Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Menanti Tradisi Sahur Bersama

Menanti Tradisi Sahur Bersama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 1 Apr 2024
  • visibility 279
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Pertanyaannya, mengapa hanya tradisi buka puasa bersama ayng ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda? Unik dan menarik. Maksud saya di sini, bukan sahur bersamanya, namun tradisi sahur bersama di Nusantara tak populis dan tidak familiar buka puasa bersama. Mengapa ya? Mbuh!

Saat bulan Ramadan tiba, ya tentu umat muslim di seluruh dunia memasuki periode suci yang penuh berkah. Di antara berbagai tradisi yang memenuhi bulan penuh kesabaran ini, salah satu yang paling dihargai adalah sahur bersama meski tidak sepopulis buka puasa bersama.

Dalam sahur bersama, keluarga, teman, dan tetangga berkumpul di meja makan untuk berbagi makanan dan menikmati momen kebersamaan sebelum memulai puasa hari itu. Tradisi ini tidak hanya tentang mengisi perut sebelum fajar, tetapi juga tentang memperkuat ikatan sosial dan spiritual di antara sesama Muslim.

Makna di Balik Sahur Bersama

Sahur bersama merupakan saat untuk menunjukkan solidaritas dan dukungan kepada sesama Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Saat seseorang memilih untuk bangun lebih awal untuk berbagi makanan dengan orang lain, itu bukan hanya tindakan kedermawanan, tetapi juga menunjukkan perhatian dan kepedulian terhadap kebutuhan orang lain. Lebih dari sekadar makan bersama, sahur bersama adalah tentang membangun hubungan yang lebih dalam dan memperkuat ikatan komunitas.

Sahur bersama juga menciptakan suasana kedamaian dan kebersamaan di saat-saat subuh yang tenang. Saat keluarga atau teman-teman berkumpul di meja makan, mereka berbagi cerita, tawa, dan doa bersama. Ini adalah momen yang diisi dengan kehangatan dan keintiman, memungkinkan orang untuk merasakan kebersamaan yang mendalam dalam ketenangan dini hari.

Bagi banyak keluarga Muslim, sahur bersama adalah kesempatan untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama. Saat berbagi makanan dan minuman, anggota keluarga dapat saling berbagi cerita, memberikan dukungan, dan memperkuat ikatan emosional mereka. Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk membahas rencana, tujuan, dan harapan untuk bulan Ramadan yang akan datang.

Sahur bersama juga mempromosikan nilai-nilai saling peduli dan gotong royong dalam Islam. Banyak komunitas Muslim mengadakan sahur bersama di masjid atau pusat kegiatan masyarakat, di mana orang-orang dari berbagai latar belakang dapat berkumpul untuk berbagi makanan dan kebersamaan. Ini menciptakan ikatan yang lebih kuat antara tetangga-tetangga dan memperkuat hubungan sosial di antara komunitas.

Di berbagai belahan dunia, sahur bersama juga mencerminkan keanekaragaman budaya dalam Islam. Setiap daerah memiliki tradisi dan hidangan khas mereka sendiri saat sahur bersama. Dari hidangan berat di Timur Tengah hingga hidangan ringan di Asia Tenggara, setiap tempat memiliki keunikan dan kekhasan dalam cara mereka merayakan momen ini. Ini adalah kesempatan untuk merayakan kekayaan budaya dan warisan Islam yang kaya.

Sahur bersama adalah momen yang dinanti-nantikan dalam bulan Ramadan, karena menghadirkan kesempatan untuk merasakan kehangatan keluarga, solidaritas komunitas, dan kebersamaan spiritual. Di tengah kesibukan hidup modern, tradisi ini mengingatkan kita akan pentingnya menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kita cintai, serta memberikan dan menerima dukungan dari sesama. Dalam sahur bersama, bukan hanya perut yang terisi, tetapi juga hati yang terhubung dalam kasih sayang dan kebersamaan.

Mengapa Tradisi Sahur Bersama tak Populis?

Meskipun sahur bersama adalah tradisi yang sangat dihargai di berbagai negara muslim di seluruh dunia, termasuk di beberapa bagian Indonesia, namun ada beberapa faktor yang menyebabkan tradisi ini tidak begitu populer di beberapa wilayah Indonesia. Beragam. Setidaknya, saya menghimpun beberapa alasan mengapa tradisi sahur bersama tidak begitu populer di Indonesia.

Pertama, tidak ada yang membiasakan, karena tidak terbiasa. Konser musik religi, pengajian, masih minim. Setahu saya, baru ada Akademi Sahur Indonesia (AKSI) yang menjadi acara realitas dan pencarian bakat yang ditayangkan di Indosiar setiap sahur selama bulan Ramadan. AKSI ini berlangsung sejak 2013 hingga kini. Namun di luar Ramadan, tentu AKSI tidak populis juga.

Kedua, kebiasaan dan preferensi budaya. Beberapa daerah di Indonesia memiliki kebiasaan budaya yang berbeda dalam menjalani ibadah puasa Ramadan. Beberapa masyarakat Indonesia lebih memilih untuk sahur di rumah masing-masing bersama keluarga inti mereka. Tradisi ini telah menjadi bagian dari pola hidup mereka selama bertahun-tahun, dan mereka mungkin lebih nyaman dengan cara ini daripada berpartisipasi dalam sahur bersama di tempat-tempat umum.

Ketiga, perubahan pola hidup urban. Di kota-kota besar di Indonesia, pola hidup urban yang sibuk sering kali membuat orang-orang cenderung menjalani rutinitas yang lebih individualistik. Orang-orang mungkin lebih cenderung untuk sahur sendiri di rumah mereka atau memilih untuk membeli makanan sahur di luar rumah secara individual, sebagai hasil dari tekanan waktu dan kebutuhan mobilitas yang tinggi.

Keempat, ketersediaan waktu dan keterbatasan logistik. Sahur bersama sering kali membutuhkan waktu ekstra untuk berkumpul di tempat tertentu, seperti masjid atau pusat kegiatan masyarakat. Di tengah kesibukan hidup sehari-hari, orang-orang mungkin menghadapi keterbatasan waktu dan logistik untuk berpartisipasi dalam acara sahur bersama. Ini termasuk masalah seperti jarak tempuh, pekerjaan, dan ketersediaan transportasi.

Kelima, perbedaan pemahaman dan prioritas. Beberapa individu atau keluarga mungkin memiliki pemahaman yang berbeda tentang pentingnya sahur bersama dalam konteks agama dan kebersamaan sosial. Sementara beberapa orang menganggapnya sebagai bagian penting dari ibadah dan kesempatan untuk mempererat ikatan sosial, yang lain mungkin mengutamakan aspek lain dari ibadah dan tradisi Ramadan.

Keena, variasi geografis dan demografis. Indonesia adalah negara yang luas dengan keragaman geografis dan demografis yang signifikan. Tradisi dan budaya yang berbeda dapat ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kepopuleran sahur bersama dapat bervariasi secara signifikan dari satu wilayah ke wilayah lainnya, tergantung pada faktor-faktor lokal dan kebiasaan masyarakat setempat.

Meskipun sahur bersama mungkin tidak begitu populer di beberapa wilayah Indonesia, tradisi ini masih dihargai dan dijalani dengan antusias oleh banyak komunitas di seluruh negeri. Bagi sebagian orang, sahur bersama adalah kesempatan yang berharga untuk merasakan kebersamaan, solidaritas, dan spiritualitas dalam bulan Ramadan. Apakah ada yang mau mengajak saya sahur puasa bersama?

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 18 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Maqashidus Syariah Lin Nisa’

    • calendar_month Sen, 20 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. Jamal Makmur Asmani Kamis, 16 Februari 2023 di Aula IPMAFA Lantai 2 dikaji terminologi baru dalam kajian ushul fiqh, yaitu; Maqashidus Syariah Lin-Nisa’. Penulis mendapat pencerahan dari Prof. Abdul Mustaqim dari UIN Suka Yogyakarta, Bu Nyai Umdatul Baroroh, Gus Jamaluddin, Mas Rolan, dan Mas Hilmi. Ada beberapa point penting yang disampaikan para […]

  • Marching Band Salafiyah Kajen Sabet 10 Gelar Juara Piala Raja Hamengku Buwono X

    Marching Band Salafiyah Kajen Sabet 10 Gelar Juara Piala Raja Hamengku Buwono X

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.635
    • 0Komentar

    Pcnupati or.id – Marching Band Bahana Swara (MBBS) Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kabupaten Pati, kembali mengukir prestasi dalam Kejuaraan Tingkat Nasional Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X, yang berlangsung pada 10-12 Oktober 2025 di Yogyakarta. Dalam ajang bergengsi tersebut, Bahana Swara Salafiyah memborong 10 trophy. Itu berasal dari tiga mata lomba, yakni Street […]

  • Dua Atlet Petanque Salafiyah Kajen Sabet Medali di Ajang Popda

    Dua Atlet Petanque Salafiyah Kajen Sabet Medali di Ajang Popda

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

      Dua siswi Salafiyah yang membanggakan warga Pati lewat cabang olahraga Petanque  PATI – Dua atlet Cabang Olahraga (Cabor) Petanque Kabupaten Pati berhasil meraih dua medali pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Non Virtual Jateng 2021. Pertandingan tersebut  berlangsung di lapangan Petanque Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) 15 -16 November 2021. […]

  • PCNU-PATI

    MWCNU Trangkil Luncurkan Mobil Layanan Umat

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- TRANGKIL – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Trangkil meluncurkan Mobil Layanan Umat (MLU) di Kantor MWC setempat, Sabtu (4/4/2023).  Launching ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua PCNU Pati, KH. Yusuf Hasyim. Dilanjutkan dengan penyiraman air kembang oleh Ketua Tanfidziah KH. Sya’roni dan Rais Syuriah MWCNU Trangkil KH Badrudin Syatibi. Ketua Lazisnu MWCNU […]

  • PCNU-PATI

    Fundrising Koin NU Pelan Tapi Pasti

    • calendar_month Rab, 25 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id– Manager Fundrising PC Lazisnu Pati kembali melaksanakan tugasnya mengambil kotak koin NU di empat titik, senin (24/01). Kegiatan ini ia lakukan rutin setiap satu bulan sekali. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan Fundrising koin NU agar semakin baik.  “Pengambilan kotak hari ini ada di 4 titik, ada di kantor Satpol PP, Kantor Yamaha Mataram […]

  • Hasil Survei Ipmafa: Mayoritas Masyarakat Pati Tolak 5 Hari Sekolah

    Hasil Survei Ipmafa: Mayoritas Masyarakat Pati Tolak 5 Hari Sekolah

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

      Pati – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) menggelar survei publik menyikapi kebijakan lima hari sekolah di Kabupaten Pati. Hasilnya, mayoritas masyarakat Kabupaten Pati menolak lima hari sekolah. ”Hasil survei ini diharapkan dapat menjadi masukan berharga bagi pemangku kebijakan dalam meninjau ulang dan menyempurnakan program pendidikan,” ujar Dekan Fakultas Tarbiyah, M Sofyan AlNashr. Survei ini […]

expand_less