Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Masjid Sebagai Center of Literasi

Masjid Sebagai Center of Literasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
  • visibility 403
  • comment 0 komentar

Oleh: Siswanto

Setiap kali mendengar kata “masjid”, biasanya nalar pikir kita langsung tertuju pada sebentuk bangunan yang mempunyai ciri khas tersendiri dengan mihrab yang menonjol ke depan dan kubah yang menjulang tinggi ke atas. Sebuah bangunan unik yang menjadi salah satu ciri utama dan pertama Islam sekaligus sebagai wahana penggodokan umatnya.

Selain itu, masjid juga sebagai salah satu media ekspresi seni sekaligus penuangan daya estetis bagi umat Islam. Bahkan, hal ini jauh-jauh hari sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw pada awal masa perjuanganannya dalam menyebarkan Islam, di mana beliau bersegera membangun masjid terlebih dahulu sebelum membangun hal-hal lain.

Jika ditilik secara mendalam, peranan masjid yang paling utama adalah untuk memotivasi dan membangkitkan kekuatan ruhaniyah dan keimanan umat Islam. Di samping itu juga untuk menjadi lem perekat internal umat Islam serta menunjang persatuan sosial. Bahkan jika mengacu pada lintasan sejarah umat Islam awal, kita melihat bahwa peranan dominan dari masjid adalah dalam pembangunan sosial masyarakat.

Dengan demikian, secara umum masjid bisa dikatakan sebagai urgensi penting dalam membentuk karakter (akhlaq) umat Islam dan sebagai sarana untuk menuju sang khaliq. Karena di dalam masjid kita diajari untuk berkomunikasi melalui kalam ilahi baik pada saat beribadah minimal lima kali dalam sehari semalam. Sebab dengan adanya komunikasi yang intens antara seorang hamba dengan Tuhannya, diharapkan akan memberikan sebuah kesadaran yang mendalam kepada si hamba bahwa dirinya senantiasa berada dalam pengawasan Sang Pencipta, yang tidak pernah lalai dan tidak melupakannya.

Masjid sebagai center literasi

Di samping itu, di antara peranan masjid yang terpenting dalam masyarakat adalah literasi (baca dan tulis). Karena dalam rutinitas keseharian di dalam masjid, dunia literasi terus berjalan. Di awali dari membaca dan menulis, dijelaskan di dalam surat Al-‘Alaq “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Mulia. Yang mengajarkan manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS. Al-‘Alaq: 1-5).

Dari ayat tersebut setidaknya ada dua kata kunci yakni membaca dan pena. Membaca dalam ayat tersebut tidak hanya ajakan untuk membaca kitab dan buku, tetapi lebih dari itu, baik membaca secara tersurat maupun tersirat. Membaca secara tersurat adalah membaca secara tekstual baik buku dan kitab. Sedangkan makna membaca secara tersirat tidak hanya membaca saja, melainkan membaca disertai dengan tindakan dalam hal ini adalah dengan cara menulis.

Adapun makna pena pada ayat di atas diartikan sebagai simbol untuk mengaktualisasikan dalam trasformasi ilmu melalui tulisan. Karena dengan melalui pena, banyak ulama yang mengaktualisasikan tulisannya dalam bentuk kitab. Sehingga melalui tulisan tersebut, dapat diakses dan dibaca pada generasi berikutnya. Sebut saja, Imam Al-Ghazali yang terkenal dengan kitabnya Ihya’ Ulumuddin yang hingga saat ini karyanya terus dikaji, baik di

lingkungan pesantren maupun ke perguruan tinggi.

Dalam Alquran pena dijadikan surat yang ke-68, yakni pada surat Al-Qalam ayat pertama. Allah Swt, bersumpah, “Nun, Demi Pena…”.

Sungguh ini menjadi bukti bahwa Allah Swt, begitu perhatian dengan dunia literasi. Membaca dan pena (alat tulis) baik dalam surat Al-‘Alaq maupun Al-Qalam ini menjadi ghirrah para ulama dalam menimba ilmu pengetahuan yang tak terbatas. Hal ini kita bisa merunut sejak pada masa Islam generasi pertama.

Oleh karena itu, rutinitas di dalam masjid selain sebagai tempat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan semangat ber-literasi, juga sebagai bentuk memakmurkan masjid dari berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gunungan 2000 Kupat-Lepet Diarak, Simbol Kerukunan

    Gunungan 2000 Kupat-Lepet Diarak, Simbol Kerukunan

    • calendar_month Sab, 7 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    GEMBONG – Demi melestarikan tradisi leluhur, warga RT 03 dan 04 RW 03, Dukuh Karangdalem, Desa Gembong, Kecamatan Gembong menggelar aksi parade gunungan 2000 ketupat dan lepet keliling kampung. “Total ada 2000 ketupat dan lepet yang kami arak siang tadi,” ungkap Abdul Jalil, ketua RW sekaligus ketua panitia saat ditemui, Sabtu (7/4) malam. Jalil mengakui, […]

  • Suluk Maleman Kali ini Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

    Suluk Maleman Kali ini Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.934
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Suluk Maleman memasuki edisi 169 yang bertepatan ulang tahunnya yang ke -14, sengaja memilih tema ‘Timbang Mengutuki Kegelapan, Mending Menyuluhi Jalan’. Tema ini bukan hanya respon terhadap kondisi aktual peradaban global, tapi sekaligus mewakili konsistensi Suluk Maleman yang selama 14 tahun tanpa jeda terus menerus mengajak masyarakat untuk merenung tentang diri dan lingkangannya. […]

  • PCNU - PATI. Pixabay

    Menjemur Padi di Sebrang Jalan

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 637
    • 0Komentar

    Sudah menjadi kebiasaan warga desa Sekardadi, ketika musim panen padi tiba mereka menjemur padi hasil panennya di tepian jalan umum (jalan desa) yang mengakibatkan para pengguna jalan melintasi jemuran padi tersebut. Tak jarang perilaku seperti ini menyebabkan pemilik padi dan pennguna jalan merasa dirugikan. NB : Terkadang padi diberi landasan semacam sak yang ukurannya lebar. […]

  • PCNU Pati Gelar Rapid Test Gratis Untuk Santri Lirboyo

    PCNU Pati Gelar Rapid Test Gratis Untuk Santri Lirboyo

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    NU Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati gelar Rapid Test gratis bagi Himpunan Santri Pati Lirboyo (Hispal), bertempat di halaman gedung PCNU, Sabtu (4/7/2020). Kegiatan rapid test gratis untuk santri Pondok Pesantren Lirboyo yang diikuti oleh 93 santri ini terlaksana atas inisiatif PCNU Pati Peduli Covid-19 dan Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb. Saya mau membuka sebuah usaha, namun tetangga saya sudah ada yang menjalankan usaha yang serupa, saya kawatir jika saya menjalankan usaha tersebut tetangga saya akan merasa tersaingi, mohon dijelaskan bagaimana pandangan fiqih tentang usaha tersebut, apakah saya perlu meminta izin pada tetangga saya ?. Terima kasih. Wa’alaikum salam Wr Wb. Membuka usaha […]

  • PCNU-PATI Photo by Haidan

    Haji dan Transformasi Manajemen Kerumunan Berkelanjutan

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Oleh : Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag. _Rektor UIN Walisongo Semarang_ Haji merupakan ibadah multidimensional, dan multisektoral. Secara multidimensional, haji merupakan ibadah yang utuh, melibatkan hati dalam menata niat, emosi, dan spiritual; optimalisasi fisik dalam ibadah yang membutuhkan mobilitas seperti tawaf, sai,  mabit dan jumrah. Dalam perkembangannya, dimensi ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan tiga […]

expand_less