Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ini Komentar NU Soal Prokes dan PPKM

Ini Komentar NU Soal Prokes dan PPKM

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
  • visibility 442
  • comment 0 komentar
KH. Afifuddin Muhajir, Rois Syuriyah PBNU

KOTA-Masa pandemi yang telah mencapai satu tahun lebih, membuat sebagian kalangan masyarakat mulai jenuh. Salah satu wujud kejenuhan mereka adalah dengan mengabaikan protokol kesehatan. 

Beberapa warga mulai tidak mengenakan masker saat keluar rumah. Padahal pandemi corona masih mengintai masyarakat luas. 

Peraturan yang ketat dan tepat sudah selayaknya digalakkan. Dengan demikian, rantai penyebaran Covid-19 dapat terpangkas. 

Namun ketatnya peraturan terkait Protokol Kesehatan (Prokes) dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) juga menuai pro dan kontra. Untuk itulah NU hadir memberikan gambaran dan solusi terkait hukum menaati anjuran pemerintah tersebut. 

Dikutip dari akun resmi Instagram Hubhul Wathon Minal Iman (HWMI), KH. Afifuddin Muhajir selaku Ro’is Syuriyah PBNU turut angkat bicara terkait hukum menaati Prokes dan PPKM. Dalam hal ini, KH. Afifuddin menjawab pertanyaan apakah menaati Prokes itu wajib karena pemerintah, ataukah wajib karena hukum syari’at. 

Ia tidak memberikan jawaban langsung, namun melalui beberapa analogi. Menurutnya, untuk menjawab pertanyaan tersebut, diperlukan tiga analogi. 

Pertama, sesuatu yang secara syariat hukumnya wajib kemudian diwajibkan oleh pemerintah, maka hukumnya wajib. Kedua, sesuatu yang secara syariat hukumnya sunnah kemudian diwajibkan oleh pemerintah, maka hukumnya wajib. Ketiga, sesuatu yang hukumnya mubah (boleh) kemudian diwajibkab oleh pemerintah, maka hukumnya menjadi wajib dengan catatan mendatangkan kemaslahatan umum. 

Menaggapi ungkapan ini, Pengurus Cabang (PC) NU Pati berharap agar masyarakat bisa berfikir kritis dan cerdas. Terlebih di masa pandemi ini, banyak aturan pemerintah yang mewajibkan berbagai hal seperti memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. 

PCNU mengimbau kepada seluruh Nahdliyyin untuk tetap mengedepankan kemaslahatan umum, sejalan dengan yang disampaikan oleh KH. Afifuddin Muhajir tersebut. Pihak NU Pati juga berharap, semua warga NU tetap bersabar dan tawakkal dalam menghadapi pandemi ini.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Tata Kelola dan Mutu, INISNU Temanggung Benchmarking ke UNU Sidoarjo

    Perkuat Tata Kelola dan Mutu, INISNU Temanggung Benchmarking ke UNU Sidoarjo

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.264
    • 0Komentar

    ‎ ‎Sidoarjo – Dalam rangka peningkatan mutu dan pembelajaran kelembagaan, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melaksanakan kegiatan Benchmarking ke Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo pada Rabu 14 Januari 2026. ‎ ‎Ketua BPP INISNU Temanggung, Drs. H. Nur Makhsun, M.S.I., mengatakan bahwa studi tiru merupakan bagian dari ikhtiar institusional yang sistematis, dan tindak lanjut dari […]

  • PCNU-PATI

    SMA Negeri 02 Pati Salurkan Bantuan Gempa Cianjur Lewat LAZISNU Pati

    • calendar_month Sel, 29 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Pengurus Cabang Lazisnu Pati menerima bantuan korban gempa Cianjur Jawa Barat, Selasa siang, 29/11/2022 Dalam hal misi kemanusiaan ini kepada korban gempa bumi Cianjur SMA Negeri 02 Pati turut menyumbangkan donasi sebesar 13.127.000.00 dari partisipasi siswa-siswi serta guru dan staf SMA Negeri 02 Pati.  Kepada Tim LAZISNU Pati donasi tersebut kami terima untuk nantinya […]

  • Ilustrasi, Dari Membaca ke Karya - PCNU PATI. Photo by Min An on Pexels

    Dari Membaca Ke Karya

    • calendar_month Jum, 8 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Mencipta sebuah karya yang mesti disiapkan adalah banyak membaca. Membaca buku, koran, majalah, status dimedia sosial sampai membaca kondisi atau keadaan yang tengah terjadi. Karena membaca adalah modal utama dalam menciptakan sebuah karya. Semakin banyak bacaan; maka semakin banyak kosa kata. Sehingga akan memudahkan kita untuk merangkai kalimat hingga menjadi rentetan paragraf utuh dalam karya […]

  • Secangkir Kopi, Doa, dan Jalan Panjang Menuju Aceh

    Secangkir Kopi, Doa, dan Jalan Panjang Menuju Aceh

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.138
    • 0Komentar

      Malam belum sepenuhnya ramah ketika rombongan relawan NU Peduli PWNU Jawa Tengah kembali menghidupkan mesin. Di sebuah rest area sunyi, secangkir kopi hitam berpindah dari tangan ke tangan. Hangatnya sederhana, namun cukup untuk menjaga mata tetap terjaga dan hati tetap kuat. Di situlah, di antara lelah dan doa, perjalanan kemanusiaan menuju Aceh Timur terus […]

  • PMII Komisariat Syekh Mutamakkin Laksanakan Kewajiban Tahunan

    PMII Komisariat Syekh Mutamakkin Laksanakan Kewajiban Tahunan

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

    TAYU-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Syekh Mutamakkin menyelenggarakan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba). Ini merupakan tahap paling dini dalam organisasi PMII. Dengan mengikuti Mapaba, para calon anggota telah secara resmi menjadi bagian formal dari PMII. Paska Mapaba, masih ada beberapa step lagi untuk menunjang jiwa organisasia anggota. M. Shofyan al Nashr, salah satu pemantik […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

    • calendar_month Sab, 1 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pondok pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan salah satu institusi pendidikan tertua di Indonesia yang ada dalam masyarakat dan mempunyai peran yang sangat urgent dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena di dalam pesantren tidak hanya memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis kepada santri, melainkan yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai agama, […]

expand_less