Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren dan Community Development

Pesantren dan Community Development

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 15 Apr 2023
  • visibility 400
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Seiring derasnya arus perubahan sosial akibat adanya modernisasi-industrialisasi mau tidak mau menuntut pesantren untuk memberikan reaksi atau respon secara memadai. Sedangkan respon pesantren dalam menghadapi perubahan yang berjalan selama ini ada yang lunak dan ada yang keras. Ada yang membuka, dan juga ada yang menutup diri. Namun meski ada yang mendifinisikan zaman sekarang sebagai zaman edan atau jahiliyah modern, ternyata tidak sedikit yang mencoba melakukan trasformasi dengan melakukan mobilitas budaya yang menyebabkan doktrin, lembaga dan pranata sosial menjadi tetap relevan.

Selain itu, pesantren juga dituntut untuk melakukan adjustment (pengaturan) and readjustment (penyesuaian kembali). Mulai dari melakukan diversifikasi program dengan membuat yayasan, memasukan system sekolah, kontekstualisasi kitab kuning, dan memodernisasi manajemen pengelolaan  pesantren.

Oleh karena itu, dalam menghadapi perubahan pesantren dituntut untuk melakukan kontekstualisasi tanpa harus mengorbankan watak aslinya selaku institusi pendidikan, keagamaan dan sosial. Pesantren harus membenahi kelemahannya di antaranya dengan menerapkan manajemen pendidikan berbasis masyarakat. Hal ini dimaksud untuk memberikan kontribusi dan sumbangsih terhadap masyarakat melalui pendidikan berdasarkan kontekstualisasi di masyarakat.

Pada konteks ini, lembaga pesantren menempatkan diri sebagai institusi dinamisator dan katalisator pembangunan masyarakat desa bukan hanya pada bidang keagamaan, namun juga di berbagai bidang kehidupan sosial lainnya.

Gejala tumbuhnya minat pesantren untuk mengembangkan program kemasyarakatan secara sederhana dapat dipetakan dalam dua bagian. Pertama, program kemasyarakatan yang tumbuh dan dikembangkan oleh inisiatif pihak pesantren sendiri, sedangkan bentuk program yang kedua, adalah pendekatan program kemasyarakatan yang dikembangkan atas suatu kerjasama dengan pihak luar.

Pesantren dalam kaitannya dengan proses pengembangan masyarakat bisa memosisikan dirinya sebagai pusat penyuluhan kesehatan, pusat pengembangan tekhnologi tepat guna bagi masyarakat pedesaan dan pusat pemberdayaan bidang masyarakat, di samping tugasnya sebagai lembaga pendidikan keagamaan.   

Adapun upaya pengembangan masyarakat (community development) yang dilakukan pesantren terhadap masyarakat,dalam hal ini ada tiga upaya penting dalam rangka melakukan pemberdayaan masyarakat.

Pertama, berupaya membebaskan dan menyadarkan masyarakat. Kegiatan ini bersifat subyektif dan lebih memihak pada masyarakat kebawah yang tertindas (dhu’afa) dan menfasilitasi mereka dalam suatu proses penyadaran, sehingga memungkinkan lahirnya upaya untuk pembebasan diri dari kemiskinana, keterbelengguan, dan keterbelakangan.

Maka, dalam hal ini, pesantren bisa melakukan peranannya sebagai agen of change dengan melakukan kontekstualisasi di lapangan. Salah satunya adalah dengan memberikan bentuk pelatihan dan mengenalkan  potensi yang ada di lingkungan masyarakat  supaya masyarakat bisa berdaya dan mandiri.

Kedua, menggerakkan partisipasi dan etos swadaya masyarakat. Hal ini dimaksud, pesantren perlu menciptakan suasana dan kesempatan yang memungkinkan masyarakat dalam rangka mengidentifikasi masalah mereka sendiri, merumuskan tujuan dari pengembangan masyaarakat, menjadi pelaksana sendiri, dan melakukan evaluasi serta menindaklanjuti dari proses yang sudah dibangun dengan tujuan outputnya bisa dirasakan masayarakat.

Ketiga, pesantren mendidik dan menciptakan pengetahuan. Dalam hal ini, peran pesantren sangat urgent di masyarakat. Karena tanpa adanya pengetahuan dan pendidikan yang mengarah pada pengembangan potensi di masyarakat, tentunya masyarakat tidak mengenali potensi yang terpendam. Oleh karenanya, pendidikan kritis sangat dibutuhkan di masyarakat, agar pola piker masyarakat bisa berkembang dan paham betul potensi yang ada di lingkungan masyarakat bisa dieksplorasi.

Keempat, pesantren melapori cara mendekati masalah secara benar, hal ini dimaksud untuk mengajak masyarkat untuk mengenali potensi, hambatan,dan problemyang dialami masyarakat. Sehingga melalui pendekatan partisipatif masyarakat bisa mengetahui kebutuhan riil di lingkungannya.

Oleh karena itu, melalui beberapa tahapan di atas, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dan dari situ, harkat-martabat masyarakat bisa terangkat derajatnya. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Ilustrasi Perempuan Selalu Benar.. Photo by Siddharth Salve on Unsplash.

    Perempuan Selalu Benar

    • calendar_month Jum, 20 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Alih-alih mengurangi rasa gabut yang tengah melanda, saya mencoba berselancar di sosial media untuk melihat berbagai macam hal. Karena sosial media sekarang sangat digandrungi bahkan sedetik tidak membuka sosial media berasa ada yang kurang. Ibarat sayur tanpa garam. Apa saja dapat ditemukan disini. Dari mulai jualan segala macam barang sampai pada curhat perihal masalah asmara, […]

  • PCNU-PATI

    NU Harus Berfungsi

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. H. Jamal Makmur Asmani KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PCNU Pati sekaligus Wakil Rais Syuriyah PBNU, mendorong pengurus NU untuk aktif menggerakkan potensi organisasi agar mampu memberikan manfaat nyata bagi warga NU, warga negara, bangsa dan umat manusia. Jangan sampai keberadaan NU tidak punya manfaat apa-apa. Dawuh beliau, NU jangan sampai […]

  • PCNU-PATI

    Situation Report Kejadian Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Pati berdasarkan informasi dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pati SITUATION REPORT KEJADIAN BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI WILAYAH JAWA TENGAH 30 November 2022 Dilaporkan kejadian Banjir, Angin Kencang dan Longsor di wilayah Provinsi Jawa Tengah pada 2 Desember 2022 sebagai berikut: 1.   BANJIR KABUPATEN PATI UPDATE PER 2 Desember 2022 PUKUL 10.00 WIB 30 November […]

  • PCNU - PATI Photo by Tanaphong Toochinda

    Anak Tantrum

    • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Hari minggu kemarin saat saya tengah berlibur dari rutinitas bekerja setiap hari, saya diajak ibu pergi ke pasar untuk membeli beberapa peralatan yang akan dibawa adik mondok. Sebelum pergi pagi-pagi sekali keponakan saya, Tsania sudah berada dirumah. Maklum ayah ibunya sedang di sawah dan ia dititipkan pada saya. Pagi itu, setelah melakukan aktivitas rumahan, saya […]

  • Ngaji Bareng Lakpesdam NU Pati

    Ngaji Bareng Lakpesdam NU Pati

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Lakpesdam NU Pati mengadakan Ngaji bareng dengan membedah Kitab Risalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan mendatangkan  narasumber lulusan Sudan yaitu Taufiq Zubaidi, M.A bertempat di Darul Hadlonah-Waturoyo, 3/8 kemarin malam. “Mulai per Agustus ini mempunyai agenda baru yaitu ngaji bareng, lebih tepatnya bedah buku-buku yang berkaitan dengan NU, Aswaja dan pemikiran Islam atau […]

  • LAZISNU Pati, Berbagi dengan Yatama dan Dhuhafa’

    LAZISNU Pati, Berbagi dengan Yatama dan Dhuhafa’

    • calendar_month Sen, 18 Jul 2016
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Pati. Bertempat di gedung Lantai 3 Kantor Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati, LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama) mengadakan acara santunan kepada anak yatim dan dhuhafa’ pada akhir bulan Ramadlan kemarin. (30/6) LAZISNU setiap tahunya terutama di bulan Ramadhan selalu berbagai dengan mereka yang kurang berutung yaitu Yatama dan Dhuhafa’ hal ini untuk […]

expand_less