Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Urgensi Pendidikan di Pesantren

Urgensi Pendidikan di Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
  • visibility 503
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Pondok pesantren pada umumnya dikenal sebagai lembaga Pendidikan tertua di Pulau Jawa-Madura, dan Nusantara. Pondok pesantren berkemampuan tinggi dalam berswakarya dan berswakarsa dalam menyelenggarakan Pendidikan. Misi yang mulia selama ini lebih bercorak pada Pendidikan agama yang berorientasi pada pembentukan budi pikerti atau karakter santri, baik pada ranah agama maupun akhlak. Sehingga pesantren identik dengan pendidikan pembentukan karakter.

Di era modern sekaramg ini, pesantren selain dituntut untuk memperkuat penanaman nilai-nilai spiritual kepada para santri, juga dituntut untuk untuk memperkaya pada aspek tanggungjawab. Kedua hal ini dimaksud agar santri memiliki kepribadian yang seimbang anatar nilai-nilai spiritual, kedisiplinan, dan sifat tanggungjawab dimanapun santri berada.

Pesantren dengan cara hidupnya yang bersifat kolektif barangkali merupakan perwajahan atau cerminan dari semanagat dan tradisi yang berasal dari Lembaga-lembaga pendidikan tradisonal yang ada di pedesaan yang menanamkan sifat gotong-royong untuk saling bahu-membahu menolong antar sesame umat muslim. Adapun nilai-nilai keagamaan seperti ukhuwah (persaudaraan), ta’awun (Kerjasama), jihad (berjuang), taat, sederhana, mandiri, ikhlas, dan berbagai nilai eksplisit dari ajaran Islam merupakan cerminan tradisi yang ada di Pesantren, bahkan sampai sekarang ini terus terlestarikan.

Selain itu, pesantren berperan sebagai lembaga yang mengembangkan nilai moral-spiritual, informasi, komunikasi timbal-balik secara kultural dengan masyarakat dan sebagai tempat pemumpukan solidaritas umat.

Menurut Azyurmadi Azra, pesantren telah memerankan tiga perananan; transmission of Islamic knowledge (penyampaian ilmu-ilmu keislaman), maintenance of Islamic tradisional (pemeliharaan tradisi Islam), dan reproduction of ulama (pembinaan calon-calon ulama).

Sedangkan watak utama yang melekat pada pesantren sebagai Lembaga pendidikan keagamaan telah menjadikannya memiliki tradisi keilmuan tersendiri, sehingga seiring berjalannya waktu tradisi ini mengalami perkembangan dari masa ke masa dan menampilkan manifestasi yang berubah-ubah.

Oleh karena itu, apabila kita cermati sebagaimana dikutip dalam buku ‘Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pesantren’ setidaknya ada tiga karakteristik yang melekat dan sebagai basis utama kultul di pesantren.

Pertama, pesantren sebagai Lembaga tradisionalisme. Tradisionalisme dalam konteks pesantren harus dipahami sebagai upaya mencontoh tauladan yang dilakukan para ulama salaf yang masih murni dalam menjalankan ajaran Islam agar terhindar dari bid’ah, khurafat, takhayul serta klenik. Hal ini, kemudian lebih dikenal dengan Gerakan salaf yaitu gerakan dari orang-orang terdahulu yang ingin kembali kepada Alquran dan Hadis.

Kedua, pesantren sebagai pertahanan budaya (cultural resistance). Mempertahankan budaya dengan ciri tetap bersandar pada ajaran dasar Islam adalah budaya pesantren yang sudah berkembang berabad-abad. Ide cultural resintance telah mewarnai kehidupan intelektual dunia pesantren. Adapun subyek yang diajarkan di lembaga ini melalui hidayah dan berkah seorang kiai sebagai guru utama adalah kitab klasik atau kitab kuning yang selalu diolah dan ditrasmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Semangat cultural resintane menjadikan dunia pesantren selalu tegar dalam menghadi hegemoni dunia luar. Sejarah menunjukkan bahwa saat penjajahan semakin menindas, saat itu pula perlawanan kaum santri semakin tidak terbendung. Misalnya penjahahan kolonialisme di Surabaya, dimana para penjajah menindas para warga sipil maupun para kiai dianiaya serta penindasan terhadap warga yang tidak bersalah, maka melalui Resolusi Jihad yang digaungkan oleh Hadratusy Syaik Hasyim Asy’ari sebagai contoh sahaih pengabdian santri kepada kiai dan bukti santri demi menjaga bumi pertiwi dari kolonialisme.

Ketiga, pesantren sebagai pendidikan keagamaan. Pendidikan pesantrendidasari, digerakkan dan diarahkan oleh nilai-nilai kehidupan yang bersumber pada ajaran Islam. Ajaran dasar ini berkelindan dengan struktur social atau realitas social yang digumuli dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, maka pendidikan pesantren didasarkan atas dialog yang terus menerus antara kepercayaan terhadap ajaran dasar agama yang diyakini memiliki nilai kebenaran mutlak dan realitas social yang dimiliki nilai kebenaran relatif.            

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Mahasiswi Jadi Penghuni Baru Kantor Lazisnu

    Empat Mahasiswi Jadi Penghuni Baru Kantor Lazisnu

    • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 640
    • 0Komentar

    Proses penyerahan mahasiswa PPL Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf IAIN Kudus di Kantor PC Lazisnu Pati PATI- PC Lazisnu Kabupaten Pati menjadi lokasi penempatan mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf IAIN Kudus. Program ini merupakan rangkaian pelaksanaan PPL (Praktik Profesi Lapangan) IAIN Kudus tahun ini.  PC Lazisnu Kabupaten Pati melalui Manager Penyaluran, Agus […]

  • Puisi Ramadan di MTs Ma’arif Nurul Huda Kaloran Temanggung

    Puisi Ramadan di MTs Ma’arif Nurul Huda Kaloran Temanggung

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.455
    • 0Komentar

    ‎Temanggung – Penyair senja Roso Titi Sarkoro membacakan sejumlah sajak bertema Ramadan pada acara penutupan Pesantren Kilat MTs Ma’arif Nurul Huda Kaloran, Temanggung, Sabtu (14/3/2026). Puisi-puisi yang dibacakan seluruhnya mengangkat nuansa spiritual dan refleksi keagamaan yang selaras dengan suasana bulan suci Ramadan. ‎ ‎Kegiatan yang digelar di musala madrasah tersebut berlangsung khidmat dengan nuansa religius […]

  • Selamatkan Kader NU dari Ideologi Radikal

    Selamatkan Kader NU dari Ideologi Radikal

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Pati. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU mengadakan seminar terkait ideologi Radikal, acra bertempat di gedung NU lantai 3 dengan menghadirkan pemateri Dr. Jamal Makmur Asmani, 21/5 kemarin. Dr. Jamal menjelaskan, Kader kader muda NU harus diselamatkan dari bahaya ideologi radikal yang terus menyerang kader bangsa. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, Pertama, mengokohkan paham Aswaja Annahdliyyah […]

  • Ucapan Nadzar

    Ucapan Nadzar

    • calendar_month Sel, 28 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 849
    • 0Komentar

    Sebagian orang Jawa, kalau punya hajat sering mengucapkan lafadz tertentu yang yang menyatakan kesanggupannya melakukan sesuatu apabila hajatnya terpenuhi, misalnya : do`akan aku kalau aku berhasil kamu saya beri uang atau besok hari raya qurban aku menyembelih kerbau. Pertanyaan : Termasuk nadzarkah ucapan-ucapan tersebut ? Jawaban : Ucapan seperti itu tidak termasuk nadzar, kecuali bila […]

  • PCNU-PATI

    Ketua PCNU Pati Hadiri Peresmian Polresta Pati

    • calendar_month Kam, 13 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    PATI – Kenaikan tipe Polres Pati menjadi Polresta Pati resmi dikukuhkan oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi, di Halaman Mapolresta, Kamis (13/10/2022) pagi. Peningkatan tipe Polres Pati menjadi Polresta Pati tertuang dalam surat keputusan Kapolri Nomor Kep/1154/VIII/2022. Penjabat (Pj) Bupati Pati, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati beserta anggota DPR RI, Tokoh […]

  • Peringati Maulid Nabi, PR IPNU Blingjati Gelar Safari Maulid

    Peringati Maulid Nabi, PR IPNU Blingjati Gelar Safari Maulid

    • calendar_month Jum, 15 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

      WINONG – Pimpinan Ranting IPNU Blingjati menyelenggarakan acara Safari Maulid dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.  Acara digelar selama selama 11 hari mulai dari tanggal 7 – 18 Oktober yang bertepatan dengan 1-12 Rabi’ul Awwal 1443 H.  Lokasi acara berpindah – pindah, menggunakan sistem ganjil – genap. Pada malam ganjil lokasi acara di […]

expand_less