Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Urgensi Pendidikan di Pesantren

Urgensi Pendidikan di Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
  • visibility 429
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Pondok pesantren pada umumnya dikenal sebagai lembaga Pendidikan tertua di Pulau Jawa-Madura, dan Nusantara. Pondok pesantren berkemampuan tinggi dalam berswakarya dan berswakarsa dalam menyelenggarakan Pendidikan. Misi yang mulia selama ini lebih bercorak pada Pendidikan agama yang berorientasi pada pembentukan budi pikerti atau karakter santri, baik pada ranah agama maupun akhlak. Sehingga pesantren identik dengan pendidikan pembentukan karakter.

Di era modern sekaramg ini, pesantren selain dituntut untuk memperkuat penanaman nilai-nilai spiritual kepada para santri, juga dituntut untuk untuk memperkaya pada aspek tanggungjawab. Kedua hal ini dimaksud agar santri memiliki kepribadian yang seimbang anatar nilai-nilai spiritual, kedisiplinan, dan sifat tanggungjawab dimanapun santri berada.

Pesantren dengan cara hidupnya yang bersifat kolektif barangkali merupakan perwajahan atau cerminan dari semanagat dan tradisi yang berasal dari Lembaga-lembaga pendidikan tradisonal yang ada di pedesaan yang menanamkan sifat gotong-royong untuk saling bahu-membahu menolong antar sesame umat muslim. Adapun nilai-nilai keagamaan seperti ukhuwah (persaudaraan), ta’awun (Kerjasama), jihad (berjuang), taat, sederhana, mandiri, ikhlas, dan berbagai nilai eksplisit dari ajaran Islam merupakan cerminan tradisi yang ada di Pesantren, bahkan sampai sekarang ini terus terlestarikan.

Selain itu, pesantren berperan sebagai lembaga yang mengembangkan nilai moral-spiritual, informasi, komunikasi timbal-balik secara kultural dengan masyarakat dan sebagai tempat pemumpukan solidaritas umat.

Menurut Azyurmadi Azra, pesantren telah memerankan tiga perananan; transmission of Islamic knowledge (penyampaian ilmu-ilmu keislaman), maintenance of Islamic tradisional (pemeliharaan tradisi Islam), dan reproduction of ulama (pembinaan calon-calon ulama).

Sedangkan watak utama yang melekat pada pesantren sebagai Lembaga pendidikan keagamaan telah menjadikannya memiliki tradisi keilmuan tersendiri, sehingga seiring berjalannya waktu tradisi ini mengalami perkembangan dari masa ke masa dan menampilkan manifestasi yang berubah-ubah.

Oleh karena itu, apabila kita cermati sebagaimana dikutip dalam buku ‘Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pesantren’ setidaknya ada tiga karakteristik yang melekat dan sebagai basis utama kultul di pesantren.

Pertama, pesantren sebagai Lembaga tradisionalisme. Tradisionalisme dalam konteks pesantren harus dipahami sebagai upaya mencontoh tauladan yang dilakukan para ulama salaf yang masih murni dalam menjalankan ajaran Islam agar terhindar dari bid’ah, khurafat, takhayul serta klenik. Hal ini, kemudian lebih dikenal dengan Gerakan salaf yaitu gerakan dari orang-orang terdahulu yang ingin kembali kepada Alquran dan Hadis.

Kedua, pesantren sebagai pertahanan budaya (cultural resistance). Mempertahankan budaya dengan ciri tetap bersandar pada ajaran dasar Islam adalah budaya pesantren yang sudah berkembang berabad-abad. Ide cultural resintance telah mewarnai kehidupan intelektual dunia pesantren. Adapun subyek yang diajarkan di lembaga ini melalui hidayah dan berkah seorang kiai sebagai guru utama adalah kitab klasik atau kitab kuning yang selalu diolah dan ditrasmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Semangat cultural resintane menjadikan dunia pesantren selalu tegar dalam menghadi hegemoni dunia luar. Sejarah menunjukkan bahwa saat penjajahan semakin menindas, saat itu pula perlawanan kaum santri semakin tidak terbendung. Misalnya penjahahan kolonialisme di Surabaya, dimana para penjajah menindas para warga sipil maupun para kiai dianiaya serta penindasan terhadap warga yang tidak bersalah, maka melalui Resolusi Jihad yang digaungkan oleh Hadratusy Syaik Hasyim Asy’ari sebagai contoh sahaih pengabdian santri kepada kiai dan bukti santri demi menjaga bumi pertiwi dari kolonialisme.

Ketiga, pesantren sebagai pendidikan keagamaan. Pendidikan pesantrendidasari, digerakkan dan diarahkan oleh nilai-nilai kehidupan yang bersumber pada ajaran Islam. Ajaran dasar ini berkelindan dengan struktur social atau realitas social yang digumuli dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, maka pendidikan pesantren didasarkan atas dialog yang terus menerus antara kepercayaan terhadap ajaran dasar agama yang diyakini memiliki nilai kebenaran mutlak dan realitas social yang dimiliki nilai kebenaran relatif.            

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • A blurry image of a flower on a purple background

    (b)Untung

    • calendar_month Rab, 2 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Ada sebagian orang yang berprinsip dengan melalukan apa saja harus diperhitungkan; semuanya yang dilakukan dan dijalani harus ternominalkan. Sebab geraknya penuh perhitungan seperti halnya rumus fisika ada gaya dan tekanan, pada sejatinya ketika banyak gaya maka tekanan semakin kencang dan keras. Seperti yang dikemukakan seorang kawan jika untuk bertahan hidup […]

  • PCNU-PATI

    Prestis! Rutinan Fatayat NU Margorejo Dihadiri Dua Pengasuh Pondok

    • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 542
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id MARGOREJO –   Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW. masih berlangsung. Salah satunya adalah yang dilaksanakan oleh PAC Fatayat NU Kecamatan Margorejo.  Sabtu (4/3) lalu, para pemudi NU tersebut menyelenggarakan peringatan Isro’ Mi’roj sekaligus rutinan Fatayat NU di Desa Sukobubuk. Bahkan, dalam agenda tersebut dihadiri salah seorang pengasuh Ponpes Roudlotul Falah, Bermi, Gembong, Kiai Ali Nur […]

  • Siapkan Program Kerja, FKPT Jateng Gelar Rapat Koordinasi

    Siapkan Program Kerja, FKPT Jateng Gelar Rapat Koordinasi

    • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 889
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di Ruang Rapat lt. 2 Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi perdana pada Kamis sore (17/4/2025). Dalam sambutannya, Ketua FKPT Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa sejak ditetapkan oleh tim formatur pada 26 Juli 2024 lalu, kepengurusan FKPT Jawa Tengah […]

  • Photo by Jason Yuen

    Keterwakilan Perempuan

    • calendar_month Jum, 16 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pada waktu itu saya bersama teman-teman berkunjung kerumah seorang sejarawan Pati. Disana kami tak hanya bertamu, melainkan diskusi soal sejarah Kabupaten Pati dan Jawa pada umumnya. Kami juga sempat berbincang soal tokoh-tokoh perempuan zaman dulu yang banyak dikaburkan oleh sejarah. Padahal perjuangan para perempuan zaman dahulu tak kalah hebat dengan perjuangan […]

  • Puluhan Murid MTs Tarbiyatul Banin Winong Pati Mendapat Paket Bantuan dari YBM BRILiaN

    Puluhan Murid MTs Tarbiyatul Banin Winong Pati Mendapat Paket Bantuan dari YBM BRILiaN

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

      Pcnupati.or id – Yayasan Baitul Maal Brilian (YBM BRILiaN) melalui BRI Branch Office Pati menyalurkan bantuan paket pendidikan kepada anak didik Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Banin, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Rabu (17/7/2025). Ada sebanyak 30 paket yang dibagikan kepada para siswa. Supervisor Penunjang Operasional (SPO) BRI Pati, Agus Sumartono, mengatakan bahwa kegiatan […]

  • Sukses Gelar Akreditasi dan Visitasi PAC IPNU IPPNU Tlogowungu

    Sukses Gelar Akreditasi dan Visitasi PAC IPNU IPPNU Tlogowungu

    • calendar_month Jum, 26 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 448
    • 0Komentar

      Kamis, 25 Februari 2021 PAC IPNU IPPNU Tlogowungu telah melaksanakan akreditasi dan visitasi administrasi pimpinan ranting se- Kecamatan Tlogowungu. Meskipun masih kategori baru, PAC IPNU IPPNU Tlogowungu kini telah mempunyai 9 Ranting dari 15 Desa dan 7 Ranting yang telah ber SP. Saat asesor memanggil nama-nama ranting untuk maju menjalani proses asesmen, terlihat wajah-wajah […]

expand_less