Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Santun(an)

Santun(an)

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 27 Mar 2024
  • visibility 263
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Menjelang hari kemenangan. Berbagai macam kegiatan banyak dilakukan. Mereka mengatakan memburu pahala; berlomba-lomba dalam kebaikan. Dan kegiatan tersebut seringkali dengan embel-embel mengentaskan kesedihan serta berbagi kebahagiaan terdahap mereka yang dalam menjalani hidup dan kehidupan belum mendapatkan keberuntungan. Dalam tanda kutip mereka yang sendari kecil telah ditinggalkan orang tuanya baik dari pihak Ibu atau Bapak.

Dan bagi sebagian orang anak-anak tersebut memperlukan uluran kasih sayang. Maka dari itu perlu di adakan kegiatan yang meriah dan wah. Mendatangkan mereka untuk mendapatkan label dari masyarakat setempat atau umum yaitu dengan kata dermawan dengan berbagi kebahagiaan terhadap anak-anak yang menurut mereka kurang mendapatkan kebahagiaan dan kasih sayang.

Sejujurnya, ketika mendengar kalimat santunan dalam hati saya teriris-iris yaitu dengan adanya ada di suruh maju kedepan di berikan paparline dan sambil diusap usap kepalanya di doakan dan diumumkan. Tanpa berbicara mereka mengatakan inilah anak-anak yang perlu mendapatkan uluran tangan; perlu mendapatkan kasih sayang bagi siapa saja. Terlebih lagi dengan dalil-dalil agama pula untuk menguatkan dan dijanjikan surga serta pahala yang berlipat-lipat.

“Mas…mas namanya orang memberi ya butuh apresiasi…!”

Ada benarnya pula dengan apa yang dikatakan oleh teman saya tersebut. Sebab saat ini siapa yang memberi perlu apresiasi dan siapa dermawan butuh pengakuan. Tapi bagaimana lagi karena kita saat ini hidup dimana semua harus perlu publikasi sebagai bukti. Dan semua kegiatan perlu di siarkan jika ingin mendapatkan pengakuan.

“Mas..kira-kira mereka yang dermawan itu pernah bertanya tentang hatinya dan perasaanya ketika disuruh maju ke depan dan dipertontonkan kepada orang banyak serta di kasih satu-satu paperline?”

Tentu tak pernah. Kalau boleh saya mengatakan kesedihan saat ini dapat dijual belikan untuk mendapatkan apa yang di inginkan. Dari kesedihan terbitlah sebuah kebahagiaan dan pengakuan. Meskipun masih dua pekan untuk menyongsong hari kemenangan; kita telah mendapati kegiatan-kegiatan yang bergiliran baik dari perusahaan atau pun ormas keagamaan. Niat dan maksud tujuannya adalah berbagi kebahagiaan di hari ramadhan.

“Namun tanpa mereka semua kegiatan santunan-santun(an) tak dapat dilaksanakan; terwujudkan terlepas dari pandangan sisi kanan dan sisi kiri serta sebelah”

Saya mengiyakan apa yang telah dikemukan teman saya tersebut. Akan tetapi berharapan pada sebuah harapan kedepannya ketika kita berbagi kebahagiaan sedikit banyak memikirkan tentang perasaan dan psikologi anak tersebut. Sebab seperti yang di katakan Naruto hanya orang yang pernah sakit yang dapat merasakan kesatikan orang lain. Kurang lebihnya seperti itu.

Dari santun(an)terdapat kebahagian; sedikit mengurangi kesedihan.

“Bernarkah begitu kawan?”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar Menjadi Bijaksana

    Belajar Menjadi Bijaksana

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

                Sejak manusia lahir ke dunia sudah dibekali dengan akal dan pikiran, untuk membedakan dari makhluk Tuhan lainnya. Sehingga manusia adalah sebagai makhluk Allah yang paling sempurna. Meskipun,kesempurnaan manusia jarang  digunakan sebagai mana mestinya. Ironis jika ada manusia dengan kesempurnaanya tak bisa menolong sesamanya. Bukankah sebaik-baik manusia itu yang bermanfaat untuk orang lain.             M. […]

  • Jalan Sehat Hari Santri di Gembong Banjir Hadiah

    Jalan Sehat Hari Santri di Gembong Banjir Hadiah

    • calendar_month Ming, 23 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id GEMBONG – Peringatan Hari Santri 2022 masih belum usai. Pada hari ini, Minggu (23/10), MWC-NU Gembong menggelar perayaan tahunan bagi kaum santri tersebut. Kegiatan bertajuk Apel Hari Santri dan Jalan Sehat Sholawat ini diikuti sedikitnya 1000 orang. Mereka terdiri dari pengurus MWC NU, Pengurus Ranting NU, pengurus Banom-Banom NU serta jama’ah yasin dan tahlil […]

  • ALFI SYAHRIN (Antara Selingkuh dan Poligami)

    ALFI SYAHRIN (Antara Selingkuh dan Poligami)

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    ALFI SYAHRIN, Nama yang sangat indah dan menarik. Setidaknya dengan dua suku terakhir siapa saja yang memberikan nama kepadanya mengharap kehidupan si cabang bayi itu kelak mulia dan bahagia dunyan wa ukhran. Lebih – lebih apabila yang memberikan nama adalah ibu atau bapaknya tentu dilatarbelakangi dengan pengalaman spiritual dari ayat alfi syahrin yang tidak asing […]

  • PP Ansor : Radikalisme Agama Sengaja Dibuat untuk Hancurkan NKRI

    PP Ansor : Radikalisme Agama Sengaja Dibuat untuk Hancurkan NKRI

    • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Ansor Cabang Pati menggelae kopdar Minggu (28/7) siang. Kopdar bertajuk Membaca Arah Radikalisme di Bumi Nusantara Ini sedikitnya dihadiri oleh 500 peserta dari seluruh pelosok Kabupaten Pati. Peserta kopdar sedang khusyuk menyimak pemaparan pemantik Berlokasi di Rumah Joglo Al Qur’an, Ponpes Al Manaj, Semampir, Pati, para peserta antusias menerima pemaparan pemantik. K. Yusuf Hasyim, […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lebaran adalah Awal!

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.235
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Banyak orang beranggapan Lebaran Idulfitri adalah Hari Kemenangan dan akhir dari Ramadan. Nah, ini sih pandangan umum, padahal sing bener dudu ngunu kuwi. Bahkan, Lebaran dan Idulfitri itu berbeda. Apa perbedaannya? Lebaran bisa didapatkan semua orang termasuk orang yang tak berpuasa, ini wilayahnya adalah budaya dan sosial. Jika Idulfitri, tak […]

  • PCNU - PATI kegiatan_akad_nikah_di_masjid

    Sighot Ta’liq dalam Pernikahan

    • calendar_month Sen, 4 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

       Berikut ini kami sertakan potongan dari sighot ta’liq : ‘selanjutnya saya sekarang membaca sighot ta’liq atas istri saya itu sebagai berikut : sewaktu-waktu saya  : Meninggalkan istri saya dua tahun berturut-turut Atau saya tidak memberi nafkah wajib kepadanya selama 3 bulan lamanya Atau saya menyakiti badan atau jasmani istri saya itu Atau saya membiarkan […]

expand_less