Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Santri Membangun Negeri

Santri Membangun Negeri

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
  • visibility 3.695
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani

Dosen IPMAFA, Penulis Buku

 

Hari santri nasional yang berlangsung pada tanggal 22 Oktober 2025 menjadi momentum bangsa ini untuk meneguhkan spirit nasionalisme di tengah gempuran globalisasi dan modernisasi yang menghancurkan pondasi utama bangsa di segala aspek kehidupan. Latar historis hari santri berupa resolusi jihad yang dikumandangkan Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945 dalam rangka mempertahankan kemerdekaan bangsa dari agresi kaum kolonial menjadi pelecut semangat seluruh elemen bangsa untuk memberikan kontribusi terbaiknya bagi keutuhan dan kemajuan bangsa tercinta Indonesia. Doktrin hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bukti keimanan) menghunjam kuat dalam dada kaum santri sehingga jiwa dan raga diabdikan untuk kemerdekaan dan mempertahankannya sepanjang hayat masih di kandung badan.

Hari santri nasional tahun 2025 ini berbarengan dengan tragedi ambruknya tempat ibadah pesantren al-Khozini di Sidoarjo Jawa Timur. Semua elemen bangsa mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban, semoga diberi ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan. Ironis sekali ketika tragedi ini terjadi ada suara minor terhadap eksistensi pesantren. Suara minor ini lahir dari ketidakpahaman mereka terhadap sejarah panjang pesantren dalam membangun negeri ini, baik pra maupun pasca kemerdekaan.

Pesantren lahir, tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Tanggungjawab pesantren adalah membangun masyarakat, baik dalam bidang agama, pendidikan, kebudayaan, dan sosial kemasyarakatan. Figur sentral pesantren adalah kiai yang mengajarkan ilmu, kearifan, dan keteladanan dalam berucap, bertindak, dan mengambil keputusan. Menurut KH. MA. Sahal Mahfudh, tugas utama pesantren adalah tafaqquh fiddin (pendalaman ilmu agama) yang mampu membentuk karakter religius-nasionalis. Sedangkan tugas tambahan pesantren ketika berhasil pada tugas tafaqquh fiddin adalah pemberdayaan masyarakat. Sedangkan KH. Said Aqil Siradj menjelaskan banyak tanggungjawab yang harus dipikul pesantren. Antara lain: mas’uliyyah diniyyah (tanggungjawab keagamaan), masuliyyah tarbawiyyah (tanggungjawab pendidikan), dan mas’uliyyah hadlarah (tanggungjawab membangun peradaban). Tanggungjawab komprehensif yang diemban pesantren ini diletakkan kepada peran sentral kiai sebagai sosok pemimpin pesantren dan masyarakat.

Keunggulan pesantren dalam membangun masyarakat menurut Prof. Ridlawan Nasir adalah orientasi horisontalnya. Pesantren mendidik para santrinya supaya kembali masyarakat untuk membangun peradaban Islam yang berintikan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, kemaslahatan, dan kesetaraan. Orientasi horisontal inilah yang menyebabkan pesantren mampu melahirkan tokoh-tokoh pembangun masyarakat di berbagai aspek kehidupan. Maka wajar, sesuai dengan khittah pesantren, jika pesantren proaktif merebut kemerdekaan, mempertahankannya dan terus membangun bangsa dengan tulus dan dedikatif.

Ke depan, santri harus mampu membangun dunia dengan pemikiran dan karya besar yang menginspirasi. Ada banyak langkah menuju cita-cita besar ini.

Pertama, menggerakkan spirit literasi. Pesantren adalah tempat ilmu, maka spirit literasi harus benar-benar digalakkan di pesantren. Kemampuan membaca, menulis, berdiskusi, dan meneliti harus ditumbuhkan dan diasah secara maksimal supaya santri tampil sebagai sosok pemikir besar yang mampu mewarnai panggung peradaban dunia dengan pemikiran-pemikiran inspiratif. Sudah saatnya pesantren melahirkan ulama sekaliber KH. MA. Sahal Mahfudh, KH. Ali Yafie, KH. Maimoen Zubair, KH. Ali Ma’shum, KH. A. Mustafa Bisri, KH. Ma’ruf Amin, dan KH. Said Aqil Siradj. Pesantren harus lahir sebagai kiblat pengetahuan yang menjadi rujukan dunia. Tradisi bahtsul masail harus dikembangkan menjadi tradisi ta’lif (menulis) dan istiqra’ (riset empiris) sehingga menghasilkan bangunan keilmuan yang kokoh.

Kedua, menggerakkan spirit berharakah. Santri tidak cukup hanya menjadi pemikir, tapi harus terjun langsung di tengah masyarakat sebagai aktivis sosial kemasyarakatan yang bergerak membangun kemandirian ekonomi umat, politik kebangsaan, dan ketahanan moral publik. Santri harus mewarnai dunia dengan gerakan yang membawa pencerahan publik. Santri haarus mampu menggabungkan antara dimensi pemikiran dan pergerakan dalam satu tarikan nafas sehingga eksistensinya mampu memberikan kontribusi besar dan maksimal bagi peradaban dunia.

Ketiga, membangun kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa dalam menggapai kemajuan dan kemaslahatan, baik di dalam maupun di luar negeri. Kompleksitas problem bangsa dan umat manusia dalam skala internasional sangat akut. Oleh sebab itu, tidak cukup hanya ditangani satu pihak. Seluruh kekuatan bangsa dan dunia harus bahu membahu berkolaborasi. Kasus Palestina misalnya, tidak hanya diselesaikan satu bangsa, tapi seluruh bangsa di dunia yang menempatkan keadilan dan kemanusiaan sebagai core value-nya harus bersama-sama berjuang demi kemerdekaan Palestina. Pesantren sebagai komunitas sosial keagamaan yang solid sebagai benteng paham Ahlussunnah Wal Jama’ah harus berani bersuara lantang untuk kemerdekaan Palestina dan mengutuk Negara zionis yang selalu menghancurkan dimensi kemanusiaan rakyat Palestina secara biadab dan membabi buta.

Tiga langkah di atas akan menjadikan pesantren sebagai pusat kajian dan pergerakan keilmuan, kebangsaan dan kemanusiaan yang akan selalu ditunggu kontribusi besarnya di tengah konstelasi dunia. Semoga hari santri nasional 2025 membangkitkan spirit literasi, pergerakan dan kolaborasi komunitas pesantren dalam memaksimalkan kontribusi besarnya bagi bangsa dan umat manusia.

Wallahu A’lam Bish Shawab

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5000 Banser Ikuti Pembaretan dalam Acara Selametan Bumi Pesantenan

    5000 Banser Ikuti Pembaretan dalam Acara Selametan Bumi Pesantenan

    • calendar_month Sab, 21 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 307
    • 0Komentar

    PATI-Ribuan warga Pati memadati Stadion Joyo Kusumo, Jumat (20/9) malam tadi. Lima ribu diantaranya adalah para anggota Banser (Barisan Ansor Serba Guna) dari seluruh Satkoryon yang ada di Kabupaten Pati. Kehadiran mereka ialah untuk mengikuti acara Selametan Bumi Pesantenan dan pembaretan 5000 Banser. KH. Agus Ali Masyhuri (memakai jas) dalam acara Selametan Bumi Pesantenan dan […]

  • Hadirkan Sosiawan Leak, Lesbumi NU Pucakwangi Gairahkan Literasi

    Hadirkan Sosiawan Leak, Lesbumi NU Pucakwangi Gairahkan Literasi

    • calendar_month Jum, 21 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Pucakwangi – Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Pucakwangi, Kabupaten Pati gelar Launching dan Bedah Buku. Acara ini berlangsung di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) setempat, Kamis (20/10/2022) malam.  Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Gairah Literasi di Madrasah dan Pondok Pesantren” itu menghadirkan seorang penyair sekaligus penulis, Sosiawan Leak. Sosiawan Leak memaparkan, literasi tidaklah […]

  • Bedah buku “Sing Penting Nulis Terus”

    Bedah buku “Sing Penting Nulis Terus”

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Pati. Serangkaian acara dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-85, Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda (YAPIM) kemarin,  LPS Cendekia mengadakan acara bedah buku dengan judul “Sing Penting NUlis Terus” karya Hamidullah Ibda M.Pd. Acara ini dibuka resmi oleh H. Baidlowi Ahmad S. Pd.I dan ditutup dengan do’a oleh H. Ali Makhtum di Aula MA […]

  • PCNU PATI. Ilustrasi Orang-orang Berkerumun.. Photo by Jacek Dylag on Unsplash

    Curah

    • calendar_month Jum, 29 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Uang bukanlah segala-galanya, tapi segalanya butuh uang. Siapa yang tidak tergiur dengan uang. Apalagi gratisan. Kali ini pemerintah kita kembali menggelontorkan uang BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada masyarakat pada situasi pandemi Covid-19. Sedikit cerita di desa tempat saya tinggal, ada salah satu warga yang mendapat bantuan. Sebut saja namanya Mbah Rah, sudah sepuh berjalan saja […]

  • Protokol Kurban Saat Pandemi Covid-19 Bagi Warga NU

    Protokol Kurban Saat Pandemi Covid-19 Bagi Warga NU

    • calendar_month Rab, 14 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

    JAKARTA. Pengurus Besar Nahdlatul Nahdlatul Ulama, baru-baru ini menerbitkan Surat Edaran terkait pelaksanaan PPKM dan Kurban Idul Adha. Adalah Surat Edaran Nomor 4162/C.I.34/07/2021 tertanggal 9 Juli 2021. Edaran ini berisikan instruksi kepada lembaga NU di semua jenjang dan warga NU terkait pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Edaran juga berisi lampiran tentang Protokol Kurban Pada […]

  • Organisasi Siswa MAN 1 Pati adakan Bagi Takjil, Bukber hingga Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan

    Organisasi Siswa MAN 1 Pati adakan Bagi Takjil, Bukber hingga Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.625
    • 0Komentar

      PATI, pcnupati.or.id – Mengisi kegiatan bulan Suci Ramadhan, MAN 1 Pati mengajak siswa-siswi dalam kegiatan berbagi pada Jumat, (6/3/2026). Sekitar seratusan siswa yang diinisiasi oleh Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) bersama dengan perwakilan organisasi lain hingga Duta Genre dilibatkan dalam kegiatan itu. Berbagai kegiatan digelar mulai Bakti Sosial bersih-bersih masjid dan dilanjut bagi takjil […]

expand_less