less