Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Literasi

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Literasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 3 Sep 2022
  • visibility 258
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Di era masyarakat informasi, kegiatan membaca menjadi modal penting untuk bersaing secara global. Pasalnya, informasi sudah menjadi aset penting. Siapa yang menguasai informasi, maka dunia ada dalam genggamannya. Sementara mereka yang tidak menguasai informasi akan semakin jauh tertinggal dalam belenggu keterpurukan.

Maka, informasi menjadi sebuah kekuatan besar bagi siapa yang menguasainya. Sebaliknya, siapa yang tidak menguasai informasi akan semakin tertinggal jauh dari perkembangan. Inilah salah satu indikasi bahwa kita telah memasuki era masyarakat informasi. 

Masyarakat informasi sebagaimana dijelaskan oleh Martin, masyarakat informasi sebagai suatu masyarakat ketika kualitas hidup dan prospek untuk perubahan sosial dan pembangunan ekonomi tergantung pada peningkatan informasi dan perubahannya. Dalam pengertian lain, masyarakat informasi adalah suatu keadaan masyarakat ketika produksi, distribusi, dan manipulasi suatu informasi menjadi kegiatan utama.

Dari sini dapat dipahami bahwa masyarakat informasi adalah era di mana informasi memegang posisi penting dalam setiap lini kehidupan masyarakat. Sehingga informasi menjadi komoditi utama. Siapa yang menguasai informasi, dialah yang siap menangkap berbagai peluang untuk maju. Dan sebaliknya, bagi yang tidak menguasai informasi akan semakin tertinggal oleh laju perkembangan teknologi yang begitu cepatnya.

Untuk itu, agar masyarakat menjadi lebih maju dan berkembang, ia harus menguasai informasi yang sebanyak-banyaknya yang sesuai dengan kebutuhannya. Hal tersebut dapat diperoleh dengan cara selalu membaca berbagai hal. Dengan membaca, ia akan selalu mengalami update pengetahuan dan wawasan sehingga jauh dari ketertinggalan.

Oleh karena itu, untuk bisa menumbuhkan minat baca masyarakat tinggi. Perlu adanya sebuah lembaga maupun komunitas sebagai tempat dan fasilitas untuk menambah khazanah keilmuan dari membaca dan menulis. sepertihalnya, adanya taman baca, perpustakaan desa, cakruk pintar, maupun komunitas literasinya lainnya, yang tujuannya adalah untuk menumbuh-kembangkan budaya membaca dan menulis. Karena perpustakaan adalah gudangnya ilmu, sedangkan buku adalah jendela dunia.

Berbekal dari situ, kegiatan membaca buku merupakan suatu cara untuk membuka jendela dunia, agar kita bisa mengetahui lebih tentang dunia yang sebelumnya belum kita ketahui.

Kegiatan membaca bisa dilakukan oleh siapa saja tidak memandang jabatan, tokoh, dan status sosial. Sehingga kegiatan membaca bisa dilakukan oleh siapa pun, baik mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, orangtua, maupun dari orang-orang yang sudah lanjut usia. Asalkan masih ada keinginan dan kemauan untuk terus belajar, maka kegiatan literasi akan terus berjalan.

Pemberdayaan Berbasis Literasi

Secara sederhana, pemberdayaan merupakan sebuah ikhtiar menuju proses berdaya. Dari kurang mampu menjadi lebih mampu, dari tidak berdaya menjadi berdaya, dan dari tidak tahu menjadi lebih mengetahui. Oleh karena itu, pemberdayaan berbasis literasi merupakan pemberdayaan yang menekankan pada aspek baca dan tulis.

Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, kata literasi dimaknai sebagai: 1) Kemampuan menulis dan membaca; 2) Pengetahuan atau ketrampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu-komputer; 3) kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup.

Dari sini, secara sederhana dapat dipahami bahwa literasi tidak terbatas pada kemampuan membaca dan menulis saja, melainkan juga kemampuan dalam mengolah informasi dan pengetahuan guna meningkatkan kecakapan hidup seseorang.

Karena di era disrupsi yang kita kenal dengan adanya berita hoaks yang begitu mudah menyebar dan diyakini kebenarannya oleh beberapa kalangan masyarakat. Maka, perlu adanya kecakapan dalam menfilter sebuah informasi yang belum kita ketahui kebenarannya. Oleh karena itu, penting sekali dibutuhkan saring sebelum sharing agar kebenaran informasi tetap terjaga dari orisinalitasnya.

Dengan demikian, pemberbadayaan masyarakat berbasis literasi ini merupakan bentuk pemberdayaan yang menekankan pada aspek literasi yang di dalamnya mencakup kemamuan baca tulis, mengolah informasi, dan update pengetahuan agar kita tidak terjebak dalam berita hoaks sekaligus menjaga nalar sehat di tengah-tengah arus informasi yang begitu cepat dan pesat beredarnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by fotoblend

    Perseteruan Menjelang Pernikahan

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pekan lalu saya menyaksikan kejadian yang sangat memprihatinkan. Salah satu kawan media sosial saya, seorang MUA mengabarkan bahwa kliennya sempat akan batal menikah karena suatu permasalahan. Disebutkan dalam cerita, MUA ini membagikan momen tangis sang calon pengantin perempuan lengkap dengan kronologi permasalahannya. Disana menuliskan narasi bahwa pada saat melakukan ijab qabul, […]

  • PCNU-PATI

    Markesot Bertutur

    • calendar_month Rab, 14 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Tidak mengherankan jika literasi kritik amat pedas terhadap kemanusiaan karya Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang diterbitkan di tahun 1993 ini dicetak kembali di tahun 2012, dan dicetak lagi di tahun 2015, dan… Buku ini sebagian besar bercerita dari sudut pandang seorang Markesot: sosok fiktif yang dikembangkan oleh Emha. Terkadang, Markesot dianggap sebagai manusia misterius […]

  • Pati Berduka, Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (KH Ali Fatah Ya’qub telah di panggil yang Esa)

    Pati Berduka, Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (KH Ali Fatah Ya’qub telah di panggil yang Esa)

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2015
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Kabar NU, Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Jumat 18 September 2015, pukul 09.30. Wib Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama  KH Ali Fatah Ya’qub (Waturoyo) telah pulang kerahmatullah di RSI Pati. Dan di makamkan hari itu juga pada pukul 14.00. Wib.  Yi Fatah para santri biasa memanggilnya. Beliau adalah sosok yang sederhana, sosok yang penuh […]

  • Gotong-royong Bersih-Bersih Pascabanjir di MIN 2 Pati

    Gotong-royong Bersih-Bersih Pascabanjir di MIN 2 Pati

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.416
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pascabanjir yang menggenangi lingkungan madrasah untuk ketiga kalinya, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pati menggelar kegiatan kerja bakti bersama pada Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemulihan dan pembersihan lingkungan madrasah agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal. Kerja bakti tersebut melibatkan dewan guru, Babinsa Koramil Dukuhseti, Bhabinkamtibmas Polsek Dukuhseti, […]

  • Muharroman di Suwaduk, Tokoh Masyarakat Ingatkan Bahaya Gadget Bagi Anak

    Muharroman di Suwaduk, Tokoh Masyarakat Ingatkan Bahaya Gadget Bagi Anak

    • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA-Tahun baru hijriyah memang masih hangat. Setidaknya hingga akhir Muharrom nanti diperkirakan masih banyak daerah-daerah yang akan memperingati tahun baru islam ini. Minggu (8/9) Malam, ratusan warga memadati Musholla Baiturrohin, Suwaduk, Wedarijaksa. Kedatangan mereka adalah untuk mengikuti acara peringatan tahun baru hijriyah yang diselenggarakan oleh pengurus musholla. Para yatama saat pengikuti pengajian dlam rangka peringatan […]

  • PCNU-PATI

    PC LP Maarif Pati, Adakan Diklat Ke- NU-an

    • calendar_month Sab, 1 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Pati. Diklat implementasi kurikulum ke-NU-an yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif NU PWNU Jateng dan LP Ma’arif NU Kaba. Pati digelar di SMA Muria Boarding School.(1/10) Pada kesempatan ini, dihadiri oleh Ketua PCNU Kab. Pati KH. Yusuf Hasyim, M.Ag., M.S.I Ketua LP. Ma’arif NU PCNU Kab. Pati, Drs. H. Ah. Adib Al-Arif, M.Ag., DPRD Komisi E […]

expand_less