Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Santri dan Literasi

Santri dan Literasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 25 Nov 2023
  • visibility 480
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Pesantren pada umumnya merupakan model pendidikan yang menekankan pada khazanah keilmuan kitab kuning dan ilmu agama. Sehingga pesantren lebih terkenal di lingkungan masyarakat sebagai lembaga pendidikan non formal yang fokus pada pendidikan keagamaan dan pendidikan karakter terhadap para santri.

Sedangkan santri sendiri di dalam pondok pesantren merupakan salah satu unsur penting yang ada di dalam pesantren. Dimana merujuk dari buku “Tradisi Pesantren” yang ditulis oleh Zamakhsyari Dhofier salah satu unsur yang harus dimiliki pesantren adalah adanya kiai, santri, kitab kuning, asrama, dan masjid/mushala.

Dengan demikian dengan adanya beberapa unsur di atas menegaskan bahwa pesantren bisa survive dan kontinyu secara kegiatan harus memiliki kelima unsur tersebut. Maka, dengan adanya kelima unsur tadi, pesantren bisa melakukan aktivitas kegiatan belajar-mengajar yang ada di dalam pondok pesantren.

Adapun bentuk kegiatan belajar-mengajar di pondok pesantren tentunya masing-masing pesantren memiliki ciri khas tersendiri. Misalnya dalam hal ini Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang lebih menekankan para santrinya untuk mengkaji kitab kuning. Selain mengkaji kitab kuning santri juga didorong untuk menghafal perangkat yang ada di dalam kitab kuning. Karena untuk bisa mahair membaca teks kitab kuning tanpa haraka. Tentunya santri harus menguasai seperangkat sebagi pendukung agar santri mampu menguasai khazanah kitab kuning dengan benar dan baik.

Selain itu juga ciri khas dari pesantren adalah tradisi menghafal. Misalnya dalam hal ini Pondok Pesantren Yanbu’ul quran Kudus. Dimana konsen dari pesantren ini adalah menghafal Alquran. Tradisi menghafal Alquran sudah turun-temurun dari Mbah Arwani Amin Kudus hingga sekarang masih istikamah terjaga.

Tradisi hafalan di pesantren sudah menjadi ciri khas yang ada di dalam pondok pesantren. Sehingga agar para santri bisa sukses tentunya menghafal dan mempelajari khazanah keilmuan yang ada di pondok pesantren sudah menjadi kewajiban para santri untukterus mendawamkan kegiatan tersebut sampai kapanpun.

Oleh karena itu, antara tradisi menulis, membaca, dan menghafal merupakan tardisi santri di dalam pondok pesantren yang harus dijaga sebagai tradisi legacy para fanther fanthers dan monthers yang ada di dalam pondok pesantren.

Dengan demikian,dari banyaknya pesantren yang tersebar luas di penjuru Nusantra yang memiliki kearifan lokal masing-masing, tentunya  para santri tidak lepas dibekali pada dunia lietrasi.

Literasi ini tidak hanya terpusat pada baca dan tulis saja, melainkan santri diajarkan untuk bisa membaca fenomena yang ada di lingkungan sekitar.  Hal ini dimaksud agar santri memiliki andil besar dalam kontribusi konkret di lingkungan masyarakat.

Dalam hal ini,banyak output yang lahir dari pesantren yang memiliki kiprah dan sumbangsih konkret di lingkungan masyarakat. Misalnya KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh melalui fiqih sosialnya, beliau mampu memberdayakan masyarakat sekitarnya. KH Abdurrohman Wahid yang lebih akrab dipanggil Gus Dur,melalui kiprah pemikirannya, banyak dari kalangan  anak muda terbuka pemikirannya dan lebih kritis dalam membaca fenomena sosial di masyarakat. Selain itu juga tokoh lain yakni, Hadratussyeikh Hasyim Asy’ari yang selalu menjadi figur dan tauladan bangsa, berkat kegigihan dan perjuangnya dalam mengusir   kolonialisme dari ibu pertiwi. Banyak dari kalangan santri, kiai, dan anak muda yang terinspirasi dari beliau untuk dijadikan sebagai tauladan bangsa.

Oleh karena itu, dari beberapa output pesantren yang memiliki sumbangsih baik secara pemikiran, tindakan, dan laku, tentunya itu semua dilakukan untuk memberikan pengaruh dan kontribusi terhadap masyarakat sekitar serta masyarakat Indonesia pada umumnya. Dengan demikian, adanya beberapa contoh konkret di atas, harapannya santri yang masih belajar di pondok pesantren bisa mengambil hikmah dan bisa menerapkannya kelak setelah selesai dari pondok pesantren.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Intelektual dan Karir Sosial KH. Ahmad Nafi’ Abdillah

    Intelektual dan Karir Sosial KH. Ahmad Nafi’ Abdillah

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 580
    • 0Komentar

    Kedalaman ilmu, kebeningan hati, keagungan moral, dan kearifan hidup tidak lahir tiba-tiba. Ia membutuhkan asupan ilmu, bimbingan rohani, dan pancaran cahaya Ilahi dari orang-orang di sekitarnya. Peran keluarga dan lingkungan sangat vital untuk membentuk pribadi agung di atas. Salah pribadi agung tersebut adalah KH. Ahmad Nafi’ Abdillah. Beliau lahir dari lingkungan keluarga yang sangat religius, […]

  • Momen HSN, Santri RF Tuntaskan 100 Khataman al Qur’an

    Momen HSN, Santri RF Tuntaskan 100 Khataman al Qur’an

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 524
    • 0Komentar

    GEMBONG-Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Falah (RF) Desa Bermi Kecamatan Gembong menggelar khataman al qur’an untuk merayakan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. bukan khataman biasa, namun sebanya seratus kali khataman al qur’an bin nadlor digelar oleh yayasan asuhan KH. Ahmad Djaelani Al Hafidz ini. Pidato Dewan Pengurus Yayasan Raudlatul Falah Bermi oleh Astadi Aslam dalam rangka […]

  • PAC IPNU IPPNU Kec. Wedarijaksa Ganti Nahkoda Baru

    PAC IPNU IPPNU Kec. Wedarijaksa Ganti Nahkoda Baru

    • calendar_month Jum, 18 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 470
    • 0Komentar

    Prosesi pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kec. Wedarijaksa telah resmi dilantik pada Jum’at (18/10). Ada sebanyak 90 Pengurus PAC yang dilantik, terdiri dari 45 IPNU dan 45 IPPNU. Acara pelantikan tersebut berlangsung dengan khidmat di gedung PGRI, Wedarijaksa. Dihadiri oleh segenap banom NU Wedarijaksa, perwakilan PC IPNU IPPNU Pati, beberapa PAC IPNU IPPNU […]

  • Membaca Surat Cinta Emha Ainun Najib

    Membaca Surat Cinta Emha Ainun Najib

    • calendar_month Sab, 5 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Muhammad SAW diutus ke dunia untuk menyempurnakan budi pekerti manusia. Lewat pribadi dan sikap yang menawan Muhammad berhasil menyampaikan risalah dari Tuhannya dengan damai. Selain seorang nabi, ia adalah pemimpin yang bijaksana, pengatur strategi perang yang handal, politikus sejati, pebisnis yang sukses dan sebagainya. Sampai-sampai dalam bukunya 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia pembaca menyelami […]

  • PCNU-PATI

    Banjir di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Bulan Ramadhan selalu disambut dengan sukacita oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan penuh berkah ini menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, melalui ibadah puasa, shalat tarawih, dan berbagai amalan baik lainnya. Namun, tak jarang ujian dan cobaan datang di saat-saat seperti ini, seperti musibah banjir yang kerap […]

  • Kafilah RMI PCNU Pati Ukir Prestasi dalam Pekan Madaris NU Jawa Tengah

    Kafilah RMI PCNU Pati Ukir Prestasi dalam Pekan Madaris NU Jawa Tengah

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 646
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Kafilah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, mengukir prestasi dalam Pekan Madaris NU Jawa Tengah 2025, yang berlangsung di Pondok Pesantren Walisongo Pecangaan, Jepara, pada Sabtu-Ahad (11-12/10/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh RMI Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng) dan diikuti oleh delegasi RMI dari 22 kabupaten/kota […]

expand_less