Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Santri Membangun Negeri

Santri Membangun Negeri

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
  • visibility 3.969
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani

Dosen IPMAFA, Penulis Buku

 

Hari santri nasional yang berlangsung pada tanggal 22 Oktober 2025 menjadi momentum bangsa ini untuk meneguhkan spirit nasionalisme di tengah gempuran globalisasi dan modernisasi yang menghancurkan pondasi utama bangsa di segala aspek kehidupan. Latar historis hari santri berupa resolusi jihad yang dikumandangkan Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 dalam rangka mempertahankan kemerdekaan bangsa dari agresi kaum kolonial menjadi pelecut semangat seluruh elemen bangsa untuk memberikan kontribusi terbaiknya bagi keutuhan dan kemajuan bangsa tercinta Indonesia. Doktrin hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bukti keimanan) menghunjam kuat dalam dada kaum santri sehingga jiwa dan raga diabdikan untuk kemerdekaan dan mempertahankannya sepanjang hayat masih di kandung badan.

Hari santri nasional tahun 2025 ini berbarengan dengan tragedi ambruknya tempat ibadah pesantren al-Khozini di Sidoarjo Jawa Timur. Semua elemen bangsa mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban, semoga diberi ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan. Ironis sekali ketika tragedi ini terjadi ada suara minor terhadap eksistensi pesantren. Suara minor ini lahir dari ketidakpahaman mereka terhadap sejarah panjang pesantren dalam membangun negeri ini, baik pra maupun pasca kemerdekaan.

Pesantren lahir, tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Tanggungjawab pesantren adalah membangun masyarakat, baik dalam bidang agama, pendidikan, kebudayaan, dan sosial kemasyarakatan. Figur sentral pesantren adalah kiai yang mengajarkan ilmu, kearifan, dan keteladanan dalam berucap, bertindak, dan mengambil keputusan. Menurut KH. MA. Sahal Mahfudh, tugas utama pesantren adalah tafaqquh fiddin (pendalaman ilmu agama) yang mampu membentuk karakter religius-nasionalis. Sedangkan tugas tambahan pesantren ketika berhasil pada tugas tafaqquh fiddin adalah pemberdayaan masyarakat. Sedangkan KH. Said Aqil Siradj menjelaskan banyak tanggungjawab yang harus dipikul pesantren. Antara lain: mas’uliyyah diniyyah (tanggungjawab keagamaan), masuliyyah tarbawiyyah (tanggungjawab pendidikan), dan mas’uliyyah hadlarah (tanggungjawab membangun peradaban). Tanggungjawab komprehensif yang diemban pesantren ini diletakkan kepada peran sentral kiai sebagai sosok pemimpin pesantren dan masyarakat.

Keunggulan pesantren dalam membangun masyarakat menurut Prof. Ridlawan Nasir adalah orientasi horisontalnya. Pesantren mendidik para santrinya supaya kembali masyarakat untuk membangun peradaban Islam yang berintikan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, kemaslahatan, dan kesetaraan. Orientasi horisontal inilah yang menyebabkan pesantren mampu melahirkan tokoh-tokoh pembangun masyarakat di berbagai aspek kehidupan. Maka wajar, sesuai dengan khittah pesantren, jika pesantren proaktif merebut kemerdekaan, mempertahankannya dan terus membangun bangsa dengan tulus dan dedikatif.

Ke depan, santri harus mampu membangun dunia dengan pemikiran dan karya besar yang menginspirasi. Ada banyak langkah menuju cita-cita besar ini.

Pertama, menggerakkan spirit literasi. Pesantren adalah tempat ilmu, maka spirit literasi harus benar-benar digalakkan di pesantren. Kemampuan membaca, menulis, berdiskusi, dan meneliti harus ditumbuhkan dan diasah secara maksimal supaya santri tampil sebagai sosok pemikir besar yang mampu mewarnai panggung peradaban dunia dengan pemikiran-pemikiran inspiratif. Sudah saatnya pesantren melahirkan ulama sekaliber KH. MA. Sahal Mahfudh, KH. Ali Yafie, KH. Maimoen Zubair, KH. Ali Ma’shum, KH. A. Mustafa Bisri, KH. Ma’ruf Amin, dan KH. Said Aqil Siradj. Pesantren harus lahir sebagai kiblat pengetahuan yang menjadi rujukan dunia. Tradisi bahtsul masail harus dikembangkan menjadi tradisi ta’lif (menulis) dan istiqra’ (riset empiris) sehingga menghasilkan bangunan keilmuan yang kokoh.

Kedua, menggerakkan spirit berharakah. Santri tidak cukup hanya menjadi pemikir, tapi harus terjun langsung di tengah masyarakat sebagai aktivis sosial kemasyarakatan yang bergerak membangun kemandirian ekonomi umat, politik kebangsaan, dan ketahanan moral publik. Santri harus mewarnai dunia dengan gerakan yang membawa pencerahan publik. Santri haarus mampu menggabungkan antara dimensi pemikiran dan pergerakan dalam satu tarikan nafas sehingga eksistensinya mampu memberikan kontribusi besar dan maksimal bagi peradaban dunia.

Ketiga, membangun kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa dalam menggapai kemajuan dan kemaslahatan, baik di dalam maupun di luar negeri. Kompleksitas problem bangsa dan umat manusia dalam skala internasional sangat akut. Oleh sebab itu, tidak cukup hanya ditangani satu pihak. Seluruh kekuatan bangsa dan dunia harus bahu membahu berkolaborasi. Kasus Palestina misalnya, tidak hanya diselesaikan satu bangsa, tapi seluruh bangsa di dunia yang menempatkan keadilan dan kemanusiaan sebagai core value-nya harus bersama-sama berjuang demi kemerdekaan Palestina. Pesantren sebagai komunitas sosial keagamaan yang solid sebagai benteng paham Ahlussunnah Wal Jama’ah harus berani bersuara lantang untuk kemerdekaan Palestina dan mengutuk Negara zionis yang selalu menghancurkan dimensi kemanusiaan rakyat Palestina secara biadab dan membabi buta.

Tiga langkah di atas akan menjadikan pesantren sebagai pusat kajian dan pergerakan keilmuan, kebangsaan dan kemanusiaan yang akan selalu ditunggu kontribusi besarnya di tengah konstelasi dunia. Semoga hari santri nasional 2025 membangkitkan spirit literasi, pergerakan dan kolaborasi komunitas pesantren dalam memaksimalkan kontribusi besarnya bagi bangsa dan umat manusia.

Wallahu A’lam Bish Shawab

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Targetkan Restrukturisasi Tuntas Hingga Ranting Tahun Ini

    PCNU Targetkan Restrukturisasi Tuntas Hingga Ranting Tahun Ini

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    PATI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati menargetkan proses restrukturisasi organisasi akan rampung pada tahun 2019 ini. Restrukturisasi ini meliputi pengurus MWC NU Kecamatan hingga Pengurus Ranting NU. Demikian disampaikan oleh Ketua PCNU Kab. Pati, Yusuf Hasyim, M.S.I, saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi antara Pengurus Harian PCNU, Lembaga, dan MWC NU se-Kabupaten Pati, Ahad […]

  • PCNU-PATI

    Ngabuburit Asyik di Kampung Ramadhan Kajen

    • calendar_month Jum, 24 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- MARGOYOSO- Kampung ramadan Kajen merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Sumohadiwijayan desa Kajen setiap tahunnya di bulan ramadan. Acara yang digelar di belakang balai desa Kajen, Margoyoso Pati ini berlangsung selama 16 hari yang dimulai pada tanggal 1 Ramadan. Tahun ini mengambil tema “Hunting Takjil Vibes” yang dibuka langsung oleh Anggota Komisi E […]

  • Kembalikan Marwah Pesantren, Fatayat NU Pati Desak Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Maksimal

    Kembalikan Marwah Pesantren, Fatayat NU Pati Desak Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Maksimal

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.078
    • 0Komentar

      Pcnupati – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pati bersama Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) merilis pernyataan sikap tegas terkait kasus dugaan pencabulan yang terjadi di Pesantren Ndholo Kusumo. Kasus yang diduga melibatkan oknum pengasuh pesantren tersebut memicu keprihatinan mendalam dari organisasi perempuan Nahdliyin ini. ​Dalam surat resmi tertanggal 2 Mei […]

  • Traninning Keuangan Lazisnu, PWNU Targetkan Kedaulatan Ummat

    Traninning Keuangan Lazisnu, PWNU Targetkan Kedaulatan Ummat

    • calendar_month Ming, 12 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 638
    • 0Komentar

    Trainning manajemen Keuangan berbasi Nucos di Hotel Kledung Pass Temanggung TEMANGGUNG –  PC Lazisnu Pati kirim dua delegasi untuk Training Manajemen Keuangan berbasis NUCOS (Nahdlatul Ulama Operating System) yang diselenggarakan oleh PW Lazisnu Jawa Tengah.  Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 10-11 Desember 2021 ini mengambil tema Akuntabilitas Keuangan Menuju Amil Profesional. Digelar di Hotel Kledung […]

  • Mencintai Nabi Muhammad Sejak Dini

    Mencintai Nabi Muhammad Sejak Dini

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2017
    • account_circle admin
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Pati. Para jajaran Guru Madrasah Tsanawiyah PIA Tayu, mengadakan maulid rosul yang dilaksankan di aula sekolah beberapa waktu yang lalu, dengan pesertanya di setiap kelas, “Kami sengaja mewajibkan setiap kelas harus mengikuti maulid rosul dengan bacaan al barzanji, dengan harapan peserta didik mulai mencintai nabinya sejak dini,”papar Afif Noor selaku kepala sekolah             Dengan harapan […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriyah

    Tanya Jawab Bersama Syuriyah

    • calendar_month Rab, 19 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 563
    • 0Komentar

    Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh Pak kiai, bagaimanat pandangan syara’ tentang kepercayaan makna-makna tertentu dalam setiap prosesi adat seperti adat-adat dalam pernikahan dan sebagainya jika dikaitkan dengan hukum sebab-akibat ? Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh Pandangan fiqih dalam masalah ini  adalah : Ø  Kepercayaan dihukumi tidak boleh dan menyebabkan seseorang menjadi kafir menurut ijma’, jika dia dengan […]

expand_less