Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kuliah Umum Dies Natalis INISNU, Sekretaris Kopertais Jateng Jelaskan Filosofi Serat Tripama

Kuliah Umum Dies Natalis INISNU, Sekretaris Kopertais Jateng Jelaskan Filosofi Serat Tripama

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
  • visibility 13.270
  • comment 0 komentar

 

Temanggung — Momentum Dies Natalis ke-56 Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga penguatan intelektual melalui kuliah umum yang disampaikan Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah. Kegiatan yang digelar di Hall KBIHU Babussalam NU Temanggung, Selasa (5/5/2026), mengangkat tema besar “Tripama Kawedhar, INISNU Sumunar” dengan penekanan pada nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdian.

Selain Rektor INISNU Dr Hamidulloh Ibda, M.Pd., dan Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah Dr. KH. Anasom, M.Hum., hadir Bupati Temanggung yang diwakilkan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyono, S.Sos, MM., Kepala Kantor Kemenag Temanggung H. Fatchur Rochman, M.Pd.I., Sekretaris BPP INISNU Temanggung Dr. H. Mahsun, M.S.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Temanggung, Drs. H. M. Manshur Asnawi, M.S.I., Pimpinan Cabang BSI Kantor Cabang Temanggung, Dwi Agung Kusuma, Direktur Akademi Keperawatan (Akper) Al Kautsar Temanggung adalah Tri Suraning Wulandari, S.Kep., Ners., M.Kep., sivitas akademika dan tamu undangan.

Dalam paparannya, Sekretaris Kopertais Wilayah X Jateng Dr. KH. Anasom, M.Hum., menjelaskan bahwa Serat Tripama merupakan karya klasik Mangkunegara IV yang berisi ajaran keprajuritan dalam bentuk tembang Dhandhanggula. Karya ini menampilkan tiga tokoh utama pewayangan—Patih Suwanda, Kumbakarna, dan Adipati Karna—sebagai teladan moral dan kepemimpinan yang relevan sepanjang zaman.

Ia menguraikan bahwa nilai utama dalam Tripama terangkum dalam tiga konsep penting, yakni guna (kecerdasan dan kemampuan), kaya (keberhasilan dan hasil karya), serta purun (keberanian dan kesanggupan). Ketiganya tercermin dalam sosok Patih Suwanda yang berhasil menjalankan tugas negara dengan totalitas hingga gugur di medan perang sebagai bentuk pengabdian sejati.

Lebih lanjut, Kumbakarna digambarkan sebagai simbol patriotisme, yakni membela tanah air bukan karena membenarkan kejahatan, melainkan karena tanggung jawab terhadap bangsa dan leluhur. Sementara Adipati Karna menjadi representasi kesetiaan, yakni komitmen membalas budi hingga titik darah terakhir, meskipun berada dalam situasi moral yang kompleks.
Menurutnya, nilai-nilai dalam Tripama memiliki kesamaan dengan teladan para sahabat Nabi Muhammad SAW, seperti Khalid bin Walid, Ikrimah bin Abi Jahl, dan Mush’ab bin Umair, yang menunjukkan keberanian, pengorbanan, serta kesetiaan dalam membela kebenaran dan prinsip. Hal ini menegaskan bahwa esensi kepahlawanan terletak pada pengabdian dan komitmen moral, bukan semata kemenangan.

Ia juga menekankan bahwa ajaran Tripama sangat relevan bagi mahasiswa dan sivitas akademika INISNU dalam menghadapi tantangan zaman. Mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, keberanian mengambil peran, serta loyalitas terhadap nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan.

Selain itu, dalam konteks pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI), disampaikan pula lima arah kebijakan strategis transformasi tahun 2026, di antaranya penguatan sistem ma’had, program double degree, percepatan studi (fast track), pembukaan program studi di luar kampus utama (PSDKU), serta reformulasi program studi agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman.

Kuliah umum ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam Dies Natalis ke-56 INISNU Temanggung, sekaligus mempertegas komitmen kampus dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif, berkarakter, dan berdaya saing global. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Afif Imam Anshary Pimpin Ansor Juwana

    Afif Imam Anshary Pimpin Ansor Juwana

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Afif Imam Anshary terpilih menjadi ketua PAC GP Ansor Kec, Juwana. Pemilihan ketua baru ini dilaksanakan melalui Konferensi Anak Cabang Ansor (Konferancab) yang berlangsung sejak Ahad (4/8) pagi. Afif Imam Anshary menggantikan pemimpin lama, H. Muhammad Sutomo. Sebagaimana diberitakan NU Pati sebelumnya, PAC GP Ansor Kecamatan Juwana menggelar Konferensi Anak Cabang Ansor (Konferancab) pada Ahad […]

  • Sakoma Wonosobo Gelar Kemah Perbhasama

    Sakoma Wonosobo Gelar Kemah Perbhasama

    • calendar_month Ming, 13 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Wonosobo – Satuan Komunitas Ma’arif (Sakoma) NU Kab. Wonosobo mengadakan Perkemahan Bhakti dan Giat Prestasi Sako Ma’arif NU (PERBHASAMA) II Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kab. Wonosobo di Bumi Perkemahan Taman Ceria Warangan Kec. Kepil, Kab. Wonosobo mulai 13-15 Agustus 2023. Dalam PERBHASAMA II yang diikuti oleh 2.384 Peserta dari tingkatan MI/SD, MTs/SMP, dan MA, […]

  • Pingin Syahid kok Pakai Syahwat. Photo by Everton Vila on Unsplash.

    Pingin Syahid kok Pakai Syahwat

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Agama mana yang memperbolehkan pertumpahan darah sebagai media syiar? Pertanyaan ini tampak klise, tapi nyatanya hingga sekarang, masih banyak kekerasan atas nama agama. Syi’ar katanya! Memusuhi para pembangkang agama. Lantas seperti apa kriteria pembangkang yang dimaksud? Apa itu thaghut? Apakah semua kafir layak dibunuh? Semua serba abu-abu. Aksi terorisme dengan kedok […]

  • Ramadan itu Bulan Produktif!

    Ramadan itu Bulan Produktif!

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Gambaran kita pasti selama Ramadan itu nglemprek, lemes, lemah, letih, lesu, lunglai, letoi, dan sejenisnya. Ada yang demikian, ada yang tidak. Tapi bagi saya, Ramadan itu bulan produktif.   Bulan Ramadan sering kali dipandang sebagai bulan yang penuh dengan ibadah dan refleksi diri dengan “lemahnya” fisik kita. Namun, lebih dari […]

  • IPNU IPPNU Jateng Ajak Anggota Jadi Enterpreneur Muda

    IPNU IPPNU Jateng Ajak Anggota Jadi Enterpreneur Muda

    • calendar_month Rab, 24 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

      Suasana Economy Creative Student Expo (ECSE) yang diselenggarakan oleh PW IPNU & IPPNU Jawa Tengah, Rabu (24/11).  Dalam rangka meningkatkan kemandirian organisasi Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah ajak anggota untuk jadi enterpreneurship muda.  Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PW IPNU Jawa […]

  • Suluk Maleman Kali ini Menyoal Punjernya Peradaban

    Suluk Maleman Kali ini Menyoal Punjernya Peradaban

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Suluk Maleman edisi ke-166 kembali mengulik hal-hal yang menarik. Lewat tema “Sejarah Dimulai Dari Rumah”, yang digelar pada Sabtu (18/10) ngaji budaya tersebut memantik persoalan keberadaan sosok ibu sebagai pusat peradaban. Bagi Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman, hadits “surga di bawah telapak kaki Ibu” tak hanya untuk dilihat dari sisi seorang anak ke […]

expand_less