Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Dakwah Berbasis Literasi

Dakwah Berbasis Literasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 16 Apr 2022
  • visibility 461
  • comment 0 komentar

Dakwah memang erat kaitannya dengan orang yang berceramah di atas mimbar dan di sana banyak orang yang berkumpul untuk mendengarkannya. Namun tidak semua orang memiliki kemampuan public speaking yang bagus, maka dakwah dengan cara apapun sangat dianjurkan, asalkan sesuai dengan perintah Allah Swt dan petunjuk Rasulullah Saw yakni dakwah dengan hikmah, dengan kebijaksanaan, dan pelajaran yang baik.

Dalam hal ini dakwah tidak hanya dilakukan dalam bentuk lisan, tetapi juga bisa dilakukan dalam bentuk literasi (baca dan tulisan). Karena esensi dakwah adalah mengundang, mengajak, menuntun, dan mengarahkan masyarakat dalam bentuk kebaikan.

Di era informasi yang begitu cepat dan massif perkembangannya, maka dakwah bil-literasi sangat tepat untuk diaplikasikan oleh beberapa kalangan, baik dari kiai, ustaz, akademisi, dan pegiat literasi lainnya.

engan tujuan untuk saling bersatu dalam memberikan nilai-nilai edukasi dalam penggunaan sosial media. Mengingat tidak semua masyarakat menggunakan ruang sosial media dengan kebaikan, tetapi juga digunakan untuk kepentingan dan kejahatan. Oleh karena itu, dakwah bil-literasi melalui sosial media sangat tepat di era seperti ini.

Perkembangan informasi yang mengalir deras seperti air bah yang tidak bisa dibendung, maka dibutuh cara yang tepat untuk meminimalisir dan membendungnya. Oleh karena itu dibutuhkan solidaritas antar sesama pengguna sosial media untuk memberikan respon kreatif untuk menghadirkan nilai-nilai yang positif.

Selain itu, salah satu langkah yang tepat untuk dilakukan oleh semua kalangan yang tidak memiliki basic public speaking baik adalah dengan menggunakan akun sosial media. Salah satu caranya adalah membangun tradisi menulis. Tradisi menulis di sini merupakan modal penting untuk menghadapi era disrupsi yang sedemikian pesat perkembangannya.

Membangun tradisi menulis harus diawali dengan membangun budaya membaca, karena membaca dan menulis merupakan satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, keduanya harus saling bersinergi dan beriringan. Dengan demikian membaca yang runtut dan sistematis akan membentuk sebuah karakter tulisan yang sistematis pula.

Dalam konteks seperti ini, dakwah bil-literasi sangat dianjurkan, mengingat literasi memiliki pengaruh yang sangat luas terhadap para pembaca di seantero dunia. Dengan demikian, dakwah bil-literasi memiliki banyak kelibihan.

Pertama, memberikan banyak manfaat terhadap generasi milenial tentang kajian khazanah agama dikemas dengan bahasa ala milenial yang tidak bertele-tele dan banyak dalilnya, melainkan lebih pada konteks dan relevansi sesuai dengan kebutuhan para generasi milenial yang haus akan nilia-nilai spritual.

Kedua, dakwah bil-letrasi juga akan mempermudah dalam proses penyebaran informasi yang setiap detik, menit, dan jam akan semakin luas proses penyebaran informasi yang sudah kita tulis. Sehingga, melalui dakwah bil-lietrasi cakupan dan spektrumnya lebih luas dan lebih mengena terhadap masyarakat, tidak hanya dari kalangan akademisi, tetapi semua unsur elemen masyarakat.

Ketiga, dakwah bil-literasi, bisa mengefektifkan dan mengefisiensikan waktu kita dalam berdakwah. Misalnya kita buat akun facebook atau fanpage untuk dijadikan sebagai media dakwah. Melalui akun tersebut, kita undang sebanyak-banyaknya teman kita untuk mengklik tombol like fanpage yang kita buat.

Dan jika teman-teman kita sudah me-like fanpage, secara otomatis status yang kita tulis di fanpage akan muncul di beranda teman-teman kita. Bayangkan, jika fanpage yang kita buat itu ada seribu orang yang me-like, maka seribu orang itu akan mendapatkan pesan dakwah dari status fanpage yang kita buat.

Maka, dengan adanya penyebaran informasi yang cepat dan pengguna yang semakin banyak, harapannya dakwah melalui literasi bisa mendapatkan manfaat dari konten yang kita sebarkan melalui dunia digital.

Mengingat dunia digital seperti perpustakaan global yang di dalamnya terdapat jutaan referensi dan informasi yang kita butuhkan. Siapa pun bisa mengaksesnya, baik muda atau tua, kaya atau miskin, remaja atau manula tidak ada batasannya. Dan siapa pun bisa mengakses informasi tersebut.

Dengan demikian, dakwah melalui literasi, selain untuk efesiensi waktu juga sebagai media yang sangat menarik, efektif, dan inovatif dalam menyebarkan informasi. Oleh karena itu, di era revolusi industri 4.0. Sudah saatnya kita tampil terdepan dalam memberikan nilai-nilai pesan positif, arif, dan bijaksana terhadap generasi milenial agar tidak salah dalam mengakses informasi dan tidak mudah termakan berita hoaks. (Siswanto)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPKM, Muslimat Gembong Hentikan Semua Aktivitas Luring

    PPKM, Muslimat Gembong Hentikan Semua Aktivitas Luring

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Maria Ulfa (tengah), Ketua PAC Muslimat NU Gembong bersama pengurus lainnya (foto : dokumen LTN-NU)  GEMBONG-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyebabkan banyak rutinitas terhambat. Hal ini pula yang dirasakan oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Gembong.  Para kaum ibu yang rutin melaksanakan kegiatan setiap tanggal 12 tersebut terpaksa meliburkan diri karena adanya PPKM. Hal […]

  • Dari Pena Menuju Pentas Dunia

    Dari Pena Menuju Pentas Dunia

    • calendar_month Sab, 21 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 578
    • 0Komentar

    Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Pati bekerjasama dengan Lembaga Kajian Ekonomi dan Sosial Masyarakat (Lennsa) Jawa Tengah mengadakan pelatihan jurnalistik dengan tema “Dari Pena Menuju Pentas Dunia” di gedung LPBA Kajen Kecamatan Margoyoso Pati, pada Kamis (17/9) Dalam sambutannya ketua Lennsa Ahmad Fitri,”Kegiatan ini adalah upaya memunculkan penulis handal, seperti KH Mustofa […]

  • Siap Tumbuhkan Tunas Huffadz, IPNU IPPNU Pati Kukuhkan Jam'iyyah Mudarosah

    Siap Tumbuhkan Tunas Huffadz, IPNU IPPNU Pati Kukuhkan Jam’iyyah Mudarosah

    • calendar_month Jum, 28 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati, mengukuhkan Jam’iyyah Mudarosah Pelajar NU (JMPNU). Pengukuhan berlangsung di Lantai 4 Kampus 2 Madinatul Qur’an, Kecamatan Winong, Kamis (27/3/2025). JMPNU merupakan salah satu program unggulan dari Departemen Dakwah & Komunikasi (Dakom) PC IPNU IPPNU Pati. […]

  • IPNU-IPPNU Pagerharjo Gelar Pelatihan Public Speaking

    IPNU-IPPNU Pagerharjo Gelar Pelatihan Public Speaking

    • calendar_month Kam, 16 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Pembukaan patihan public speaking untuk mengasah bakat berbicara di depan umum. Kegiatan ini dihelat oleh Pimpinan Ranti IPNU-IPPNU Pagerharjo, Wedarijaksa. WEDARIJAKSA – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pagerharjo, Wedarijaksa telah menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Public Speaking, Sabtu, (11/12). Kegiatan yang dimulai pada pukul  13.00 WIB hingga 16.30 WIB ini dipusatkan di Surau Lisung Al-Khijaz dan […]

  • PMII Pati Rayakan Maulid Plus Hari Santri

    PMII Pati Rayakan Maulid Plus Hari Santri

    • calendar_month Sen, 25 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Para personel Rebana Obor Sholawat sedang melantunkan syair-syair selawat kepada Nabi Muhammad SAW. GEMBONG – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PC PMII ) Kabupaten Pati menggelar Talkshow peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri 2021. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Shofa Az-Zahro Gembong. Acara yang berlangsung Ahad (24/10) sore ini. Dengan mengusung tema ‘Implementasi […]

  • Teliti Kurikulum Merdeka, Fakhruddin Karmani Minta Kemendikbud dan Kemenag Rumuskan Tujuan Pendidikan Bersama

    Teliti Kurikulum Merdeka, Fakhruddin Karmani Minta Kemendikbud dan Kemenag Rumuskan Tujuan Pendidikan Bersama

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.335
    • 0Komentar

      Semarang – Penelitian disertasi Fakhruddin Karmani tidak hanya menawarkan model integrasi nilai, tetapi juga memberikan pesan strategis kepada pembuat kebijakan pendidikan nasional. Dalam temuannya, integrasi nilai Islam Nusantara menjadi jembatan yang menghubungkan ajaran Islam dengan Pancasila dan kebhinekaan Indonesia tanpa menciptakan dikotomi antara agama dan negara. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi antara sistem pendidikan […]

expand_less