Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Menanti Tradisi Sahur Bersama

Menanti Tradisi Sahur Bersama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 1 Apr 2024
  • visibility 61
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Pertanyaannya, mengapa hanya tradisi buka puasa bersama ayng ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda? Unik dan menarik. Maksud saya di sini, bukan sahur bersamanya, namun tradisi sahur bersama di Nusantara tak populis dan tidak familiar buka puasa bersama. Mengapa ya? Mbuh!

Saat bulan Ramadan tiba, ya tentu umat muslim di seluruh dunia memasuki periode suci yang penuh berkah. Di antara berbagai tradisi yang memenuhi bulan penuh kesabaran ini, salah satu yang paling dihargai adalah sahur bersama meski tidak sepopulis buka puasa bersama.

Dalam sahur bersama, keluarga, teman, dan tetangga berkumpul di meja makan untuk berbagi makanan dan menikmati momen kebersamaan sebelum memulai puasa hari itu. Tradisi ini tidak hanya tentang mengisi perut sebelum fajar, tetapi juga tentang memperkuat ikatan sosial dan spiritual di antara sesama Muslim.

Makna di Balik Sahur Bersama

Sahur bersama merupakan saat untuk menunjukkan solidaritas dan dukungan kepada sesama Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Saat seseorang memilih untuk bangun lebih awal untuk berbagi makanan dengan orang lain, itu bukan hanya tindakan kedermawanan, tetapi juga menunjukkan perhatian dan kepedulian terhadap kebutuhan orang lain. Lebih dari sekadar makan bersama, sahur bersama adalah tentang membangun hubungan yang lebih dalam dan memperkuat ikatan komunitas.

Sahur bersama juga menciptakan suasana kedamaian dan kebersamaan di saat-saat subuh yang tenang. Saat keluarga atau teman-teman berkumpul di meja makan, mereka berbagi cerita, tawa, dan doa bersama. Ini adalah momen yang diisi dengan kehangatan dan keintiman, memungkinkan orang untuk merasakan kebersamaan yang mendalam dalam ketenangan dini hari.

Bagi banyak keluarga Muslim, sahur bersama adalah kesempatan untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama. Saat berbagi makanan dan minuman, anggota keluarga dapat saling berbagi cerita, memberikan dukungan, dan memperkuat ikatan emosional mereka. Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk membahas rencana, tujuan, dan harapan untuk bulan Ramadan yang akan datang.

Sahur bersama juga mempromosikan nilai-nilai saling peduli dan gotong royong dalam Islam. Banyak komunitas Muslim mengadakan sahur bersama di masjid atau pusat kegiatan masyarakat, di mana orang-orang dari berbagai latar belakang dapat berkumpul untuk berbagi makanan dan kebersamaan. Ini menciptakan ikatan yang lebih kuat antara tetangga-tetangga dan memperkuat hubungan sosial di antara komunitas.

Di berbagai belahan dunia, sahur bersama juga mencerminkan keanekaragaman budaya dalam Islam. Setiap daerah memiliki tradisi dan hidangan khas mereka sendiri saat sahur bersama. Dari hidangan berat di Timur Tengah hingga hidangan ringan di Asia Tenggara, setiap tempat memiliki keunikan dan kekhasan dalam cara mereka merayakan momen ini. Ini adalah kesempatan untuk merayakan kekayaan budaya dan warisan Islam yang kaya.

Sahur bersama adalah momen yang dinanti-nantikan dalam bulan Ramadan, karena menghadirkan kesempatan untuk merasakan kehangatan keluarga, solidaritas komunitas, dan kebersamaan spiritual. Di tengah kesibukan hidup modern, tradisi ini mengingatkan kita akan pentingnya menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kita cintai, serta memberikan dan menerima dukungan dari sesama. Dalam sahur bersama, bukan hanya perut yang terisi, tetapi juga hati yang terhubung dalam kasih sayang dan kebersamaan.

Mengapa Tradisi Sahur Bersama tak Populis?

Meskipun sahur bersama adalah tradisi yang sangat dihargai di berbagai negara muslim di seluruh dunia, termasuk di beberapa bagian Indonesia, namun ada beberapa faktor yang menyebabkan tradisi ini tidak begitu populer di beberapa wilayah Indonesia. Beragam. Setidaknya, saya menghimpun beberapa alasan mengapa tradisi sahur bersama tidak begitu populer di Indonesia.

Pertama, tidak ada yang membiasakan, karena tidak terbiasa. Konser musik religi, pengajian, masih minim. Setahu saya, baru ada Akademi Sahur Indonesia (AKSI) yang menjadi acara realitas dan pencarian bakat yang ditayangkan di Indosiar setiap sahur selama bulan Ramadan. AKSI ini berlangsung sejak 2013 hingga kini. Namun di luar Ramadan, tentu AKSI tidak populis juga.

Kedua, kebiasaan dan preferensi budaya. Beberapa daerah di Indonesia memiliki kebiasaan budaya yang berbeda dalam menjalani ibadah puasa Ramadan. Beberapa masyarakat Indonesia lebih memilih untuk sahur di rumah masing-masing bersama keluarga inti mereka. Tradisi ini telah menjadi bagian dari pola hidup mereka selama bertahun-tahun, dan mereka mungkin lebih nyaman dengan cara ini daripada berpartisipasi dalam sahur bersama di tempat-tempat umum.

Ketiga, perubahan pola hidup urban. Di kota-kota besar di Indonesia, pola hidup urban yang sibuk sering kali membuat orang-orang cenderung menjalani rutinitas yang lebih individualistik. Orang-orang mungkin lebih cenderung untuk sahur sendiri di rumah mereka atau memilih untuk membeli makanan sahur di luar rumah secara individual, sebagai hasil dari tekanan waktu dan kebutuhan mobilitas yang tinggi.

Keempat, ketersediaan waktu dan keterbatasan logistik. Sahur bersama sering kali membutuhkan waktu ekstra untuk berkumpul di tempat tertentu, seperti masjid atau pusat kegiatan masyarakat. Di tengah kesibukan hidup sehari-hari, orang-orang mungkin menghadapi keterbatasan waktu dan logistik untuk berpartisipasi dalam acara sahur bersama. Ini termasuk masalah seperti jarak tempuh, pekerjaan, dan ketersediaan transportasi.

Kelima, perbedaan pemahaman dan prioritas. Beberapa individu atau keluarga mungkin memiliki pemahaman yang berbeda tentang pentingnya sahur bersama dalam konteks agama dan kebersamaan sosial. Sementara beberapa orang menganggapnya sebagai bagian penting dari ibadah dan kesempatan untuk mempererat ikatan sosial, yang lain mungkin mengutamakan aspek lain dari ibadah dan tradisi Ramadan.

Keena, variasi geografis dan demografis. Indonesia adalah negara yang luas dengan keragaman geografis dan demografis yang signifikan. Tradisi dan budaya yang berbeda dapat ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kepopuleran sahur bersama dapat bervariasi secara signifikan dari satu wilayah ke wilayah lainnya, tergantung pada faktor-faktor lokal dan kebiasaan masyarakat setempat.

Meskipun sahur bersama mungkin tidak begitu populer di beberapa wilayah Indonesia, tradisi ini masih dihargai dan dijalani dengan antusias oleh banyak komunitas di seluruh negeri. Bagi sebagian orang, sahur bersama adalah kesempatan yang berharga untuk merasakan kebersamaan, solidaritas, dan spiritualitas dalam bulan Ramadan. Apakah ada yang mau mengajak saya sahur puasa bersama?

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 18 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Pentas Seni Senja Berpuisi Perkenalkan Sastra Untuk Anak Muda

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jakarta, Senin 21/8/2023,-  “Pentas seni Senja Berpuisi kali ini sengaja mengambil lokasi publik area untuk memperkenalkan dunia sastra khususnya kepada anak-anak muda generasi milenial di Kota Jakarta dan sekitarnya,” jelas Diki Lukman Hakim, Kepala Perpustakaan Jakarta dan Kepala Satuan Pelaksana Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin. Dalam wawancara khusus dengan penulis  di ujung acara Pentas […]

  • Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 64
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-Tokoh kontroversial, Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) hadir di Yogyakarta, Sabtu (28/9) malam. Dosen Monash Institute, Australia tersebut, merupakam salah satu tokoh NU yang dianggap liberal oleh khalayak. Hal ini tak lepas dari aktivitas Gus Nadir di media sosial yang cukup intens dan memancing reaksi kaum radikalis. Gus Nadir saat merespon pertanyaan hadirin Malam ini, Gus […]

  • MWCNU Margorejo Adakan Konferensi

    MWCNU Margorejo Adakan Konferensi

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Pada akhir tahun kemarin MWCNU Kec Margorejo mengadakan konferensi pergantian pengurus dengan harapan melalui pergantian pengurus ini MWCNU Kec Margorejo akan berkembang menjadi Majlis Wakil Cabang terbaik Se Kab Pati. Sebab kedepannya lembaga pendidikan milik NU akan di bangun di Kecamatan Margorejo.             “Konferensi kali ini menggunakan sistem Ahwa seperti MWCNU lainnya. Karena dengan pertimbangan […]

  • PCNU-PATI

    PBNU berikan Penghargaan kepada 56 Ponpes, Satu di Antaranya Pesantren Maslakul Huda Kajen

    • calendar_month Sel, 31 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berikan penghargaan kepada 56 pondok pesantren (Ponpes) di Indonesia, selasa (31/1/2023). Kegiatan yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta ini merupakan acara Anugerah Satu Abad NU.  Adapun puluhan ponpes yang mendapatkan penghargaan tersebut merupakan yang telah berusia lebih dari 100 tahun. Dari daftar penerima penghargaan tersebut, terdapat […]

  • PCNU- PATI Photo by Bayu Syaits

    Karena Anak-anak, Saya Bahagia

    • calendar_month Jum, 25 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Namanya kesedihan pasti teriringi kebahagiaan. Begitu sebaliknya. Pada saat saya sedang mengalami kekacauan batin, saat itu pula saya merasa sedih. Dada rasanya sakit, dan hanya air mata yang bisa saya keluarkan. Durasinya terkadang tak menentu. Untuk yang terakhir ini hampir dari pagi menjelang petang. Saya merasa capek dengan pilihan hidup yang saya […]

  • PCNU-PATI

    Khatmul Qur’an TPQ Se-Kabupaten Kudus Upayakan Generasi Qur’ani

    • calendar_month Rab, 26 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Kudus – Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) melaksanakan kegiatan Khatmul Qur’an santri-santri TPQ Se-kabupaten Kudus yang diwakili sembilan kecamatan masing-masing 30 santri. Adapun kegiatan bertempat di serambi Masjid Agung Kudus pada Kamis pagi (26 Oktober 2022) itu dihadiri oleh Forkopimda Kudus, Ketua Kankemenag didampingi Kasi PD. Pontren, Ketua MUI Kabupaten Kudus, para Kepala […]

expand_less