Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Menanti Tradisi Sahur Bersama

Menanti Tradisi Sahur Bersama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 1 Apr 2024
  • visibility 399
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Pertanyaannya, mengapa hanya tradisi buka puasa bersama ayng ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda? Unik dan menarik. Maksud saya di sini, bukan sahur bersamanya, namun tradisi sahur bersama di Nusantara tak populis dan tidak familiar buka puasa bersama. Mengapa ya? Mbuh!

Saat bulan Ramadan tiba, ya tentu umat muslim di seluruh dunia memasuki periode suci yang penuh berkah. Di antara berbagai tradisi yang memenuhi bulan penuh kesabaran ini, salah satu yang paling dihargai adalah sahur bersama meski tidak sepopulis buka puasa bersama.

Dalam sahur bersama, keluarga, teman, dan tetangga berkumpul di meja makan untuk berbagi makanan dan menikmati momen kebersamaan sebelum memulai puasa hari itu. Tradisi ini tidak hanya tentang mengisi perut sebelum fajar, tetapi juga tentang memperkuat ikatan sosial dan spiritual di antara sesama Muslim.

Makna di Balik Sahur Bersama

Sahur bersama merupakan saat untuk menunjukkan solidaritas dan dukungan kepada sesama Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Saat seseorang memilih untuk bangun lebih awal untuk berbagi makanan dengan orang lain, itu bukan hanya tindakan kedermawanan, tetapi juga menunjukkan perhatian dan kepedulian terhadap kebutuhan orang lain. Lebih dari sekadar makan bersama, sahur bersama adalah tentang membangun hubungan yang lebih dalam dan memperkuat ikatan komunitas.

Sahur bersama juga menciptakan suasana kedamaian dan kebersamaan di saat-saat subuh yang tenang. Saat keluarga atau teman-teman berkumpul di meja makan, mereka berbagi cerita, tawa, dan doa bersama. Ini adalah momen yang diisi dengan kehangatan dan keintiman, memungkinkan orang untuk merasakan kebersamaan yang mendalam dalam ketenangan dini hari.

Bagi banyak keluarga Muslim, sahur bersama adalah kesempatan untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama. Saat berbagi makanan dan minuman, anggota keluarga dapat saling berbagi cerita, memberikan dukungan, dan memperkuat ikatan emosional mereka. Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk membahas rencana, tujuan, dan harapan untuk bulan Ramadan yang akan datang.

Sahur bersama juga mempromosikan nilai-nilai saling peduli dan gotong royong dalam Islam. Banyak komunitas Muslim mengadakan sahur bersama di masjid atau pusat kegiatan masyarakat, di mana orang-orang dari berbagai latar belakang dapat berkumpul untuk berbagi makanan dan kebersamaan. Ini menciptakan ikatan yang lebih kuat antara tetangga-tetangga dan memperkuat hubungan sosial di antara komunitas.

Di berbagai belahan dunia, sahur bersama juga mencerminkan keanekaragaman budaya dalam Islam. Setiap daerah memiliki tradisi dan hidangan khas mereka sendiri saat sahur bersama. Dari hidangan berat di Timur Tengah hingga hidangan ringan di Asia Tenggara, setiap tempat memiliki keunikan dan kekhasan dalam cara mereka merayakan momen ini. Ini adalah kesempatan untuk merayakan kekayaan budaya dan warisan Islam yang kaya.

Sahur bersama adalah momen yang dinanti-nantikan dalam bulan Ramadan, karena menghadirkan kesempatan untuk merasakan kehangatan keluarga, solidaritas komunitas, dan kebersamaan spiritual. Di tengah kesibukan hidup modern, tradisi ini mengingatkan kita akan pentingnya menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kita cintai, serta memberikan dan menerima dukungan dari sesama. Dalam sahur bersama, bukan hanya perut yang terisi, tetapi juga hati yang terhubung dalam kasih sayang dan kebersamaan.

Mengapa Tradisi Sahur Bersama tak Populis?

Meskipun sahur bersama adalah tradisi yang sangat dihargai di berbagai negara muslim di seluruh dunia, termasuk di beberapa bagian Indonesia, namun ada beberapa faktor yang menyebabkan tradisi ini tidak begitu populer di beberapa wilayah Indonesia. Beragam. Setidaknya, saya menghimpun beberapa alasan mengapa tradisi sahur bersama tidak begitu populer di Indonesia.

Pertama, tidak ada yang membiasakan, karena tidak terbiasa. Konser musik religi, pengajian, masih minim. Setahu saya, baru ada Akademi Sahur Indonesia (AKSI) yang menjadi acara realitas dan pencarian bakat yang ditayangkan di Indosiar setiap sahur selama bulan Ramadan. AKSI ini berlangsung sejak 2013 hingga kini. Namun di luar Ramadan, tentu AKSI tidak populis juga.

Kedua, kebiasaan dan preferensi budaya. Beberapa daerah di Indonesia memiliki kebiasaan budaya yang berbeda dalam menjalani ibadah puasa Ramadan. Beberapa masyarakat Indonesia lebih memilih untuk sahur di rumah masing-masing bersama keluarga inti mereka. Tradisi ini telah menjadi bagian dari pola hidup mereka selama bertahun-tahun, dan mereka mungkin lebih nyaman dengan cara ini daripada berpartisipasi dalam sahur bersama di tempat-tempat umum.

Ketiga, perubahan pola hidup urban. Di kota-kota besar di Indonesia, pola hidup urban yang sibuk sering kali membuat orang-orang cenderung menjalani rutinitas yang lebih individualistik. Orang-orang mungkin lebih cenderung untuk sahur sendiri di rumah mereka atau memilih untuk membeli makanan sahur di luar rumah secara individual, sebagai hasil dari tekanan waktu dan kebutuhan mobilitas yang tinggi.

Keempat, ketersediaan waktu dan keterbatasan logistik. Sahur bersama sering kali membutuhkan waktu ekstra untuk berkumpul di tempat tertentu, seperti masjid atau pusat kegiatan masyarakat. Di tengah kesibukan hidup sehari-hari, orang-orang mungkin menghadapi keterbatasan waktu dan logistik untuk berpartisipasi dalam acara sahur bersama. Ini termasuk masalah seperti jarak tempuh, pekerjaan, dan ketersediaan transportasi.

Kelima, perbedaan pemahaman dan prioritas. Beberapa individu atau keluarga mungkin memiliki pemahaman yang berbeda tentang pentingnya sahur bersama dalam konteks agama dan kebersamaan sosial. Sementara beberapa orang menganggapnya sebagai bagian penting dari ibadah dan kesempatan untuk mempererat ikatan sosial, yang lain mungkin mengutamakan aspek lain dari ibadah dan tradisi Ramadan.

Keena, variasi geografis dan demografis. Indonesia adalah negara yang luas dengan keragaman geografis dan demografis yang signifikan. Tradisi dan budaya yang berbeda dapat ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kepopuleran sahur bersama dapat bervariasi secara signifikan dari satu wilayah ke wilayah lainnya, tergantung pada faktor-faktor lokal dan kebiasaan masyarakat setempat.

Meskipun sahur bersama mungkin tidak begitu populer di beberapa wilayah Indonesia, tradisi ini masih dihargai dan dijalani dengan antusias oleh banyak komunitas di seluruh negeri. Bagi sebagian orang, sahur bersama adalah kesempatan yang berharga untuk merasakan kebersamaan, solidaritas, dan spiritualitas dalam bulan Ramadan. Apakah ada yang mau mengajak saya sahur puasa bersama?

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 18 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Ilustrasi Sayman & Kartinah. Photo by Mayur Deshpande on Unsplash.

    Sayman & Kartinah

    • calendar_month Rab, 20 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Sudah lama terlintas di kepala saya, dengan polah pilah kehidupan teman satu komplek di perumahan. Saat bulan April tiba selalu ada saja yang diributkan. Baik tentang penampilan dengan Kebaya terbaru, desain unik dan ciamuk, serta tusuk konde, mengunakan model pipih atau lonjong, dengan pahan logam, atau perak bercampur dengan emas tembaga. Kartina selalu saja ribet […]

  • Halalbihalal, Ma'arif NU Jateng Diharap Lanjutkan Program

    Halalbihalal, Ma’arif NU Jateng Diharap Lanjutkan Program

    • calendar_month Ming, 21 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Halalbihalal, Ma’arif NU Jateng Diharap Lanjutkan Program Pcnupati.or.id- Semarang – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Tengah menggelar Halalbihalal dan Koordinasi Persimanu dan Bimtek SIMNU versi 2 pada Kamis (18/5/2023) di Hotel Muria Semarang. Hadir Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH. Muhammad Muzamil, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan, […]

  • MHI Rutinkan Student Match Setiap Jelang 17-an

    MHI Rutinkan Student Match Setiap Jelang 17-an

    • calendar_month Rab, 14 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 331
    • 0Komentar

    GEMBONG-Aroma kemerdekaan sudah tercium dari sekarang. Agustus memang dikenal sebagai bulannya Bangsa Indonesia. Peristiwa bersejarah 17 Agustus 1945 sebagai tonggak kemerdekaan menjadi pengingat beratnya perjuangan merebut kemerdekaan. Meskipun setelah proklamasi masih ada beberapa upaya untuk merebut kedaulatan Indonesia, namun secara de facto, Indonesia telah meredeka sejak tanggal tersebut. Itulah yang disampaikan oleh Sholikhin, S.Pd.I., kepala […]

  • Sekretaris PCNU dan Dua Perwakilan Garfa Pati Ikuti Geladhen Hageng Jemparingan Nasional di Kulon Progo

    Sekretaris PCNU dan Dua Perwakilan Garfa Pati Ikuti Gladhen Hageng Jemparingan Nasional di Kulon Progo

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.920
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-74 Kulon Progo, ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Alun-Alun Wates untuk mengikuti Gladhen Hageng Jemparingan Nasional, sebuah ajang panahan tradisional bergaya Mataram. Turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut adalah delapan peserta dari Kabupaten Pati. Di antaranya lima anggota Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (Perpatri) […]

  • Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Wafat, PCNU Pati Ungkapkan Duka Cita

    Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Wafat, PCNU Pati Ungkapkan Duka Cita

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Pati menyatakan duka cita yang mendalam. Hal ini diungkapkan langsung oleh ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim Atas wafatnya KH. Ghozali Masruri. KH. Ghozali Masruri (kanan) saat didatangi Sekjend PBNU, Ahmad Helmy Faishal Zaini (kiri) di kantor Lembaga Falakiyah, PBNU.  Ketua Lembaga Falakiyah (astronomi) PBNU ini meninggal dunia Rabu […]

  • MA Salafiyah Kajen Borong 31 Medali di Ajang Nasional

    MA Salafiyah Kajen Borong 31 Medali di Ajang Nasional

    • calendar_month Sab, 30 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Pamflet ucapan selamat Kepala MA Salafiyah atas prestasi yang berhasil diraih peserta didiknya PATI – Tiga perlombaan akademik diikuti siswa MA Salafiyah Kajen Minggu (24/10). Ketiga lomba yang diikuti yakni Pateron Olympiad, Lomba Felin Oaseedukasi, dan Gelora Science Competition (GSC) POSI. Dari tiga ajang lomba tersebut, siswa di madrasah yang berada di Kecamatan Margoyoso itu […]

expand_less