Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren dan Community Development

Pesantren dan Community Development

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 15 Apr 2023
  • visibility 343
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Seiring derasnya arus perubahan sosial akibat adanya modernisasi-industrialisasi mau tidak mau menuntut pesantren untuk memberikan reaksi atau respon secara memadai. Sedangkan respon pesantren dalam menghadapi perubahan yang berjalan selama ini ada yang lunak dan ada yang keras. Ada yang membuka, dan juga ada yang menutup diri. Namun meski ada yang mendifinisikan zaman sekarang sebagai zaman edan atau jahiliyah modern, ternyata tidak sedikit yang mencoba melakukan trasformasi dengan melakukan mobilitas budaya yang menyebabkan doktrin, lembaga dan pranata sosial menjadi tetap relevan.

Selain itu, pesantren juga dituntut untuk melakukan adjustment (pengaturan) and readjustment (penyesuaian kembali). Mulai dari melakukan diversifikasi program dengan membuat yayasan, memasukan system sekolah, kontekstualisasi kitab kuning, dan memodernisasi manajemen pengelolaan  pesantren.

Oleh karena itu, dalam menghadapi perubahan pesantren dituntut untuk melakukan kontekstualisasi tanpa harus mengorbankan watak aslinya selaku institusi pendidikan, keagamaan dan sosial. Pesantren harus membenahi kelemahannya di antaranya dengan menerapkan manajemen pendidikan berbasis masyarakat. Hal ini dimaksud untuk memberikan kontribusi dan sumbangsih terhadap masyarakat melalui pendidikan berdasarkan kontekstualisasi di masyarakat.

Pada konteks ini, lembaga pesantren menempatkan diri sebagai institusi dinamisator dan katalisator pembangunan masyarakat desa bukan hanya pada bidang keagamaan, namun juga di berbagai bidang kehidupan sosial lainnya.

Gejala tumbuhnya minat pesantren untuk mengembangkan program kemasyarakatan secara sederhana dapat dipetakan dalam dua bagian. Pertama, program kemasyarakatan yang tumbuh dan dikembangkan oleh inisiatif pihak pesantren sendiri, sedangkan bentuk program yang kedua, adalah pendekatan program kemasyarakatan yang dikembangkan atas suatu kerjasama dengan pihak luar.

Pesantren dalam kaitannya dengan proses pengembangan masyarakat bisa memosisikan dirinya sebagai pusat penyuluhan kesehatan, pusat pengembangan tekhnologi tepat guna bagi masyarakat pedesaan dan pusat pemberdayaan bidang masyarakat, di samping tugasnya sebagai lembaga pendidikan keagamaan.   

Adapun upaya pengembangan masyarakat (community development) yang dilakukan pesantren terhadap masyarakat,dalam hal ini ada tiga upaya penting dalam rangka melakukan pemberdayaan masyarakat.

Pertama, berupaya membebaskan dan menyadarkan masyarakat. Kegiatan ini bersifat subyektif dan lebih memihak pada masyarakat kebawah yang tertindas (dhu’afa) dan menfasilitasi mereka dalam suatu proses penyadaran, sehingga memungkinkan lahirnya upaya untuk pembebasan diri dari kemiskinana, keterbelengguan, dan keterbelakangan.

Maka, dalam hal ini, pesantren bisa melakukan peranannya sebagai agen of change dengan melakukan kontekstualisasi di lapangan. Salah satunya adalah dengan memberikan bentuk pelatihan dan mengenalkan  potensi yang ada di lingkungan masyarakat  supaya masyarakat bisa berdaya dan mandiri.

Kedua, menggerakkan partisipasi dan etos swadaya masyarakat. Hal ini dimaksud, pesantren perlu menciptakan suasana dan kesempatan yang memungkinkan masyarakat dalam rangka mengidentifikasi masalah mereka sendiri, merumuskan tujuan dari pengembangan masyaarakat, menjadi pelaksana sendiri, dan melakukan evaluasi serta menindaklanjuti dari proses yang sudah dibangun dengan tujuan outputnya bisa dirasakan masayarakat.

Ketiga, pesantren mendidik dan menciptakan pengetahuan. Dalam hal ini, peran pesantren sangat urgent di masyarakat. Karena tanpa adanya pengetahuan dan pendidikan yang mengarah pada pengembangan potensi di masyarakat, tentunya masyarakat tidak mengenali potensi yang terpendam. Oleh karenanya, pendidikan kritis sangat dibutuhkan di masyarakat, agar pola piker masyarakat bisa berkembang dan paham betul potensi yang ada di lingkungan masyarakat bisa dieksplorasi.

Keempat, pesantren melapori cara mendekati masalah secara benar, hal ini dimaksud untuk mengajak masyarkat untuk mengenali potensi, hambatan,dan problemyang dialami masyarakat. Sehingga melalui pendekatan partisipatif masyarakat bisa mengetahui kebutuhan riil di lingkungannya.

Oleh karena itu, melalui beberapa tahapan di atas, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dan dari situ, harkat-martabat masyarakat bisa terangkat derajatnya. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • white and red love print box

    Tanggal Merah, Tanggal Kehidupan Hakiki

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 533
    • 0Komentar

      Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Agama Konghuchu diakui secara formal oleh Negara Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2000. Pada saat itu, Gus Dur lah yang membidani lahirnya Perpres tersebut sebagai wujud pluralitas Bangsa Indonesia. Tentunya dawuh Presiden ini membawa efek domino di beragam aspek. Seperti dalam ranah sosial, pengakuan Agama baru ini […]

  • ASWAJA FEST 2025: Lomba Hafalan Bacaan Tahlil dan Tarqiyah MTs/SMP LP Ma’arif NU Kabupaten Temanggung Sukses Digelar

    ASWAJA FEST 2025: Lomba Hafalan Bacaan Tahlil dan Tarqiyah MTs/SMP LP Ma’arif NU Kabupaten Temanggung Sukses Digelar

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

      Temanggung – MTs Integrasi Al Hudlori Kebonsari Temanggung menjadi tuan rumah Lomba Hafalan Bacaan Tahlil dan Tarqiyah tingkat MTs dan SMP di bawah naungan LP Ma’arif NU Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan semangat keagamaan serta melestarikan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah di kalangan pelajar. Acara berlangsung pada Kamis, 19 Juni […]

  • Marching Band Salafiyah Kajen Sabet 10 Gelar Juara Piala Raja Hamengku Buwono X

    Marching Band Salafiyah Kajen Sabet 10 Gelar Juara Piala Raja Hamengku Buwono X

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.846
    • 0Komentar

    Pcnupati or.id – Marching Band Bahana Swara (MBBS) Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kabupaten Pati, kembali mengukir prestasi dalam Kejuaraan Tingkat Nasional Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X, yang berlangsung pada 10-12 Oktober 2025 di Yogyakarta. Dalam ajang bergengsi tersebut, Bahana Swara Salafiyah memborong 10 trophy. Itu berasal dari tiga mata lomba, yakni Street […]

  • Logam Jowo

    Logam Jowo

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Logam Jawa, sebuah usaha kuningan yang berkonsentrasi di bidang handle pintu. usaha yang di tekuni oleh Kader Nahdlatul Ulama di Juwana Pati Jenis     : Hadle MinimalisPanjang: 45 cmHarga    : Rp. 75.000 belum OngkirHub       : 082276951949   Logam Jawa, sebuah usaha kuningan yang berkonsentrasi di bidang handle pintu.usaha yang di tekuni oleh Kader Nahdlatul Ulama di Juwana […]

  • Menjadi Penulis  Yang Seksi

    Menjadi Penulis Yang Seksi

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 476
    • 0Komentar

      Menulis fiksi itu bukan perkara mudah. Karena menulis fiksi tak ubahnya menulis dengan hati, mengombinasikan antara pengalaman dan pikiran menjadi sebuah karya yang enak dibaca dan syarat akan pesan-pesan penuh makna. Namun kesulitan semua itu akan menjadi mudah tatkala sudah membaca buku karya Presiden Cerpen Indonesia Joni Ariadianata.             Buku yang bertajuk Aku Bisa […]

  • Kemenag Kucurkan Bantuan untuk Pesantren

    Kemenag Kucurkan Bantuan untuk Pesantren

    • calendar_month Sen, 2 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    JAKARTA-Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) membuka tangan lebar-lebar bagi para pengelola pondok pesantren di seluruh Indonesia. Baru-baru ini, melalui Direktorat Pendidikan Islam Subdit Pendidikan Pesantren, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI membuka penerimaan proposal bantuan.] Setidaknya ada tiga jenis peruntukan bantuan yang ditawarkan oleh Kemenag. Di antaranya, pendidikan lifeskill dan pengembangan ekonomi pesantren; bantuan pesantren […]

expand_less