Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ini Komentar NU Soal Prokes dan PPKM

Ini Komentar NU Soal Prokes dan PPKM

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
  • visibility 458
  • comment 0 komentar
KH. Afifuddin Muhajir, Rois Syuriyah PBNU

KOTA-Masa pandemi yang telah mencapai satu tahun lebih, membuat sebagian kalangan masyarakat mulai jenuh. Salah satu wujud kejenuhan mereka adalah dengan mengabaikan protokol kesehatan. 

Beberapa warga mulai tidak mengenakan masker saat keluar rumah. Padahal pandemi corona masih mengintai masyarakat luas. 

Peraturan yang ketat dan tepat sudah selayaknya digalakkan. Dengan demikian, rantai penyebaran Covid-19 dapat terpangkas. 

Namun ketatnya peraturan terkait Protokol Kesehatan (Prokes) dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) juga menuai pro dan kontra. Untuk itulah NU hadir memberikan gambaran dan solusi terkait hukum menaati anjuran pemerintah tersebut. 

Dikutip dari akun resmi Instagram Hubhul Wathon Minal Iman (HWMI), KH. Afifuddin Muhajir selaku Ro’is Syuriyah PBNU turut angkat bicara terkait hukum menaati Prokes dan PPKM. Dalam hal ini, KH. Afifuddin menjawab pertanyaan apakah menaati Prokes itu wajib karena pemerintah, ataukah wajib karena hukum syari’at. 

Ia tidak memberikan jawaban langsung, namun melalui beberapa analogi. Menurutnya, untuk menjawab pertanyaan tersebut, diperlukan tiga analogi. 

Pertama, sesuatu yang secara syariat hukumnya wajib kemudian diwajibkan oleh pemerintah, maka hukumnya wajib. Kedua, sesuatu yang secara syariat hukumnya sunnah kemudian diwajibkan oleh pemerintah, maka hukumnya wajib. Ketiga, sesuatu yang hukumnya mubah (boleh) kemudian diwajibkab oleh pemerintah, maka hukumnya menjadi wajib dengan catatan mendatangkan kemaslahatan umum. 

Menaggapi ungkapan ini, Pengurus Cabang (PC) NU Pati berharap agar masyarakat bisa berfikir kritis dan cerdas. Terlebih di masa pandemi ini, banyak aturan pemerintah yang mewajibkan berbagai hal seperti memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. 

PCNU mengimbau kepada seluruh Nahdliyyin untuk tetap mengedepankan kemaslahatan umum, sejalan dengan yang disampaikan oleh KH. Afifuddin Muhajir tersebut. Pihak NU Pati juga berharap, semua warga NU tetap bersabar dan tawakkal dalam menghadapi pandemi ini.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Misteri Lailatul Qadar

    • calendar_month Rab, 3 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Sejak 2008, saya rajin menulis artikel tentang Lailatul Qadar. Seingat saya di Koran Pagi Wawasan, Radar Lampung, Radar Tegal, NU Online, Alif.id, sejumlah koran cetak lain yang tidak terlacak termasuk di NU Online Pati (pcnupati.or.id) ini. Dari tulisan-tulisan itu, saya pribadi belum merasa pernah menemukan Lailatul Qadar. Mbuh ngopo. Hemat saya ini […]

  • PCNU-PATI Photo by Bayu Syaits

    Mengembangkan Pola Asuh Demokratis di Lingkungan Keluarga

    • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Di era digital yang begitu pesat perkembanganya, menuntut manusia tidak hanya cerdas dalam intelektual namun juga berkarakter. Sebab karakter merupakan sebagai bentuk kepribadian khusus yang menjadi pendorong dan penggerak untuk membedakan dengan individu lain. Adapun terbentuknya suatu karakter tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun memerlukan proses yang relative lama dan terus-menerus. […]

  • Program ‘Explore More’ Ma’arif Jateng Digelar Di MA Banin

    Program ‘Explore More’ Ma’arif Jateng Digelar Di MA Banin

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

    WINONG-Madrasan Aliyah Tarbiyatul Banin menjadi tuan rumah program ‘Explore More’ Kamis (15/8). Kegiatan terebut merupakan kemitraan LP Ma’arif Jawa Tengah dengan Girl Rising Unilever Indonesia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dalam pelaksanaannya, LP Ma’arif memilih dua kabupaten untuk dijadikan lokasi program Explore More ini yaitu Kab. Blora dan Kab. Pati. Di Kabupaten Pati, pelatihan […]

  • Gus Rozin di Sidang MK: Biayai Pesantren Itu Kewajiban Konstitusi Negara, Bukan Intervensi!

    Gus Rozin di Sidang MK: Biayai Pesantren Itu Kewajiban Konstitusi Negara, Bukan Intervensi!

    • calendar_month Jum, 12 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.903
    • 0Komentar

    Jakarta, 11 Juni 2026 — Ketua Majelis Masyayikh, KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) kembali hadir dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (11/6/2026). Dalam sidang tersebut, Gus Rozin menyampaikan jawaban tertulis atas berbagai pertanyaan yang diajukan para hakim konstitusi pada persidangan sebelumnya. Gus Rozin menyampaikan […]

  • MWC NU – PAC Muslimat NU Winong Gelar Konferensi ‘Bersama’

    MWC NU – PAC Muslimat NU Winong Gelar Konferensi ‘Bersama’

    • calendar_month Ming, 8 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    WINONG – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Winong, Ahad (08/09) ini menggelar konferensi bersama-sama. Acara yang dilaksanakan secara bersama-sama di Gedung NU Winong ini hanya pada kegiatan opening ceremony saja. Opening ceremony Konferensi MWC NU dan Konferensi Anak Cabang Muslimat NU Kec. Winong yang dilaksanakan […]

  • KH. Arwan Kholil Tutup Usia

    KH. Arwan Kholil Tutup Usia

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    GEMBONG-Kabar duka menyelimuti Kecamatan Gembong. Pasalnya, salah satu ulama kharismatik dari Kecamatan yang berada di Lereng Muria tersebut berpulang Sabtu (9/10) sore. Potret KH. Arwan Kholil (peci putih) saat pemilu 2019 Dialah K.H. Arwan Kholil, pengasuh Ponpes Darul Hikmah, Gembong. Di usia yang belum tergolong sepuh (56 tahun), ulama ahli fikih tersebut harus kembali ke […]

expand_less