Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren dan Community Development

Pesantren dan Community Development

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 15 Apr 2023
  • visibility 398
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Seiring derasnya arus perubahan sosial akibat adanya modernisasi-industrialisasi mau tidak mau menuntut pesantren untuk memberikan reaksi atau respon secara memadai. Sedangkan respon pesantren dalam menghadapi perubahan yang berjalan selama ini ada yang lunak dan ada yang keras. Ada yang membuka, dan juga ada yang menutup diri. Namun meski ada yang mendifinisikan zaman sekarang sebagai zaman edan atau jahiliyah modern, ternyata tidak sedikit yang mencoba melakukan trasformasi dengan melakukan mobilitas budaya yang menyebabkan doktrin, lembaga dan pranata sosial menjadi tetap relevan.

Selain itu, pesantren juga dituntut untuk melakukan adjustment (pengaturan) and readjustment (penyesuaian kembali). Mulai dari melakukan diversifikasi program dengan membuat yayasan, memasukan system sekolah, kontekstualisasi kitab kuning, dan memodernisasi manajemen pengelolaan  pesantren.

Oleh karena itu, dalam menghadapi perubahan pesantren dituntut untuk melakukan kontekstualisasi tanpa harus mengorbankan watak aslinya selaku institusi pendidikan, keagamaan dan sosial. Pesantren harus membenahi kelemahannya di antaranya dengan menerapkan manajemen pendidikan berbasis masyarakat. Hal ini dimaksud untuk memberikan kontribusi dan sumbangsih terhadap masyarakat melalui pendidikan berdasarkan kontekstualisasi di masyarakat.

Pada konteks ini, lembaga pesantren menempatkan diri sebagai institusi dinamisator dan katalisator pembangunan masyarakat desa bukan hanya pada bidang keagamaan, namun juga di berbagai bidang kehidupan sosial lainnya.

Gejala tumbuhnya minat pesantren untuk mengembangkan program kemasyarakatan secara sederhana dapat dipetakan dalam dua bagian. Pertama, program kemasyarakatan yang tumbuh dan dikembangkan oleh inisiatif pihak pesantren sendiri, sedangkan bentuk program yang kedua, adalah pendekatan program kemasyarakatan yang dikembangkan atas suatu kerjasama dengan pihak luar.

Pesantren dalam kaitannya dengan proses pengembangan masyarakat bisa memosisikan dirinya sebagai pusat penyuluhan kesehatan, pusat pengembangan tekhnologi tepat guna bagi masyarakat pedesaan dan pusat pemberdayaan bidang masyarakat, di samping tugasnya sebagai lembaga pendidikan keagamaan.   

Adapun upaya pengembangan masyarakat (community development) yang dilakukan pesantren terhadap masyarakat,dalam hal ini ada tiga upaya penting dalam rangka melakukan pemberdayaan masyarakat.

Pertama, berupaya membebaskan dan menyadarkan masyarakat. Kegiatan ini bersifat subyektif dan lebih memihak pada masyarakat kebawah yang tertindas (dhu’afa) dan menfasilitasi mereka dalam suatu proses penyadaran, sehingga memungkinkan lahirnya upaya untuk pembebasan diri dari kemiskinana, keterbelengguan, dan keterbelakangan.

Maka, dalam hal ini, pesantren bisa melakukan peranannya sebagai agen of change dengan melakukan kontekstualisasi di lapangan. Salah satunya adalah dengan memberikan bentuk pelatihan dan mengenalkan  potensi yang ada di lingkungan masyarakat  supaya masyarakat bisa berdaya dan mandiri.

Kedua, menggerakkan partisipasi dan etos swadaya masyarakat. Hal ini dimaksud, pesantren perlu menciptakan suasana dan kesempatan yang memungkinkan masyarakat dalam rangka mengidentifikasi masalah mereka sendiri, merumuskan tujuan dari pengembangan masyaarakat, menjadi pelaksana sendiri, dan melakukan evaluasi serta menindaklanjuti dari proses yang sudah dibangun dengan tujuan outputnya bisa dirasakan masayarakat.

Ketiga, pesantren mendidik dan menciptakan pengetahuan. Dalam hal ini, peran pesantren sangat urgent di masyarakat. Karena tanpa adanya pengetahuan dan pendidikan yang mengarah pada pengembangan potensi di masyarakat, tentunya masyarakat tidak mengenali potensi yang terpendam. Oleh karenanya, pendidikan kritis sangat dibutuhkan di masyarakat, agar pola piker masyarakat bisa berkembang dan paham betul potensi yang ada di lingkungan masyarakat bisa dieksplorasi.

Keempat, pesantren melapori cara mendekati masalah secara benar, hal ini dimaksud untuk mengajak masyarkat untuk mengenali potensi, hambatan,dan problemyang dialami masyarakat. Sehingga melalui pendekatan partisipatif masyarakat bisa mengetahui kebutuhan riil di lingkungannya.

Oleh karena itu, melalui beberapa tahapan di atas, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dan dari situ, harkat-martabat masyarakat bisa terangkat derajatnya. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Hari Pahlawan, Siswa MAN 1 Pati Tampilkan Drama Kolosal Perjuangan

    Peringati Hari Pahlawan, Siswa MAN 1 Pati Tampilkan Drama Kolosal Perjuangan

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.431
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Momen peringatan Hari Pahlawan 2025, siswa MAN 1 Pati tidak hanya melaksanakan Upacara Bendera, melainkan juga menampilkan drama kolosal perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajah pada Senin, (10/112025). Pemeran drama diikuti sebanyak 70-an siswa-siswi MAN 1 Pati yang merupakan perwakilan seluruh kelas. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan meriah di halaman madrasah dengan […]

  • 99 Kader GP Ansor-Banser Pati Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar dan Diklatsar

    99 Kader GP Ansor-Banser Pati Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar dan Diklatsar

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 615
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Sebanyak 99 kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor-Banser di Kabupaten Pati mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) serta Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar). Kegiatan itu berlangsung di SMK Tiara, Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, pada tanggal 18 hingga 21 Juli 2025. PKD dan Diklatsar ini merupakan gabungan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor se-Korwil I, […]

  • PCNU-PATI

    PC Lazisnu Kudus Bantu Korban Banjir Pati

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Tim managerial PC Lazisnu Pati mendampingi tim Lazisnu Kabupaten Kudus menyerahkan bantuan donasi untuk korban banjir di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati, selasa (06/12) sore. Penyerahan donasi tersebut sebagai bentuk peduli kemanusiaan dari PC Lazisnu Kudus untuk warga yang terdampak di wilayah tersebut. Dalam hal misi kemanusiaan ini, tim PC Lazisnu Kabupaten […]

  • PCNU-PATI

    Dialog Interaktif sebagai Bentuk Merajut Kerukunan Antar Umat Beragama

    • calendar_month Sel, 5 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jepara-Segenap Mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) yangsedang melakukan Kuliah Kerja Nyata di Desa Tempur Kecamatan Keling kabupaten Jepara melakukan kegiatan dialog interaktif kampung moderasi beragama, dengan tema “Merajut Kerukunan antar Umat Beragama”. Senin (04/09/23). Kegiatan yang dimulai dari sambutan Perangkat Desa oleh Bapak Mahfudh mengapresiasi adanya dialog interaktif antar umat beragama, karena menurutnya […]

  • PCNU-PATI

    Bentuk Kader Militan, PAC Fatayat Trangkil Gelar LKD

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- TRANGKIL – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Kecamatan Trangkil mengadakan Latihan Kader Dasar (LKD), di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, Jumat (30/12/2022). Kegiatan yang mengangkat tema “Pengkaderan Sebagai Sarana Membentuk Kader yang Militan, Berkarakter dan Berbudaya dalam Bingkai Ahlusunah Waljamaah Annahdhiyah” ini diikuti oleh perwakilan Anak Ranting dan Ranting Fatayat se-Kecamatan […]

  • Tim KKN Antasena Ipmafa Latih Ibu-Ibu di Tambahagung Tambakromo Bikin Inovasi

    Tim KKN Antasena Ipmafa Latih Ibu-Ibu di Tambahagung Tambakromo Bikin Inovasi

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 557
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Siapa sangka, nasi yang biasanya tersisa di dapur ternyata bisa dibuat camilan yang gurih dan lezat untuk keluarga di rumah. Seperti yang dilakukan oleh ibu-ibu muslimat di Dukuh Jajar, Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, pada Rabu (27/8/2025). Mereka tampak antusias membuat cireng didampingi Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Antasena Institut Pesantren […]

expand_less