Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Santri dan Literasi

Santri dan Literasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 25 Nov 2023
  • visibility 438
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Pesantren pada umumnya merupakan model pendidikan yang menekankan pada khazanah keilmuan kitab kuning dan ilmu agama. Sehingga pesantren lebih terkenal di lingkungan masyarakat sebagai lembaga pendidikan non formal yang fokus pada pendidikan keagamaan dan pendidikan karakter terhadap para santri.

Sedangkan santri sendiri di dalam pondok pesantren merupakan salah satu unsur penting yang ada di dalam pesantren. Dimana merujuk dari buku “Tradisi Pesantren” yang ditulis oleh Zamakhsyari Dhofier salah satu unsur yang harus dimiliki pesantren adalah adanya kiai, santri, kitab kuning, asrama, dan masjid/mushala.

Dengan demikian dengan adanya beberapa unsur di atas menegaskan bahwa pesantren bisa survive dan kontinyu secara kegiatan harus memiliki kelima unsur tersebut. Maka, dengan adanya kelima unsur tadi, pesantren bisa melakukan aktivitas kegiatan belajar-mengajar yang ada di dalam pondok pesantren.

Adapun bentuk kegiatan belajar-mengajar di pondok pesantren tentunya masing-masing pesantren memiliki ciri khas tersendiri. Misalnya dalam hal ini Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang lebih menekankan para santrinya untuk mengkaji kitab kuning. Selain mengkaji kitab kuning santri juga didorong untuk menghafal perangkat yang ada di dalam kitab kuning. Karena untuk bisa mahair membaca teks kitab kuning tanpa haraka. Tentunya santri harus menguasai seperangkat sebagi pendukung agar santri mampu menguasai khazanah kitab kuning dengan benar dan baik.

Selain itu juga ciri khas dari pesantren adalah tradisi menghafal. Misalnya dalam hal ini Pondok Pesantren Yanbu’ul quran Kudus. Dimana konsen dari pesantren ini adalah menghafal Alquran. Tradisi menghafal Alquran sudah turun-temurun dari Mbah Arwani Amin Kudus hingga sekarang masih istikamah terjaga.

Tradisi hafalan di pesantren sudah menjadi ciri khas yang ada di dalam pondok pesantren. Sehingga agar para santri bisa sukses tentunya menghafal dan mempelajari khazanah keilmuan yang ada di pondok pesantren sudah menjadi kewajiban para santri untukterus mendawamkan kegiatan tersebut sampai kapanpun.

Oleh karena itu, antara tradisi menulis, membaca, dan menghafal merupakan tardisi santri di dalam pondok pesantren yang harus dijaga sebagai tradisi legacy para fanther fanthers dan monthers yang ada di dalam pondok pesantren.

Dengan demikian,dari banyaknya pesantren yang tersebar luas di penjuru Nusantra yang memiliki kearifan lokal masing-masing, tentunya  para santri tidak lepas dibekali pada dunia lietrasi.

Literasi ini tidak hanya terpusat pada baca dan tulis saja, melainkan santri diajarkan untuk bisa membaca fenomena yang ada di lingkungan sekitar.  Hal ini dimaksud agar santri memiliki andil besar dalam kontribusi konkret di lingkungan masyarakat.

Dalam hal ini,banyak output yang lahir dari pesantren yang memiliki kiprah dan sumbangsih konkret di lingkungan masyarakat. Misalnya KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh melalui fiqih sosialnya, beliau mampu memberdayakan masyarakat sekitarnya. KH Abdurrohman Wahid yang lebih akrab dipanggil Gus Dur,melalui kiprah pemikirannya, banyak dari kalangan  anak muda terbuka pemikirannya dan lebih kritis dalam membaca fenomena sosial di masyarakat. Selain itu juga tokoh lain yakni, Hadratussyeikh Hasyim Asy’ari yang selalu menjadi figur dan tauladan bangsa, berkat kegigihan dan perjuangnya dalam mengusir   kolonialisme dari ibu pertiwi. Banyak dari kalangan santri, kiai, dan anak muda yang terinspirasi dari beliau untuk dijadikan sebagai tauladan bangsa.

Oleh karena itu, dari beberapa output pesantren yang memiliki sumbangsih baik secara pemikiran, tindakan, dan laku, tentunya itu semua dilakukan untuk memberikan pengaruh dan kontribusi terhadap masyarakat sekitar serta masyarakat Indonesia pada umumnya. Dengan demikian, adanya beberapa contoh konkret di atas, harapannya santri yang masih belajar di pondok pesantren bisa mengambil hikmah dan bisa menerapkannya kelak setelah selesai dari pondok pesantren.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    NU dan Kehidupan Bernegara

    • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 695
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sebagai organisasi sosial kemasyarakat terbesar di Indonesia atau ada yang mengatakan terbesar di dunia Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan bangsa Indonesia. NU senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan Nasional bangsa Indonesia. NU juga secara sadar mengambil peran aktif dalam proses perjuangan mencapai dan memperjuangkan kemerdekaan dan turut serta […]

  • Rapimancab Pelajar NU Wedarijaksa Berjalan Mulus

    Rapimancab Pelajar NU Wedarijaksa Berjalan Mulus

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

      Suasana Rapimancab IPNU IPPNU Wedarijaksa WEDARIJAKSA – Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Wedarijaksa sukses menggelar Rapat Pimpinan Anak Cabang (Rapimancab) dengan tema ‘Satukan Visi, Perkuat Sinergi’, Jum’at (18/3) lalu. Ketua Panitia Rapimancab, Reno Panggalih menyebut bahwa tujuan utama dihelatnya acara tersebut adalah untuk memperkuat sinergitas. Masih menurut Reno, forum Rapimancab merupakan tempat berkumpulnya para […]

  • Takbir Keliling Mini Semarakkan Malam Idul Adha di Gembong

    Takbir Keliling Mini Semarakkan Malam Idul Adha di Gembong

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

    GEMBONG-Jalan Raya Pati Gembong Km. 13 Ngembes mengalami kemacetan. Hal ini dikarenakan ratusan orang turun ke jalan utama yang menghubungkan Pati, Gembong dan Muria tersebut. Beberapa kendaraan terpaksa berjalan pelan mengikuti alur masyarakat yang tumplek blek di jalan. Bahkan saking padatnya, beberapa personil kepolisian juga diterjunkan untuk mengatur lalu lintas. Peserta takbir keliling mini Dukuh […]

  • Twibonze Fatayat NU Ramadhan

    Twibonze Fatayat NU Ramadhan

    • calendar_month Sen, 12 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

      Cara Memasang Foto Di Frame Twibons Harlah Fatayat NU Ke 71     1. Klik Link   https://twb.nz/fatayatnubulanpuasa 2. Klik Pilih Foto     3. Atur Foto dengan cara menyentuh foto dan klik Pungkas        4. Klik Unduh untuk mendowload hasil twibons   5. Twibons sudah jadi     [iframe src=”https://twb.nz/fatayatnubulanpuasa” width=”100%” height=”500″]

  • Zona 2, GLM Ramadan Terlaksana di MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo Pati

    Zona 2, GLM Ramadan Terlaksana di MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo Pati

    • calendar_month Sab, 8 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 527
    • 0Komentar

          Pcnupati.or.id-Pati – Setelah terlaksana di zona 1 MTs Hasyim Asy’arif Jompong, Kradenan, Kabupaten Blora, Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan zona 2 terlaksana di MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Sabtu (8/3/2025). Kegiatan GLM Ramadan tersebut mengusung tema Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN). Kepala MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo Drs. […]

  • Berkerumun Saat Memandikan Jenazah

    Berkerumun Saat Memandikan Jenazah

    • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Disuatu daerah kalau ada orang meninggal biasanya dimandikan di sebelah rumah, kadang juga di halaman dengan diberi satir (penghalang). Biasanya sebagian dari pelayat berkerumun di dekat lokasi tersebut guna melihat si mayyit yang sedang dimandikan. Kata mereka, “Disamping hal tersebut termasuk suatu penghormatan kepada mayyit, itu juga akan mengingatkan kita kepada kematian”. […]

expand_less