Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Santri Membangun Negeri

Santri Membangun Negeri

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
  • visibility 3.835
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani

Dosen IPMAFA, Penulis Buku

 

Hari santri nasional yang berlangsung pada tanggal 22 Oktober 2025 menjadi momentum bangsa ini untuk meneguhkan spirit nasionalisme di tengah gempuran globalisasi dan modernisasi yang menghancurkan pondasi utama bangsa di segala aspek kehidupan. Latar historis hari santri berupa resolusi jihad yang dikumandangkan Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 dalam rangka mempertahankan kemerdekaan bangsa dari agresi kaum kolonial menjadi pelecut semangat seluruh elemen bangsa untuk memberikan kontribusi terbaiknya bagi keutuhan dan kemajuan bangsa tercinta Indonesia. Doktrin hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bukti keimanan) menghunjam kuat dalam dada kaum santri sehingga jiwa dan raga diabdikan untuk kemerdekaan dan mempertahankannya sepanjang hayat masih di kandung badan.

Hari santri nasional tahun 2025 ini berbarengan dengan tragedi ambruknya tempat ibadah pesantren al-Khozini di Sidoarjo Jawa Timur. Semua elemen bangsa mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban, semoga diberi ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan. Ironis sekali ketika tragedi ini terjadi ada suara minor terhadap eksistensi pesantren. Suara minor ini lahir dari ketidakpahaman mereka terhadap sejarah panjang pesantren dalam membangun negeri ini, baik pra maupun pasca kemerdekaan.

Pesantren lahir, tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Tanggungjawab pesantren adalah membangun masyarakat, baik dalam bidang agama, pendidikan, kebudayaan, dan sosial kemasyarakatan. Figur sentral pesantren adalah kiai yang mengajarkan ilmu, kearifan, dan keteladanan dalam berucap, bertindak, dan mengambil keputusan. Menurut KH. MA. Sahal Mahfudh, tugas utama pesantren adalah tafaqquh fiddin (pendalaman ilmu agama) yang mampu membentuk karakter religius-nasionalis. Sedangkan tugas tambahan pesantren ketika berhasil pada tugas tafaqquh fiddin adalah pemberdayaan masyarakat. Sedangkan KH. Said Aqil Siradj menjelaskan banyak tanggungjawab yang harus dipikul pesantren. Antara lain: mas’uliyyah diniyyah (tanggungjawab keagamaan), masuliyyah tarbawiyyah (tanggungjawab pendidikan), dan mas’uliyyah hadlarah (tanggungjawab membangun peradaban). Tanggungjawab komprehensif yang diemban pesantren ini diletakkan kepada peran sentral kiai sebagai sosok pemimpin pesantren dan masyarakat.

Keunggulan pesantren dalam membangun masyarakat menurut Prof. Ridlawan Nasir adalah orientasi horisontalnya. Pesantren mendidik para santrinya supaya kembali masyarakat untuk membangun peradaban Islam yang berintikan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, kemaslahatan, dan kesetaraan. Orientasi horisontal inilah yang menyebabkan pesantren mampu melahirkan tokoh-tokoh pembangun masyarakat di berbagai aspek kehidupan. Maka wajar, sesuai dengan khittah pesantren, jika pesantren proaktif merebut kemerdekaan, mempertahankannya dan terus membangun bangsa dengan tulus dan dedikatif.

Ke depan, santri harus mampu membangun dunia dengan pemikiran dan karya besar yang menginspirasi. Ada banyak langkah menuju cita-cita besar ini.

Pertama, menggerakkan spirit literasi. Pesantren adalah tempat ilmu, maka spirit literasi harus benar-benar digalakkan di pesantren. Kemampuan membaca, menulis, berdiskusi, dan meneliti harus ditumbuhkan dan diasah secara maksimal supaya santri tampil sebagai sosok pemikir besar yang mampu mewarnai panggung peradaban dunia dengan pemikiran-pemikiran inspiratif. Sudah saatnya pesantren melahirkan ulama sekaliber KH. MA. Sahal Mahfudh, KH. Ali Yafie, KH. Maimoen Zubair, KH. Ali Ma’shum, KH. A. Mustafa Bisri, KH. Ma’ruf Amin, dan KH. Said Aqil Siradj. Pesantren harus lahir sebagai kiblat pengetahuan yang menjadi rujukan dunia. Tradisi bahtsul masail harus dikembangkan menjadi tradisi ta’lif (menulis) dan istiqra’ (riset empiris) sehingga menghasilkan bangunan keilmuan yang kokoh.

Kedua, menggerakkan spirit berharakah. Santri tidak cukup hanya menjadi pemikir, tapi harus terjun langsung di tengah masyarakat sebagai aktivis sosial kemasyarakatan yang bergerak membangun kemandirian ekonomi umat, politik kebangsaan, dan ketahanan moral publik. Santri harus mewarnai dunia dengan gerakan yang membawa pencerahan publik. Santri haarus mampu menggabungkan antara dimensi pemikiran dan pergerakan dalam satu tarikan nafas sehingga eksistensinya mampu memberikan kontribusi besar dan maksimal bagi peradaban dunia.

Ketiga, membangun kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa dalam menggapai kemajuan dan kemaslahatan, baik di dalam maupun di luar negeri. Kompleksitas problem bangsa dan umat manusia dalam skala internasional sangat akut. Oleh sebab itu, tidak cukup hanya ditangani satu pihak. Seluruh kekuatan bangsa dan dunia harus bahu membahu berkolaborasi. Kasus Palestina misalnya, tidak hanya diselesaikan satu bangsa, tapi seluruh bangsa di dunia yang menempatkan keadilan dan kemanusiaan sebagai core value-nya harus bersama-sama berjuang demi kemerdekaan Palestina. Pesantren sebagai komunitas sosial keagamaan yang solid sebagai benteng paham Ahlussunnah Wal Jama’ah harus berani bersuara lantang untuk kemerdekaan Palestina dan mengutuk Negara zionis yang selalu menghancurkan dimensi kemanusiaan rakyat Palestina secara biadab dan membabi buta.

Tiga langkah di atas akan menjadikan pesantren sebagai pusat kajian dan pergerakan keilmuan, kebangsaan dan kemanusiaan yang akan selalu ditunggu kontribusi besarnya di tengah konstelasi dunia. Semoga hari santri nasional 2025 membangkitkan spirit literasi, pergerakan dan kolaborasi komunitas pesantren dalam memaksimalkan kontribusi besarnya bagi bangsa dan umat manusia.

Wallahu A’lam Bish Shawab

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    NU dan Nasionalisme Kebangsaan

    • calendar_month Sab, 13 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Di tengah arus gerakan formalisasi syariat Islam pada era reformasi, Nahdlatul Ulama (NU) yang kita kenal membuat ketetapan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan bentuk final dari sistem kebangsaan di negri ini. Hal ini, sebagaimana telah ditetapkan dalam Muktamar NU ke-31 di Boyolali dan Solo 2004 tentang tausyiah Muktamar di […]

  • PR IPNU IPPNU Tlutup Sholawatan Bareng Dalam Rangka Peringati Maulid Nabi dan HSN

    PR IPNU IPPNU Tlutup Sholawatan Bareng Dalam Rangka Peringati Maulid Nabi dan HSN

    • calendar_month Sab, 23 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    TRANGKIL – Dalam rangka memperingati maulid Nabi dan HSN, Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Tlutup menggelar sholawatan pada kamis (21/10).  Acara tersebut merupakan wujud rasa syukur karena telah menjadi umat Nabi Muhammad SAW., serta diharapkan acara tersebut dapat membangun silaturahmi antar umat.  Acara bertempat di rumah Rekan Lukman Anggota yang hadir sangat antusias mengikuti acara.  “Alhamdulillah, […]

  • PCNU-PATI Photo by dendoktoor

    Kemampuan yang Berbeda

    • calendar_month Jum, 9 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Beberapa hari yang lalu saya mengajak kekasih pada sebuah tempat. Disana kita sedang menunggu sebuah antrian untuk menanyakan perihal sesuatu pada ahlinya. Kebetulan saya baru pertama kali menghadapi hal semacam ini. Sehingga saya memintanya untuk menemani. Pada saat menunggu, dia memberi saya masukan perihal apa saja yang harus saya katakan. “Pokoknya […]

  • JIHAD ONLINE WAJIB

    JIHAD ONLINE WAJIB

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.319
    • 0Komentar

      Santri tidak hanya mendalami agama, tapi juga harus mampu menyebarluaskan ilmu agama kepada masyarakat luas. Salah satu sarananya adalah melalui media online. Jamal Ma’mur Asmani dalam Talskhow “Santri Siap Menghadapi Era Digital” yang diadakan Pondok Pesantren Inaratud Duja Fin Nahwi Wat Tashnifi Wonokerto Pasucen Trangkil Pati pada senin, 27 Oktober 2025, menjelaskan bahwa santri […]

  • Puncak Acara Haul Mbah Ronggo Kusumo Jatuh Kamis (10/10)

    Puncak Acara Haul Mbah Ronggo Kusumo Jatuh Kamis (10/10)

    • calendar_month Rab, 9 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Malam ini, Rabu (9/10) sedang berlangsung pengajian umum dan selawat bersama dalam rangka Haul Syekh Ronggo Kusumo. Haul yang sejatinya dilaksanakan setiap tanggal 10 Shafar dalam kalender hijriyah ini memperoleh antusiasme masyarakat luas. Memang tidak se ramai haul Syeh Ahmad Mutamakkin, namun tetap saja, ribuan warga tidak mau ketinggalan untuk turut hadir dalam agenda yang […]

  • KONFERESI PAC GP Ansor Kec. Tayu

    KONFERESI PAC GP Ansor Kec. Tayu

    • calendar_month Kam, 14 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 362
    • 0Komentar

    Konferensi merupakan forum konstitusional organisasi sebagai evaluasi dan pergantian kepengurusan PAC GP Ansor Kec. Tayu dilaksanakan pada hari (Ahad 13/12 2015) bertepatan dengan 1 Rabiul Awwal 1437 H. di Pondok Pesantren Darun Nasri Tayu Wetan.  “Generasi muda Ansor  hari mampu menjadi pelayan masyarakat, mengabdi untuk agama dan masyarakat. Dengan demikian keberadaan kita di akui oleh […]

expand_less