Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Kenali, Pahami Rayuan Anak

Kenali, Pahami Rayuan Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
  • visibility 335
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Beberapa hal yang berkaitan dengan parenting utamanya soal anak, saya rasanya ingin belajar lagi dan lagi. Sudah tentu untuk menyiapkan diri agar bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak saya kelak dimasa depan. Mulai dari mengikuti akun yang membagikan tips bagaimana menjadi orang tua yang baik, bagaimana memahami anak-anak dalam situasi dan kondisi apapun, dan sebagainya. Karena saya tahu anak adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan pada setiap pasangan.

Anak-anak juga manusia. Ia memiliki perasaan dan akal. Sama seperti orang dewasa pada umumnya. Mereka memiliki hak untuk menentukan apa yang mereka inginkan, tanpa intervensi dari pihak manapun termasuk orang tuanya. Namun, terkadang kita lupa, sebab rasa sayang yang berlebihan justru malah membuat kita menuntut si anak sesuai dengan kemauan kita. Kita tak membiarkan mereka berekspresi dan menjalani kehidupannya sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Saya punya banyak pengalaman dengan keponakan saya Tsania. Pada tulisan sebelumnya, saya membagikan pengalaman saat saya tengah pergi ke pasar dengan Tsania. Dia mengeluarkan jurus tantrumnya. Sama seperti Naruto yang mengeluarkan jurus Kage Bunshin No Jutsu untuk mengelabuhi lawannya agar dia bisa menang. Tsania juga sama. Ia berusaha mengelabuhi saya dengan jurus tangisannya, agar saya kalah dan menuruti keinginannya yang mendadak itu.

Pengalaman lainnya adalah saat Tsania berkunjung kerumah saya. Waktu itu orang tuanya memberinya handphone agar dia mau anteng. Ayahnya pergi bekerja, sedang ibunya sedang mengobrol dengan saudara yang lain. Hingga ibunya tiba-tiba berkata dengan nada cukup tinggi kepada Tsania. Hal itu dimaksudkan untuk memperingati Tsania agar tak bermain handphone lama-lama. Namun karena perintahnya hanya melalui kata-kata, jelas Tsania menolak dan tak bergeming. Menghiraukan begitu saja perkataan ibunya.

Terlihat tak hanya sekali ibunya berkata kepada Tsania. Lalu saya keluar dari kamar berusaha menengahi keduanya. Saya mendekati Tsania dan membujuknya untuk menyudahi bermain handphone. Respon yang saya dapat adalah diacuhkan. Saya tak kehabisan akal. Lalu saya mencoba berkata lagi,

“Mbak kasih waktu lima belas menit lagi ya.”

Setelah itu saya disampingnya menemani bermain handphone.

Waktu terus berjalan. Saat telah mencapai lima menit, saya katakan kepada Tsania. Begitu seterusnya. Lima menit pertama ia masih tenang. Namun lima menit berikutnya, ia tampak was was. Barangkali berharap waktu tak berjalan dengan cepat. Saya melihat ekspresi itu dari raut wajahnya yang mungil. Hingga sampai pada lima menit terakhir, saya kembali berkata.

“Sudah ya dik mainnya. Kan sudah lima belas menit sesuai perjanjian tadi.”

Setelah berkata demikian, handphone saya ambil. Tsania menangis dengan keras. Tangisannya bak dentuman Hirosima dan Nagasaki yang mengagetkan seluruh jagat raya. Lalu handphone saya serahkan kepada ibunya, dan Tsania saya peluk guna mendengarkan khotbah dari saya. Ia masih terus saja menangis. Namun tak lama kemudian ia akhirnya berhenti.

“Adik boleh kok main handphone, tapi sebentar saja. Kita cari permainan lainnya yuk.”

Lain waktu saat ia kembali berkunjung kerumah, dan seperti biasanya ia akan dibiarkan bermain handphone oleh orang tuanya. Saya memperingatinya dengan hanya memberinya waktu lima belas menit lagi. Apa alasannya? Saya yakin di rumahnya ia pasti sudah sering bermain handphone. Setelah lima belas menit terlewati, saya memberitahunya untuk berhenti. Dan dengan sadar ia lalu mengembalikan handphone pada ibunya. Saya yang melihat kejadian itu merasa senang. Dan tak lupa saya memberinya pelukan serta ciuman sebagai tanda apresiasi.

Sebagai orang yang umurnya lebih tua dari Tsania, sudah tentu saya yang notabene adalah tantenya ikut andil membimbing sekaligus menjadi pendamping untuknya. Meski sebenarnya itu bukan menjadi kewajiban saya, namun menemaninya bermain bagi saya sekaligus sebagai wujud belajar parenting.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Dari Keyakinan Menjadi Pembelaan

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Oleh :  Niam At Majha Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai peran penting dalam pembentukan sejarah Indonesia. Termasuk pilar utama tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai saat ini. Sejarah NU adalah sejarah umat, sejak terbentuknya tahun 1926 NU telah menunjukkan kekuatan-kekuatannya dalam memadukan tradisi masyarakat dengan tradisi keagamaan. Karena tradisi Islam Indonesia adalah tradisi terhadap ulama, […]

  • PWNU Jateng Bangun Balai Diklat 2,5 Hektar, Dorong Transformasi Digital Pendidikan

    PWNU Jateng Bangun Balai Diklat 2,5 Hektar, Dorong Transformasi Digital Pendidikan

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.728
    • 0Komentar

    ‎Semarang – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah meluncurkan program strategis “NU Peduli Pendidikan” sekaligus mengumumkan pembangunan Balai Diklat Pendidikan seluas 2,5 hektar di Karanganyar, Jawa Tengah. ‎ ‎Peluncuran ini berlangsung dalam acara Halalbihalal dan Launching Program NU Peduli Pendidikan PWNU Jawa Tengah pada Kamis (9/4/2026) yang berlangsung khidmat di MG Setos Hotel Semarang […]

  • Kader Pati, Ikut Apel Akbar

    Kader Pati, Ikut Apel Akbar

    • calendar_month Sab, 22 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Pati; Para Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Pati, ikut serta dalam Istighosah dan Apel Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila sebagai Dasar Negara pada 15-16 April 2017 di Pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Apel  tersebut  di ikuti sekitar 10 ribu Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa Tengah. Ketua Kordinator Pati, Maskan, mengatakan kader-kader NU di Pati […]

  • PCNU- PATI Photo by ilya

    Pendidikan dan Tantangan di Era Digital

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Oleh: Miftahus Salam Tantangan pendidikan semakin meningkat di era digital. Perkembangan teknologi dan Informasi yang semakin pesat membuat siswa dengan mudah mengakses informasi apapun dari belahan dunia manapun dengan sangat cepat. Perlu filterisasi yang ketat agar tidak mendapatkan informasi yang kurang tepat. Maka pengawasan yang ketat serta kebijakan yang tepat perlu ditekankan agar peserta didik […]

  • Anggota Lesbumi Pati Luncurkan Buku Kumpulan Naskah Drama

    Anggota Lesbumi Pati Luncurkan Buku Kumpulan Naskah Drama

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

      Pati – Anggota Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pati, Miftahur Rohim (34), menerbitkan buku kumpulan naskah drama yang sarat dengan nuansa religi, klenik, dan isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat tani di wilayah Pati Selatan. Buku ini menawarkan perspektif unik tentang kehidupan sehari-hari dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat setempat melalui sudut pandang […]

  • PCNU-PATI Photo by stevepb

    Resep Rahasia Simbok

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Oleh : Ismi Faizah “Bocah wadon kui kudu iso masak. Ora mung eroh e mangan tok. Iso-iso mbesok diclatu karo morotuo!” (anak perempuan itu harus bisa masak. Bukan cuma tahu makan saja. Bisa-bisa dimarahi mertua nanti). Kalimat yang sama. Diucap berulang kali. Entah kali keberapa sekarang, aku coba mengingat, kesepuluh jariku sampai habis ternyata belum […]

expand_less