Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Santun(an)

Santun(an)

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 27 Mar 2024
  • visibility 474
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Menjelang hari kemenangan. Berbagai macam kegiatan banyak dilakukan. Mereka mengatakan memburu pahala; berlomba-lomba dalam kebaikan. Dan kegiatan tersebut seringkali dengan embel-embel mengentaskan kesedihan serta berbagi kebahagiaan terdahap mereka yang dalam menjalani hidup dan kehidupan belum mendapatkan keberuntungan. Dalam tanda kutip mereka yang sendari kecil telah ditinggalkan orang tuanya baik dari pihak Ibu atau Bapak.

Dan bagi sebagian orang anak-anak tersebut memperlukan uluran kasih sayang. Maka dari itu perlu di adakan kegiatan yang meriah dan wah. Mendatangkan mereka untuk mendapatkan label dari masyarakat setempat atau umum yaitu dengan kata dermawan dengan berbagi kebahagiaan terhadap anak-anak yang menurut mereka kurang mendapatkan kebahagiaan dan kasih sayang.

Sejujurnya, ketika mendengar kalimat santunan dalam hati saya teriris-iris yaitu dengan adanya ada di suruh maju kedepan di berikan paparline dan sambil diusap usap kepalanya di doakan dan diumumkan. Tanpa berbicara mereka mengatakan inilah anak-anak yang perlu mendapatkan uluran tangan; perlu mendapatkan kasih sayang bagi siapa saja. Terlebih lagi dengan dalil-dalil agama pula untuk menguatkan dan dijanjikan surga serta pahala yang berlipat-lipat.

“Mas…mas namanya orang memberi ya butuh apresiasi…!”

Ada benarnya pula dengan apa yang dikatakan oleh teman saya tersebut. Sebab saat ini siapa yang memberi perlu apresiasi dan siapa dermawan butuh pengakuan. Tapi bagaimana lagi karena kita saat ini hidup dimana semua harus perlu publikasi sebagai bukti. Dan semua kegiatan perlu di siarkan jika ingin mendapatkan pengakuan.

“Mas..kira-kira mereka yang dermawan itu pernah bertanya tentang hatinya dan perasaanya ketika disuruh maju ke depan dan dipertontonkan kepada orang banyak serta di kasih satu-satu paperline?”

Tentu tak pernah. Kalau boleh saya mengatakan kesedihan saat ini dapat dijual belikan untuk mendapatkan apa yang di inginkan. Dari kesedihan terbitlah sebuah kebahagiaan dan pengakuan. Meskipun masih dua pekan untuk menyongsong hari kemenangan; kita telah mendapati kegiatan-kegiatan yang bergiliran baik dari perusahaan atau pun ormas keagamaan. Niat dan maksud tujuannya adalah berbagi kebahagiaan di hari ramadhan.

“Namun tanpa mereka semua kegiatan santunan-santun(an) tak dapat dilaksanakan; terwujudkan terlepas dari pandangan sisi kanan dan sisi kiri serta sebelah”

Saya mengiyakan apa yang telah dikemukan teman saya tersebut. Akan tetapi berharapan pada sebuah harapan kedepannya ketika kita berbagi kebahagiaan sedikit banyak memikirkan tentang perasaan dan psikologi anak tersebut. Sebab seperti yang di katakan Naruto hanya orang yang pernah sakit yang dapat merasakan kesatikan orang lain. Kurang lebihnya seperti itu.

Dari santun(an)terdapat kebahagian; sedikit mengurangi kesedihan.

“Bernarkah begitu kawan?”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Sinomwidodo Tambakromo Jadi 2 Orang

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Korban meninggal akibat banjir bandang yang menerjang Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, bertambah. Camat Tambakromo, Mirza Nur Hidayat mengatakan, korban meninggal kini menjadi dua orang. Sebelumnya, seorang warga bernama Sumirah (60) meninggal karena hipotermia, pada Rabu (30/11/2022). ”Kondisi tadi malam ada satu warga yang terjebak. Dia manula, kena penyakit, kita kesulitan antisipasi […]

  • Pendidikan Responsif Gender

    Pendidikan Responsif Gender

    • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

     Oleh : Sulistiani* Gender merupakan perlabelan atas laki-laki dan perempuan. Kontruksi ini tidak lagi membedakan laki-laki dan perempuan atas perbedaan seks yang dimiliki. Secara mendasar gender berbeda dari jenis kelamin biologis. Jenis kelamin biologis merupakan pemberian, kita dilahirkan sebagai seorang laki-laki atau seorang perempuan. Seperti halnya yang di kemukakan Hartian Silawati dalam buku Gender & […]

  • Ribuan Emak-Emak Serbu Banyutowo

    Ribuan Emak-Emak Serbu Banyutowo

    • calendar_month Ming, 20 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 576
    • 0Komentar

    Antusiasme 1500 emak dari Muslimat NU dan  Fatayat NU Dukuhseti dalam mengikuti Istighotsah dan gema sholawat   DUKUHSETI – Ribuan kaum emak memadati Desa Banyutowo. Mereka berbondong-bondong untuk menghadiri acara istighotsah dan sholawat bareng pada Sabtu (19/3) kemarin.  Ibu-ibu tersebut merupakan anggota Fatayat NU dan Muslimat NU se-Kecamatan Dukuhseti. Sedikitnya, 1500 orang yang mengikuti agenda […]

  • PCNU-PATI

    Misteri Lailatul Qadar

    • calendar_month Rab, 3 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Sejak 2008, saya rajin menulis artikel tentang Lailatul Qadar. Seingat saya di Koran Pagi Wawasan, Radar Lampung, Radar Tegal, NU Online, Alif.id, sejumlah koran cetak lain yang tidak terlacak termasuk di NU Online Pati (pcnupati.or.id) ini. Dari tulisan-tulisan itu, saya pribadi belum merasa pernah menemukan Lailatul Qadar. Mbuh ngopo. Hemat saya ini […]

  • Jumpa Pers IPNU-IPPNU, Masghof : Tempat Berbagi ‘Sambat’

    Jumpa Pers IPNU-IPPNU, Masghof : Tempat Berbagi ‘Sambat’

    • calendar_month Sen, 14 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 547
    • 0Komentar

      Peserta Jumpa Pers dan Rakorcab IPNU-IPPNU Pati antusias memgikuti jalannya acara PATI – Lembaga Pers dan Jurnalistik Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Pati mengadakan kegiatan Jumpa Pers dan Rakorcab Lembaga Pers dan Jurnalistik IPNU IPPNU se-Kabupaten Pati pada Minggu, (13/02) siang hingga sore. Kegiatan ini diadakandi Aula lantai tiga gedung PCNU Pati, Jalan Dr. Sudanto.  […]

  • Abu Bakar: Membenarkan Isra’ Mi’raj dengan Logika. Photo by Abdullah Mukadam on Unsplash.

    Abu Bakar: Membenarkan Isra’ Mi’raj dengan Logika

    • calendar_month Kam, 8 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Shalihin* Sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah hingga bertahun-tahun setelahnya, penulis selalu dihinggapi kegelisahan ketika menjelang peringaan isra’ mi’raj. Hal ini berkaitan dengan rasionalitas para Sahabat Khususnya Abu Bakar RA. Mengapa Abu Bakar percaya begitu saja dengan cerita isra’ mi’raj Nabi Muhammad yang di luar nalar. Padahal, dilihat dari latar belakang keilmuan, […]

expand_less