Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren dan Community Development

Pesantren dan Community Development

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 15 Apr 2023
  • visibility 133
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Seiring derasnya arus perubahan sosial akibat adanya modernisasi-industrialisasi mau tidak mau menuntut pesantren untuk memberikan reaksi atau respon secara memadai. Sedangkan respon pesantren dalam menghadapi perubahan yang berjalan selama ini ada yang lunak dan ada yang keras. Ada yang membuka, dan juga ada yang menutup diri. Namun meski ada yang mendifinisikan zaman sekarang sebagai zaman edan atau jahiliyah modern, ternyata tidak sedikit yang mencoba melakukan trasformasi dengan melakukan mobilitas budaya yang menyebabkan doktrin, lembaga dan pranata sosial menjadi tetap relevan.

Selain itu, pesantren juga dituntut untuk melakukan adjustment (pengaturan) and readjustment (penyesuaian kembali). Mulai dari melakukan diversifikasi program dengan membuat yayasan, memasukan system sekolah, kontekstualisasi kitab kuning, dan memodernisasi manajemen pengelolaan  pesantren.

Oleh karena itu, dalam menghadapi perubahan pesantren dituntut untuk melakukan kontekstualisasi tanpa harus mengorbankan watak aslinya selaku institusi pendidikan, keagamaan dan sosial. Pesantren harus membenahi kelemahannya di antaranya dengan menerapkan manajemen pendidikan berbasis masyarakat. Hal ini dimaksud untuk memberikan kontribusi dan sumbangsih terhadap masyarakat melalui pendidikan berdasarkan kontekstualisasi di masyarakat.

Pada konteks ini, lembaga pesantren menempatkan diri sebagai institusi dinamisator dan katalisator pembangunan masyarakat desa bukan hanya pada bidang keagamaan, namun juga di berbagai bidang kehidupan sosial lainnya.

Gejala tumbuhnya minat pesantren untuk mengembangkan program kemasyarakatan secara sederhana dapat dipetakan dalam dua bagian. Pertama, program kemasyarakatan yang tumbuh dan dikembangkan oleh inisiatif pihak pesantren sendiri, sedangkan bentuk program yang kedua, adalah pendekatan program kemasyarakatan yang dikembangkan atas suatu kerjasama dengan pihak luar.

Pesantren dalam kaitannya dengan proses pengembangan masyarakat bisa memosisikan dirinya sebagai pusat penyuluhan kesehatan, pusat pengembangan tekhnologi tepat guna bagi masyarakat pedesaan dan pusat pemberdayaan bidang masyarakat, di samping tugasnya sebagai lembaga pendidikan keagamaan.   

Adapun upaya pengembangan masyarakat (community development) yang dilakukan pesantren terhadap masyarakat,dalam hal ini ada tiga upaya penting dalam rangka melakukan pemberdayaan masyarakat.

Pertama, berupaya membebaskan dan menyadarkan masyarakat. Kegiatan ini bersifat subyektif dan lebih memihak pada masyarakat kebawah yang tertindas (dhu’afa) dan menfasilitasi mereka dalam suatu proses penyadaran, sehingga memungkinkan lahirnya upaya untuk pembebasan diri dari kemiskinana, keterbelengguan, dan keterbelakangan.

Maka, dalam hal ini, pesantren bisa melakukan peranannya sebagai agen of change dengan melakukan kontekstualisasi di lapangan. Salah satunya adalah dengan memberikan bentuk pelatihan dan mengenalkan  potensi yang ada di lingkungan masyarakat  supaya masyarakat bisa berdaya dan mandiri.

Kedua, menggerakkan partisipasi dan etos swadaya masyarakat. Hal ini dimaksud, pesantren perlu menciptakan suasana dan kesempatan yang memungkinkan masyarakat dalam rangka mengidentifikasi masalah mereka sendiri, merumuskan tujuan dari pengembangan masyaarakat, menjadi pelaksana sendiri, dan melakukan evaluasi serta menindaklanjuti dari proses yang sudah dibangun dengan tujuan outputnya bisa dirasakan masayarakat.

Ketiga, pesantren mendidik dan menciptakan pengetahuan. Dalam hal ini, peran pesantren sangat urgent di masyarakat. Karena tanpa adanya pengetahuan dan pendidikan yang mengarah pada pengembangan potensi di masyarakat, tentunya masyarakat tidak mengenali potensi yang terpendam. Oleh karenanya, pendidikan kritis sangat dibutuhkan di masyarakat, agar pola piker masyarakat bisa berkembang dan paham betul potensi yang ada di lingkungan masyarakat bisa dieksplorasi.

Keempat, pesantren melapori cara mendekati masalah secara benar, hal ini dimaksud untuk mengajak masyarkat untuk mengenali potensi, hambatan,dan problemyang dialami masyarakat. Sehingga melalui pendekatan partisipatif masyarakat bisa mengetahui kebutuhan riil di lingkungannya.

Oleh karena itu, melalui beberapa tahapan di atas, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dan dari situ, harkat-martabat masyarakat bisa terangkat derajatnya. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Rakor Muslimat NU, Bupati Pati Sampaikan Sederet Kebijakan Strategis

    Hadiri Rakor Muslimat NU, Bupati Pati Sampaikan Sederet Kebijakan Strategis

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id –  Bupati Pati, Sudewo, hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dirangkaikan dengan Halalbihalal dan pelepasan calon jamaah haji Pengurus Cabang Muslimat NU, Perangkat MNU, dan PAC Muslimat NU se-Kabupaten Pati, yang digelar pada Minggu (4/5) di Pondok Pesantren Tahaffudzul Qur’an (PPTQ) “Al Kahfi”, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa […]

  • PCNU-PATI

    Hj. Maria Ulfah, Ketua PC Muslimat NU Pati 2010-2020 Wafat

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Kabar duka kembali datang dari PC Muslimat NU Pati. Salah satu kader terbaiknya, berpulang ke rahmatullah pada Senin (5/9) pukul tujuh pagi tadi. Dia adalah Hj. Maria Ulfah Mundzir, Ketua PC Muslimat NU Pati 10 tahun, terhitung sejak 2010. Hj. Ulfah mengakhiri masa jabatannya sebagai Nakhoda kaum ibu Nahdliyyin pada 2020 lalu.  Jenazah […]

  • Calon Jemaah Haji Pati Mulai Jalani Manasik 9 Februari Mendatang

    Calon Jemaah Haji Pati Mulai Jalani Manasik 9 Februari Mendatang

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.996
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Calon jemaah haji asal Kabupaten Pati bersiap memasuki tahapan penting sebelum bertolak ke Tanah Suci. Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Pati menjadwalkan bimbingan manasik haji tingkat kecamatan akan dimulai serentak pada Senin, 9 Februari 2026. ​Kepala Kemenhaj Pati, Umi Isti’anah, menjelaskan bahwa rangkaian bimbingan ini dibagi menjadi dua fase utama, […]

  • Meriah, IPNU IPPNU feat. KKN Gelar Lomba Peringati Maulid dan HSN

    Meriah, IPNU IPPNU feat. KKN Gelar Lomba Peringati Maulid dan HSN

    • calendar_month Kam, 21 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 150
    • 0Komentar

      IPNU IPPNU Triguno dan peserta KKN UIN Walisongo Semarang bersama dengan para peserta lomba PUCAKWANGI – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional (HSN), Mahasiswa KKN UIN Walisongo kelompok 107 bersama IPNU IPPNU Triguno mengadakan sejumlah lomba pada Rabu (20/10). Lomba tersebut, diantaranya lomba adzan, menulis huruf hijaiyah, hafalan asmaul […]

  • Pengurus MWCNU Jakenan di Lantik

    Pengurus MWCNU Jakenan di Lantik

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Pati, Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2017-2022 di lantik secara resmi oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, beberapa waktu yang lalu. Menjadi pengurus NU adalah tabungan di akhirat, kita berdakwah harus melalui niat yang ikhlas mengabdi sepenunya terhadap masyarakat, baik melalui agama, sosial dan penguatan ekonomi,             “Jajaran pengurus setelah kami lantik, […]

  • KH. Ali Munfaat, Ketua PCNU 2013-2019 Berpulang

    KH. Ali Munfaat, Ketua PCNU 2013-2019 Berpulang

    • calendar_month Ming, 14 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    PATI – Berita duka menyelimuti warga Nahdliyyin Kabupaten Pati. KH. Ali Munfaat, ketua PCNU Pati periode 2013-2019 dikabarkan wafat pada Senin (15/11) pukul 02.52 dini hari tadi.  Berita ini telah dikonfirmasi oleh beberapa pihak. PCNU Pati, melalui ketua tanfidziyah, K. Yusuf Hasyim sendiri membenarkan kabar duka tersebut.  Rencananya, jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka yang […]

expand_less